The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 231


__ADS_3

Kini Edrea telah berada di lokasi yang sama seperti yang di kirimkan oleh Resti sebelumnya. Dan kini dia tengah mencari keberadaan Resti. Hingga akhirnya ia melihat temannya itu tengah berjalan mengendap-endap di trotoar di pinggir jalanan tersebut.


Edrea yang tak mau membuang waktu lagi pun, ia segera mencari parkiran untuk mobilnya dan setelahnya ia berlari kearah Resti berada.


Saat dirinya sudah mendekati Resti, ia kini menepuk pundak sang sahabat yang tengah bersembunyi di balik banner salah satu toko di samping jalan tersebut.


Resti yang sedari tadi fokus dengan tatapannya tanpa menoleh ke kanan dan kirinya pun terperanjat kaget atas ulah Edrea tadi.


"Astaga kaget gue," ucap Resti dengan spontan sembari menoleh kearah Edrea berada.


"Lo itu kalau---" belum selesai Resti mengomel, Edrea lebih dulu membungkam mulut sang sahabat.


"Stttt, diam. Buruan katakan dimana lo lihat Leon?" tanya Edrea to the point.


"Emmm Emmm Emmm," gumam Resti karena bungkaman di mulutnya tak kunjung di lepas oleh Edrea.


Edrea yang baru sadar pun dengan cepat ia menjauhkan tangannya dari bibir Resti.


"Bwahhh akhirnya bisa nafas juga," ucap Resti.


"Buruan kasih tau gue, dimana Leon sekarang?" tutur Edrea tak sabaran.


"Gue tadi lihat dia masuk ke dalam toko itu," ujar Resti sembari menunjuk ke sebuah toko mainan tak jauh dari tempat mereka berdua berada.


Edrea yang sudah mendapatkan informasi dari Resti pun dengan cepat ia berlari kearah toko tadi, meninggalkan sang sahabat ditempat tadi.


"Ya elah main ninggalin gitu aja. Woy, tungguin gue!" teriak Resti lalu ia bergegas mengikuti Edrea.


Edrea kini sudah masuk ke dalam toko mainan yang dimaksud oleh Resti tadi. Dan kini tatapan matanya melihat keseluruhan toko tersebut.

__ADS_1


"Ck, ramai banget sih nih toko mainan," gumam Edrea yang tak bisa melihat jelas satu-persatu orang di dalam toko tersebut. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari keberadaan Leon sembari berjalan, menelusuri toko mainan itu.


Beberapa menit dirinya sudah menelusuri toko tersebut tapi ia sama sekali tak melihat keberadaan Leon disana.


"Huwahhh akhirnya ketemu juga," ucap Resti saat dirinya menemukan Edrea.


Edrea yang tadinya masih fokus melihat setiap wajah di toko tersebut pun kini ia mengalihkan pandangannya kearah Resti dengan tatapan tajamnya.


"Lo nipu gue ya?" tuduh Edrea yang membuat Resti mengerutkan keningnya.


"Nipu? Kapan? Perasaan gue gak pernah nipu lo?" ujar Resti dengan polosnya.


"Ck, lo tadi ngomong kalau Leon ada disini tapi gue udah menjelajahi tempat ini dari ujung sampai ujung, gak lihat Leon tuh di sini," tutur Edrea yang sepertinya sebentar lagi ingin mengeluarkan tanduknya.


Resti yang sudah merasakan aura berbahaya dari Edrea pun, ia kini menggelengkan kepalanya.


"Gak kok, gue gak bohong sama lo. Beneran, suwer gue tadi lihat Leon disini," ujar Resti.


"Beneran Rea. Gue gak salah lihat. Laki-laki tadi itu benar-benar Leon. Masak iya gue salah lihat orang, kan gak mungkin. Atau jangan-jangan saat kita masih diluar tadi, dia udah keluar dari toko ini tanpa sepengetahuan kita berdua," tutur Resti menebak-nebak.


"Hmmm tapi kayaknya gak mungkin kalau dia udah pergi dari toko ini kalau lo benar-benar lihat dia tadi," ucap Edrea yang masih saja tak percaya dengan apa yang di lihat oleh Resti itu.


"Tapi gue---" belum sempat Resti menyelesaikan ucapannya itu, dering telepon milik Edrea berbunyi nyaring dan dengan cepat Edrea mengangkat telepon dari Yesi.


"To the point!" perintah Edrea saat sambungan telepon itu terhubung.


📞 : "Gue lihat Leon," ucap Yesi dengan berbisik.


"Hah? Dimana?" bukan Edrea yang bertanya melainkan Resti yang menyela pembicaraan kedua orang tersebut.

__ADS_1


📞 : "Di sweet resto & cafe," ujar Yesi yang membuat Edrea dan Resti kini saling pandang, lalu setelahnya kedua gadis itu berlari keluar dari toko mainan tersebut dan segera menuju tempat yang di ucapkan oleh Yesi tadi. Dan untungnya tempat tersebut hanya bersebrangan dengan toko mainan tadi.


Dan dengan nafas tersengal-sengal, kedua gadis itu telah sampai di Sweet resto & cafe. Dan kini mata keduanya menatap satu-persatu meja di resto tersebut hingga akhirnya, mata mereka melihat Yesi tengah melambaikan tangannya kearah mereka.


Dengan langkah cepat kedua gadis itu kini mendekati Yesi yang berdiri di bawah tangga resto tersebut.


"Lo ngapain disini? Jadi penunggu tangga lo?" tanya Resti.


"Stttt pertanyaan lo gak penting. Kita buruan naik ke atas karena gue tadi lihat Leon naik sambil bawa boneka besar," ujar Yesi sembari menarik tangan kedua sahabatnya itu. Dan tanpa perlawanan kedua gadis itu mengikuti langkah Yesi yang terus menarik tangan mereka hingga mereka bertiga kini telah sampai di lantai dua di restoran tersebut.


Dan benar saja saat mereka sampai, mereka bertiga bisa melihat keberadaan Leon di tempat tersebut yang untungnya tak ramai dengan pengunjung.


Tapi yang membuat mereka terkejut ialah, Leon di tempat tersebut tidak sendiri ataupun dengan teman-temannya seperti biasa, melainkan Leon di tempat tersebut dengan seorang anak perempuan yang berumur sekitar 5 tahunan dan kini anak perempuan itu tengah memeluk boneka pemberian dari Leon.


"Eh, Leon udah punya anak kah?" tanya Resti yang membuat kedua gadis itu membuyarkan pikiran mereka yang ternyata pikirannya tak jauh dari pemikiran Resti itu.


"Ck, jangan ngaco deh. Mana ada Leon yang seusia kita udah punya anak sebesar itu," ujar Yesi.


"Iya juga sih. Tapi dilihat-lihat wajahnya mirip Leon tau. Kalau itu bukan anaknya, kenapa bisa mirip?" ucap Resti.


"Kan bisa jadi dia anaknya Kakaknya atau kalau gak ya adiknya. Jangan negatif thinking dulu lah, nanti kalau tuduhan kita gak terbukti jatuhnya kita udah fitnah orang tau," tutur Yesi. Dan tanpa mereka ketahui, Edrea kini berjalan mendekati Leon yang tengah bercanda gurau dengan anak perempuan tersebut.


"Leon," panggil Edrea saat dirinya sudah berdiri tak jauh dari Leon.


Dan karena panggilannya itu, Leon kini menghentikan canda tawanya tadi dan ia kini mengalihkan pandangannya kearah Edrea.


"Rea," ucap Leon.


Tatapan Edrea kini berpindah menatap kearah anak perempuan yang sudah berpindah ke pangkuan Leon. Dan anak perempuan itu kini menenggelamkan wajahnya di leher Leon bahkan ia terlihat memeluk tubuh Leon dengan sangat erat.

__ADS_1


Leon yang merasakan tubuh anak perempuan itu bergetar dengan isakan tangis pun ia kini tersadar dari keterbengongannya dan dengan cepat ia menenangkan anak perempuan tersebut.


Sedangkan Edrea yang masih bingung pun ia hanya berdiri saja di tempatnya tadi sembari melihat Leon yang berusaha untuk menenangkan anak perempuan tersebut.


__ADS_2