
Setelah suara tembakan itu menggema bersamaan dengan ambruknya tubuh tuan Grissham, semua orang yang ada disana terutama dengan Edrea, mereka mengalihkan pandangannya kearah seseorang yang tengah berdiri diambang pintu ruangan tersebut. Bukan, bukan kearah Mommy Della melainkan ke arah dua orang berbeda jenis kelamin yang tengah berdiri tepat di belakang Mommy Della.
Mommy Della yang tampak terkejut karena ia merasa jika pistolnya itu tadi tak mengeluarkan peluru dari dalam, ia kini juga ikut menolehkan kepalanya kearah belakang tubuhnya. Dan hal tersebut membuat Mommy Della tampak terkejut dan tak percaya karena apa yang ia lihat sekarang dan tentang kejadian tadi sangat tak masuk akal baginya.
Dan saat Mommy Della masih tak percaya dengan semua yang baru ia lihat, seorang perempuan yang juga tengah menatapnya kini tengah tersenyum kearahnya.
"Hentikan semuanya! Mundur sekarang! Ini perintah!" teriak seorang laki-laki yang berdiri di samping tubuh perempuan tersebut. Dan setelah perintahnya ia ucapkan, semua orang dari kubu tuan Grissham perlahan menjauh dari orang-orang keluarga Abhivandya.
Lalu setelahnya perlahan laki-laki itu masuk kedalam ruangan tersebut. Dan saat ia melihat tubuh Leon sudah penuh dengan darah, ia mengepalkan tangannya dengan sangat erat lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah tuan Grissham yang masih bertahan walaupun luka tembakan itu berhasil mengenai dadanya. Dan karena itu dengan cepat laki-laki tersebut mendekati tuan Grissham kemudian ia berjongkok di depan tubuh tuan Grissham setelah ia sampai di hadapan laki-laki paruh baya tersebut.
"Aksi anda ini benar-benar membuat saya tercengang. Apa belum cukup anda melampiaskan keserakahan dan keegoisan anda kepada saya selama ini, sehingga nyawa adik saya sendiri harus anda pertaruhkan? Belum cukup anda melukai perasaan saya dengan memisahkan saya dengan istri saya, sehingga sekarang anda juga berniat memisahkan mereka berdua dengan membunuh salah satunya, tak peduli jika itu anak anda sendiri? Hah, gila benar-benar gila. Lihatlah sekarang apa yang anda inginkan sudah terkabul dengan matinya anak anda sendiri. Anda berhasil memisahkan mereka berdua! Tapi apa anda tau, jika apa yang anda lakukan saat ini tengah melukai hati perempuan yang sangat anda cintai yang sayangnya beliau adalah ibu dari kedua putra anda yang selalu memberontak ini. Apa anda puas sekarang hah? Anda puas!" geram laki-laki tersebut dengan kilatan api amarah di matanya.
"Saya sangat benci anda! laki-laki bajingan yang tidak memiliki perasaan! Dan saya akan mewakili adik saya untuk menghabisi anda sekarang juga. Saya tidak peduli dengan karma yang akan saya terima karena telah membunuh ayah saya sendiri. Sudah cukup anda menyiksa saya, Elsworth dan ibu saya. Jadi giliran anda yang akan disiksa malaikat di neraka nantinya. Selama tinggal tuan Grissham yang terhormat," ucap laki-laki tersebut sembari mendekatkan pistolnya ke kepala tuan Grissham. Dan saat dirinya ingin menarik pelatuk pistol tersebut, suara seorang perempuan menghentikan aksinya.
"Bolehkah saya yang menggantikan posisi anda, Prince Azzo," ucapnya yang berhasil mengalihkan pandangan putra pertama tuan Grissham.
Azzo menatap lekat perempuan yang baru saja muncul itu dari atas sampai bawah. Ia tampak aneh dengan pakaian serba hitam ditambah topi juga masker yang melekat di tubuh perempuan itu. Ia terlihat sangat-sangat misterius juga membuat semua orang penasaran kepada dirinya kecuali dengan perempuan yang tadi datang bersama Azzo yang tak lain adalah ibunya sendiri.
Perempuan tersebut tampak menatap kearah nyonya Grissham yang dibalas dengan anggukan dan senyuman dari nyonya Grissham, seolah-olah ia mensetujui apa yang akan dilakukan oleh perempuan tersebut. Lalu setelah mendapat persetujuan itu, perempuan tersebut melangkahkan kakinya menuju kearah tuan Grissham dan Azzo berada.
Dan setelah sampai dihadapan tuan Grissham, ia perlahan melepaskan topi dan juga masker yang melekat di wajahnya. Dan saat dua benda itu lepas dari wajahnya, barulah orang-orang tau siapa dirinya terkecuali triplets yang tak tau siapa orang itu.
"Alice," gumam Azzo yang membuat perempuan tersebut tersenyum kearahnya sebelum pandangannya teralihkan kearah tuan Grissham yang menatapnya penuh dengan permusuhan.
Tapi tatapan itu sama sekali tak dipedulikan oleh perempuan tersebut dan justru sekarang perempuan itu menodongkan pistol kearah tuan Grissham. Dan dengan menatap nyonya Grissham, ia menarik pelatuk pistol ditangannya hingga...
Dor! Dor! Dor!
Tiga tembakan berhasil membuat tuan Grissham kini sudah kehilangan nyawanya. Dan bertepatan dengan hal tersebut nyonya Grissham meneteskan air matanya. Entah ingin senang atau sedih, ia tidak tau mengekspresikan perasaannya sendiri untuk sekarang. Tapi hanya beberapa tetes air mata yang mengalir di pipinya, nyonya Grissham kini menghapus jejak air mata itu lalu setelahnya ia masuk kedalam ruangan tersebut sembari merentangkan tangannya kearah perempuan yang berhasil membunuh suaminya sendiri.
Alice yang paham dengan kode itu pun ia berlari kearah nyonya Grissham untuk berhambur ke pelukannya.
"Maafkan saya," ucap Alice saat tubuhnya sudah berada di dalam pelukan nyonya Grissham.
"Kamu tidak perlu meminta maaf karena apa yang kamu lakukan saat ini sudah sangat benar. Dan terimakasih karena berkat kamu kita terbebas dari keegoisan dia," ujar nyonya Grissham dengan mengelus rambut Alice dengan lembut.
Azzo yang melihat keakraban dari kedua perempuan tersebut pun ia kini berjalan mendekati mereka berdua.
"Mom? Ini---"
"Stttt, jangan banyak tanya dulu. Nanti Mommy akan ceritakan ke kamu semuanya dan Mommy juga akan menjawab semua pertanyaan yang ingin kamu tanyakan. Tapi untuk sekarang lebih baik kita bergerak cepat untuk menyelamatkan nyawa adik kamu," sela nyonya Grissham sembari melepaskan pelukannya dari tubuh Alice.
"Lho dimana Elsworth?" tanya nyonya Grissham yang mulai panik saat mengetahui Leon sudah tak ada di ruangan tersebut.
"Maaf lancang nyonya, saya menyuruh anak buah saya untuk membawa prince Elsworth ke rumah sakit," jawab Daddy Aiden sembari membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.
__ADS_1
Nyonya Grissham yang melihat hal tersebut pun ia langsung menghampiri Daddy Aiden dan segara membantu Daddy Aiden untuk menegakkan tubuhnya kembali.
"Anda tidak perlu sampai seperti ini tuan Aiden. Saya tidak pantas mendapatkan hormat seperti itu dari semua orang terutama dari anda dan keluarga anda. Saya juga meminta maaf atas semua yang pernah keluarga saya lakukan ke keluarga anda tuan, entah dari kejadian waktu lampau hingga kejadian saat ini. Saya minta maaf karena saya tidak bisa mencegah semua yang di lakukan Grissham kepada anda dan keluarga anda terutama dengan putri anda," ujar nyonya Grissham sembari menatap kearah Edrea.
"Edrea Dwyne Abhivandya," panggil nyonya Grissham dengan menghampiri Edrea yang justru membuat Azlan dan Erland langsung berjaga-jaga bahkan mereka sudah berdiri dihadapan Edrea dengan pistol yang mereka arahkan ke nyonya Grissham, takut-takut jika perempuan tersebut akan melukai adiknya. Dan karena kewaspadaan dari dua jagoan Daddy Aiden tadi, membuat nyonya Grissham menghentikan langkahnya.
Edrea yang merasa tak enak pun ia kini melirik kearah dua saudara kembarnya itu.
"Bang," ucap Edrea dengan lirih sembari menggelengkan kepalanya.
"Tapi---" Edrea lagi-lagi menggelengkan kepalanya agar Azlan dan Erland segera menurunkan senjatanya. Dan hal tersebut membuat kedua orang itu menghela nafas sebelum akhirnya mereka menurunkan senjatanya dan sedikit menjauh dari hadapan Edrea.
Dan setelah kedua laki-laki itu menyingkir, barulah nyonya Grissham melanjutkan langkahnya hingga saat dirinya sudah berdiri dihadapan Edrea, ia membungkukkan tubuhnya hingga 90° layaknya ia tengah memberikan hormat kepada ratunya.
"Maafkan atas semua kesalahan keluarga saya, Edrea," ucap nyonya Grissham yang membuat Edrea bingung sendiri. Bukan karena ia bingung untuk memaafkan atau tidak, karena terus terang saja Edrea telah memaafkan kejadian dimasa lalunya itu. Melainkan ia bingung akan bersikap bagaimana dengan perempuan di hadapannya saat ini. Karena ia ingat jika seorang ratu itu tidak semua orang bisa menyentuhnya, tapi Edrea juga risih kalau harus mendapat hormat dari orang yang paling berpengaruh itu. Tapi--- haishhhhh sudahlah, Edrea lebih baik langsung untuk menyentuhnya saja.
"Nyonya, emmm eh ratu tidak perlu sampai seperti ini. Saya sudah memaafkan semua kejadian di masa lalu. Bahkan saya sudah berdamai dengan masa lalu saya itu. Jadi saya mohon nyonya eh ratu jangan seperti ini," ujar Edrea dan dengan ragu ia memegang tubuh perempuan tersebut agar perempuan itu segara menegakkan tubuhnya kembali.
"Sekali lagi saya minta maaf untuk semuanya yang membuat kamu terluka secara mental ataupun fisik. Saya juga benar-benar menyesal tidak bisa mencegah semua kejadian itu," ucap nyonya Grissham yang dijawab anggukkan serta senyuman di bibir Edrea.
"Sekarang apa saya boleh memeluk kamu?" tanya nyonya Grissham yang berhasil membuat Edrea melongo tak percaya.
"Sa---saya?" Nyonya Grissham tampak menganggukkan kepalanya.
"Eh ah tentu saja boleh. Tapi tubuh saya penuh keringat dan saya---" belum sempat Edrea menyelesaikan ucapannya, nyonya Grissham lebih dulu memeluk tubuh Edrea dengan sangat erat.
"Tapi---"
"Saya tidak mau mendengar penolakan dari kamu, apapun bentuknya. Cukup panggil saya Mommy. Bukannya kamu kekasih Elsworth? jadi tidak perlu sungkan lagi dan tidak perlu takut dengan siapapun karena Mommy jamin hubungan kalian tidak akan serumit dulu terlebih orang yang mengganggu ketenangan kalian sekarang sudah mati," ujar nyonya Grissham sembari melepaskan pelukannya tadi dan kini ia menangkup kedua pipi Edrea dengan tatapan mata yang tertuju kearah mata Edrea.
"Saya, Elia Oliveira selaku Mommy Elsworth memberikan restu atas hubungan antara kamu dan Elsworth," ucap nyonya Grissham diakhiri dengan ia mencium kening Edrea. Lalu kemudian ia memeluknya kembali.
Dan apa yang dilakukan oleh nyonya Grissham tadi membuat Edrea tak kuasa menahan tangisnya. Ia bahkan sekarang membalas pelukan dari perempuan paruh baya itu.
"Jika kamu melihat dan mendengar apa yang Mommy kamu ucapkan, pasti kamu sangat senang El. Tapi nyatanya kamu sekarang tidak ada disini dan melihat langsung apa yang tengah terjadi saat ini. Dan El, aku mohon bertahan lah, untukku dan untuk hubungan kita. Tidak lucu kan El, kalau restu sudah kita genggaman tapi kamu yang justru pergi begitu saja. Jadi aku mohon bertahanlah," batin Edrea dengan memikirkan kondisi Leon saat ini.
Untuk beberapa saat mereka saling berpelukan hingga akhirnya nyonya Grissham melepaskan pelukannya tadi. Dan hal tersebut membuat Edrea dengan cepat menghapus air matanya.
"Edrea," panggil nyonya Grissham. Edrea yang tadinya menundukkan kepalanya kini ia menatap wajah nyonya Grissham yang masih berdiri di hadapannya.
"Mommy titip El disini. Jika ada apa-apa dengannya Mommy harap kamu langsung menghubungi Mommy. Dan katakan kepada dia, Mommy minta maaf karena saat ini tidak bisa berada di sampingnya saat dirinya dalam keadaan seperti saat ini karena Mommy harus membereskan kekacauan yang di lakukan Grissham dan memberikan alibi atas kematiannya kepada rakyat. Dan kamu tenang lah, Mommy percaya El tidak akan pergi darimu. Jika nanti dia belum sadar biarkan dia istirahat dari perjalanan hidup yang selama ini menyusahkan dirinya. Tapi Mommy berpesan saat dirinya dalam posisi tidak sadar selalu temani dia karena kamu adalah satu-satunya orang yang memberikan warna di hidupnya. Mommy akan kesini lagi Minggu depan setelah semuanya selesai. Jaga diri kamu baik-baik, nak dan tolong jaga El untuk Mommy," ujarnya dengan mengelus rambut Edrea. Edrea yang mendengar ucapan dari nyonya Grissham itu pun ia hanya bisa menganggukkan kepalanya. Walaupun ia tak yakin Leon akan bertahan setelah mendapatkan luka yang begitu serius. Tapi ia tetap berharap Leon akan tetap bertahan meskipun harapan untuk hal tersebut sangat kecil.
Nyonya Grissham yang melihat persetujuan dari Edrea pun ia kini membalasnya dengan senyuman sebelum ia memutar tubuhnya dan menatap anak buahnya yang ia bawa sendiri tadi.
"Bereskan kekacauan yang terjadi disini. Dan siapapun yang melihat adegan tadi jangan ada yang berani menceritakan kejadian hari ini ke publik. Jika ada yang berani maka kalian akan berurusan dengan saya. Kalian mengerti!" tutur nyonya Grissham dengan tegas.
__ADS_1
"Siap! Mengerti!" balas semua anak buahnya tadi dengan serempak. Lalu setelahnya mereka segera bergerak melakukan apa yang di perintahkan oleh bos mereka.
Sedangkan nyonya Grissham, ia kini keluar dari ruangan tersebut di ikuti oleh Azzo dan Alice di belakangnya.
Dan setelah keluarnya mereka dari ruangan tersebut, para anggota keluarga Abhivandya dengan serempak menghela nafas panjang. Bahkan Azlan dan Erland kini mereka merebahkan tubuhnya diatas lantai kotor yang sudah bercampur dengan darah itu.
"Akhirnya hari yang sangat melelahkan ini telah berakhir juga. Huh," ucap Erland dengan suara yang cukup nyaring. Dan saat dirinya menolehkan kepalanya kesamping, tak sengaja ia melihat tubuh Kayla yang sudah tak bernyawa itu.
"Cih wanita ular. Menyebalkan. Untung udah mati kalau tidak udah gue bantai dari tadi," gerutunya yang terdengar sangat sebal itu.
"Halah bisanya cuma ngomong doang. Giliran tadi orangnya masih bernyawa kamunya gak bergerak sama sekali buat bunuh dia," ujar Edrea dengan cebikkan di bibirnya.
"Heh, Maimunah suka wajah Jamila. Kalau gue tadi fokusnya buat bunuh dia yang ada Lo dalam bahaya. Banyak orang yang tadi punya niatan buat bunuh lo kalau kita tidak mencegah mereka. Gini-gini Abang Lo juga punya otak kali, mentingin nyawa adiknya sendiri dari pada egonya," ucap Erland yang membuat Edrea memutar bola matanya malas.
"Ya ya ya ya, terserah abang lah," ujar Edrea sembari melangkahkan kakinya kearah pintu keluar.
"Heh, adik laknat, bukannya ngucapin terimakasih dulu malah nyelonong pergi gitu aja. Mau kemana lo?" teriak Erland.
"Nanti ngucapin terimakasihnya kalau udah pergi dari sini. Lagian gue mau lihat keadaan El sekarang, karena itu lebih penting daripada berterimakasih ke Abang," balas Edrea.
"Sialan lo. Sekarang udah berani mentingin orang lain daripada abangnya sendiri. Awas aja ya lo kalau minta uang bulanan gak akan gue kasih!" ancam Erland yang sepertinya sudah tak didengar oleh Edrea lagi pasalnya perempuan tersebut sudah menghilang dari hadapan mereka.
"Udah El. Daripada teriak-teriak gak jelas di tempat ini mending kita nyusulin tuh Edrea. Kita pastikan dulu keadaan Leon. Kalau dia baik-baik saja, kamu baru boleh bertengkar sama adik kamu," ujar Mommy Della agar putranya itu tak menggerutu terus menerus.
Erland yang melihat Mommy Della berjalan kearahnya pun dengan cepat ia beranjak dari rebahannya dan dengan berlari kecil ia menuju kearah Mommy Della. Lalu setelahnya ia memeluk tubuh sang Mommy dengan sangat erat.
"Uhhhh Mommy, Erland rindu," ujar Erland dengan sangat manja. Bahkan ia sekarang tengah menciumi seluruh wajah Mommy Della kecuali bibir perempuan paruh baya itu hingga membuat Mommy Della terkekeh karena ulah Erland tersebut.
Daddy Aiden yang melihat itu semua ia kini mendekati kedua orang tadi, lalu dengan cepat ia menarik tubuh Erland agar menjauh dari istrinya.
"Berani-beraninya kamu memeluk dan mencium istri Daddy. Dasar anak laknat. Menjauh sana dari istri Daddy. Jangan berani-beraninya pegang Mommy kamu lagi," usir Daddy Aiden yang kini memeluk pinggang sang istri dengan posesif.
"Istri Daddy adalah Mommy Erland! Jadi Erland berhak atas Mommy," ujar Erland tak terima.
"Gak. Kamu tidak berhak sama sekali dengan Mommy kamu. Pulang sana, cari bini sendiri biar bisa manja-manjaan, jangan bini orang lain yang kamu jadikan tempat sandaran. Enak saja," tutur Daddy Aiden.
Erland yang mendapat omelan dari sang Daddy pun ia kini menatap sang Mommy, "Mommy," rengek Erland.
Mommy Della yang melihat tatapan memelas dari putranya pun ia kini menatap Daddy Aiden yang berada disampingnya.
"Dad, jangan bicara seperti itu. Kasihan Erland kan jadinya. Dan apa Daddy lupa kalau Erland sekarang masih jomblo akut, baru dikhianati sama perempuan pujaan hatinya yang ternyata wanita ular itu. Jadi mana bisa dia mencari bini untuk sekarang, takutnya nanti salah pilih seperti sebelumnya," ujar Mommy Della yang membuat Erland justru semakin sebal mendengar penuturan tersebut.
"Kalian berdua memang menyebalkan. Jangan ganggu Erland lagi mulai sekarang. Kita bertiga kemusuhan sekarang, titik tidak pakai koma," tutur Erland. Lalu setelah mengucapkan hal tersebut ia meninggalkan ruangan tersebut dengan menghentak-hentakkan kakinya tak lupa ia juga terus menggerutu tak jelas.
Dan hal tersebut membuat Mommy Della dan Daddy Aiden tertawa. Sedangkan Azlan yang juga masih di ruangan tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sifat bad boy adiknya itu memang selalu menghilang jika berhadapan langsung dengan keluarganya terlebih di hadapan Mommy Della. Ia justru akan menjadi bayi besar yang selalu ingin dimanja. Seperti tadi contohnya. Tapi walaupun begitu ia bersyukur memiliki keluarga yang menurutnya memiliki dua kepribadian itu yang justru selalu mengutamakan keharmonisan walaupun masih ada sedikit pertengkaran yang selalu menghiasi suasana keluarga besarnya tersebut.
__ADS_1
...****************...
2500 kata lebih. Kalau likenya tidak sampai 350 sebelum jam 6 sore nanti, keterlaluan sih bikin sad banget huh. Yuk ah semangat LIKE, VOTE, KOMEN juga KASIH HADIAH-NYA. Terimakasih