
Azlan menghela nafas kemudian membalas pelukan Zea tadi.
"Kamu tadi dengar semuanya yang aku bicarakan dengan Erland?" tanya Azlan dengan lembut.
Erland yang mendengar suara Azlan yang sangat berbeda pun mencebikkan bibirnya.
"Kalau sama pawangnya aja lembutnya masyaallah. Ibarat kaki nginjak eek ayam, tuh eek gak gepeng saking dia nginjeknya lembut banget. Tapi giliran sama gue atau Edrea, buhhh jangan harap dapat kelembutan itu yang ada disembur mulu, kek naga," batin Erland.
Zea yang masih didalam pelukan Azlan pun mengangguk pelan. Ia takut Azlan akan marah jika dia tadi mendengar lebih tepatnya menguping percakapan mereka berdua.
"Mulai dari mana kamu dengarnya?" tanyanya lagi.
"Hiks dari hiks kamu bilang kalau berjuang sendiri itu sakit hiks," tutur Zea dengan sesegukan.
Azlan menganggukkan kepalanya, berarti Zea tak mendengarkan percakapannya tadi dari awal tapi gadis itu mendengar hanya diakhir percakapan mereka berdua.
"Maaf. Aku gak bermaksud nguping pembicaraan kalian hiks," sambung Zea saat tak mendengar suara Azlan yang menimpali ucapan tadi.
"Udah gak papa," tutur Azlan dengan mengelus kepala Zea.
Tak ada percakapan lagi diantara mereka bertiga, Azlan yang mencoba menenangkan tangisan Zea dengan terus memeluknya sedangkan Erland hanya memperhatikan mereka berdua tanpa berniat pergi dari tempatnya saat ini. Biarkan saja dia jadi obat nyamuk diantara sepasang sejoli di sampingnya itu.
Saat dirasa Zea sudah sedikit tenang, Azlan melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Zea.
"Udah ya jangan nangis lagi." Tangan Azlan perlahan menghapus jejak air mata yang berada di pipi Zea itu.
Zea menganggukkan kepalanya dan hal itu membuat Azlan tersenyum.
"Az," panggil Zea.
__ADS_1
"Ya?"
"Maaf." Kepala Zea kembali tertunduk.
"Maaf apa lagi?" bingung Azlan.
Zea menggigit bibir bawahnya, dadanya kembali sesak saat mengingat kembali ucapan Azlan tadi.
"Maaf buat semuanya. Maaf aku selama ini selalu ngerepotin kamu, bikin susah kamu, ganggu ketenangan kamu dan maaf karena aku udah buat perasaan kamu terombang-ambingkan tanpa kejelasan. Bukannya aku gak mau balas perasaan kamu Az, tapi aku takut untuk menjalin hubungan dengan kamu ke tahap yang lebih serius lagi. Memang aku gak bisa bohongi perasaan aku sendiri kalau aku...aku udah lama nyaman sama kamu, rasa sayang itu pun juga sudah tumbuh di hati aku seiring dengan kita yang selalu bersama. Tapi lagi-lagi ketakutan itu yang membuat aku egois. Maaf Az maaf," tutur Zea.
Tubuh Azlan kini menegang. Berarti selama ini Zea juga menyukainya? Berarti perasaannya tak bertepuk sebelah tangan dong? Aaaaa Azlan saat ini sangat senang sekali, bahkan jika dia tak bisa mengontrol dirinya mungkin sekarang dia sudah jingkrak-jingkrak, jungkir balik, koprol dan berteriak saking senangnya. Tapi untungnya ia masih bisa menjaga sikapnya dihadapan sang pujaan hati.
Azlan berdehem sebentar agar menetralkan detak jantungnya yang sudah tak karuan itu.
"Jadi?" tanya Azlan untuk memastikan kembali.
Zea menengadahkan kepalanya, menatap mata Azlan yang sudah terpancar kebahagiaan disana.
"Azlan Delbert Abhivandya maukah kamu jadi pacarnya Zeaquel Ataura. Kalau kamu mau maka aku sangat berharap, kamu bisa menerima kekuranganku dan melengkapi kekurangan itu agar menjadi sempurna. Tolong jaga aku dan aku pun akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan. Zeaquel Ataura saat ini, detik ini, jam ini dan di hari ini menyatakan bahwa Zea sayang, cinta, suka dan nyaman dengan Azlan. Dan akan aku ulangi lagi, apakah Azlan Delbert Abhivandya mau jadi kekasih Zeaquel Ataura?" ucap Zea dengan malu-malu.
Senyum Azlan semakin merekah sekarang, kemudia ia berhambur ke pelukan Zea.
"Kamu tak perlu bertanya aku menerima atau tidak. Yang jelas kamu sudah tau perasaanku dari dulu dan perasaan itu hingga saat ini masih sama tak berkurang sedikitpun bahkan semakin hari semakin bertambah. Jadi tak ada alasan untukku untuk menolakmu. Terimakasih karena sudah memperjelas status kita saat ini. Walaupun aku tak suka kita pacaran tapi setidaknya kita sudah memiliki suatu ikatan untuk mengenal satu sama lain. Dan apapun ketakutanmu itu tak perlu kamu pikirkan lagi, percayalah tak semua pasangan akan berperilaku seperti itu. Jadi mari kita sama-sama saling berpegangan tangan satu sama lain. Menghilangkan kekhawatiran yang ada di diri kita, saling menguatkan dan saling merangkul jika kita dalam kesusahan. Sekali lagi terimakasih Ze. Aku janji akan jaga kamu sampai nanti," tutur Azlan panjang lebar yang membuat Zea terharu dengan ucapan itu. Azlan pun tau apa yang di maksud dengan ketakutan bagi Zea. Ya, gadis itu takut jika ia melangkahkan hubungannya ke tahap lebih serius, ia takut hubungannya nanti jadi hubungan tak sehat seperti kedua orangtuanya yang selalu meninggalkan dirinya sendirian dan jika mereka pulang hanya akan bertengkar terus menerus yang membuat Zea trauma untuk menerima seorang laki-laki menjadi pendampingnya. Tapi saat ini, ia akan mencoba untuk menghilangkan trauma tersebut karena ia yakin Azlan tak akan sama seperti ayahnya.
Erland mendengus menatap keromantisan pasangan yang baru saja jadian di depan matanya itu. Kemudian ia tersenyum miris. Perasaan abangnya sekarang sudah memiliki kejelasan, sedangkan dirinya. Hahahaha sangat-sangatlah menyakitkan.
Ia kini beranjak dari duduknya tanpa berpamitan kepada dua orang yang masih menyalurkan kasih sayang satu sama lain itu. Dan sepertinya ia akan pulang saja untuk mengistirahatkan pikirannya yang sangat penuh dengan urusan percintaan itu. Saat kepergian dan gerak-geriknya tadi ternyata tak lepas dari tatapan seseorang yang masih dalam persembunyiannya.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Edrea yang tadi masih di diamkan oleh kedua saudara kembarnya pun memilih untuk berangkat sekolah diantar oleh Daddy Aiden dengan alasan ia sangat malas untuk menyetir kendaraan dan katanya ia juga sudah terbiasa disopiri oleh Abang-abangnya dan alhasil mau tak mau Daddy Aiden mengantar dirinya kesekolah.
Dan saat dirinya disekolah, ia hanya diam merenung. Semua celotehan dari sahabat-sahabatnya itu hanya ia tanggapi dengan anggukan atau gelengan kepala saja.
"Dia kenapa sih?" tanya Resti kepada Yesi yang hanya di jawab gedikan bahu oleh sang empu.
"Lagi galau kayaknya deh," sambungnya.
"Sepertinya sih begitu," tutur Yesi.
"Tapi kalau dia lagi galau. Mau galauin siapa? dia kan gak punya pacar alias jomblo." Yesi memutar bola matanya malas. Sepertinya ia harus membelikan kaca yang cukup besar ke Resti. Sahabatnya itu benar-benar tak sadar diri kalau dirinya juga jomblo sekarang.
"Ahhhh gue tau dia galauin siapa!" teriak Resti heboh. Dan hal itu langsung mendapat geplakan maut dari Yesi.
"Anjir punya mulut bisa gak sih di kontrol? Ganggu orang lagi ngerjain remidian kan lo jadinya," geram Yesi. Resti pun menoleh kearah sekelilingnya kemudian ia nyengir saat mendapat tatapan tajam dari teman-temannya yang tengah sibuk mengerjakan ujian ulang. Dan untungnya tiga cecan itu mempunyai kapasitas otak yang mumpuni dan membuat ketiganya tak mengikuti remidian itu, jika mereka ikut remidian paling saat mapel matematika, fisika dan kimia saja. Yang lain mah santai dan sudah dipastikan nilainya aman.
Edrea menghela nafas dan tanpa bersuara ia beranjak dari duduknya sembari menyambar tasnya.
"Lho lho Re, mau kemana?" tanya Resti.
"Cabut. Kalau ada mapel yang harus gue ulang. Telepon gue." Setelah mengatakan hal tersebut Edrea bergegas melangkahkan kakinya keluar dari kelas tersebut yang membuat kedua temannya menggedikkan bahunya. Memang disaat sekolah tak melakukan aktivitas belajar mengajar dan hanya dilakukan kegiatan remidian saja, para siswa diizinkan untuk pulang lebih dulu kerumah saat orang yang bersangkutan tak ada mapel yang harus diulang lagi.
...****************...
Hay Hay Hay apa kabar sayang-sayangku? sudah lama ya kan author absurd gak nyapa kalian 🤭 Gimana hari-hari kalian? author harap good day terus ya.
Oh ya untuk beberapa eps kemarin dan sekarang hanya terfoks di rumah, sekolah dan gitu aja. Author minta maaf. Tapi setelah ini mari kita bermumet-mumet ria, kalian siap kan? kalau gak ya disiap-siapin aja lah 😝
Jangan lupa tetap dukung author dengan cara Like, Vote, komen dan kasih hadiah. Jangan lupa juga buat kritik author jika ada salah dalam penulisannya dan lain sebagainya. Karena itu sangat membuat author 🤗
__ADS_1
Udah dulu ya, bacot mulu author mah. Maap keun ya😝
Peluk cium dari jauh untuk kalian semua 🤗😘 See you next eps bye 👋