The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 115


__ADS_3

Kini di mansion keluarga Abhivandya, terlihat Mommy Della tengah berjalan kesana kemari. Hatinya tiba-tiba gelisah dan tak tenang, tapi entah apa yang membuatnya begitu karena ia juga bingung dengan dirinya sendiri saat ini. Dan didalam pikirannya hanya memikirkan keadaan Edrea yang tadi sempat memberikan kabar lewat pesan singkat pada pukul 10 pagi tadi dan katanya dia mau otw untuk pulang tapi sampai pukul setengah 5 anak perempuan satu-satunya itu tak kunjung sampai di rumah. Bahkan nomor ponsel Edrea tak bisa ia hubungi. Hal itu membuat Mommy Della semakin khawatir saja.


"Ck, anak itu kemana sih? katanya tadi udah otw mau pulang tapi sampai sekarang kok belum nongol-nongol juga," gusarnya.


Ia masih saja terus mondar-mandir tak jelas dan sesekali menoleh kearah pintu utama rumah tersebut. Dan tak berselang lama suara deru mesin mobil dan motor tiba di pekarangan rumah tersebut. Mommy Della pun segera berlari keluar, siapa tau kan Edrea pulang dengan kedua anaknya yang lain.


Tapi sayang saat kedua anak laki-lakinya itu keluar dan mendekatinya, tak terlihat keberadaan Edrea di sekitar mereka berdua.


"Assalamualaikum Mom," salam Azlan yang lebih dulu berada di dekat Mommynya.


Mommy Della menghela nafas.


"Waalaikumsalam," jawab Mommy Della kemudian kedua anak laki-lakinya tadi secara bergantian mencium telapak tangannya.


"Edrea gak bareng sama kalian?" tanya Mommy Della.


"Gak tuh. Kan mobil dia udah kita balikin, udah gak kita sita lagi. Jadi buat apa kita bareng sama dia lagi," ucap Erland yang tampak masih kesal dengan tindakan Edrea tadi malam.


"Ya siapa tau kan kalian di telepon dia. Lagian Edrea tadi pagi gak bawa mobil sendiri. Dia minta diantar Daddy kesekolah," jelas Mommy Della.


"Dan dia tadi sempat WA Mommy, katanya dia mau otw pulang pukul 10 pagi tadi. Tapi sampai sekarang itu anak gak sampai-sampai," sambungnya. Kedua saudara kembar Edrea mengernyitkan keningnya.


"Mom udah coba telepon?" tanya Azlan. Mommy Della kini mengotak-atik ponselnya kemudian ia menyerahkan ponselnya yang menampilkan riwayat telepon kearah kedua anak laki-lakinya itu.


"Mom udah coba berulang kali tapi cuma operator yang jawab," tuturnya.

__ADS_1


"Mom tenang aja dulu. Mungkin dia lagi main sama temannya," ucap Azlan menenangkan Mommynya.


"Iya Mom. Mom tenang dulu jangan panik ya. Biar Erland coba tanyakan ke Leon, siapa tau Leon lagi sama Rea atau tau keberadaan dia." Mommy Della menghela nafas, mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri dan mencoba untuk berpikir positif tentang Edrea. Sedangkan Erland kini ia sudah menempel ponselnya ke telinga saat sambungan telepon terdengar.


Tak berselang lama, telepon dari Erland diangkat oleh Leon.


📞 : "Halo," ucap Leon dari sebrang.


"Lo sekarang sama Rea gak?" tanya Erland to the point karena ia tiba-tiba saja merasakan firasat buruk tentang kembarannya itu.


📞 : "Rea? enggak tuh gue dari tadi gak masuk sekolah soalnya. Emang kenapa sama Rea?"


"Kata Mom, Rea tadi sempat WA Mommy katanya mau pulang dan pesan itu di kirim pada pukul 10 pagi tadi. Tapi sampai sekarang itu anak belum juga sampai. Gue kira dia lagi main sama lo," ujar Erland yang semakin gusar tapi ia masih bisa menutupi hal itu agar Mommy Della yang melihatnya tak panik kembali.


📞 : "Serius lo? bukannya biasanya dia diantara jemput sama lo atau Azlan?"


Leon yang mendengar hal itu pun mengumpat di dalam hati. Jangan sampai Edrea sekarang berada di tangan musuh yang mengincar Edrea.


📞 : "Gini aja. Biar gue coba hubungi teman-temannya yang sekiranya dekat dengan dia. Kalau gue dapat info nanti gue kabarin lo. Lo sekarang tenangin dulu Mommy, gue yakin Mom lagi panik sekarang," tutur Leon.


"Iya. Thanks ya," ucap Erland dan setelah itu sambungan telepon dari kedua laki-laki itu terputus.


Erland yang sempat menjauh dari Mommy Della dan Azlan pun kini kembali mendekati mereka yang masih setia berdiri di depan pintu rumah.


"Mom tenang dulu. Leon lagi berusaha buat hubungi teman-teman Edrea." Erland mengelus lembut lengan Mommy Della untuk menyalurkan ketenangan.

__ADS_1


"Mom masuk dulu yuk. Tunggu didalam aja," ajak Azlan. Dan kini ketiga orang tersebut perlahan masuk kedalam rumah tersebut dan setelah sampai di ruang tamu, Azlan mendudukkan tubuh Mommynya disalah satu sofa disana.


"Mom, Erland ke kamar dulu buat ganti baju. Mom tenang aja, Rea bakal baik-baik aja kok." Mommy Della menatap wajah Erland dan ia pun menganggukkan kepalanya. Ia juga ingin tenang, tak memikirkan Edrea terlalu keras tapi hati dan pikirannya tak ingin menurutinya.


Erland pun kini beranjak dari ruang tamu tersebut dengan berlari kecil menaiki anak tangga agar cepat sampai di kamarnya.


"Mom tunggu disini sendiri gak papa kan? Azlan juga mau ganti baju. Sebentar aja ya." Mommy Della lagi-lagi hanya bisa mengangguk setuju. Setelah itu Azlan menyusul Erland yang lebih dulu pergi dari ruang tamu meninggalkan Mommy Della sendiri.


Saat sudah berada di lantai dua, Azlan bukannya langsung masuk kedalam kamarnya melainkan ia masuk kedalam kamar Erland tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Saat dirinya sudah masuk, ia bisa melihat Erland yang tengah mengusap wajahnya gusar.


Azlan pun kini mendekati Erland dan menepuk bahu adiknya itu.


"Tenangin dulu diri lo. Gue tau lo lagi khawatir sama Rea, gue pun juga sama kayak lo. Tapi gue mohon kita harus sembunyiin kekhawatiran kita dari Mommy. Gue gak mau Mommy nanti tambah kepikiran saat lihat kita sama khawatirnya dengan dia. Dan firasat gue, Rea sekarang bukan lagi jalan sama teman-temannya tapi dia berada di suatu tempat yang jauh dari sini," ucap Azlan dengan tatapan kosong menatap lurus kearah jendela kamar tersebut yang gordennya terbuka lebar sehingga menampilkan pemandangan yang cukup memanjakan mata.


Erland yang mendengar hal itu mengernyitkan keningnya.


"Maksudnya?" tanyanya bingung.


"Rea sekarang lagi dalam bahaya. Mungkin dia diculik dan disekap di tempat itu. Tapi gue gak tau dimana lokasi tempat itu berada," jawab Azlan dengan mengalihkan pandangannya kearah Erland.


Erland semakin gusar sekarang karena sudah sering sekali kalau Azlan tengah memprediksi dan menebak sesuatu dengan instingnya pasti apa yang dikatakan Azlan itu memang benar adanya.


"Kita udah lalay jaga Rea, bang," ucap Erland dengan suara beratnya. Sepertinya ia tengah menahan tangis.


Azlan menepuk dua kali bahu Erland agar sang empu tak menyalahkan diri sendiri nanti saat Edrea kenapa-napa.

__ADS_1


"Lo tenaga dulu jangan kayak gini. Kita coba buat hubungi anak buah kita buat melacak keberadaan Rea saat ini," tutur Azlan. Dan setelah mengatakan hal itu Azlan segera keluar dari kamar Erland, sebenarnya ia tak sanggup jika harus pura-pura tegar tapi ia harus melakukan itu dihadapan Mommy dan adik-adiknya.


Setelah kepergian Azlan, Erland langsung menghubungi anak buahnya dan juga geng motornya untuk mencari keberadaan Edrea dan saat mereka menemukan sedikit info maka diharuskan untuk lapor ke Erland. Begitu juga dengan Azlan yang juga melakukan hal yang sama dengan Erland tadi.


__ADS_2