
Semua perkataan dari Kayla tadi membuat semua teman Erland dan Azlan mencebikkan bibir mereka.
"Heleh, pawang kadal kok mau di kadalin," cibir Odi.
Yang mendapat lirikan mata dari Kayla.
"Apa lo lihat-lihat? najis gue di lihatin perempuan modelan kayak lo ini. Buang jauh-jauh sana pandangan lo itu," tutur Odi dengan galaknya.
Dan hal itu membuat Kayla kini mengalihkan pandangannya kembali kearah Erland tanpa memperdulikan ocehan dari Odi tadi.
"Er, lihat mataku. Aku tidak akan pernah membohongi kamu," ujar Kayla dan saat tangannya mencoba untuk meraih tangan Erland, Erland langsung menangkis tangan tersebut lalu setelahnya ia melangkahkan kakinya mundur beberapa langkah kebelakang.
"Er," panggil Kayla yang tampak kecewa akan sikap Erland tadi. Bahkan air mata buayanya semakin deras membasahi pipinya. Tapi itu semua tak membuat Erland merasa kasihan sedikitpun, dan justru ia kini malah jijik melihatnya.
"Stop panggil nama gue. Karena nama gue tidak pantas keluar dari mulut busuk seorang perempuan yang sudah mengkhianati gue dan seorang perempuan yang ternyata memiliki hati yang sangat busuk seperti lo!" ucap Erland tanpa memperdulikan jika Kayla akan sakit hati karena ucapannya itu.
"Er, aku bukan orang yang seperti itu. Percayalah denganku. Aku hanya di fitnah sama seseorang," tutur Kayla yang masih berusaha untuk membela dirinya.
"Oh ya? Jika memang lo sekarang tengah di fitnah oleh seseorang apa kamu bisa membuktikannya ke kita semua?" tantang Erland yang didukung oleh semua siswa-siswi di lokasi tersebut.
Sedangkan Kayla, ia sekarang tampak mengatupkan bibirnya.
"Kenapa diam saja? Lo gak bisa kan membuktikannya?" tanya Erland meremehkan Kayla.
"Aku bisa membuktikan kalau semua foto dan video itu hanya palsu dan di edit oleh seseorang," ucap Kayla dengan mantap dan hal tersebut membuat semua orang yang tadi tengah berteriak menyoraki Kayla, kini mereka semua terdiam.
__ADS_1
Dan Kayla kini mengeluarkan ponselnya kemudian ia mengotak-atik ponselnya itu lalu setelahnya ia langsung memperlihatkan sebuah foto seseorang dengan gaun yang sama seperti yang ia kenakan tadi malam bahkan dengan pose yang sama seperti yang ada di foto yang tersebar di media sosial itu.
Tapi yang lebih mengejutkan lagi, orang yang berada didalam foto itu merupakan wajah Edrea. Dan hal tersebut membuat tatapan semua orang kini mengarah ke Edrea berada.
"Ini bisa menjadi bukti kuat jika apa yang kalian lihat di media sosial itu hanya editan dan tipuan semata. Aku juga tidak tau kenapa kalian bisa menghakimi seseorang tanpa menunggu klarifikasi orang yang sudah kalian tuduh sebelumnya. Dan hanya main hakim sendiri. Jika sudah seperti ini kalian mau minat maaf rasanya sangat tidak seimbang dengan apa yang kalian lakukan tadi kepadaku," ujar Kayla dengan lantang.
Lalu tatapannya kini beralih kearah Edrea yang masih menampilkan ekspresi wajah santainya.
"Dan aku tidak tau apa alasan kamu melakukan ini semua kepadaku? Jika kamu cemburu karena aku dulu pernah dekat dengan Erland, aku minta maaf bahkan aku juga sudah melepaskan Erland untukmu walaupun hatiku sebenarnya tidak ikhlas melepaskannya. Tapi gara-gara kamu, hubungan yang sudah kita jalani harus berakhir sia-sia. Dan aku sarankan, kamu tidak perlu berpura-pura menjadi saudara kembar dari Azlan dan Erland. Karena kita semua sudah tau sifat busukmu itu. Menjebak orang lain agar orang itu terkena fitnah dan mendapat hujatan publik tanpa orang itu tau menahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan setelah orang itu mendapatkan apa yang kamu mau, kamu yang merupakan tokoh utama justru akan bersenang-senang tanpa memperdulikan kondisi korban," ujar Kayla yang terus melangkahkan kakinya menuju kearah Edrea berada.
"Kamu benar-benar perempuan licik yang pernah aku temui selama ini. Dan apa yang aku dapatkan hari ini itu harusnya untukmu bukan untukku. Semua sebutan yang telah mereka sebutkan tadi harusnya tertuju ke dirimu, dasar wanita licik, perempuan tak punya hati, perempuan malam dan perempuan murahan!" ucap Kayla penuh dengan penekanan.
Azlan dan Erland yang melihat adiknya direndahkan pun, mereka tak terima, tapi saat mereka ingin mendekati Edrea, Edrea justru menatap tajam kearah keduanya. Dan tatapan mata itu tersirat sebuah kode agar mereka tak mendekati dirinya. Dan hal itu membuat Azlan dan Erland tampak menghela nafas berat.
Sedangkan Edrea, setelah memberikan tatapan tadi, ia kini mengalihkan pandangannya kearah Kayla.
Kayla tanpa takut sedikitpun ia kini membalas tatapan dari Edrea tadi.
Dan sebelum dirinya mengulangi kata-katanya tadi, ia semakin mengikis jarak antara dirinya dan Edrea.
"Perempuan licik," ucap Kayla dengan sengaja menjeda ucapnya tadi.
Sedangkan Edrea tangannya kini mulai terangkat, bahkan jari kelingkingnya ia acungkan. Entah apa yang ia lakukan hanya dirinya sendiri yang tahu.
"Terus?" tantang Edrea.
__ADS_1
"Perempuan tak punya hati, perempuan malam dan perempuan murahan!" tutur Kayla dengan suara lantang.
"Masih ada lagi?" tanya Edrea yang tak mendapat jawaban dari Kayla.
"Haish memang sepertinya cuma empat saja sebutan yang gue terima dari lo. Nangung banget sih, cari satu sebutan lagi lah biar pas jadi lima gitu," ujar Edrea sembari memperlihatkan keempat jarinya. Dan ucapannya tadi membuat Azlan dan Erland langsung menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Kayla kini tampak geram karena Edrea sama sekali tak memiliki rasa takut sedikitpun setelah apa yang ia lakukan tadi. Dan memutar fakta yang sesungguhnya ke pada Edrea.
"Kamu benar-benar ya tidak tau malu setelah semua yang kamu lakukan kepadaku. Dan sekarang kamu malah berlagak mau menantangku sekarang. Padahal kamu sudah berhasil menghasut orang lain untuk membenciku. Kamu benar-benar perempuan tak punya hati!" ucap Kayla.
"Apakah ini omelan terakhir yang keluar dari mulut lo itu. Jika memang ini yang terakhir, maka kini giliran gue," ujar Edrea dengan tatapan dan aura membunuhnya yang langsung keluar dari tubuhnya.
"Gue terima apa yang sudah lo tuduhkan tadi ke gue. Tapi gue tidak terima jika foto wajah gue tertempel di foto tubuh lo ini," tutur Edrea.
Edrea kini melangkahkan kakinya maju satu langkah kedepan sebelum akhirnya tangan yang ia tahan dari tadi kini melayang kearah pipi Kayla. Dan hanya hitungan detik saja sebuah tamparan keras Kayla dapatkan.
Plakkk!
Kayla kini tersungkur setelah menerima tamparan tadi bahkan sudut bibirnya kini mengeluarkan darah segar.
"Berani-beraninya kamu!" geram Kayla dan saat dirinya sudah berdiri dan ingin membalas tamparan dari Edrea tadi, tangan Edrea lebih cepat mencekal lengan Kayla dan seperkian detik setelahnya Edrea memutar lengan tersebut kebelakang tubuh Kayla. Dan hal tersebut membuat Kayla berdesis kesakitan.
...****************...
Ehemmm author udah menempati janji author ya, jangan ada yang minta tripel up, jika ada author hih nanti.
__ADS_1
Dan jangan lupa buat like, vote, komen dan kasih hadiah ya banyak 🤗
Dan author ucapkan terimakasih ke kalian yang sudah setiap dengan cerita ini. See you next eps bye 👋