The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 218


__ADS_3

Edrea dan gadis yang baru ia temui itu kini sudah berada di dalam UKS sekolah tersebut dan sesampainya mereka berdua didalam, gadis tersebut segera di periksa oleh dokter yang memang di pekerjakan di UKS itu.


"Apa kamu tadi pagi belum sarapan lagi?" tanya dokter tersebut setelah ia memeriksa gadis itu.


Gadis tersebut tampak terdiam saat ditanya mengenai hal yang sangat sering ia lakukan itu.


"Hey, jawab, dokter tanya itu," ucap Edrea.


Gadis tersebut tampak mengigit bibir bawahnya lalu ia menganggukkan kepalanya.


"Lo belum sarapan beneran? Ya ampun kok bisa sih? Kalau gue yang gak sarapan gue pasti udah pingsan dari tadi," ujar Edrea.


"Dia sebenarnya sudah sering tidak sarapan bahkan saat istirahat begini pun dia tidak makan, entah kenapa dia sampai mengabaikan makannya. Padahal dia punya riwayat sakit maag dan dia juga sering pingsan di sekolah ini," ujar dokter tersebut yang membuat Edrea melongo tak percaya.


"Haish lo kayaknya ngremehin sakit lo itu deh. Ck, sekarang siniin uang lo, gue beliin lo makanan di kantin," tutur Edrea sembari menengadahkan tangannya di hadapan gadis tersebut. Gadis itu tampak diam tak bergeming sama sekali hingga beberapa saat setelahnya karena Edrea merasa gemas sendiri, tangan Edrea bergerak untuk mengeledah setiap saku di baju seragam gadis tersebut.


"Stop Rea," ucap gadis tersebut sembari terus menghindari setiap geledahan tangan Edrea.


"Gak akan. Kalau gue stop buat cari uang yang lo punya untuk beli makanan, lo nanti gak makanan lagi," ujar Edrea tanpa menghentikan aktivitasnya itu.


"Rea stop!" ujar gadis itu lagi tapi sayangnya tak di hiraukan oleh Edrea.


"Stop Rea! aku gak punya uang sepeser pun buat beli makanan," geram gadis tersebut yang berhasil membuat Edrea menghentikan aktivitasnya dan kini ia menatap gadis didepannya itu. Bahkan dokter yang masih disana pun kini menatap kearah gadis tersebut dengan tatapan iba.


"Lo?"


"Iya, gu---gue gak selalu sarapan dan gak makan siang karena gue gak punya sepeserpun uang," ujar gadis tersebut sembari tertunduk lesu.


Edrea yang langsung merasa kasihan pun kini ia memeluk tubuh gadis tersebut dengan sangat erat.


"Maaf gue gak tau," tutur Edrea menyesal.

__ADS_1


"Sudah tidak apa Re. Jadi sekarang kita balik aja ya ke kelas," ucap gadis tersebut setalah pelukan Edrea terlepas.


"Gak. Lo tetap disini. Gue ke kantin buat beliin lo makanan. Jangan nolak dan jangan bawel," ujar Edrea dan sebelum gadis itu menolak, Edrea langsung bergegas keluar dari UKS itu dan segera menuju ke kantin disekolah tersebut.


Edrea yang belum tau dimana tempat kantin tersebut pun, ia terus mengedarkan pandangannya hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertanya ke salah satu orang disana. Dan saat Edrea mencari orang yang bisa ia tanyai, Edrea tak sengaja melihat dua perempuan yang tadi pagi bersama dengan Azlan dan Erland.


Edrea tersenyum saat melihat mereka berdua sebelum akhirnya ia berlari kearah mereka. Bukan hanya untuk bertanya saja melainkan untuk melihat jelas calon Kakak iparnya tersebut.


"Permisi," ucap Edrea saat dirinya sudah berada disamping dua perempuan tadi.


Kayla dan Zea yang tadinya tengah bercanda sembari berjalan menuju ke kantin pun kini menghentikan langkahnya, lalu mereka dengan kompak menolehkan kepalanya kearah Edrea.


"Iya ada apa?" tanya Zea.


"Begini, saya anak baru disekolah ini jadi saya tidak tau letak kantin disini. Apakah saya boleh tanya dimana kantin itu berada?" tanya Edrea dengan bahasa formalnya sembari matanya melirik kearah name tag di seragam mereka berdua.


"Kayla Putri S, Zeaquel Ataura T," batin Edrea saat dirinya membaca nama di seragam baju kedua perempuan tersebut.


"Ah begitu. Baiklah, terimakasih atas bantuannya. Saya duluan ya, bye," ucap Edrea dengan mulai beranjak dari samping kedua perempuan tersebut.


Dan setelah Edrea menjauh dari Kayla dan Zea, mereka berdua kini saling pandang.


"Pantesan cowok-cowok disini dari tadi pagi sampai detik ini ngomongin dia. Orang dianya aja emang cantik banget, gak heran sih langsung jadi topik pembicaraan disini," ujar Zea yang diangguki setuju oleh Kayla.


Saat dua perempuan itu masih terkagum dengan kecantikan Edrea, berbeda dengan Edrea yang sekarang sudah mulai memasuki kantin tersebut. Bahkan kehadirannya itu mampu langsung menarik perhatian para siswa-siswi disana hingga menimbulkan bisik-bisik manja dari mulut semua orang.


Tapi sayangnya, Edrea tak memperdulikan semua itu, karena ada hal yang lebih penting untuk mengurusi semua orang tersebut.


Edrea yang tadi sempat mematung untuk memilih stand makanan pun akhirnya ia memilih makanan yang sekiranya ada nasi untuk mengganjal perut gadis tadi. Walaupun ia harus antri terlebih dahulu tapi tak apa lah, semuanya demi gadis tadi agar tak kelaparan lagi.


Saat Edrea tengah mengantri dari kejauhan ada segerombolan orang yang tengah menatap kearahnya kecuali dengan 2 laki-laki yang tengah sibuk mengotak-atik ponselnya itu dan dua laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah saudara kembar Edrea.

__ADS_1


"Njir, gila sih beneran cantik dong," ucap Edo menatap kagum kearah Edrea.


"Iya wehhhh, benar-benar bikin terpesona," timpal Galuh.


"Kira-kira dia udah ada yang punya belum ya. Kalau belum bisa kali buat gue," ujar Odi yang langsung mendapat tatapan tajam semua laki-laki disana.


"Kalian bisa diam gak sih. Ganggu aja," geram Azlan yang tadinya tengah fokus dengan gamenya dan karena ke fokusnya itu hilang gara-gara keributan para teman-teman itu pun alhasil dia kalah dalam permainan.


"Iya, gara-gara kalian kita berdua kalah dalam game," timpal Erland.


"Hehehe ya maaf bro. Kita kan lagi menikmati ciptaan Tuhan yang paling indah. Jadi kalau kita diam kan mubazir jadinya," ucap Odi yang diangguki semua orang disana.


"Emangnya lo semua lihat apaan? Pakai sebutan ciptaan Tuhan yang paling indah lagi. Indahnya seberapa coba?" tutur Erland.


"Ck, Lo lihat aja sendiri noh. Cewek baru disekolah ini yang lagi ngantri di lapak Mbok Nur," ucap Galuh sembari menunjuk kearah Edrea.


Azlan dan Erland kini mengikuti arah jari telunjuk dari Galuh pun mereka berdua langsung menghela nafas setelah mengetahui bahwa yang teman-temannya maksud itu adalah adik mereka berdua. Bahkan mungkin kalau Edrea tak ke kantin, mereka berdua lupa akan adanya Edrea disekolahan yang sama dengan mereka berdua.


"Kira-kira dia mau gak ya jadi pacar gue," celetuk Hito yang langsung mendapat tatapan tajam dari Azlan maupun Erland.


"Gak," jawab mereka berdua secara kompak.


"Lah kenapa lo berdua yang jawab?" heran Hito.


"Memangnya kenapa kalau kita berdua yang jawab. Lagian udah bisa di tebak kali, cewek seperti dia yang spek bidadari mau sama lo yang spek iblis," ujar Erland yang membuat Hito langsung tertunduk murung.


"Lo mah sekali-kali buat gue bahagia kek. Bukan malah langsung menjatuhkan mental gue kayak gitu. Kan sedih jadinya," tutur Hito yang dijawab dengan gedikkan bahu oleh Erland lalu tanpa memperdulikan teman-teman itu, Erland kembali ke aktivasinya semula.


Sedangkan Edrea yang sudah selesai memesan makanan untuk dirinya dan gadis tadi pun kini ia memutar tubuhnya untuk segera pergi dari kantin tersebut. Tapi saat ia baru beberapa langkah saja, matanya tak sengaja menatap dua perempuan tadi yang tengah memasuki kantin tersebut.


"Kalau mereka berdua ke kantin berarti disini juga ada bang Az sama bang Er," gumam Edrea sembari mulai mengedarkan pandangannya hingga benar saja tebakannya tadi, kedua Abangnya itu memang disana.

__ADS_1


"Nah kan bener. Kerjain bentar bisa kali ah," ujar Edrea di akhiri dengan senyum devilnya sebelum akhirnya ia mulai melangkahkan kakinya buru-buru kearah Azlan dan Erland sebelum abangnya itu mengetahui keberadaan dua perempuan itu dan sebelum kedua perempuan tersebut menghampiri Azlan dan Erland.


__ADS_2