The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 41


__ADS_3

"Dad, Mom. Erland mau mampir ke restauran dulu," pamit Erland saat mereka telah berada di parkiran pantai.


"Ya udah kamu hati-hati dijalan. Jangan ngebut-ngebut," ucap Mommy Della.


"Siap, laksanakan ibu negara," tutur Erland dengan gaya memberi hormat ke Mommy Della.


Kini tangan Erland, ia ulurkan untuk menyalami kedua orangtuanya. Setelah itu ia berjalan mendekati motor kesayangannya dan langsung menjalankan motor tersebut ke restauran yang ia rintis dari nol tanpa bantuan dari orangtuanya. Bahkan modalnya pun dari jerih payahnya sendiri.


Saat Erland sudah tak terlihat lagi oleh keempat orang tadi, mereka langsung masuk kedalam mobil masing-masing dan juga turut pergi meninggalkan area pantai itu.


...****************...


Dan hanya butuh 40 menit, Erland telah sampai di restauran yang ia maksud tadi. Restauran yang ia jalankan namun ia hanya memantau dari jauh dan akan datang kalau ada masalah besar atau hanya sekedar ia sangat ingin menikmati waktu senggangnya itu.


Erland berjalan memasuki restauran yang tampak ramai dengan para pemuda-pemudi yang hanya sekedar nongkrong atau berkencan. Erland tampak tersenyum samar kala melihat usahanya sangat di nikmati oleh banyak orang.


"Eh bos tumben kesini," sapa salah satu pegawainya yang ia percayai untuk memantau dari dekat pekerjaan para karyawan disana.


"Lagi gabut aja di rumah makanya kesini. Gimana? Aman terkendali kan?" tanya Erland.


Pegawai tadi menyatukan jari tunjuk dan jempolnya membentuk bundar, mengisyaratkan bahwa semuanya baik-baik saja tak ada masalah besar ya g mengharuskan Erland turun tangan sendiri.


"Semuanya aman," ucapnya.


Erland menganggukkan kepalanya.


"Aku percaya sama kamu," tutur Erland sembari menepuk-nepuk pundak pegawainya tadi.


Setelah berbasa-basi dengan pegawainya, Erland kini berjalan menuju ruangan pribadinya dilantai 3 restauran tersebut.


Tapi saat dirinya ingin naik tangga, tak sengaja ia menabrak waiters yang tengah membawa 3 minuman di nampannya. Dan 3 minuman itu kini telah tumpah bahkan membasahi jaket Erland dan baju waiters tadi.


"Haish," desis waiters tadi dan wajahnya yang tadi ia tundukkan kini menengadah untuk melihat orang yang sudah berani menabraknya itu.


Saat wajahnya sudah menengadah, tatapan matanya bertubrukan dengan mata Erland yang juga tengah memperhatikan dirinya.


"Erland," ucapnya.


Erland tak menjawab, ia malah melengos dan ingin segera pergi dari hadapan waiters tadi. Namun sayang, jaketnya ditarik kencang oleh waiters tadi yang membuat dirinya kembali dihadapan waiters itu.


"Mau kemana lo? tanggungjawab dulu," ucap waiters tersebut.

__ADS_1


"Tanggungjawab?" tanya Erland sembari melepaskan tangan waiters tadi dari jaketnya.


"Iya lah. Lo tadi nabrak gue yang berakhir 3 minuman buat pelanggan tumpah semua. Lo sekarang ganti harga minuman itu. Buruan!" ucapnya menggelegar bahkan seluruh pengunjung dan pegawai yang lain melihat kearah sumber suara tadi.


Beberapa pegawai yang sudah tau siapa Erland pun membelalakkan matanya terutama pegawai yang menjadi tangan kanan Erland. Ia sudah bergetar dengan keringat dingin bercucuran. Ia kini mendekati Erland dan waiters tadi yang sekarang tengah beradu tatapan tajam.


Pegawai tadi menelan salivanya sebelum menarik lengan waiters tadi.


"Eh bos kenapa tarik-tarik?" ucap waiters tadi sembari melepaskan lengannya dari genggaman tangan pegawai tadi.


"Ck, jangan banyak bicara, sekarang kamu minta maaf dulu sana."


"Yang salah dia kenapa aku yang harus minta maaf?"


"Pokoknya minta maaf sekarang!"


"Gak. Gak mau, orang aku gak salah. Harusnya dia yang minta maaf bukan aku," gerutunya tak terima.


"Aduh. Pokoknya minta maaf sekarang Kayla," geram pegawai tadi. Yap, waiters tadi adalah Kayla, si cewek mandiri dan cerewet.


"Gak mau Pak bos Wisnu," tolak Kayla.


Wisnu memijit pangkal hidungnya.


"Tau lah orang dia teman aku disekolah. Eh bukan teman sih, hanya sekedar tau namanya aja," jawab Kayla.


"Astaga. Dia yang punya restauran ini Kayla," ucapnya masih dengan suara lirih takut jika banyak orang yang tau karena Erland sudah memberitahu Wisnu untuk menyembunyikan status aslinya.


Kayla membelalakkan matanya dan menatap kearah Erland yang masih berdiam diri sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Pak bos, kamu gak lagi bercanda kan?" tanya Kayla yang masih tak percaya dengan ucapan atasannya tadi.


"Ya ampun, kamu lihat mukaku yang udah pucat kayak gini. Aku lagi gak bercanda Kayla," geram Wisnu


"Aduh gimana dong mana aku tadi udah seenak jidat sama dia lagi. Arkh andaikan ini bukan di area kerja," gumam Kayla.


"Ya kamu sih main nyemprot orang gitu aja."


"Ya kan aku gak tau, Pak bos."


Erland yang sedari tadi hanya memperhatikan bisikan-bisikan dari kedua pegawainya pun, kini ia berjalan mendekati keduanya.

__ADS_1


"Kenapa bisik-bisik?" tanya Erland saat sudah berada di hadapan Kayla dan Wisnu.


Wisnu menatap wajah Erland dengan cengiran kudanya tak lupa tangannya ia gunakan untuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Kayla, ia menundukkan kepalanya sembari merutuki mulutnya sendiri. Jika Erland tak memaafkan dirinya nanti, sudah dipastikan ia akan kehilangan pekerjaan paruh waktu itu dan ia tak tau lagi harus kemana ia akan bekerja setelah dipecat oleh Erland nanti. Karena mencari pekerjaan apalagi pekerjaan paruh waktu, tak akan semudah mencari pasir di laut lepas.


"Anu itu hmmm Kayla belum tau yang sebenarnya jadi maafin dia aja lah bos," minta Wisnu yang sudah tau seluk beluk perjuangan Kayla karena dia juga yang membantu Kayla untuk masuk ke restauran itu.


"Mau tau atau tidak. Dia seharusnya tau sikap sopan santun apalagi untuk pelanggan," tutur Erland dengan tegas.


Kayla semakin menundukkan kepalanya sembari mengigit bibir bawahnya.


"Maaf bos, ini juga karena kesalahan saya yang belum bisa mendisiplinkan pegawai lainnya. Untuk kedepannya saya akan lebih memperhatikan para pegawai," tutur Wisnu merasa bersalah.


Erland mengangguk.


"Baiklah, kamu kembali kerja. Dan untuk wanita ini, ikut saya," tutur Erland tak terbantahkan. Kemudian ia pun berjalan menuju ruangannya.


"Aduh, Pak bos. Gimana ini?" rengek Kayla.


"Tenanglah, Bos besar orangnya baik. Sudah sana temuin dia dulu," tutur Wisnu.


Dengan langkah berat akhirnya Kayla pergi dari hadapan Wisnu yang masih menatapnya.


"Baik katanya. Kayaknya pak Wisnu belum tau Erland yang sebenarnya," gerutu Kayla sepanjang langkah kakinya. Hingga tak terasa kakinya kini berhenti di lantai 3 dimana hanya terdapat 2 ruangan untuk Erland dan juga Wisnu.


Kayla menghela nafas sesaat sebelum ia mendekati pintu ruangan Erland dan mengetuk pintu tersebut.


Tok tok tok


"Masuk!" perintahnya dari dalam.


Dengan pelan Kayla memutar kenop pintu tersebut hingga terbuka.


"Kenapa masih disitu? Masuk!" ucap Erland saat Kayla masih saja berdiam diri di depan pintu ruangannya.


Kayla pun menuruti ucapan dari Erland, kakinya ia langkahkan masuk kedalam ruangan tersebut dan segera mendekati Erland yang tengah duduk santai di kursi kerjanya.


...****************...


Happy reading semuanya 🤗 jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara Like, komen, vote dan juga kasih hadiah, biar author semakin semangat nulisnya 😚 Kalau bisa 300 Like ya 🤭 Tapi kayaknya gak bisa tembus 300 deh karena akhir-akhir ini likenya turun terus, mengsedih jadinya author 😭 Ya udah lah gak papa.


Jangan lupa juga untuk kasih tau author jika ada kesalahan dalam penulisan 🤗

__ADS_1


Stay safe and stay healthy 🤗 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋


__ADS_2