
Leon terbangun dari tidurnya saat ia mendengar suara Edrea yang sangat terdengar seperti orang yang tengah ketakutan. Leon yang awalnya tertidur di atas sofa di ruangan tersebut kini dirinya langsung mendekati Edrea yang masih menutup matanya dengan terus memanggil nama Leon.
"Hey tenang, gue ada disini," ucap Leon sembari mengelus kepala Edrea.
Dan beberapa saat setelahnya, Edrea membuka matanya dengan teriakan yang nyaring.
"El!" teriak Edrea dan terbangun dari mimpinya itu.
Dan saat matanya menatap Leon, ia langsung bergerak untuk memeluk tubuh laki-laki tersebut.
"Gue tau. Gue ingat, El. Gue ingat saat kejadian itu terjadi. Gue takut El, gue takut," ucap Edrea yang semakin mengeratkan pelukannya tersebut.
"Jangan takut, gue ada di samping lo sekarang dan mereka juga tidak akan bisa melukai lo lagi. Karena gue janji dengan diri gue sendiri setelah gue nemuin lo lagi, semua kejadian dimasa lalu, gue pastiin tidak akan terjadi lagi. Dan jika itu terjadi, nyawa gue akan gue pertaruhkan buat lo," ujar Leon sembari membalas pelukan dari Edrea itu.
Dan untuk beberapa saat mereka berdua masih saling berpelukan, memberikan kehangatan dan ketenangan satu sama lain. Hingga mereka tersentak saat mereka mendengar suara anak kecil yang masuk kedalam indra pendengaran mereka.
"Mommy kenapa?" tanya Callie yang juga terbangun gara-gara mendengar teriakan Edrea itu.
Edrea dengan cepat ia melepaskan pelukannya tadi dan menghapus air matanya. Lalu setelahnya ia melemparkan senyumannya kearah Callie.
"Mo---mommy tidak kenapa-napa. Mommy tadi hanya mimpi buruk saja. Jadi Callie tidak perlu khawatir, sekarang tidur lagi ya," ujar Edrea sembari mengelus pipi anak perempuan tersebut.
"Tapi Mom, ini sudah pagi," ucap Callie dengan menujuk kearah jendela di ruangan tersebut.
Edrea kini mengikuti arah tunjuk Callie, dan benar saja ternyata saat ini sudah pagi. Jadi jika ini sudah pagi, berarti semalam ia menginap di ruangan seorang laki-laki yang belum sah menjadi suaminya. Dan jika semua ini di ketahui oleh Daddy dan Mommy juga ketiga abangnya, habis sudah dirinya nanti. Pasti kena omelan mereka yang mungkin omelan itu akan selesai di hari berikutnya.
Leon yang menangkap gerak-gerik meresahkan dari Edrea pun ia tersenyum lalu setelahnya ia berdiri dari duduknya dan menuju ke meja kerjanya.
__ADS_1
"Lo gak perlu takut sama keluarga lo. Karena semalam gue udah ngasih tau ke mereka kalau lo tidur di sini," tutur Leon dengan tangan yang sibuk mengotak-atik ponselnya.
"Hah? Terus mereka ngizinin gitu aja?" tanya Edrea kepo.
Dan pertanyaannya itu hanya di jawab anggukan kepala oleh Leon.
"Kok bisa? Biasanya mereka paling gak suka kalau gue menginap di suatu tempat apalagi sama laki-laki yang belum jadi suami gue," ujar Edrea yang membuat Leon mengalihkan pandangannya kearah Edrea.
"Tapi orangtua lo udah percaya sama gue. Jadi gak masalah lagi kalau lo mau menginap di sini malam ini juga," tutur Leon yang langsung mendapat lemparan banyak dari Edrea.
"Yeee kalau itu sih keinginan lo sendiri. Tapi anehnya kenapa orangtua gue percaya sama lo padahal dimasa lalu saat gue sama lo, gue sering dijadikan sandraan orangtua lo. Emang mereka gak takut gitu kalau kejadian di masa lalu akan ke ulang lagi?" tanya Edrea.
Leon kini berjalan mendekati Edrea lagi dengan tangan yang membawa bantal yang di lempar oleh Edrea.
"Karena gue udah buktiin ke mereka kalau gue bisa jagain lo. Cup!" ucap Leon diakhiri dengan ia mengecup kening Edrea.
"Ck, itu mah modus. Gue bilangin Mommy sama Daddy ya. Awas aja lo nanti kena omel sama mereka," tutur Edrea.
"Bilang aja. Nanti yang malu juga lo sendiri," tantang Leon yang membuat Edrea yang tadinya berniat untuk mengirim pesan kepada kedua orangtuanya untuk mengadu atas kelakuan Leon tadi, niatnya tersebut ia urungkan karena mendengar ucapan Leon tadi.
"Lho kenapa gak jadi ngadu sama orangtua lo?" tanya Leon dengan senyumannya.
"Ck, kalau gue ngadu ke mereka yang ada nanti gue jadi bahan ejekan lagi. Gak ah, gak jadi. Karena mendengar ejekan mereka lebih panas daripada dapat morning kiss dari lo," ujar Edrea. Leon kini terkekeh kecil. Sedangkan Edrea, ia mengerucutkan bibirnya.
Dan tak berselang lama setelahnya terdengar ketukan pintu di ruangan tersebut. Leon yang kebetulan berada di dekat pintu, ia langsung bergerak untuk membuka pintu tersebut.
"Terimakasih," ucap Leon saat dirinya menerima paper bag dari orang yang mengetuk pintu tersebut.
__ADS_1
"Mau siapa dulu yang mandi? Callie dulu atau Mommy dulu?" ujar Leon sekaligus untuk menggoda Edrea.
Tak ada jawaban dari kedua orang tersebut karena dua perempuan itu masih mode malas untuk menyentuh air.
"Baiklah kalau begitu, Callie dulu yang mandi," ujar Leon dan kini ia bergerak mendekati anak perempuan tersebut. Lalu segera membantu Callie turun dari atas ranjang.
"Aaaaaaaa Daddy, Callie belum mau mandi," berontak Callie.
"Kenapa belum mau mandi hmmm? Ini sudah pagi lho Callie. Come on, jangan malas. Anak gadis tidak boleh malas dan jorok. Apa mau Daddy yang mandiin?" tanya Leon yang membuat Callie dengan reflek menyilangkan kedua tangannya didepan tubuhnya.
"Tidak. Callie sudah besar, Callie bisa mandi sendiri," ucap Callie dan setelah mengucapkan hal tadi, ia langsung berlari menuju kearah kamar mandi yang berada di dalam ruangan tersebut.
Leon yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Dan perhatiannya kini teralihkan saat Edrea memanggil dirinya.
"El!"
"Ya?" tanya Leon.
"Lo masih punya hutang penjelasan ke gue tentang Callie. Sebenarnya dia itu siapa? Anak kita kah? Tapi kapan kita buatnya? Kita juga belum nikah. Kalau pun kita udah nikah di masa lalu, ya kali gue hamil di usia muda? Atau jangan-jangan dia tuh bukan anak gue melainkan anak lo sama perempuan lain. Dan karena rintangan cinta lo sama perempuan itu rumit, serumit masa lalu kita. Akhirnya lo memutuskan untuk melepas dia dan menggantikan posisi dia dengan gue. Wahhhhh keterlaluan banget ya lo, El," geram Edrea bahkan dia sekarang sudah turun dari ranjang tersebut dan bersiap memberikan pelajaran kepada Leon.
"Eitssss, duduk lagi. Jangan bergerak. Kalau lo bergerak kita buatkan adik untuk Callie," ujar Leon yang langsung membuat Edrea membekukan tubuhnya di tempat. Bahkan tanpa bantahan sama sekali, ia menuruti ucapan dari Leon tadi untuk duduk kembali di tempatnya semula.
Dan hal itu membuat Leon tertawa ngakak.
"Ya ampun lucu juga pacar gue," ujar Leon yang membuat Edrea menatap tajam kearahnya.
__ADS_1