The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 243


__ADS_3

Sesuai dengan perkiraan dari Zea tadi jika teman-teman Azlan dan Erland kini tengah berada di rooftop disekolahan tersebut.


"Ehemmm," dehem Azlan sembari melangkahkan kakinya mendekati gerombolan teman-temannya tadi yang tengah bermain game online.


Semua orang yang mendengar deheman tadi, aktivitas mereka dengan cepat mereka hentikan.


Dan saat Azlan sudah duduk, tatapannya sedari tadi tak lepas dari wajah Odi. Dan hal itu membuat Odi terlihat salah tingkah.


"Az, jangan lihatin gue kayak gitu dong. Gue salting nih jadinya. Dan takutnya kalau lo kelamaan natap gue, lo nanti jadi suka sama gue dan menjadikan gue simpanan lo lagi. Hih, amit-amit lah, jangan sampai. Gue masih normal soalnya Az," ujar Odi yang membuat Azlan memutar bola matanya malas.


"Sembarang kalau ngomong. Gue juga masih normal. Gue juga udah ada Zea, jadinya gue gak butuh yang lain selain dia. Gue natap lo dari tadi tuh gue cuma mau tanya sama lo," tutur Azlan.


"Ck, kalau mau tanya ya tanya langsung aja lah Az, jangan pakai natap gue begitu. Btw lo mau nanya apaan?" tanya Odi.


"Begini, saat lo tadi ada di loby dan lihat semua kejadian tadi. Kalau gue gak salah dengar, lo bilang kalau perempuan yang ganggu adik gue itu adalah orang suruhan seseorang. Jadi gue mau tanya, apa lo tau orang yang nyuruh perempuan tadi?" tanya Azlan yang membuat Odi kini menghela nafas dan tatapannya kini beralih kearah Erland.


"Kalau gue bilang dalang dari semua kejadian tadi, apa lo akan baik-baik saja?" ucap Odi yang ia tujukan kepada Erland.


"Pertanyaan lo ini buat gue?" tanya Erland sembari menunjuk dirinya sendiri dan pertanyaannya itu dijawab anggukkan kepala oleh Odi.


"Lah emang apa hubungannya dalang itu sama gue?" ucap Erland tak mengerti.


"Hmmm mungkin ada karena dalang dari semua permasalahan yang kalian dapatkan itu adalah dari mantan gebetan Erland," tutur Odi.


"Mantan gebetan gue? Siapa? Perasaan gue gak pernah punya gebetan tuh?" tanya Erland yang tampaknya ia mulai amnesia dan sudah move on.

__ADS_1


"Astaga! Lo beneran lupa atau pura-pura lupa buat nutupin siapa dalang itu sebenarnya?" tuduh Odi yang sudah mulai jengah dengan Erland.


"Lah ngapain gue nutupin dalang dari semua permasalahan tadi. Orang gue juga kena dampaknya. Buruan lah kasih tau to the point aja biar gak kelamaan. Tangan gue udah gatel, mau menghajar dalang itu soalnya," ujar Erland.


Semua orang yang ada di sana kini tampak menepuk kening mereka.


"Sepertinya penyakit amnesia yang diderita Rea pindah ke lo sekarang. Yang dimaksud Odi tadi tuh, dalang dari semua permasalahan tadi adalah Kayla yang kemarin udah buat lo cemberut seharian gak mau makan pula," cerocos Azlan.


"Hah? Kayla? Yakin Lo?" tanya Erland yang sekarang tampak terkejut.


"Ya yakin lah, kan gue dengar sendiri. Karena gue kemarin malam gak sengaja ketemu dia di club teman gue---" belum sempat Odi menyelesaikan ucapannya tadi, Erland memotong pembicaraannya tadi.


"Hah? Kayla ke club? Sejak kapan?" tanyanya lagi.


"Ck, gue mana tau sejak kapan dia ke club. Lo aja yang deketin dia berbulan-bulan aja gak tau masalah itu, ngapain tanya gue yang gak pernah punya hubungan sama sekali sama tuh orang. Gue juga kaget saat lihat dia disana. Bahkan gue sampai nyuruh teman gue buat ganti lampunya jadi terang sebentar biar gue bisa lihat jelas wajah perempuan yang gue curigai itu adalah Kayla. Dan saat lampunya terang, gue bisa lihat dengan jelas kalau itu beneran Kayla," jelas Odi yang membuat Erland yang tadinya berdiri disamping Zea kini ia mendudukkan tubuhnya disamping Azlan dengan tatapan yang masih tertuju kearah Odi, seakan-akan tatapan itu meminta Odi untuk menceritakan lebih dalam lagi tentang Kayla.


"Dia kesana sama laki-laki yang sangat familiar buat gue. Tapi gue lupa dimana gue pernah lihat tuh laki-laki. Dan kenapa gue bisa tau rencana dia, ya karena gue ngikutin mereka berdua saat Kayla dan laki-laki itu naik ke lantai dua di club itu. Dan lo perlu tau kalau di lantai itu adalah lantai yang biasa buat orang-orang melakukan yang enak-enak," ujar Odi.


Erland yang paham maksud dari kata enak-enak yang berati negatif itu pun ia kini mengepalkan tangannya.


"Maksud lo, Kayla sama laki-laki itu berhubungan yang begituan?" tanya Kayla yang sedari tadi terdiam.


"Hmmm ya begitulah. Gue gak enak ngomongin hal itu, takut si maung nanti sakti hati lagi. Ya pokoknya kalau mereka berdua di kamar, tau lah apa yang terjadi selanjutnya," ujar Odi.


"Bentar-bentar, gue masih gak paham kenapa lo bisa yakin kalau Kayla lah yang jadi dalang dari semua permasalahan tadi dan yakin kalau dia berhubungan sama laki-laki lain layaknya suami istri? Jangan bilang kalau lo ikut masuk kedalam kamar itu," tuduh Azlan yang membuat Odi kini memperlihatkan deretan giginya.

__ADS_1


"Hehehe maaf khilaf. Lagian gue kepo banget tadi malam. Alhasil saat mereka lagi pesan kamarnya, gue langsung garcep minta kunci cadangan kamar itu sama teman gue. Dan terjadilah gue jadi saksi semua yang dilakukan Kayla yang kita anggap polos tapi sebenernya jauh dari kata polos," ujar Odi.


"Tapi tenang aja, gue bukan hanya sekedar bicara saja tapi gue juga ada rekaman suara mereka dan beberapa foto kebersamaan mereka," tutur Odi kemudian ia merogoh ponselnya. Dan saat ia menemukan rekaman suara yang ia maksud tadi ia langsung memutar rekaman tersebut.


Dan setelah rekaman itu terputar, semua orang yang disana tak terkecuali dengan Erland, langsung memasang telinga mereka dengan baik.


"Bagaimana? Apa kamu sudah punya rencana buat hancurin mereka, Honey?" tampak suara seorang laki-laki yang pertamakali mereka dengar.


"Hmmm sepertinya sih sudah. Dan aku yakin rencana ini akan berhasil." Balas seorang perempuan yang suaranya sangat-sangat familiar di telinga mereka semua.


"Oh ya? Rencana apa?"


"Jadi begini, tadi pagi ada seorang murid baru. Aku akui dia sangat cantik bahkan satu hari saja fans dia sudah bejibun. Dan aku berencana buat jadikan murid baru itu sebagai umpan untuk rencana ku kali ini. Dan coba kamu lihat foto ini. Foto ini juga akan aku gunakan untuk bukti kuat buat menjatuhkan image Erland dan Azlan secara bersamaan. Saat foto ini nanti pagi terpajang di mading dengan tulisan negatif tentang mereka, ditambah nanti pagi aku juga akan berakting dengan mata yang akan aku buat sebengkak mungkin agar mereka yakin kalau aku semalaman menangis gara-gara tersakiti dengan ulah Erland ini. Dan satu lagi, aku sudah suruh seseorang yang juga merupakan orang yang sudah membantuku untuk mengambil foto ini, untuk menciptakan kegaduhan di depan mading sekolahan besok untuk menarik perhatian orang-orang disana agar iba dengan keadaanku dan akan berbalik membenci mereka berdua. Karena aku yakin, Zea juga tidak akan semudah itu untuk memaafkan Azlan, walaupun mereka berdua mengaku jika murid baru itu merupakan saudara kembar mereka," ujar Kayla.


"Apa perempuan ini yang kamu bilang adalah saudara kembar mereka tadi?" tanya laki-laki tersebut.


"Iya. Kamu pasti gak percaya kan?"


"Tidak sama sekali. Karena menurut informasi dari anak buahku, mereka berdua hanya memiliki satu saudara lagi. Dan setahuku, satunya itu adalah Abang mereka yang merupakan dokter terkenal di kota ini," ujar laki-laki tersebut.


"Nah kan. Aku juga selama menggali informasi mengenai dia, dia juga tidak pernah membahas masalah dia punya saudara perempuan. Jadi kemungkinan penjelasan dia tadi hanya alibi semata agar aku percaya dan mau sama dia. Cih padahal aku udah jijik sama dia yang kerjaannya cuma ngajakin nikah mulu. Padahal aku saja suka sama dia juga enggak. Hih narsis banget tuh orang, jadi sebal sendiri kalau ingat kata-kata dia waktu ngajak nikah. Hih," ucap Kayla. Dan sesaat setelahnya terdengar kekehan kecil dari laki-laki tadi.


"Sudah, jangan di ingat-ingat lagi. Lagian kamu sendiri kan yang mau bantu aku buat menggali informasi mengenai dia dari orangnya langsung dengan cara pura-pura suka sama dia, jadi anggap saja perkatanya kemarin-kemarin hanya angin lalu saja. Yang terpenting kan kamu sekarang, sudah bebas dari dia dan kembali fokus ke hubungan kita," tutur laki-laki tadi.


"Iya juga sih. Hih nyesel, kenapa aku dulu gak dengerin apa kata kamu aja sih. Ish," ucap Kayla yang terdengar masih sangat geram.

__ADS_1


"Sudah-sudah. Daripada mikirin hal itu lagi, lebih baik kita menikmati malam ini. Malam dimana sebelum kita melihat wajah kasihan dua orang bajingan itu," tutur laki-laki tersebut.


Dan hanya sampai di percakapan itu lah rekaman suara tadi terhenti. Dan hal tersebut membuat Erland kini mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


__ADS_2