The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 372


__ADS_3

Sudah beberapa hari setelah resepsi pernikahan Azlan dan Zea di gelar dan kini keluarga Abhivandya telah berkumpul di bandara internasional Soekarno Hatta karena tepat hari ini adalah hari dimana keluarga yang selalu menjalin keharmonisan itu harus berpisah dengan anak juga menantu mereka. Ya, hari ini hari keberangkatan Azlan dan Zea yang akan berangkat menuju ke Amerika menjalankan tugas yang diberikan oleh Daddy Aiden. Tak hanya dua orang itu saja yang akan meninggalkan negara kelahiran mereka itu, melainkan Edrea dan juga Leon mereka juga akan berangkat ke London. Dan satu lagi, Zico juga akan kembali ke Rusia setelah hampir satu bulan ia pulang ke tanah kelahirannya itu.


"Kenapa sih kalian berlima perginya harus bareng-bareng gini?" ucap Mommy Della yang sepertinya berat di tinggal oleh 5 anaknya sekaligus.


"Maaf Mom, kita tidak ada yang tau kalau ternyata tiket yang kita beli ternyata berangkat di hari yang sama," ujar Azlan yang diangguki oleh 4 orang lainnya. Dan hal tersebut membuat Mommy Della mengerucutkan bibirnya.


Daddy Aiden yang tau perasaan sang istri pun ia mendekati Mommy Della dan merangkul pinggang istrinya yang masih sangat ramping itu walaupun sudah melahirkan 4 anak untuknya.


"Sudah sayang. Jangan sedih gitu ih. Mereka pergi kesana juga gak selamanya. Mereka juga bisa pulang kapan pun yang mereka mau. Aku juga sudah bilang ke mereka untuk menyempatkan diri agar mereka pulang setidaknya satu tahun 5 kali atau kalau memang benar-benar sibuk dan urusan mereka gak bisa di tinggal ya setidaknya satu kali pulang tak apa yang penting mereka masih ingat pulang kesini. Lagian mereka disana kuliah juga sayang. Azlan sama Leon juga akan di sibukkan sama perusahaan yang mereka pegang sekarang. Dan Jio juga pasti akan memantau perkembangan perusahaan dia di Rusia yang baru dia bangun beberapa bulan yang lalu. Kalau pun kamu nanti kangen sama mereka, kamu kan punya nomor telepon mereka. Tinggal telepon saja dan kalau mau lihat wajah mereka tinggal video call, kan gampang. Jadi jangan sedih lagi oke. Kalau kamu sedih yang ada mereka malah gak jadi pergi nanti dan semua rencana mereka gagal," tutur Daddy Aiden panjang lebar.


"Benar apa yang dikatakan Daddy, Mom. Kita usahakan satu tahun setidaknya pulang satu kali kalau itu benar-benar sibuk. Dan kita jamin satu hari tidak akan pernah lupa untuk mengabari Mommy. Jadi Mommy jangan sedih lagi ya, kalau Mommy sedih Rea juga ikut sedih nanti. Dan akan berakhir Rea disana gak akan hidup bahagia karena kepikiran Mommy terus," ujar Edrea sembari menghampiri Mommy Della dan Daddy Aiden lalu saat dirinya sudah berada di hadapan kedua orangtuanya ia langsung memeluk tubuh sang Mommy.


"Rea janji Rea akan baik-baik saja selama tinggal disana. Dan Rea pastikan kalau Rea bisa jadi istri yang baik untuk menantu Mommy. Rea akan jaga diri Rea dan suami Rea baik-baik," ucap Edrea yang membuat Mommy Della menghela nafas.


"Mom, Mommy percaya kan sama El kalau El akan menjaga Rea dengan baik disana?" kini Leon yang angkat suara saat laki-laki itu sudah berada di depannya.


Mommy Della yang mendengar suara Leon tadi ia mengalihkan pandangannya kearah menantunya tersebut.


Lagi-lagi ia menghela nafas kemudian ia menganggukkan kepalanya. Ia memang percaya dengan menantunya itu karena dia sendiri sudah melihat bagaimana Leon menjaga Edrea dulu hingga sekarang. Lalu kemudian ia melepas pelukannya dari tubuh Edrea.


"Baiklah Mommy akan percaya sama kalian. Mommy hanya berpesan jaga diri kalian baik-baik disana. Jangan sampai terluka. Kalau salah satu dari kalian terluka, Mommy gak akan segan-segan nyamperin kalian kesana dan bawa kalian pulang kesini lagi," ucap Mommy Della yang membuat kelima orang di hadapannya saat ini tersenyum kearahnya.


Kemudian tanpa Mommy Della duga, kelima orang tadi dengan serempak langsung memeluk tubuhnya. Hingga tubuhnya saat ini tak terlihat lagi.


"Sayang Mommy banyak-banyak!" ucap kelimanya dengan serempak.

__ADS_1


Mommy Della yang mendengar hal tersebut merasa terharu dan saking terharunya air matanya tak bisa ia tahan lagi untuk keluar.


"Mommy juga sayang kalian banyak-banyak," balas Mommy Della dengan memberikan kecupan di pipi kelima anaknya itu.


Daddy Aiden, Adam, Vivian dan Erland yang turut mengantar saudara-saudara mereka pun kini tersenyum melihat adegan mengharukan sekaligus romantis didepannya itu.


"Mommy akan tunggu kepulangan kalian kesini dan jangan lupa untuk selalu memberi kabar ke Mommy. Jika satu hari saja kalian lupa memberikan kabar, Mommy akan marah sama kalian dan jangan harap Mommy akan memaafkan kalian begitu saja. Mommy akan merajuk di waktu yang lama," ujar Mommy Della saat pelukan dari kelima anaknya itu terlepas.


Kelimanya terlihat mengangguk mensetujui ucapan dari Mommy Della tadi.


"Kita janji gak akan pernah absen untuk mengabari Mommy sehari pun," ujar Zea yang lagi-lagi mendapat anggukan dari 4 orang lainnya.


"Baiklah kalau gitu. Mommy akan selalu menunggu kabar dari kalian berlima," ucap Mommy Della sembari menatap satu persatu anak-anaknya itu.


"Mom," panggil Zico yang langsung mendapat tatapan teduh dari perempuan paruh baya itu.


"Jio pamit Mom. Boarding buat pesawat Jio udah lima menit tadi terdengar. Bentar lagi pesawat akan take off," ujar Zico berpamitan dan hal tersebut membuat Mommy Della kembali melengkungkan bibirnya kebawah.


"Hiks, kenapa kamu gak kuliah disini aja sih Jio? Mommy kan masih mau deket-deket sama kamu," ucap Mommy Della.


"Maafin Jio, Mom," sesal Zico.


"Kenapa harus minta maaf kamu tidak salah Jio. Semua keputusan dalam masa depan kamu itu kamu sendiri yang harus memutuskannya," timpal Daddy Aiden.


"Huwaaaaa Mommy gak mau buang waktu kamu lagi, Mommy mau peluk kamu sekarang," tangis Mommy Della dengan kedua tangan yang ia rentangkan agar Zico segera memeluk dirinya. Zico yang melihat kode itu pun ia langsung berhambur ke pelukan Mommy Della.

__ADS_1


"Mom, terimakasih sudah mau menerima Jio sebagai anak Mommy. Jio sayang Mommy. Jio janji Jio akan selalu menghubungi Mommy selama Jio disana. Dan Jio harap Mommy selalu jaga kesehatan Mommy, jangan sakit ya Mom. Jika Mommy sakit, Jio disana juga akan merasa sakit," ucap Zico.


"Kenapa kamu malah mengkhawatirkan Mommy sayang? Mommy akan baik-baik saja disini. Kamu disana juga jaga diri baik-baik ya nak. Jangan sampai karena pekerjaan juga kuliah kamu, kamu sampai lupa segalanya dan berakhir kamu nanti akan sakit. Mommy tidak ingin hal itu terjadi. Hati-hati ya sayang. Mommy akan selalu merindukan Jio dan ingat dimana pun Jio berada doa Mommy akan bersama dengan Jio," tutur Mommy Della sembari melepaskan pelukannya lalu memberikan kecupan di kedua pipi serta kening Zico.


"Mom, Jio boleh balas cium Mommy gak?" izin Zico takut-takut apalagi ditatap dengan tatapan maut dari Daddy Aiden. Mommy Della kini terkekeh kecil saat ia melirik kearah suaminya.


"Boleh dong. Masak anak sendiri gak di bolehin cium Mommynya sih. Cium aja sayang sama kayak Adam, Azlan sama Erland. Mommy gak pernah larang anak Mommy buat cium Mommy," ucapnya yang membuat ketakutan Zico tadi menghilang seketika dan digantikan dengan senyuman yang terdapat kebahagiaan di sana.


Dan karena dirinya sudah mendapat izin dari Mommy Della, ia kini memberikan kecupan di kedua pipi Mommy Della tak lupa ia juga menyematkan kecupan di kening wanita paruh baya tersebut tanpa memperdulikan tatapan Daddy Aiden yang tersirat akan kecemburuan.


Setelah ia melakukan hal tersebut, ia berpindah kearah Daddy Aiden.


"Dad, Jio pamit dulu," ujarnya lalu menjulurkan tangannya dihadapan sang Daddy. Namun uluran tangan tadi hanya di tatapan saja oleh Daddy Aiden hingga membuat Zico menarik kembali tangannya.


Namun sesaat setelahnya, Daddy Aiden justru merengkuh tubuhnya.


"Baik-baik disana. Jangan sampai terluka," ujar Daddy Aiden sembari menepuk-nepuk punggung Zico. Zico yang mendapat pelukan mendadak itu, ia tersenyum kemudian membalas pelukan tadi.


"Siap laksanakan Dad," ujar Zico.


Dan setelah pelukan keduanya terlepas Zico langsung berhambur ke pelukan Vivian.


"Kakak percaya jika kamu disana bisa jaga diri kamu dengan baik. Jangan nakal disana little boy. Kakak akan selalu menunggu kamu disini," ujar Vivian yang diangguki oleh Zico. Dan seperti yang ia lakukan kepada Mommy Della tadi, ia langsung mencium seluruh wajah Vivian kecuali bibir perempuan itu.


Kemudian ia beralih memeluk Erland dan Adam juga keempat orang yang hari ini juga akan meninggalkan negara tersebut untuk salam perpisahan mereka secara bergantian sebelum dirinya kini mulai berjalan meninggalkan segerombolan keluarga Abhivandya tadi dengan melambaikan tangannya kearah mereka yang langsung dibalas oleh semua orang disana.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah kepergian Zico dan mungkin pesawat yang mengantar dirinya sudah take off, kini giliran keempat orang lainnya yang juga harus meninggalkan keluarga Abhivandya. Dan sama seperti yang dilakukan oleh Zico tadi, mereka memeluk satu sama lain untuk salam perpisahan sebelum akhirnya keempat orang tersebut menjauh dari keluarga Abhivandya dan menuju ke pesawat mereka masing-masing.


__ADS_2