
Daddy Aiden, Azlan dan juga Erland kini telah berkumpul di ruang tamu sembari menunggu Mommy Della dan juga Edrea turun kebawah.
"Kenapa perempuan kalau dandan lama sekali?" gumam Daddy Aiden yang tampaknya sudah bosan karena sejak 30 menit terakhir dua perempuan kesayangan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
Azlan dan Erland yang tengah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing pun hanya melirik sekilas kearah Daddy Aiden dan dengan kompak mereka menggedikkan bahunya.
Daddy Aiden menghela nafas dan ia berancang-ancang untuk teriak sekencang mungkin agar terdengar sampai ke telinga Mommy Della dan Edrea.
"Sayang, udah selesai belum?" teriak Daddy Aiden yang mengkagetkan kedua jagoannya yang duduk tak jauh darinya.
"Udah. Ini mau turun," jawab Mommy Della dengan teriakan pula.
"Kita dirumah tapi terasa di hutan ya," bisik Erland ke Azlan namun sayang bisikannya itu masih bisa didengar oleh Daddy Aiden.
"Kamu nyindir Daddy sama Mommy?" tanya Daddy Aiden dengan menatap nyalang kearah Erland.
"Enggak tuh. Erland kan ngomong kenyataannya," jawab Erland dengan santai.
Daddy Aiden mencebikkan bibirnya dan tak berselang lama akhirnya Mommy Della dan juga Edrea menghampiri mereka.
"Berangkat sekarang aja yuk," tutur Mommy Della dan disetujui oleh anggota keluarga yang lainnya.
Kini keluarga kecil itu keluar dari rumah mewah tersebut dan bergegas menaiki kendaraan masing-masing. Daddy Aiden, Mommy Della dan Edrea, mereka bertiga akan menggunakan satu mobil. Azlan akan berada di mobil miliknya sendiri sedangkan Erland, ia setia dengan motor kesayangannya itu.
Perlahan mereka keluar dari pekarangan rumah tersebut di pimpin mobil Daddy Aiden yang berada di depan mobil Azlan dan motor Erland.
Hanya butuh 20 menit akhirnya ketiga kendaraan tersebut telah sampai di salah satu pemakaman umum di daerah tersebut.
Mereka pun segera masuk kedalam dan langsung menuju ke salah satu makan yang tertera nama Aila Abhivandya.
"Assalamualaikum, malaikatnya Daddy," ucap Daddy Aiden setelah sampai di makam tersebut dan ia pun segera menjongkokan tubuhnya di samping makan itu begitu juga dengan ketiga anaknya dan juga Mommy Della yang tengah tersenyum sembari membersihkan daun kering disekitar makam anak pertamanya itu.
"Hey Kakak, Rea kesini lho. Kakak tenang di surga ya. Tunggu kita disana," ucap Rea dengan mengelus batu nisan di depannya itu.
"Kita baca doa dulu yuk," ajak Mommy Della mengintruksi keempat orang di sekitarnya.
Mereka pun mengangguk setuju dan segera melafalkan doa untuk Aila.
"Aamiin," ucap mereka berlima secara bersamaan setelah selesai berdoa. Dan setelah itu, tangan triplets terulur untuk menaburkan bunga keatas makam tersebut.
"Andaikan Kakak masih bersama kami, pasti aku gak akan ditindas terus sama nih dua cecunguk," tutur Edrea yang seakan-akan ia tengah curhat kepada Aila.
__ADS_1
Azlan dan Erland yang mendengar itu pun langsung menatap tajam kearah Edrea.
"Tuh kan, baru juga nih mulut diem. Mereka udah natap Rea kayak gitu," gerutu Edrea.
"Mom, Dad," sambungnya dengan memanggil kedua orangtuanya yang sudah selesai dengan menabur bunga.
"Hmmm," saut Mommy Della.
"Bisa gak sih bang Azlan dan bang Erland balik lagi ke perut Mommy. Sebal lama-lama di tindas mulu sama mereka," adu Edrea.
"Gak!" bukan Mommy Della yang menyaut melainkan Daddy Aiden yang bersuara bahkan ia sudah memeluk tubuh istrinya.
"Ish apaan sih Dad," ucap Mommy Della yang risi dengan perlakuan Daddy Aiden di depan anak-anaknya.
"Sttt diam dulu," tutur Daddy Aiden.
Mommy Della, memutar bola matanya malas. Sudah dipastikan bahwa suaminya itu tengah cemburu dengan perkataan Edrea tadi.
"Kalian gak akan bisa balik lagi ke perut Mommy. Mungkin kalau kalian dulu masih kecil bisa tuh di balikin ke perut tapi kalau sekarang gak akan pernah bisa. Bisanya dibuang ke pinggir jalan atau bawah jembatan," tutur Daddy Aiden.
"Ya udah gimana kalau Daddy buang bang Azlan sama bang Erland ke selokan," ucap Edrea.
"Kalau Daddy buang dua saudara kembarmu, kamu juga harus ikut sama mereka berdua."
"Lah lo kira kita juga salah?" kini Erland yang bersuara.
"Dah lah mending kita buang aja anak ini," iseng Azlan dan diangguki setuju oleh Erland.
Azlan pun kini mendekati tubuh Edrea yang sudah memasang kuda-kuda pertahanan. Tapi sayang, tenaganya tak sebanding dengan tenaga Azlan yang dengan mudah mengunci pergerakannya dan segera menggendong tubuh Edrea bak karung beras.
Triplets kini berjalan keluar dari area makam tersebut meninggalkan kedua orangtuanya yang tengah menatap mereka dengan gelengan kepala.
"Aila, Mommy, Daddy dan triplets pulang dulu ya nak. Assalamualaikum," pamit Mommy Della.
Setelah itu sepasang orangtua itu menyusul triplets yang lebih dulu meninggalkan tempat itu.
Saat sampai di tempat mereka memarkirkan kendaraan tadi, Daddy Aiden maupun Mommy Della menatap ke sekeliling mencari keberadaan triplets yang tak terlihat batang hidungnya.
"Kemana mereka?" tanya Mommy Della bingung.
"Aku juga gak tau. Mobil Azlan dan motor Erland udah gak ada disini. Mungkin mereka udah pulang duluan," jawab Daddy Aiden.
__ADS_1
"Iya kayaknya. Ya udah kita susul mereka aja."
Daddy Aiden dan Mommy Della segera masuk kedalam mobil di depannya. Namun baru ingin menyalakan mesin mobil tersebut, dering ponsel Daddy Aiden terdengar.
Tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Daddy Aiden mengangkat telepon itu.
"Halo," ucap Daddy Aiden.
📞 : "Daddy tolong Rea," tutur Edrea dari sebrang telepon dengan nada panik.
"Kamu sekarang dimana? Kemana kedua Abangmu itu?" tanya Daddy Aiden yang sudah mulai panik.
📞 : "Rea gak tau lagi dimana. Disini ramai banget Dad. Bang Azlan dan bang Erland gak tau kemana. Rea takut Dad, jemput Rea sekarang," jawab Edrea dengan isak tangis.
"Kamu tenang dulu dan coba search look, kirim ke Daddy," tutur Daddy Aiden. Dan kini sambung telepon itu terputus dan tak berselang lama notif di ponsel Daddy Aiden terdengar. Daddy Aiden pun langsung membuka pesan dari anak perempuannya itu dan segera menancapkan gas mobilnya ke lokasi yang di kirim oleh Edrea.
Sedangkan Mommy Della, ia menatap penasaran kearah Daddy Aiden yang tengah fokus menatap ke depan.
"Telepon dari siapa?" tanya Mommy Della.
"Edrea. Sepertinya dia benar-benar di buang oleh Azlan dan Erland," tutur Daddy Aiden.
"Oh dibuang sama Azlan dan Erland," ucap Mommy Della dengan santai namun beberapa detik kemudian ia memelototkan matanya.
"Hah? beneran dibuang?" Daddy Aiden pun mengangguk.
"Astaga. Terus sekarang dia dimana?"
"Di dekat pantai," jawab Daddy Aiden.
"Astaga anak-anak itu. Kamu juga sih, kenapa tadi bilang kayak gitu. Jadi kejadian beneran kan sekarang," omel Mommy Della.
"Ya kan aku tadi cuma bercanda sayang. Eh taunya tuh dua jagoan tampan ngelakuin beneran," tutur Daddy Aiden.
"Bodoamat. Jemput Edrea sekarang. Kalau ada apa-apa sama si bontot. Kamu tau sendiri akibatnya, tidur diluar selama satu bulan," ucap Mommy Della.
Daddy Aiden mengangga tak percaya dengan ancaman mengerikan dari Mommy Della. Ia pun langsung menambah kecepatannya agar sampai di tempat Edrea berada sembari terus berdoa di dalam hatinya agar Edrea tak terluka sedikitpun. Jika ada lecet sudah dipastikan deritanya akan segera dimulai. Huh kasihan sekali nasibnya itu. Yang berbuat siapa yang kena hukuman siapa.
...****************...
Happy reading semuanya 🤗 jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara Like, komen, vote dan juga kasih hadiah, biar author semakin semangat nulisnya 😚 Kalau bisa 300 Like ya ðŸ¤
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk kasih tau author jika ada kesalahan dalam penulisan 🤗
Stay safe and stay healthy 🤗 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋