
Kini tepat dihari pernikahan Edrea dan Leon di laksanakan. Setelah melewati drama panjang yang berhasil membuat sepasang mempelai kesal, akhirnya mereka akan segera kembali di pertemukan dan akan melepas masa lajangnya.
Dan kini Mommy Della yang sudah cantik dengan setelan kebayanya tengah menemani Edrea yang masih di tangani oleh MUA, walaupun sebenarnya konsen Mommy Della terbagi dengan keberadaan Adam yang sampai saat ini belum juga menunjukkan batang hidungnya. Ia paham, anak laki-lakinya itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja karena banyak nyawa yang bergantung padanya. Dan karena hal tersebut membuat Mommy Della akhir-akhir ini melamun memikirkan anak laki-lakinya yang jarang pulang dan ia juga khawatir dengan Adam yang masih saja betah menjomblo setelah kejadian beberapa tahun yang lalu. Mungkin Adam masih trauma menjalin hubungan kembali setelah insiden itu, tapi Mommy Della berharap anak laki-lakinya itu tak mengalami trauma berkepanjangan hingga menjadikan dirinya perjaka lapuk.
Edrea yang sudah selesai merias wajahnya hanya tinggal mengganti pakaiannya saja kini ia menolehkan kepalanya kearah Mommy Della yang terduduk di ranjang kamar Edrea.
"Mom," panggil Edrea sembari berjalan mendekati Mommy Della. Namun panggilannya itu sama sekali tak membuat Mommy Della bergeming sedikitpun.
"Mommy," ulangnya sembari menyentuh tangan Mommy Della.
Mommy Della yang mendapat sentuhan lembut dari anak perempuannya itu pun ia tersadar dari lamunannya lalu ia mengalihkan pandangannya kearah Edrea dengan senyum yang mengembang.
"Ada apa sayang? Rea butuh sesuatu?" tanya Mommy Della yang siap untuk melayani putrinya yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya itu.
Edrea yang mendapat pertanyaan itu pun ia menggelengkan kepalanya.
"Rea gak butuh apa-apa Mom. Rea hanya heran saja saat lihat Mommy dari tadi bengong terus. Apa ada masalah yang sekarang Mommy simpan? Kalau iya, cerita sama Rea. Waktu kita juga masih cukup kalau Mommy mau curhat sama Rea," ujar Edrea.
"Mommy gak ada masalah sedikitpun Rea. Semuanya baik-baik saja. Mommy hanya bersedih saja, anak perempuan Mommy yang sangat-sangat manja dan menyebalkan ini sebentar lagi akan menjadi istri orang," ucap Mommy Della yang tidak berbohong sepenuhnya karena memang dari sekian banyak pikiran di dalam kepalanya, salah satunya tentang melepas tanggungnya Edrea yang akan ia serahkan kepada orang lain.
Edrea yang tadi sempat mencari kebohongan di dalam manik mata Mommy Della pun ia tersenyum saat ia tak mendapat kebohongan di dalam sana.
"Mommy gak boleh sedih dong. Masak di hari spesial Edrea, Mommy malah bersedih. Harusnya kan bahagia. Kalau Mommy bersedih, Edrea nanti juga akan sedih," ujar Edrea dengan bibir yang ia lengkungankan kebawah.
Mommy Della yang melihat hal tersebut pun ia terkekeh.
"Iya-iya Mommy gak akan sedih lagi. Mommy sekarang sangat-sangat bahagia. Karena saat Edrea sudah memutuskan untuk menikah berarti Edrea sudah dewasa sekarang. Mommy hanya berpesan saja ke kamu. Jika nanti didalam rumah tangga kamu ada kesalahpahaman, Mommy minta tolong singkirkan ego kamu, selesaikan baik-baik tanpa adanya pertengkaran karena yakinlah sayang, jika kita tidak meninggikan ego kita, rumah tangga akan selalu rukun walaupun ada saja rintangan yang selalu melanda dalam sebuah hubungan rumah tangga. Dan itu merupakan kunci utama agar sebuah rumah tangga awet sampai maut memisahkan. Yakinlah sama Mommy," ujar Mommy Della sembari mengelus punggung tangan Edrea yang berada di pangkuannya.
"Tapi kalau semisal Leon selingkuh gimana? Masak iya, Rea harus terima gitu aja," ucap Edrea.
"Huss gak boleh ngomong begitu. Ucapan adalah doa sayang. Jadi jangan ngomong hal yang negatif lagi. Lagian kalau Mommy lihat-lihat Leon gak akan pernah menyelingkuhi kamu. Dia itu tipe orang setia buktinya saja dari dia kecil sampai sekarang yang ada di dalam hatinya hanya kamu. Kalau kamu tidak ada di hatinya, pasti dia sudah melupakan kamu dan mencari gantimu. Apalagi setelah Mommy lihat kegigihan dia saat meyakinkan Mommy, Daddy dan ketiga Abang kamu agar dia bisa berdekatan dengan kamu lagi. Rintangan yang dia hadapi selama mengejar kamu tidak mudah Edrea dan kamu dengan gampangnya masih meragukan cintanya, keterlaluan banget sih kamu," tutur Mommy Della diakhiri dengan gurauan saja. Dan hal tersebut membuat Edrea kini mengerucutkan bibirnya.
"Kan gak ada yang tau kedepannya bagaimana Mom," ucap Edrea.
"Hmmm iya juga sih. Tapi ya semoga saja Leon tidak berfikir untuk menduakan kamu. Jika saja dia melakukan hal itu, gampang Mommy punya solusinya." Edrea kini mengerutkan keningnya. Ia penasaran apa solusi yang dimaksud oleh Mommynya itu.
__ADS_1
"Solusi apa?" tanyanya.
"Kamu mau tau?" Dengan penuh antusias Edrea menganggukkan kepalanya.
"Dekatan sini. Mommy bisikin." Edrea menuruti apa yang dikatakan Mommy Della tadi. Ia kini merapatkan tubuhnya ke tubuh Mommy Della dan setelah tak ada lagi jarak yang menghalangi keduanya, Mommy Della mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Edrea.
"Solusinya adalah potong habis pusakanya dan setelah itu kasih makan ke binatang buas di tengah hutan. Kalau kamu belum puas, kurung dia di kandang buaya biar habis dimakan temannya itu," bisik Mommy Della yang membuat bulu kuduk Edrea berdiri seketika.
"Ishhhh Mommy. Itu mah solusi yang akan menjerumuskan Edrea dalam penjara," protes Edrea yang membuat Mommy Della terkekeh melihat raut wajah ketakutan dari anak perempuannya itu.
"Hahahaha Mommy cuma bercanda sayang. Kalau dia sampai melakukan hal tersebut, langsung ke pengadilan saja karena sejujurnya orang yang sudah pernah selingkuh dia akan terus melakukan hal itu, tidak ada kata insyaf atau segala macam. Mungkin ada, tapi hanya di mulut saja tapi setelah itu perselingkuhan akan kembali dia lakukan. Karena selingkuh itu seperti penyakit yang selalu kambuh-kambuhan. Jadi orang selingkuh itu sebaiknya jangan di maafkan. Mommy tidak mengajari kamu untuk tidak berperasaan tapi dari pada kamu sakit hati bersama orang yang dengan senang hati menduakan istrinya. Lebih baik berpisah saja dari pada kamu kepikiran terus dan berakhir mati muda. Emangnya kamu mau?" Dengan cepat Edrea menggelengkan kepalanya.
"Ihhhh gak lah, Edrea gak mau mati hanya masalah percintaan seperti itu. Dan apa yang Mommy tadi katakan ada benarnya juga kok. Belajar dari pengalaman dan orang di sekitar Rea yang pernah mengalami hal seperti itu," ujar Edrea yang teringat kisah rumah tangga salah satu temannya dulu. Ya, dia temannya 4 tahun lebih tua darinya. Dia juga menikah seusia Edrea saat ini, katakanlah menikah muda namun bukan karena insiden melainkan saling suka. Awalannya kisah rumah tangga mereka baik-baik saja. Tapi ketika memasuki umur pernikahan yang ke dua tahun, rumah tangga keduanya mulai goyah dengan adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh pihak laki-laki secara diam-diam namun sayangnya pihak perempuan mengetahuinya. Akhirnya terjadi perselisihan dari keduanya hingga hampir saja bercerai. Namun sayangnya niatnya untuk berpisah gagal gara-gara pihak laki-laki memohon-mohon kepadanya dan berjanji manis didepannya untuk tak mengulanginya lagi. Hingga dengan lapang dada dia memaafkannya. Namun tak berselang 2 bulan perselingkuhan kembali terjadi sampai terus berulang berkali-kali hingga teman Edrea yang sudah merasa capek memutuskan untuk berpisah. Dan cerita itu sama seperti yang di katakan oleh Mommy Della tadi. Tak ada kesalahan yang tak bisa mendapatkan maaf kecuali perselingkuhan dan penganiayaan.
"Syukurlah kalau kamu sudah paham akan situasi seperti itu," ucap Mommy Della sembari mengelus rambut Edrea yang sudah tertata rapi.
"Oh ya Mom, bang Adam belum kesini juga?" Mommy Della yang hampir melupakan jika anaknya itu belum juga datang, kini ingatannya kembali lagi. Dan hal tersebut membuat dirinya menghela nafas panjang.
"Mommy juga tidak tau sayang. Kan Mommy dari tadi di dalam sini sama Rea. Mungkin Abang kamu itu sudah kesini dari tadi tapi mungkin langsung ikut gabung dengan abang-abangmu yang lain," ucap Mommy Della untuk menenangkan dirinya sendiri dan juga Edrea.
"Ya sudah begini saja. Rea sekarang ganti baju dulu, biar Mommy turun ke bawah buat cek apa Adam sudah kesini atau belum," ucap Mommy Della yang diangguki setuju oleh Edrea.
"Kalau begitu Mommy turun dulu sebentar. Nanti Mommy kesini lagi." Lagi-lagi Edrea menganggukkan kepalanya. Dan setelah itu ia menatap punggung Mommy Della yang perlahan menjauh darinya dan menghilang dari balik pintu kamarnya.
Dengan langkah lebar Mommy Della menuruni anak tangga di rumahnya itu. Hingga saat kakinya yang terbalut high heels mendarat di lantai bawah, ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, mencari keberadaan Adam yang sayangnya tak terlihat di indra penglihatannya itu.
Dan saat matanya melihat segerombolan pemuda-pemudi yang merupakan keluarga besarnya dan keluarga besar Daddy Aiden, Mommy Della kembali melangkahkan kakinya menuju ke gerombolan pemuda-pemudi itu.
"Kalian ada yang lihat bang Adam tidak?" tanya Mommy Della saat dirinya telah bergabung dengan mereka.
Seluruh pemuda-pemudi itu kini mengalihkan pandangannya kearah Mommy Della sebelum akhirnya mereka dengan serempak menggelengkan kepalanya.
"Kalian tidak ada yang tau?" Lagi-lagi hanya gelengan kepala yang Mommy Della dapatkan. Dan hal tersebut membuat dirinya mendengus.
"Ya sudah kalau begitu. Lanjutkan obrolan kalian," ujar Mommy Della sebelum ia beranjak dari tempat tersebut menuju kearah Daddy Aiden yang masih sempat-sempatnya menghadap laptop di depannya untuk melihat email dari kantornya.
__ADS_1
"Sayang," rengek Mommy Della sembari duduk disamping sang suami.
"Eh, kenapa ini?" tanya Daddy Aiden saat Mommy Della kini bergelayut manja di lengannya dengan wajah yang tertekuk.
"Ishhhh aku lagi sebal banget sama anak pertama kamu itu," ujar Mommy Della yang membuat Daddy Aiden kini mengangkat sebelah alisnya.
"Anak pertama? Vivian maksud kamu? Memangnya apa yang dia lakukan sampai kamu sebal dengan dia? Perasaan dari tadi dia gak bikin ulah sedikitpun. Bahkan aku lihat dia tadi juga sempat bercengkrama dengan anaknya Max," ucap Daddy Aiden.
"Ck, bukan Vivian yang aku maksud tapi Adam."
"Adam? Memangnya kenapa dengan anak itu?" Mommy Della kini semakin mengerucutkan bibirnya.
"Anak itu sampai sekarang belum juga datang kesini. Janjinya sih 3 hari sebelumnya dia akan kesini tapi sampai hari H pernikahan Rea, batang hidungnya saja sama sekali tidak terlihat. Dan yang lebih menyebalkannya lagi, masak nomor teleponnya sekarang tidak aktif. Masak dia lupa sama hari bahagia adiknya sendiri. Apa jangan-jangan dia sekarang tengah terlukanya karena adik-adiknya lebih dulu menikah daripada dirinya? Kalau iya, Mommy takut dia sekarang mau menjauhi kita. Mau melepaskan diri dia dari pantauan kita. Atau lebih parahnya lagi, dia justru tidak mau lagi bertemu dengan kita gara-gara masalah ini. Kalau begitu caranya, aku gak akan bisa jauh dari dia, sayang. Dia itu anak aku sampai kapanpun akan tetap menjadi anakku. Aku gak bisa jauh dari dia apalagi di musuhi oleh dia. Aku gak akan sanggup sayang," ujar Mommy Della dengan mata yang berkaca-kaca. Ingin sekali ia menangis saat itu juga. Tapi mengingat harga make up yang sudah tertempel di wajahnya, niatnya tadi ia urungkan dan sebisa mungkin ia harus menahan air matanya.
Daddy Aiden yang mendengar keluhan dan pikiran-pikiran negatif dari sang istri pun ia kini menghela nafas panjang.
"Kamu tenang dulu sayang. Dia itu sudah dewasa tidak mungkin akan memiliki pemikiran pendek seperti itu. Lagian kamu belum mencari dia di kamarnya kan?" Mommy Della menggelengkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu cari dia di kamarnya sana," ucap Daddy Aiden.
"Kamu ngusir aku?" tuduh Mommy Della.
"Hah kok jadi ngusir sih. Kan aku cuma nyuruh kamu buat cari Adam di kamar dia daripada kamu berpikir negatif mulu dari tadi," ujar Daddy Aiden yang membuat Mommy Della kini berdecak.
"Ck, gak ah. Pasti saat aku kesana nanti, hasilnya juga nihil."
"Cari aja dulu, sayang. Baru nanti bisa menyimpulkan," ujar Daddy Aiden.
"Udah sana ke kamar Adam. Aku mau lanjutin periksa ini dulu," lanjutnya dan hal tersebut membuat Mommy Della mencebikkan bibirnya.
"Kerja terus, matanya nanti tambah rabun baru ngeluh dan merengek seperti anak kecil. Dan ujung-ujungnya yang di salahkan perkejaan, gitu aja terus sampai kecebong bisa makan paus," omel Mommy Della sebelum dirinya meninggalkan Daddy Aiden dengan hentakan kakinya. Daddy Aiden yang melihat tingkah istrinya itu pun ia kini melongo dibuatnya.
"Makin tua makin bawel. Makin gemesin pula. Duhhhh kalau begini kan jadi tambah sayang," gumam Daddy Aiden sembari menahan dirinya agar tak mengurung Mommy Della di dalam kamar.
Disisi lain, Mommy Della yang sudah berada di lantai dua pun ia segara berjalan menuju ke pintu kamar Adam.
__ADS_1
Dengan helaan nafas, ia kini langsung membuka pintu kamar tersebut karena kebetulan pintu kamar itu tak terkunci. Dan saat pintu kamar itu terbuka lebar, matanya terbelalak lebar saat melihat seseorang yang sangat-sangat ia rindukan kini tengah berdiri dengan tangan yang aktif mengancingkan kemejanya.