
Disisi lain, tepatnya di ruangan yang sangat gelap seorang perempuan baru tersadar dari pingsannya. Ia mengerjabkan matanya berkali-kali untuk memulihkan penglihatannya walaupun ia hanya bisa melihat dengan pencahayaan yang teramat minim.
"Gue dimana?" ucap perempuan tersebut dengan kepala yang masih terasa sangat pusing. Dan saat dirinya teringat akan kejadian sebelumnya, ia baru sadar jika dirinya sekarang tengah di culik seseorang yang belum ia ketahui siapa orangnya. Dan perempuan itu tak lain adalah Zea yang terkena imbas dari kejadian yang menimpa keluarga Abhivandya.
"Mommy," gumam Zea saat mengingat jika bukan dirinya saja yang mengalami hal tersebut tapi ia yakin semua orang yang ada di rumah keluarga Abhivandya mengalami hal yang sama seperti dirinya.
"Mommy!" teriak Zea dengan menatap keseluruhan ruangan tersebut tapi sayangnya hanya kegelapan yang bisa ia lihat.
"Kalau Mommy dengar suara Zea, panggil nama Zea, Mom. Please," ucap Zea dengan badan yang bergetar hebat, takut jika ibu dari kekasihnya itu tengah tidak baik-baik saja sekarang.
Tapi ucapannya tadi sama sekali tak mendapat jawaban dari Mommy Della dan hanya ada kesunyian yang ia rasakan. Dan saat dirinya ingin bergerak, ia justru merintih kesakitan saat merasakan perih di pergelangan tangannya.
"Arkhhhh, sialan," umpat Zea saat ia menyadari jika tangannya kini tengah di ikat di sebuah tiang yang berada di belakang tubuhnya.
"Siapa pun yang ada disini yang merasa anggota keluarga Abhivandya dan juga tengah di culik balas ucapan gue!" ucap Zea kembali. Tapi lagi-lagi hanya kesunyian yang ia dapatkan.
Namun beberapa saat setelahnya terdengar langkah kaki yang menuju ke ruangan yang di tempati oleh Zea. Dan beberapa saat setelahnya, pintu ruangan itu terbuka lebar yang membuat Zea bisa melihat wajah orang di balik pintu tersebut. Bahkan ia juga bisa melihat seluruh ruangan tersebut yang hanya ada dirinya sendiri disana. Tidak ada siapapun selain dirinya.
Dan dimana orang-orang jahat itu menyembunyikan para pekerja rumah keluarga Abhivandya? terlebih dimana mereka menyembunyikan Mommy Della? pertanyaan-pertanyaan itu yang sekarang berada di otak Zea hingga ia tak menyadari jika ada dua laki-laki yang kini berada di depannya.
Ia baru tersadar saat salah satu dari laki-laki itu menyentuh pergelangan kakinya.
"Mau apa kalian?" ucap Zea sembari menghentak kakinya yang terikat itu.
"Yang jelas kita mau menjalankan tugas kita. Dan yakinlah tugas kita ini nantinya juga akan bikin kamu ketagihan," ujar laki-laki tersebut yang semakin berani menyentuh paha Zea.
__ADS_1
Zea yang paham akan apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut, ia tampak mengepalkan tangannya. Namun sebisa mungkin ia membuat dirinya tenang.
Dan dengan berdehem sesaat, Zea kini angkat suara, "Jadi tugas kalian adalah menikmati tubuhku?" ucapnya.
"Tepat sekali," jawab salah satu laki-laki tersebut.
"Kalau begitu, baiklah aku akan melayani kalian dengan senang hati. Tapi ada beberapa syarat yang harus kalian lakukan dulu," ucap Zea.
Laki-laki itu tampak saling pandang satu sama lain sebelum akhirnya salah satu dari mereka bertanya, "Apa syaratnya?"
"Yang pertama, tutup pintu itu dan nyalakan lampunya. Kalau pintu itu terus terbuka seperti ini yang ada nanti kita akan selalu was-was saat melakukannya, takut kalau ada orang lain yang lihat dan akan berakhir mengganggu aktivitas kita. Memangnya kalian mau?" Kedua laki-laki tersebut tampak menggelengkan kepalanya. Lalu setelahnya salah satu dari mereka beranjak dari hadapan Zea untuk memenuhi syarat yang diberikan oleh Zea tadi.
Dan setelah laki-laki itu kembali, Zea tak mengizinkan kedua laki-laki tadi angkat suara karena dirinya sudah lebih dulu berucap, "Nah syarat yang berikutnya. Lepaskan semua tali yang ada di tubuhku ini," ujar Zea.
"Oh come on. Aku sama sekali tidak ingin menjebak kalian. Toh mana bisa aku menjebak dua orang yang sangat pintar seperti kalian ini. Lagian nih ya, memangnya kalian mau melakukan hal itu di posisi aku duduk dengan tubuh yang terikat begini. Yang ada kalian nanti akan kesusahan sendiri untuk mendapatkan posisi yang pas. Dan kalian tenang saja, aku tidak akan kabur. Atau begini saja, kalian melakukannya secara bergantian saja. Nah kalau bergantian kan salah satu dari kalian bisa menjaga pintu itu dari luar, jadi kalau aku mau kabur kalian bisa langsung menangkapku lagi," ujar Zea yang membuat kedua laki-laki tersebut tampak saling pandang satu sama lain.
"Dan itu syarat yang terakhir dari aku. Gimana? Kalian mau kan menuruti syarat yang aku minta tadi. Tapi kalau kalian tidak mau melakukannya jangan salahkan aku, kalau aku nanti akan memberontak dan berakhir menguras tenaga kalian sebelum memulai permainan," sambung Zea dengan kerucutan di bibirnya dan siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa gemas, tak terkecuali dengan kedua laki-laki tersebut yang sepertinya pertahanannya itu luluh setelah melihat kerucutan bibir Zea tersebut.
"Sudahlah turutin saja. Toh dia juga tidak bisa melawan kita. Badan dia aja kecil daripada kita dan tenaga kita juga lebih besar dari tenaga kita. Dan aku yakin dari tatapan anak ini, dia sekarang juga tengah menahan hasratnya," bisik laki-laki gondrong itu ke temannya. Tapi sayangnya bisikannya tadi masih bisa di dengar oleh Zea. Hingga membuat Zea kini menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi menggoda agar mendukung apa yang di katakan laki-laki tadi.
"Baiklah kalau begitu. Tapi siapa yang akan menikmati tuduh dua terlebih dahulu, aku atau kamu?" tanya laki-laki yang memiliki tubuh kurus namun berisi dari laki-laki gondrong tadi.
"Biar Om gondrong dulu aja yang melakukannya," timpal Zea yang membuat kedua laki-laki tersebut menatapnya.
"Soalnya aku tuh tau kalau Om gondrong sudah tidak bisa menahannya dan aku pun juga pengen merasakan gimana sensasinya bermain dengan laki-laki yang berat badannya jauh dari berat badanku. Karena selama aku melakukan hubungan badan tidak ada satupun laki-laki yang memiliki tubuh seperti Om gondrong dan kebanyakan tubuhnya sama dengan proporsi tubuh Om tinggi ini, hehehe," jelas Zea diakhiri dengan ia memperlihatkan senyumannya.
__ADS_1
Laki-laki yang di panggil Zea dengan sebutan Om gondrong itu pun kini ia tersenyum senang, "Terima aja bro. Dia maunya sama aku dulu," ucapnya dengan menepuk pundak temannya.
Dan hal tersebut membuat Laki-laki satunya menghela nafas dan dengan beranjak dari jongkoknya ia berkata, "Jangan buat dia tepar dulu. Sisakan tenaga dia buat jatahku nanti."
"Tenang aja Om. Tenagaku tidak akan pernah terkuras habis kok cuma buat melayani dua pria saja. Karena aku bisanya melayani 5 pria dalam waktu dekat saja tenagaku masih membara kok. Jadi jangan khawatir, kalian berdua akan aku pastikan puas dengan pelayanan tubuhku nanti," timpal Zea.
"Tuh dengar sendiri, dia tidak akan kehabisan tenaga. Jadi kamu tenang aja, dan buruan keluar sana," usir laki-laki gondrong itu.
"Iya Om keluar sana gih. Bye Om sampai ketemu nanti, muach," ucap Zea diakhiri ia memberikan kiss bye dengan kedipan genitnya.
Sedangkan laki-laki berbadan tinggi tadi hanya bisa pasrah dengan yang diinginkan kedua orang tersebut sebelum akhirnya ia berjalan menuju kearah pintu keluar untuk melakukan apa yang di minta oleh dua orang tadi.
...****************...
Oke, Zea aman guys dari tuduhan kalian. Dia tidak bersekongkol dengan keluarga Leon. Terus siapa wanita yang bersekongkol dengan keluarga Leon?
Kayla kah? Tapi beberapa hari yang lalu kan Kayla terkena tusukan dan masuk rumah sakit.
Atau jangan-jangan Mommy Della lagi yang bersekongkol dengan syarat agar keluarga itu tak menyakiti Edrea seperti dulu lagi?
Atau malah Vivian? Tak menutup kemungkinan jika memang dia yang melakukannya karena apa? Karena mungkin ada dendam yang terpendam yang ia sembunyikan. Terlebih dia di besarkan oleh keluarga yang istrinya merupakan musuh dari keluarga Abhivandya dan terbunuh di tangan mereka. Karena walaupun dia bukan anak kandung, dia akan tetap membela keluarga yang ia kenal sedari kecil. Bukan kah begitu?
Jadi selamat menebak-nebak guysðŸ¤
Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN dan HADIAH. See you next eps bye 👋
__ADS_1