The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 33


__ADS_3

Paginya seperti biasa, triplets akan heboh lebih tepatnya Edrea yang heboh mencari barang miliknya yang selalu hilang di pagi hari.


"Abang!" teriak Edrea sembari keluar dari kamarnya.


Azlan dan juga Erland yang mendengar teriakkan dari Edrea pun langsung keluar dari kamar masing-masing dan menghampiri si bontot.


"Kenapa?" tanya mereka berdua setelah berada di depan Edrea.


"Abang tau gak hairdryer Rea dimana?" tanya Edrea yang membuat kedua saudara kembarnya memincingkan alisnya. Mereka kira Edrea tadi kenapa-napa taunya sedang mencari barang hilang.


"Lo itu ya bisa gak sih satu hari aja gak heboh cariin barang yang hilang. Bikin sport jantung aja pagi-pagi," ucap Azlan tak habis pikir dengan kelakuan Edrea.


"Hehehe ya maaf, tapi Edrea sekarang lagi butuh banget soalnya. Abang tau gak kemana tuh hairdryer Rea?" tanyanya lagi.


"Gak tau," ucap Azlan dan juga Erland kompak.


"Abang gak pinjam?" Mereka berdua pun menggelengkan kepalanya.


"Terus kemana dong perginya itu hairdryer?"


"Ya mana kita tau lah. Cari lagi di kamar lo sana," ucap Erland.


"Udah Rea cari dari tadi tapi gak ketemu," tutur Edrea dengan ekspresi wajah sedih.


Azlan dan Erland menghela nafas kalau sudah begini mereka juga yang ujung-ujungnya mengalah dan membantu Edrea mencari barang yang hilang. Kalau saja sang Mommy ada dirumah pasti keduanya saat ini dengan tenang menyiapkan keperluan diri mereka sendiri untuk kesekolah tanpa perlu repot-repot membantu Edrea.


Dua orang itu pun langsung masuk kedalam kamar Edrea dan tanpa banyak bicara lagi, keduanya langsung meluncur, mencari keberadaan hairdryer yang sudah mereka pastikan kalau barang tersebut hanya berada di sekitar kamar tersebut.


Dan benar saja tebakan dari keduanya, hanya membutuhkan waktu 5 menit barang tadi akhirnya ditemukan oleh Erland dalam tempat sampah yang berada di samping meja rias Edrea.


Erland pun memutar tubuhnya sembari mengangkat hairdryer itu sebatas dadanya dengan tatapan tajamnya ia berikan ke Edrea.


"Ini apa hmmm?" tanya Erland dengan geram sembari menghampiri Edrea yang membelalakkan matanya.


"Lho Abang dapat ini dimana?" tanya Edrea.


"Tempat sampah," jawab Erland sembari menyerahkan hairdryer tadi ke tangan Edrea.


"Kok gue tadi yang cari gak ketemu?"


"Huh, kapan sih lo kalau cari sesuatu pasti ketemu?" geram Azlan yang sudah bergabung dengan Erland dan juga Edrea.

__ADS_1


"Hehehe belum pernah sih," ucap Edrea dengan cengiran kudanya.


"Makanya lain kali tuh kalau cari sesuatu pakai mata bukan pakai mulut," tutur Erland dan bergegas keluar dari kamar tersebut disusul Azlan di belakangnya.


Sedangkan Edrea yang mendengar ucapan dari Erland tadi bibirnya langsung maju beberapa senti kedepan.


"Ck, gue juga tau kalau cari sesuatu tuh pakai mata. Mana ada orang yang cari sesuatu pakai mulut emang mulut bisa lihat apa?" gerutu Edrea.


Setelah itu ia bergegas menuju depan meja riasnya dan segera mengering rambutnya yang basah.


...*****...


Kini triplets telah siap pergi kesekolah masing-masing.


"Bang," panggil Edrea saat mereka bertiga sudah berada diluar rumah.


Azlan dan Erland pun menolehkan kepalanya kearah Edrea yang berhenti di belakang mereka.


"Apa?" tanya Azlan.


"Rea pakai mobil sendiri aja ya," pinta Edrea.


"Gak!" tolak Azlan maupun Erland dengan tegas.


Tapi sepertinya permohonannya tadi masih saja tak disetujui oleh keduanya pasalnya Azlan maupun Erland kini sudah naik ke kendaraan mereka masing-masing.


Azlan yang hari ini giliran mengantar Edrea pun menurunkan kaca mobilnya.


"Buruan naik! kalau gak mau gue tinggal," ucap Azlan.


Edrea menghentakkan kakinya namun ia akhirnya melangkahkan kakinya menuju Erland.


"Ngapain lo? mau gue yang anterin lo kesekolah?" tanya Erland saat Edrea berada di samping motor sportnya.


"Buka dulu helmnya Abang!" perintah Edrea.


Erland pun membuat helm full facenya itu. Dan dengan segera Edrea mencium pipi Erland.


"Kissnya ketinggalan," ucap Edrea dengan ekspresi yang masih masam. Erland menggelengkan kepalanya. Kemudian ia membalas ciuman Edrea tadi di pipi juga.


"Jangan manyun mulu, di patok bebek baru tau rasa. Abang sita mobil lo juga sebentar kalau situasinya udah aman, Abang akan balikin lagi kunci mobil lo," tutur Erland sembari mengacak rambut Edrea.

__ADS_1


"Bang Erland!" geram Edrea karena rambutnya kini sudah acak-acakan.


"Edrea!" panggil Azlan yang sudah menunggu Edrea sedari tadi di dalam mobil.


"Iya-iya Rea kesana," jawab Edrea sembari berjalan menghampiri mobil Azlan. Setelah itu ia langsung masuk dan mobil Azlan perlahan menjauh dari rumah keluarganya begitu juga dengan Erland yang lebih dulu pergi.


Tak berselang lama akhirnya mobil Azlan berhenti di depan gerbang sekolah Edrea.


"Bang," panggil Edrea.


"Hmmm," saut Azlan hanya dengan deheman.


"Abang jangan keluar dari mobil ya please," mohon Edrea. Ia tak mau jika kejadian kemarin terulang kembali.


"Emang kenapa kalau gue keluar?" tanya Azlan penasaran.


"Duh pokoknya jangan ya please," ucap Edrea.


Azlan semakin penasaran, jangan-jangan Edrea tak mau jika kekasihnya melihat bahwa Edrea diantar berangkat ke sekolah oleh laki-laki lain. Hmmm cukup menarik dan menantang bagi Azlan. Sekalian ia juga mau lihat orang yang sudah berhasil merebut hati adik perempuan satu-satunya itu.


Azlan menghiraukan permohonan dari Edrea tadi, sekarang ia malah keluar dari mobil tersebut yang lagi-lagi jadi pusat perhatian seluruh siswa/siswi disana.


Sedangkan Edrea, ia ingin sekali menangis meratapi nasibnya sendiri yang mempunyai saudara kembar yang dua-duanya sulit untuk ia beritahu dan tak berperasaan itu.


"Ya Allah bisa gak sih tukar tambah Abang gue sama Abang orang lain. Kalau bisa boleh lah dicoba," gumam Edrea tak jelas.


Ia pun kini mau tak mau juga harus keluar dari mobil Azlan dan menghampiri Azlan yang tengah mengamati setiap siswa yang terlihat disana dan yang menurut dia sangat mencurigakan.


"Bang Az, mending lo masuk lagi deh," bisik Edrea.


"Nanti," balas Azlan.


"Ya ampun bang kenapa harus nanti sih bukannya Abang juga harus pergi kesekolah?" Azlan kini menatap Edrea yang berada disampingnya.


"Ini masih jam setengah tujuh kurang. 15 menit juga sampai disekolah, kalau ngebut," tutur Azlan sama seperti yang dikatakan oleh Erland kemarin.


Edrea menghela nafas. Ya sudah lah biarin saja siapa tau Abangnya itu tengah mencari kandidat wanita idamannya untuk dijadikan pacar olehnya atau bahkan istri kan tak ada yang tau.


"Ya udah deh terserah Abang aja," tutur Edrea menyerah. Setelah itu ia menjinjitkan kakinya untuk menyampai pipi Azlan dan seperti biasa ia mencium pipi Azlan dan Azlan pun juga membalasnya. Perlakuan dari dua orang itu menimbulkan asumsi yang berbeda-beda tentang Edrea yang kemarin di antar oleh laki-laki tampan sekarang juga diantara kesekolah dengan laki-laki yang tak kalah tampan tapi berbeda orang.


...*****...

__ADS_1


Yuk 300 like sebelum jam 5 sore. Nanti kalau udah target author kasih double up 🤭 semangat beraktivitas semuanya 🤗


Stay safe, stay healthy and stay with me 🤭 SEE YOU NEXT EPS BYE 👋


__ADS_2