The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 178


__ADS_3

Semau orang disana kini mengalihkan atensi mereka kearah dua orang yang baru masuk ruangan tersebut. Tak terkecuali keluarga Puri yang kini tengah mengerutkan keningnya.


Sedangkan Edrea kini kekhawatirannya bertambah, 3 singa yang disana saja sudah hampir memporak-porandakan ruangan tersebut apalagi di tambah dua singa lagi. Duh bisa-bisa hancur sekolah tersebut.


"Kak Vi. Gimana ini? Dan Mommy sama Daddy kok bisa ada disini sih?" tanya Edrea.


"Aku juga gak tau, Re. Bahkan aku kaget tadi lihat Mom sama Dad juga ada disini. Padahal kemari Mommy bilang kalau pulangnya bakal dua hari lagi, tapi kok tiba-tiba udah ada disini aja. Ya kali mereka dadakan pulangnya karena dapat kabar tentang kamu. Aku rasa jika mereka pulang dadakan juga sampainya pasti besok bukan sekarang. Atau memang kemarin Mom sama Dad sebenarnya udah mau pulang?" ucap Vivian dengan tebakannya itu.


"Haish, kenapa bisa kebetulan begini sih. Satu keluarga jadi ngumpul gini kan. Ah elah," keluh Edrea sembari menyandarkan tubuhnya disandaran kursinya tadi.


Kini Daddy Aiden dan Mommy Della sudah bergabung dengan Azlan, Erland juga Adam bahkan tatapan mereka berdua tak kalah tajam dari ketiga laki-laki tampan itu.


"Saya tanya sekali lagi. Siapa yang anda maksud dengan anak sialan itu, Tuan?" tanya Daddy Aiden.


"Anak yang bernama Edrea. Karena dia sudah berniat mencelakai, menindas juga mencoba membunuh anak saya ini. Sampai-sampai dia ketakutan seperti ini," ujar Papa Puri yang sepertinya belum tau siapa yang sedang ia hadapi saat ini.


Mata Daddy Aiden juga Mommy Della kini menatap kearah Puri yang tengah terduduk dilantai sembari menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya dan sekali kali menjambak rambutnya sendiri.


"Apakah dia gila sampai seperti itu?" celetuk Mommy Della yang membuat kedua orangtua Puri memelototkan mata mereka.


"Jaga omongan anda. Dan anda sepertinya disini juga tidak dibutuhkan karena anda bukan siapa-siapa dan tidak memiliki hak untuk ikut campur dengan masalah ini," ujar Papa Puri.


"Tolong sekarang anda semuanya keluar dari ruangan ini sebelum saya perintahkan para bodyguard saya untuk menyeret anda pergi dari sini," sambungnya.


"Maaf sebelumnya tuan Handoko, mereka berdua punya hak disini karena beliau adalah orangtua Edrea," ucap kepala sekolah tersebut.


"Oh orangtua anak itu. Saya kira anda berdua malu untuk datang kesini karena memiliki anak berandalan seperti dia. Tapi tampaknya wajah kalian tebal juga untuk berhadapan dengan keluarga saya," tutur Mama Puri sembari melihat penampilan Mommy Della juga Daddy Aiden yang tampak seperti orang biasa bukan seperti dia juga suaminya yang berpakaian mewah.


Azlan yang sudah mulai geram pun kini ia kembali ingin mencengkeram rahang wanita itu tapi sayangnya Daddy Aiden menghentikan pergerakannya.


"Kalian berempat keluar dulu dari sini. Stop, jangan buat kegaduhan lagi. Biar Daddy sama Mommy yang menyelesaikan semua ini," ucap Daddy Aiden.


"Tapi Dad."


"Gak ada tapi-tapian Azlan. Sekarang kalian keluar dulu," tutur Daddy Aiden yang membuat ketiga jagoannya itu menghela nafas kecewa tapi setelahnya mereka satu persatu mundur dari hadapan orangtua Puri tapi sebelum mereka keluar dari ruangan tersebut ketiganya menghampiri Edrea.


"Abang selalu di belakangmu," ucap Adam kemudian mengecup kening Edrea sembari mengambil jas dokternya tadi. Lalu setelahnya ia melenggang pergi dari ruangan tersebut.


"Jangan pernah takut sama siapapun apalagi orang-orang yang udah buat kamu celaka. Abang keluar dulu," ujar Azlan sembari mencium pipi kanan Edrea.


"Abang juga keluar. Kalau ada apa-apa di dalam ruangan ini, langsung telepon Abang," kini giliran Erland yang berpamitan dengan Edrea. Tak lupa ia juga menyempatkan mencium pipi kiri Edrea. Kemudian kedua saudara kembar Edrea itu kini juga keluar dari ruangan tersebut.


"Kakak juga keluar ya, disini udah ada Mom sama Dad. Katakan semua yang menurut kamu benar," tutur Vivian diakhiri ia mengacak rambut Edrea sebelum dirinya mengikuti ketiga laki-laki tadi.

__ADS_1


"Astaga, padahal cuma hadapin masalah beginian doang tapi kata-kata mereka tuh seakan-akan gue lagi berhadapan sama ribuan penjahat yang tengah menodong pistol kearah kepala gue. Padahal jika di pikir-pikir lebih sulit menenangkan ketiga singa muda itu dari pada menangani masalah ini," gumam Edrea diakhiri dengan helaan nafas lelahnya.


Saat keempat orang tadi sudah benar-benar keluar, kepala sekolah itu mulai angkat bicara.


"Mari tuan-tuan dan nyonya-nyonya untuk duduk terlebih dahulu. Dan saya benar-benar meminta untuk ketenangannya jangan ada yang terpancing emosi lagi seperti tadi," ujar kepala sekolah yang sudah sangat pusing memikirkan dan melihat kejadian tadi.


Kedua orangtua Puri kini menatap kearah Mommy Della juga Daddy Aiden sebelum membawa Puri kembali kearah kursi disana.


Sedangkan kedua orangtua Edrea juga ikut mendudukkan tubuhnya disamping Edrea.


"Mari kita lanjutkan diskusi ini. Dan mungkin kedua orangtua Edrea belum tau cerita dari masalah ini bukan?" tanya kepala sekolah tersebut yang diangguki oleh keduanya.


"Baiklah saya akan menjelaskan lagi kronologi yang saya tangkap dari dua belah pihak," tutur kepala sekolah tersebut dan setelahnya penjelasan itu mengalir begitu saja hingga selesai.


"Dan saya perlu meminta pendapat anda, tuan, tentang masalah ini agar segera terselesaikan. Karena tuan Handoko tadi sudah mengajukan pendapatnya jika Edrea yang menurutnya bersalah harus di keluarkan dari sekolah ini," ujar kepala sekolah tersebut yang membuat kedua orangtua Edrea mengerutkan keningnya.


"Saya tidak masalah jika anak saya harus dikeluarkan dari sekolah ini. Tapi apakah mereka memiliki bukti kuat untuk memberatkan hukuman ke Edrea?" tanya Mommy Della.


"Apa mata anda buta. Sedari tadi anda juga lihat bagaimana tertekannya dan takutnya anak saya saat melihat anak anda? Ini sudah menjadi bukti yang benar-benar kuat. Jadi saya berharap anak sialan itu dikeluarkan dari sekolah ini, titik. Jika tidak saya akan telepon pemilik sekolah ini untuk mengeluarkan secara langsung anak itu juga memecat kepala sekolah yang tak becus mengurus masalah berat seperti ini," ancam Papa Puri sembari mengeluarkan ponselnya kemudian dengan cepat ia menelepon si pemilik sekolah tanpa menghiraukan suara kepala sekolah yang mencegahnya.


"Biarkan saja Pak. Jika anda nanti di pecat saya siap membantu anda mendapatkan pundi-pundi rupiah," tutur Daddy Aiden yang membuat kepala sekolah tersebut mengangguk lemas.


"Cih, sok-sokan mau bantu padahal finansial dirinya sendiri saja masih minim," celetuk Mama Puri sembari menenangkan Puri.


Daddy Aiden juga Mommy Della hanya saling tatap saat mendengar ocehan dari Mama Puri tadi dan kini keduanya sama-sama terkekeh geli.


"Selamat siang, Pak. Silahkan duduk," ucap kepala sekolah tersebut sembari mempersilahkan orang tadi untuk duduk disebelahnya.


"Terimakasih," ujarnya sembari tersenyum untuk membalas kepala sekolah tadi. Dan setelah dirinya duduk, ia menatap kearah Edrea juga Puri yang diakhiri dengan helaan nafas.


"Saya sudah mendengar semua cerita tentang masalah ini dan saya juga sudah memutuskan untuk mengeluarkan saudari Puri dari sekolah ini," tutur pemilik sekolah itu yang langsung membuat kedua orangtua Puri langsung berdiri dari duduknya.


"Apa-apa ini? saya tidak terima kalau anak saya yang menjadi korban justru harus dikeluarkan dari sekolah ini," ujar Papa Puri menggebu-gebu.


"Saya juga tidak terima. Kalau Puri harus keluar dari sekolah ini, anak sialan itu juga harus keluar dari sekolah ini juga. Dan saya peringatkan kepada anda bapak Galang yang terhormat, jika anda masih kekeuh untuk mengeluarkan Puri dari sekolah ini dan membiarkan anak itu masih sekolah disini, saya akan berhenti menjadi donasi disekolah ini," ancam Mama Puri.


"Saya sebagai salah satu guru yang sangat menjunjung tinggi kebenaran juga akan keluar dari sekolah ini kalau sampai Puri di keluarkan. Karena saya tak sudi mengajar di sebuah sekolahan yang tak mempertahankan kejujuran muridnya," timpal Bu Erni. Dan hal itu membuat pemilik sekolah mengerutkan keningnya.


"Anda tidak perlu pakai ancaman seperti itu para nyonya-nyonya. Karena saya selaku ibu dari Edrea akan memindahkan anak saya ke sekolahan yang lebih memiliki murid yang paham akan etika dan kesopan-santunan," ujar Mommy Della.


"Cih, sombong sekali anda. Paling-paling juga memindahkan anak itu ke sekolah yang jauh di bawah sekolah ini," ujar Mama Puri yang hanya diabaikan begitu saja oleh kedua orangtua Edrea.


"Apakah perkataan anda tadi memang akan anda lakukan?" tanya pemilik sekolah tersebut.

__ADS_1


"Benar. Karena sebenarnya kami sudah memikirkan hal ini saat kita melihat Edrea ketika pulang kerumah, seragam yang ia pakai selalu baru karena seragam yang dia pakai sebelumnya selalu sobek, terkena kecap dan masih banyak lagi. Dan kita selaku orangtua Edrea juga sudah mengumpulkan segala bukti untuk kita ajukan ke kepolisian nantinya bahkan kita berdua juga sudah tau siapa yang melakukan hal itu. Kita selama ini diam karena Edrea memang tak berniat untuk menceritakan kejadian saat disekolah kepada kita, alhasil kita mencari tau sendiri siapa dalang dibalik itu semua," ujar Daddy Aiden.


"Astaga, apakah ada yang bully kamu selama ini Edrea?" tanya kepala sekolah yang tak percaya dengan penjelasan Daddy Aiden tadi.


Edrea yang tadi memejamkan matanya karena kantuknya mulai menyerang pun kini ia tersadar saat sang Mommy menyenggol lengannya.


"Ah maaf, kenapa Pak?" tanya Edrea.


"Apa kamu benar-benar di bully disekolah ini sama seperti yang dikatakan ayah kamu?" Edrea menghela nafas kemudian mengangguk.


"Siapa pelakunya? katakan saja jangan takut biar bapak nanti tindak lanjuti masalah pembullyan kamu ini nanti. Dan kenapa kamu tidak lapor ke kita lebih awal?" tanya kepala sekolah yang sangat menyesal karena ia tak teliti untuk memperhatikan para siswa-siswinya itu.


"Karena pihak sekolah masih banyak yang mengemban uang adalah segalanya. Jadi walaupun saya melaporkan kejadian itu saya tidak yakin jika laporan saya akan sampai ke bapak karena kemungkinan guru yang menerima keluh kesah saya sudah disuap lebih dahulu oleh pelaku. Dan untuk siapa pelakunya biar Daddy saya yang menyebutkannya," jawab Edrea.


Kepala sekolah tersebut kini menatap kearah Daddy Aiden.


"Pelakunya adalah orang yang sama seperti yang menyebabkan masalah saat ini," ujar Daddy Aiden.


"Puri?" tanya kepala sekolah tersebut.


"Benar," jawab Daddy Aiden membenarkan ucapan dari kepala sekolah tersebut.


"Apa-apaan ini, semua tuduhan itu tidak ada yang benar sama sekali. Saya tidak pernah melakukan hal keji seperti itu. Malah justru Edrea lah yang melakukan hal seperti itu," teriak Puri.


"Benar. Anak saya tidak mungkin melakukan hal tersebut. Anda jangan asal menuduh begitu saja. Tidak anak, tidak orangtua kelakuannya sama saja. Udah miskin, sombong dan tukang fitnah lagi. Mana anaknya tampilannya kayak wanita malam apalagi istrinya itu kayak gelandangan," ujar Mama Puri yang sangat-sangat merendahkan harga diri keluarga Abhivandya.


Daddy Aiden yang sedari tadi sudah berusaha mengontrol emosinya kini sepertinya ia sudah tak bisa menahan dirinya lagi dan kini ia berdiri dari duduknya lalu mendekati Mama Puri.


"Apakah sudah cukup anda merendahkan keluarga saya?" bentak Daddy Aiden.


"Berani-beraninya anda membentak istri saya. Punya hak apa anda melakukan itu semua hah? Anak anda juga memang belum puas menindas anak saya? bahkan sekarang anda malah mendukung dia bukannya menasehati yang benar. Emang ya orangtua adalah cerminan dari tingkah anaknya. Orangtuanya suka sombong anaknya pun juga begitu. Cih, padahal jika saya mau hari ini juga keluarga anda akan saya buat sengsara. Anda juga akan dikeluarkan dari kerjaan anda saat ini juga." Daddy Aiden kini tersenyum miring kearah Papa Puri.


"Benarkah anda ingin menghancurkan keluarga saya? jika memang benar maka saya akan tunggu hal itu terjadi tapi sebelumnya kenalkan nama saya Aiden William Abhivandya, saya berkerja di bawah perusahaan AWA Grup. Jabatan saya cuma seorang CEO sekaligus pemilik dari perusahaan tersebut. Dan sepertinya sebelum anda melakukan apa yang anda katakan tadi, keluarga anda yang lebih dulu akan menderita. Perusahaan anda bernama Haz grup yang kemarin lusa mengajukan kerja sama dengan perusahaan saya, bukan? Padahal awalnya saya ingin menerima kerja sama itu tapi sayangnya setelah saya melihat kesombongan anda saat ini, niat saya akan saya urungkan. Dan untuk masalah ini juga masalah lainnya yang disebabkan oleh putri anda akan saya proses melalui hukum. Dan tenang saja, anak saya mulai hari ini akan mengundurkan diri dari sekolah ini supaya anak anda lebih bebas lagi untuk berkeliaran disekolah ini sebelum dirinya ditempatkan sebagai tersangka dan masuk kedalam penjara," ujar Daddy Aiden.


"Dan satu lagi, sebentar lagi mungkin anda akan menerima telepon dari sekertaris anda untuk memberitahu kebangkrutan perusahaan anda," sambung Daddy Aiden kemudian ia memutar tubuhnya menghadap kearah kepala sekolah juga pemilik sekolah.


"Saya rasa masalah ini telah selesai. Untuk pemindahan Edrea, nanti saya akan proses besok sekalian akan memproses pemindahan Zico. Dan tanpa mengurangi rasa hormat, saya juga anak dan istri saya pamit undur diri. Selamat siang Bapak kepala sekolah, Bapak Galang dan bapak-ibu guru sekalian. Maaf dan terimakasih atas waktu anda semua, selamat siang," ucap Daddy Aiden dan setelah mengatakan semua itu Daddy Aiden mengajak Edrea juga Mommy Della untuk keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan orang-orang yang masih syok akan perkenalkan dari Daddy Aiden tadi kecuali pemilik sekolah dan kepala sekolah yang sudah mengetahui jika Edrea adalah anak dari salah satu pengusaha terkenal di negara tersebut yang selalu disembunyikan dari awak media dengan alasan privasi.


Tapi sekarang mereka semua sudah tau status Edrea. Bahkan mereka juga tak menyangka jika kedua orang tadi adalah pembisnis terkena itu karena tampilan mereka yang jauh berbeda saat menghadiri acara resmi juga bertemu awak media. Makanya semua orang tadi tak mengenali Daddy Aiden juga Mommy Della yang hanya menggunakan kaos polos longgar juga celana jeans bahkan mereka hanya menggunakan sandal jepit saja.


Bodoamat dengan penampilan, yang terpenting keselamatan anak mereka yang harus mereka lindungi, pikir Daddy Aiden dan Mommy Della.


...****************...

__ADS_1


Udah ya, masalahnya udah selesai dan eps kali ini udah lebih dari 2000 kata. Jadi jangan lupa kasih Like, hadiah, dan vote.


Terimakasih, See you next eps bye 👋


__ADS_2