
Edrea kini berlari kearah kedua abangnya itu saat ia melihat jarak Kayla dan Zea sudah mulai mendekat. Dan saat dirinya sudah berada disamping meja kedua Abangnya itu tiba-tiba saja tubuhnya terjatuh tertelungkup.
"Aws, sakit," keluh Edrea pasalnya jatuhnya kali ini bukan gara-gara aktingnya semata melainkan kenyataan.
Azlan dan Erland yang tadinya masih terfokus kearah ponselnya kini tatapan mata mereka langsung tertuju kearah Edrea saat mereka berdua mendengar suara rintihan seseorang yang sangat familiar di telinga mereka.
Dan saat mereka telah melihat kondisi Edrea yang posisi jatuhnya sangat tak etis itu pun langsung membuat kedua laki-laki tersebut langsung menaruh ponselnya dan segera mendekati Edrea.
"Sakit," ucap Edrea sembari menatap kearah Erland dan Azlan secara bergantian.
"Ck, Lo kok bisa jatuh segala sih," bisik Azlan.
"Rea tadi buru-buru tau bang mau nolong temen Rea di UKS, eh taunya pas lewat sini jatuh gitu aja," jawab Edrea dengan berbisik juga. Memang dari awal Edrea punya niatan untuk pura-pura tersandung dan berakhir ia tak sengaja memeluk tubuh Azlan dan mencium pipi Erland. Tapi sayangnya idenya itu tak berhasil ia lakukan.
"Haish. Katakan mana yang sakit," ujar Erland tanpa berbisik-bisik lagi.
Edrea kini menyingkap sedikit roknya itu lalu memperlihatkan luka yang berada di kedua lututnya.
"Astaga, ceroboh," geram Erland. Lalu tanpa melihat sekelilingnya terlebih dahulu, ia langsung bergegas membopong tubuh Edrea begitu saja.
"Gue bawa dia ke UKS, lo beliin makanan yang sama seperti yang dia beli tadi," ujar Erland yang diangguki oleh Azlan.
Setalah Azlan mensetujui apa yang ia katakan tadi, Erland bergegas menuju ke ruang UKS di sekolah tersebut. Sedangkan Azlan, ia juga langsung membelikan makanan yang sama persis seperti yang Edrea tadi beli. Dan semua hal yang dua laki-laki itu lakukan, tak luput dari perhatian semua sahabat mereka yang kini tengah melongo tak percaya melihat tingkah mereka berdua kepada Edrea. Bukan hanya mereka saja sebenarnya, melainkan Kayla dan Zea juga tak luput melihat setiap adegan yang tengah ketiga orang itu lakukan.
Dan saat berada di tengah perjalanan, Edrea dengan sengaja menyandarkan kepalanya di dada bidang Erland saat mereka ingin melewati dua perempuan tadi.
"Er---" panggil Kayla menggantung saat dirinya hanya di lewati begitu saja oleh sang empu. Bahkan mendapat lirikan mata pun tidak sama sekali. Dan hal itu membuat Kayla kini menghela nafas berat.
Zea yang tau situasi yang tengah sahabatnya itu alami pun kini ia mengelus punggung Kayla, untuk memberikan ketenangan kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Mau ngikutin dia?" tanya Zea yang langsung mendapat gelengan kepala dari Kayla.
"Tidak usah. Kita langsung makan saja," ujar Kayla sembari mulai melangkahkan kakinya memasuki kantin disekolah tersebut diikuti Zea di belakangnya.
"Ze, Kay," teriak Edo sembari melambaikan tangan mereka kearah dua perempuan tersebut yang tengah mencari bangku kosong.
Zea dan Kayla yang merasa terpanggil pun kini ia mendekati segerombolan sahabat Azlan dan Erland.
Dan saat mereka berdua telah sampai di bangku tersebut, mereka langsung mendudukkan tubuhnya ke kursi yang tadi digunakan oleh Azlan dan Erland.
"Ini ponsel Azlan?" tanya Zea sembari menunjuk ponsel didepannya.
"Heem. Itu ponsel Azlan dan yang itu punya Erland. Kalian ini gimana sih, ponsel punya pacar sendiri gak hafal," ujar Hito.
"Bukan karena gak hafal. Tapi kita memang tidak pernah meminjam ponsel mereka," tutur Kayla yang diangguki setuju oleh Zea.
"Serius?" kaget Odi.
"Ck Ck Ck memang kalian tidak takut gitu kalau di belakang kalian Azlan sama Erland ada something sama perempuan lain selain kalian berdua?" ucap Galuh.
"Kalau gue sih, percaya aja sama dia. Dan gue juga yakin dia orangnya gak akan macam-macam di belakang gue," ujar Zea.
Saat Zea langsung menyangkal ucapan dari Galuh tadi, berbeda dengan Kayla yang kini hanya terdiam dengan pikirannya yang tengah berkelana.
"Jangan terlalu percaya sama laki-laki. Biasanya ucapan laki-laki itu hanya bulsit aja. Apalagi gue lihat kalau kalian berdua terlalu membebaskan mereka. Dan apa kalian tau, sebenarnya laki-laki itu tidak cukup dengan satu wanita. Apalagi Azlan sama Erland tuh ganteng dan populer, jadi mau 100 wanita pun bisa langsung mereka taklukkan," kompor Hito.
Dan semua ucapan dari laki-laki tersebut mampu membuat kedua perempuan tersebut kini terdiam.
"Kalian berdua tadi juga lihat kan, respon gesit dari Azlan dan Erland saat ada perempuan cantik yang jatuh disini tadi. Nah itu semua bisa kalian jadikan contoh kecilnya saja. Di depan kalian saja mereka berani seperti itu, apalagi di belakang kalian, bisa-bisa mereka sudah mempunyai selingkuhan lagi. Jadi dari pada semuanya terlambat, mending kalian mulai dari sekarang bersikaplah posesif sama mereka," sambung Hito diakhiri dengan ia memasukan makanan kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Tapi---" ucap Zea yang belum sempat menyelesaikan ucapannya itu, Odi lebih dulu memutusnya.
"Mending gak usah pakai tapi-tapian lagi deh. Lakuin aja apa yang Hito tadi sarankan. Itu semua juga buat kebaikan hubungan kalian," ujar Odi yang diangguki setuju semua laki-laki disana.
"Sudah lah, jangan bahas itu lagi," timpal Kayla yang sepertinya sudah mulai muak dengan topik pembicaraan orang-orang di bangku tersebut.
"Kalau kalian masih mau ngobrolin hal itu lagi, gue pindah ke bangku lain aja," sambung Kayla sembari beranjak dari duduknya, tapi belum juga ia melangkah, lengannya sudah di cekal terlebih dahulu oleh Zea.
"Mau pindah kemana? Bangku disini sudah penuh semua," ujar Zea.
"Iya lho, kita juga gak akan ngomongin hal itu lagi kok. Jadi daripada lo pindah, mending sekarang lo pesan makanan sana. Keburu bel masuk bunyi nanti," ujar Odi yang membuat Kayla menghela nafas. Lalu setalahnya ia melangkahkan kakinya saat cekalan Zea terlepas.
"Kay, mau kemana?" tanya Zea dengan suara tinggi.
"Katanya tadi suruh pesan makanan. Gimana sih," ujar Kayla yang sepertinya gadis itu tengah sensi.
"Lah iya juga ya," gumam Zea.
"Eh tapi tungguin gue lah!" teriak Zea dan setalahnya ia berlari menyusul Kayla.
Disisi lain, tepatnya di UKS, Edrea tengah di obati oleh Erland dengan sangat hati-hati.
"Aws, hati-hati bang, sakit tau," ucap Edrea sembari mencengkram erat baju seragam Erland.
"Ini udah hati-hati, Rea. Astaga mau hati-hati gimana lagi coba?" gemas Erland.
"Ya pokoknya hati-hati jangan sampai sakit," ujar Edrea yang membuat Erland memutar bola matanya malas.
Cukup lama, Erland mengobati luka Edrea. Hingga akhirnya aktivitasnya itu telah selesai sekarang.
__ADS_1
"Udah. Lain kali hati-hati jangan sampai jatuh lagi. Karena perlu lo tau, kalau lo terluka sekecil apapun, gue sama bang Az yang akan kena omel Daddy sama Mommy nanti," ujar Erland diakhiri dengan ia menyentil kening Edrea. Sedangkan Edrea kini ia mengelus keningnya dengan kerucutan di bibirnya.