The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 183


__ADS_3

Semua orang yang disana mensetujui akan perintah Edrea untuk mengganti nama panggilan kepada Zico saat nantinya mereka bertemu dengan laki-laki itu. Dan untuk kekepon mereka akan penyakit yang tengah di derita oleh Zico, biarkan saja menjadi teka-teki semua orang disana hingga rasa kekepon mereka hilang dengan sendirinya.


Saat Edrea dan teman-temannya yang lain yang tak ikut mengerubungi tiga laki-laki tadi melanjutkan makan mereka, tiba-tiba saja Edrea merasakan ada sebuah tangan yang menempel pada bahunya. Dan dengan reflek Edrea mencekal tangan tersebut dan memelintir hingga membuat sang empu merintih kesakitan.


"Aw, sakit woy!" teriak orang tersebut yang ternyata adalah Jojo. Edrea yang baru tersadar akan aksinya itu pun langsung melepaskan tangannya tadi dari tangan Jojo.


"Aduh sorry Jo. Gue refleks tadi," ucap Edrea sembari membantu Jojo memijit lengannya.


"Ck, refleks sih refleks Re, tapi ya jangan sampai buat tangan gue hampir patah juga kali," tutur Jojo yang masih merasakan nyeri di tangannya.


"Ya kan gue gak tau kalau itu lo. Gue kira Puri yang balik lagi kesini karena belum puas nyakitin gue. Lagian lo juga kenapa gak permisi dulu sih main geplak bahu orang aja," omel Edrea yang sudah melepas tangannya tadi kemudian ia kembali duduk.


"Ck, jadi gue nih yang salah?" Edrea menggedikkan bahunya.


"Kita sama-sama salah. Lo yang udah ngagetin gue dan gue udah bikin tangan lo sakit," ujar Edrea dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Jadi tangan lo masih sakit gak? kalau masih gue anterin ke rumah sakit biar di periksa langsung sama dokter. Siapa tau kan tangan lo retak," sambung Edrea sembari mengangkat satu gelas es teh miliknya tapi hampir saja sedotan es tersebut masuk kedalam mulut Edrea, Jojo lebih dulu menyambar gelas tersebut.


"Udah gak sakit. Tapi gue lagi haus. Minuman di kantin habis semuanya, gue gak kebagian sama sekali. Mana habis makan telur, seret jadinya," tutur Jojo yang membuat Edrea berdecak.


"Tapi itu bekas bibir gue," ujar Edrea.


"Gak papa kali. Cuma bekas bibir lo doang bukan bekas babi mah santai aja," tutur Jojo.

__ADS_1


"Ya udah deh terserah kalau lo gak jijik sama bekas jigong gue mah," tutur Edrea kemudian ia kembali fokus dengan makanan yang masih tersisa banyak itu. Kasian juga melihat laki-laki disampingnya itu yang sepertinya memang membutuhkan air minum. Jadi mau tak mau Edrea harus merelakan minumannya tadi walaupun ia tau jika Jojo minum di bekasnya sama saja mereka sudah berciuman secara tak langsung.


Jojo yang sudah mendapat persetujuan dari Edrea pun kini ia segera mendekatkan bibirnya dengan sedotan bekas Edrea. Namun sayang saat hampir saja bibir itu menyentuh sedotan tersebut, tiba-tiba gelas itu melayang karena ada seseorang yang mengambilnya.


"Jangan minum di bekas Edrea," ujar orang yang telah mengambil gelas tadi yang tak lain adalah Leon. Entah bagaimana dirinya bisa terlepas dari keroyokan cewek-cewek tadi yang jelas ia sudah bergabung dengan Edrea juga yang lainnya sedangkan Azlan dan Erland, dua orang itu entah hilang kemana pasalnya sudah tak terlihat lagi.


Jojo yang mendapat tatapan tajam dari Leon pun berdecak.


"Kenapa gak boleh coba? Padahal tadi pagi lo juga minum di bekas Edrea. Dan sekarang gue mau minum di bekas Edrea, lo gak bolehin. Padahal Rea sendiri udah izinin gue dan gak masalah kalau gue minum di bekas dia," tutur Jojo dengan cebikan di bibirnya.


"Mau lo udah di izinin sama Rea atau belum. Tetap aja bekas Edrea cuma boleh gue aja yang nikmati. Lo ataupun yang lainnya kalau sampai punya niatan minum atau makan di bekas bibir Edrea, gue pastiin sesaat setelahnya bibir kalian akan hancur ditangan gue," tutur Leon sembari melihat Jojo dan laki-laki lainnya yang ada disana. Dan hal itu mampu membuat semua orang disana bergidik ngeri pasalnya jika Leon sudah berbicara seperti itu maka ucapannya itu akan kejadian jika ada seseorang yang melanggarnya atau menentangnya.


Sedangkan Edrea yang kepo akan ucapan dari para laki-laki itu pun mulai angkat bicara karena sedari tadi ia tak mendengarkan ucapan mereka semua.


"Gak ada apa-apa kok. Hanya masalah cowok aja, dan untuk kaum cewek gak boleh tau ataupun kepo akan masalah ini," jawab Leon sembari menepuk-nepuk pundak Jojo.


"Terus kenapa gelas itu ada ditangan lo? bukannya Jojo tadi mau minum?" tanya Edrea yang sepertinya tak melihat kejadian sebelumnya karena saking asiknya makan.


"Dia udah gak haus," tutur Leon sembari mendekati Edrea.


"Nih minumannya gue balikin," sambung Leon saat dirinya sudah berhadapan langsung dengan Edrea. Dan dengan wajah penuh tanda tanyanya, Edrea menerima kembali gelas tadi.


Sedangkan Jojo yang masih dilanda kehausan pun ia bergegas melangkahkan kakinya menuju salah satu orang yang minumannya masih tersisa lumayan banyak. Dan tanpa permisi terlebih dahulu, Jojo langsung menyambar gelas tadi dan langsung menenggak minuman tersebut hingga tak tersisa lagi.

__ADS_1


"Anjim, minuman gue," protes Yesi selaku si pemilik minuman tadi.


"Huwahhh lega," ujar Jojo sembari meletakkan kembali gelas tadi di tempat sebelumnya tanpa melihat jika dirinya sekarang tengah menjadi incaran singa betina yang sebentar lagi akan mengamuk.


"Enak ya?" tanya Yesi. Jojo kini menolehkan kepalanya kearah Yesi kemudian ia menganggukkan kepalanya. Dan karena Yesi sudah sangat kesal dan sebal dengan laki-laki disampingnya itu, ia segera bangkit dari duduknya lalu dengan cepat tangan kanannya menjewer telinga Jojo sedangkan tangan yang lainnya ia gunakan untuk memukul tubuh Jojo hingga membuat sang empu meringis kesakitan.


"Aw, lepas dong. Sakit woy," rintih Jojo sembari mencoba melepaskan tangan Yesi dari telinganya.


"Bodoamat. Rasain. Siapa suruh main nyambar minuman orang lain tanpa permisi dulu. Rasain nih rasain," ujar Yesi yang semakin mengencangkan jewerannya dan tangannya yang lain masih aktif memukuli Jojo.


"Aduh. Iya-iya gue ngaku salah. Maaf deh maaf. Gak lagi-lagi deh nyambar minuman orang. Nanti gue ganti deh lebih dari satu gelas. Atau kalau gak, semua minuman yang lo mau gue bakal traktir. Tapi sekarang lepas dulu tangan lo dari telinga gue," mohon Jojo.


"Gue gak butuh traktir lo. Dan gue gak akan pernah lepasin tangan gue dari telinga lo sebelum telinga lo ini putus," ujar Yesi yang membuat Jojo semakin takut saja.


"Aduh, ya jangan dong. Kalau gak mau gue traktir minuman doang gimana kalau sama makannya. Lo mau makan apa aja terserah deh mau makan dimana aja juga terserah. Tapi gue benar-benar mohon sama lo, lepasin tangan lo ya," tutur Jojo yang masih berusaha untuk membujuk Yesi. Dan sepertinya bujukannya kali ini mempan karena Yesi sekarang melepaskan telinga Jojo yang sudah memerah.


"Oke. Gue tunggu janji lo. Gue mau makan apapun, mau ditempat manapun lo tetap yang akan bayar semuanya," ujar Yesi.


"Iya-iya gue bakal turutin semua yang lo mau. Puas lo," ucap Jojo sembari mengelus telinganya tadi.


Yesi tersenyum kemudian mengacungkan jari jempolnya kearah Jojo.


Sedangkan orang lain yang sedari tadi melihat pertengkaran kedua manusia itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tawa mereka kecuali Edrea juga Resti yang sekarang tengah saling bertatapan, seakan-akan mereka tengah berkomunikasi lewat tatapan itu hingga membuat kedua gadis itu kini tersenyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2