The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 174


__ADS_3

Setelah Leon juga teman-temannya selesai melihat video tentang kejadian itu, Leon mengembalikan ponsel tadi ke tangan Yesi.


"Potong videonya. Yang bagian Edrea melukai lengannya hilangkan saja. Video ini nanti bisa menjadi bukti kuat jika tuduhan Edrea tadi memang benar adanya," ujar Leon. Yesi yang diberi perintah pun hanya bisa mengangguk, mengiyakan ucapan dari Leon tadi.


Kemudian ia mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi disana lalu mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Leon tadi sembari menunggu Edrea keluar dari UKS.


Sedangkan disisi lain lebih tepatnya di dalam ruang kepala sekolah, Puri masih saja menangis sesenggukan sembari di peluk salah satu guru wanita yang menjadi wali kepala sekolah disana.


"Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan Edrea, Bu. Hiks," adu Puri. Wali kepala sekolah tersebut mengelus kepala Puri dengan lembut.


"Kamu tenang dulu. Ibu juga yakin kalau semua ini hanya fitnah saja. Ibu percaya sama kamu. Kita tunggu orangtua kamu kesini biar nanti Edrea kena saksi akan fitnahnya tadi," ucap wali kepala sekolah tersebut yang tampaknya berada di kubu Puri.


"Emang ya tuh anak bandel banget. Sering tidur di saat jam pelajaran, cari masalah sama siswa-siswi lainnya juga dengar-dengar dia sering ganggu kamu kan bukan cuma saat ini aja?" Puri yang masih dalam pelukan wali kepala sekolah tadi menganggukkan kepala sembari tersenyum tipis.


"Ck emang ada yang gak beres sama dia. Disekolah harusnya buat belajar atau bersosialisasi sama teman-temannya eh malah cari gara-gara pakai acara mau bunuh kamu lagi tapi saat ketangkap basah malah fitnah kamu. Memutar balikkan fakta lagi, ck ck ck benar-benar kurang didikan banget dia pasti dari orangtuanya," sambungnya yang masih aja nyinyir tanpa melihat yang aslinya.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya ibu Erni, saya rasa ucapan Bu Erni tadi sangat tidak pantas. Apalagi kita tadi hanya lihat di akhir kejadian saja tanpa melihat keseluruhannya. Jadi lebih baik kita sebagai seorang guru yang harus memberikan contoh yang baik kepada anak murid kita, kita harus bersikap netral sebelum semua kebenarannya terungkap. Jangan membela satu orang dan menuduh satunya lagi yang seakan-akan bersalah padahal kita tidak tau orang itu memang bersalah atau malah sebaliknya. Kalau Bu Erni bersikap seperti tadi berarti Bu Erni juga telah memfitnah seseorang tanpa bukti yang nyata," timpal wali kelas di kelas Edrea yang bernama Bu Vita.


"Halah mentang-mentang Edrea berada di bawah walian kamu jadi kamu bela dia seenaknya gitu aja mana pakai nuduh saya melakukan fitnah ke dia lagi," ujar Bu Erni.


"Saya disini tidak membela siapa-siapa Bu. Saya tadi hanya mengingatkan saja agar kita tidak memihak Puri ataupun Edrea sebelum mendapatkan bukti yang jelas," tutur Bu Vita masih dengan suara lembutnya.


"Alasan saja kamu. Kamu dibayar berapa emang sama keluarga anak itu? sampai mati-matian bela dia walaupun tadi udah lihat kalau Puri ketakutan sama anak itu," ucap Bu Erni yang tak mau kalah.


"Sudah cukup! jangan ada yang ribut diruangan saya. Jika kalian berdua masih mau ribut silahkan keluar," tutur kepala sekolah yang sudah sangat pusing memikirkan masalah kedua muridnya malah pusingnya itu ditambah dengan kericuhan dua guru di depannya.


"Yang sabar ya Bu. Jangan di masukkan ke hati setiap perkataannya tadi. Dia mah orangnya memang begitu, semua guru yang udah lama ngajar disini sudah hapal sama watak dia," ucap salah satu guru yang berada disamping Bu Vita dengan suara yang dibuat selirih mungkin. Bu Vita pun kini melemparkan senyum kearah kerabat satu kerjaannya itu. Dia sangat memaklumi tingkah Bu Erni tadi, karena ia sadar di sekolah tersebut ia tak memiliki wewenang yang kuat seperti Bu Erni bahkan dirinya masih dibilang guru baru yang mengajar di sekolah tersebut jadi ia pikir guru di sana masih menerapkan konsep, yang lama di sekolah tersebut maka harus dihormati, pikir Bu Vita.


Tak berselang lama setelah itu, terdengar dobrakan pintu yang sangat keras yang membuat seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut terperanjat kaget tak terkecuali kepala sekolah yang sekarang sudah mengepalkan tangannya. Tapi sayang ia tak bisa memarahi orang yang sudah tak memiliki sopan santun itu karena orang yang mendobrak pintu tersebut adalah para bodyguard ayah Puri. Dan saat pintu itu terbuka, dua bodyguard ayah Puri tadi memberikan jalan kepada tuan mereka dan baru lah orangtua Puri dengan langkah sombongnya memasuki ruangan tersebut.


Sedangkan Puri yang melihat kedua orangtuanya itu pun langsung melepas pelukannya tadi dari Bu Erni.

__ADS_1


"Papa, Mama," teriak Puri sembari berlari menghampiri kedua orangtuanya lalu ia memeluk tubuh Papanya dengan sangat erat.


"Hisk Puri takut, Papa," ucap Puri.


"Memangnya ada masalah apa sih sayang? sampai kamu seperti ini?" tanya Mama Puri sembari membelai rambut anaknya.


Saat Puri ingin menjawab pertanyaan dari Mamanya tadi, kepala sekolah lebih dulu bersuara.


"Maaf sebelumnya, bapak dan ibu silahkan duduk terlebih dahulu. Nanti biar saya yang menjelaskan kenapa bapak dan ibu, saya panggil kesini. Tapi saya harap masalah ini bisa kita selesaikan dengan kepala dingin," tutur kepala sekolah tersebut.


"Ayo sayang kita duduk dulu," ajak Papa Puri dengan lembut. Puri pun kini menganggukkan kepalanya lalu dia juga kedua orangtuanya bergerak ke kursi yang masih kosong di ruangan tersebut. Sedangkan para anak buah orangtua Puri tadi menunggu dan mengawasi di luar ruangan tersebut.


"Silahkan ceritakan apa yang membuat kita berdua di panggil kesini," perintah Papa Puri.


Kepala sekolah pun kini menghela nafas sebelum dirinya menceritakan tentang kejadian tadi dengan cerita yang tak memihak ke arah Puri ataupun Edrea.

__ADS_1


"Saya yakin Edrea yang salah. Edrea yang memfitnah Puri, saya tadi lihat sendiri bagaimana Puri sangat ketakutan saat melihat Edrea dan hal itu sudah bisa menjadi bukti jika yang dikatakan Puri tadi saat di taman belakang memang benar adanya. Sedangkan yang dikatakan Edrea itu kebohongan semata," sela Bu Erni dengan suara yang menggebu-gebu hingga membuat seluruh orang disana mengalihkan pandangannya ke arahnya.


__ADS_2