
Edrea kini beranjak dari kamarnya setelah mengetahui bahwa kedua saudara kembarnya telah pulang dari sekolah. Dan kini ia menuju ke kamar mereka untuk sekedar menyampaikan informasi dari Daddy Aiden tadi.
Dan seperti biasa, saat dirinya sampai didepan pintu, ia lebih dulu mengetuk pintu tersebut.
Tok tok tok!!
"Bang, boleh masuk gak?" teriak Edrea saat dirinya berada di depan kamar Azlan. Tapi sayangnya teriakannya itu sama sekali tak mendapatkan jawaban. Hingga akhirnya Edrea kembali mengetuk pintu itu cukup keras.
"Abang! Rea boleh masuk gak?" ulangnya lagi tapi sayangnya teriakan keduanya itu juga tak mendapat jawaban dari sang empu.
"Kalau Abang diam. Berati Rea boleh masuk," ujar Edrea dan setelahnya ia kini membuka pintu tersebut yang ternyata tak terkunci.
"Lah kok gak ada orangnya," gumam Edrea saat dirinya sudah berada di dalam kamar bernuansa hitam itu. Bahkan kini ia mengedarkan matanya untuk mencari keberadaan Azlan.
"Lagi mandi kali ya. Dah lah tunggu disini aja," ujar Edrea. Kemudian ia berjalan menuju ke ranjang milik Azlan. Dan baru saja ia mendudukkan tubuhnya diatas ranjang tersebut, mata Edrea tak sengaja menatap sebuah foto yang terbingkai rapi di atas nakas samping ranjang Azlan tersebut.
Edrea yang kepo akan foto tersebut pun kini ia mengambilnya dan menatap wajah yang ada di dalam foto tersebut.
"Yang cowok sih bang Azlan. Tapi yang cewek ini siapa? Temannya bang Az? kayaknya gak deh. Orang bang Az temennya laki semua. Tapi ini siapa? Pakai foto sweet gini, mana bang Az juga ngerangkul leher cewek ini lagi. Atau jangan-jangan dia ceweknya bang Az," tutur Edrea sembari tersenyum membayangkan Abangnya yang super kaku, dingin, dan datar itu pacaran. Sepertinya lucu sekalian dalam bayangan Edrea. Hingga membuat dirinya kini melebarkan senyumnya itu.
Cepat-cepat Edrea kini menyadarkan dirinya sendiri kemudian ia menaruh foto tersebut ke tepatnya semula dan setelahnya ia kini justru mencari dompet milik Azlan.
Dan setelah menemukan dompet tersebut, Edrea langsung membukanya dan benar saja, didalam dompet tersebut juga terdapat sebuah foto dengan orang yang sama seperti foto sebelumnya.
__ADS_1
"Tepat sekali seperti tebakan gue tadi. Cari lagi ah siapa tau nemu foto yang lain," ucap Edrea kemudian ia bergerak dengan gesit untuk melihat-lihat seluruh ruangan tersebut. Hingga dering ponsel Azlan berbunyi yang membuat perhatian Edrea kini terfokus dengan benda pipih itu.
Edrea kini menoleh ke kanan-kiri sebelum ia mengambil ponsel tersebut untuk melihat siapa yang mengirim pesan di ponsel Azlan itu.
"Astaga, nama kontaknya My sweety girl," gumam Edrea yang ingin sekali muntah saat itu juga, ketika ia mengetahui bahwa Abang itu terlalu alay menurutnya. Tapi sepertinya acara muntahnya ia pending dulu karena ada hal yang lebih penting, dan hal itu adalah membaca isi pesan tersebut.
"Sampai rumah kabarin, bi. Love you. Ya ampun dua-duanya bucin banget sih. Mana panggilnya pakai Bi segala, babi kali ah," tutur Edrea diakhiri dengan kekehan kecil.
Dan saat dirinya ingin mengetahui isi chat dari kedua orang yang tengah di mabuk asmara itu, tiba-tiba saja pintu kamar mandi tersebut terbuka yang membuat Edrea dengan reflek menaruh ponsel tadi di tempatnya semula.
"Ngapain lo kesini?" tanya Azlan sembari menatap Edrea yang tengah memperlihatkan cengirannya itu dengan tangannya yang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Anu itu, Rea kesini mau kasih tau Abang sesuatu," ucap Edrea sembari melangkahkan kakinya menuju ranjang Azlan kembali.
Azlan yang melihat hal itu, bukannya ia penasaran akan hal apa yang ingin Edrea sampaikan, melainkan dirinya kini tengah berlari kearah nakas dan dengan cepat ia menutupi foto yang sebelumnya Edrea lihat tadi, di belakang tubuhnya. Sedangkan Edrea yang sudah tau pun hanya tersenyum melihat tingkah Azlan.
"Rea kasih taunya nanti kalau Abang udah pakai baju sama celana. Ya kali sampai nanti Abang cuma pakai handuk gini," ujar Edrea sembari menunjuk kearah handuk yang melilit pinggang Azlan kebawah.
Azlan berdecak kemudian ia bergegas ke walk in closed sembari membawa foto tadi ke dalam ruangan itu.
"Maaf maaf nih ya bang, mau lo ngumpetin tuh foto sampai ujung dunia pun. Gue tetap tau," ucap Edrea lirih saat Azlan sudah masuk kedalam ruangan tadi.
"Kalau bang Az punya gebetan. Apa bang Er juga punya? Dia kan tipe-tipe orang yang gak mau kalah saing sama bang Az. Ah buat mastiin itu semua, gue nanti harus cari tau di kamar dia. Siapa tau kan di kamarnya juga ada foto sama kayak punya bang Az tadi. Foto-fotoya yang sweet, lucu sama pasangannya. Ihhh gemes deh," gumam Edrea yang sudah tidak bisa menahan rasa gemasnya dengan ke bucinan abang-abangnya itu.
__ADS_1
Edrea terus saja membayangkan kisah cinta kedua saudara kembarnya itu hingga ia tak menyadari jika Azlan sudah berada di hadapannya.
"Ngapain lo senyum-senyum sendiri kayak gitu? Udah mulai gila ya lo," tutur Azlan sembari duduk disamping Edrea.
"Ck, Rea gak gila tau bang tapi Rea lagi membayangkan sesuatu yang membuat Rea bahagia," ujar Edrea yang membuat Azlan memutar bola matanya malas.
"Oke oke, serah lo. Jadi lo mau kasih tau gue tentang apa?" tanya Azlan.
Edrea kini memutar tubuhnya hingga ia saling berhadapan dengan Azlan.
"Gini nih bang. Daddy sama Mommy kan tadi pagi ke kantor polisi buat ngurus masalah Jio sama masalah Rea. Nah kan Mommy sama Daddy tadi juga sempat ketemu sama Puri nih, terus mereka seperti lihat sesuatu yang gak beres di diri wanita itu. Dan setalah Mommy sama Daddy tanya-tanya ke pihak kepolisian, katanya Puri hampir bunuh diri dan juga dia sekarang lagi hamil," ujar Edrea.
"Ya terus kenapa?" tanya Azlan yang sepertinya tak kaget sama sekali atas berita terbaru tentang Puri itu.
"Abang gak kaget gitu dengarnya?"
"Gak. Ngapain kaget? toh semua orang yang sudah tau ke nakalan wanita itu juga sudah menebak akan seperti ini ujungnya, itu semua juga ulahnya sendiri. Dan gue akan kaget kalau berita yang lo katakan itu menimpa diri lo sendiri," ujar Azlan yang langsung mendapat pelototan dari Edrea.
"Amit-amit ih. Rea juga mikir 1000 kali kalau mau berbuat yang gak bener. Udah ah, Abang mah nyebelin. Rea kesini tadi cuma mau ngasih tau hal itu dan kata Daddy, Abang juga bang Erland harus mencari tahu ayah kandung dari bayi yang di kandung Puri sekarang," tutur Edrea sembari beranjak dari duduknya.
"Eh eh eh tunggu dulu. Ini gimana cari tau ayah kandung bayi itu, orang dia aja berhubungan sama banyak laki-laki," ucap Azlan.
"Abang cuma disuruh buat list nama siapa aja yang udah tidur sama Puri dan setelah itu Daddy yang bergerak untuk cari tau ayah kandung bayi itu. Udah ah lakuin aja. Kalau mau protes ke Daddy, bye," ujar Edrea sembari membuka pintu kamar tersebut lalu setalahnya ia menutupnya kembali dengan cukup keras.
__ADS_1
Sedangkan Azlan, ia kini berdecak sebal.
"Gak diluar, gak di dalam penjara, hobinya nyusahin orang lain aja," gumam Azlan sembari mengacak-acak rambutnya yang setengah kering itu.