The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 82


__ADS_3

Kini Leon mencari keberadaan Edrea yang telah hilang entah kemana setelah turun dari panggung tadi.


"Cepat banget hilangnya," gumam Leon saat hampir seluruh penjuru sekolah tersebut sudah ia kunjungi tapi tak ada tanda-tanda Edrea disana.


Saat ia ingin kembali dan membiarkan Edrea hilang begitu saja, mungkin dia sedang bersama dengan teman-temannya yang lain, pikir Leon. Tapi baru saja ia melangkahkan kakinya dari belakang sekolah tersebut terlihat ada seseorang yang sangat mencurigakan. Ia menajamkan kembali penglihatannya kearah orang tersebut yang tengah mengendap-endap menuju ke salah satu tempat diujung taman belakang sekolah tersebut yang tampak kosong.


Leon yang penasaran pun kini ia menyembunyikan tubuhnya dibalik tembok tak jauh dari orang misterius tersebut yang perlahan menjauh dan ketika Leon mengikuti arah pandang dari orang itu. Mata Leon dapat menangkap kaki seseorang yang ia yakini orang tersebut tengah duduk di balik pohon di ujung taman sekolah itu.


"Apa yang akan dia lakukan? mencurigakan sekali," batin Leon. Ia yang awalnya ingin mengabaikan orang tersebut, kini ia malah tertarik dengan apa yang akan orang itu lakukan dengan tampilan yang sangat berbeda dengan anak-anak lainnya.


Saat orang misterius itu sudah berada di belakang tubuh seseorang dibalik pohon. Tiba-tiba ia mengeluarkan satu buah alat suntik dan dengan seketika menancapkan suntik tersebut ke lengan korbannya.


Leon membelalakkan matanya saat orang tersebut berhasil membuat korban ambruk seketika. Setelah itu orang misterius tadi langsung menggendong tubuh korbannya yang langsung membuat Leon geram.


"Edne," tutur Leon saat wajah Edrea tak sengaja terlihat oleh matanya.


Leon kini mengepalkan tangannya dan tanpa melihat kondisi juga konsekuensi yang akan ia dapatkan nanti, Leon segera berlari kearah orang misterius tersebut tapi sayang orang itu menyadari keberadaan Leon. Alhasil orang misterius tersebut juga turut berlari, berusaha menghindar dari Leon tak lupa masih membawa Edrea dalam gendongannya.


"Berhenti gak lo!" teriak Leon.


Tapi orang misterius tersebut tak menuruti apa yang diperintahkan oleh Leon hingga ia berhasil keluar dari area sekolah tadi lewat gerbang belakang.


Yang langsung disusul oleh Leon yang berambisi untuk menyelamatkan Edrea dengan keadaan yang harus sama seperti saat ia melihatnya tadi pagi.


"Gue bilang berhenti. Brengsek!" teriak Leon saat orang tersebut sudah mulai mendekati salah satu mobil yang Leon yakini itu adalah mobil teman dari orang misterius itu.

__ADS_1


Dan saat orang misterius sudah berada disamping pintu mobil dan sudah membuka pintu mobil tadi, dengan terpaksa Leon harus melakukan sesuatu yang tak pernah ia tunjukkan ke orang lain dan hanya beberapa orang saja yang tau.


Dengan senyum devilnya, Leon menyibakkan baju seragam yang ia kenakan dan mengeluarkan senjata api yang selalu ia bawa di balik bajunya.


"Jangan salahkan gue kalau nyawa lo akan melayang dalam sekejap. Katakan selamat tinggal pada dunia," tutur Leon.


Setelah ucapannya tadi, terdengar suara tembakan yang dihasilkan dari pistolnya dan peluru pistol tersebut dengan tepat mengenai kepala orang misterius tadi.


Hal itu membuat tubuh Edrea yang hampir dimasukkan kedalam mobil terjatuh, menimpa tubuh orang misterius tadi. Sedangkan mobil yang menunggu tadi langsung tancap gas, pergi dari tempat tersebut. Tapi sayang Leon tak sebodoh itu, sebelumnya dia sudah memotret nomor plat mobil tersebut.


Setelah itu ia berlari menghampiri Edrea dan setelah sampai di samping wanita itu, ia langsung menggendong tubuh Edrea dan membawanya menjauh dari tempat tadi. Sebelum ia akhirnya menelfon seseorang.


"Bawa mobil lo ke jalan setapak di belakang sekolah!" perintah Leon.


📞 : "Lo ngapain sampai belakang sekolah? kurang kerjaan banget," jawab Jojo.


📞 : "Welah santai bos santai. Oke-oke gue kesana sekarang," ucapnya.


Kini Leon memutus sambungan telepon tersebut.


"Edne bangun," ucap Leon sembari menepuk-nepuk pelan pipi Edrea guna untuk membantu sang empu sadar dari pingsannya. Tapi sayang usahanya tak membuahkan hasil sama sekali.


"Ck, Jojo lama banget lagi. Arkh," geram Leon yang sudah mulai panik dan khawatir saat melihat wajah Edrea yang semakin lama semakin pucat.


Tak berselang lama, kini terlihat mobil Jojo mendekat kearahnya. Dan baru saja sampai dan mesin mobil tersebut belum mati, Leon sudah langsung membuka pintu mobil dan segera menaruh tubuh Edrea di bangku belakang. Setelahnya ia menuju ke arah kemudi.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Leon memaksa Jojo keluar dari mobilnya dan setelah Jojo keluar, ia baru masuk kedalam mobil tersebut.


"Bereskan orang di depan. Makamkan dengan layak. Dan jangan sampai meninggalkan jejak yang mencurigakan," ucap Leon kepada Jojo. Kemudian tanpa mendengar jawaban dari Jojo, ia lebih dulu menancapkan gas menuju rumah sakit terdekat.


Sedangkan Jojo, ia menghentakkan kakinya dengan bibir yang sudah maju beberapa senti kedepan.


"Kalau masalah beginian aja ngandelin gue. Mana ditinggal pula. Apa gak nunggu bentar biar orang ini sekalian dibawa. Kalau kayak gini gue nyingkirin nih orang pakai apa? gue gendong gitu. Ogah banget, dilihat-lihat aja kayaknya berat banget," gerutu Jojo sembari menendang tubuh orang misterius tersebut yang sudah tak bernyawa.


"Lo juga, kenapa gak lihat-lihat dulu siapa lawan lo sih anjing? Nyawa lo jadi melayang kan. Nyesel kan lo sekarang," ucap Jojo seakan-akan ia tengah memarahi jasad tadi.


Saat ia sudah puas ngedumel, ia kemudian menghubungi Galuh untuk segera menyusulnya. Tak berselang lama Galuh menghampirinya dengan anak band lainnya.


"Anjir lo bunuh orang?" tanya Galuh saat keluar dari mobilnya dan mendekati Jojo yang berdiri di bawah jasad tadi.


"Mata lo. Pistol gue aman sejahtera nih," jawab Jojo sembari memperlihatkan pistolnya dibalik baju seragam yang ia kenakan.


"Terus siapa?" tanya Faisal.


"Siapa lagi kalau bukan bos kalian. Mana dia pergi pakai mobil gue lagi," ujar Jojo.


"Ya sudah sih. Toh lo juga dibayar sama dia. Jadi gak usah ngeluh. Kita sekarang singkirkan orang ini dulu sebelum orang lain lihat nanti," ucap Galuh.


Jojo menghela nafas berat kemudian ia mengangguk. Lalu beberapa anak band membantunya untuk mengangkat jasad tadi kedalam bagasi mobil Galuh.


Setelahnya 3 mobil yang masing-masing terisi 2 orang itu kini pergi dari tempat tersebut dan segera melaksanakan tugas yang di berikan oleh Leon tadi untuk menguburkan jasad yang sangat malang.

__ADS_1


Jika ditanya kenapa Leon juga keenam temannya itu bisa membawa senjata api atau senjata tajam lainnya ke dalam sekolah? padahal bisa dibilang mereka bertujuh merupakan siswa pindahan di awal kelas 11. Ditambah sekolah tersebut sangat ketat dengan pengawasan. Kenapa mereka bisa lolos begitu saja? karena mereka dengan cerdik melakukan taktik agar pihak sekolah terkelabuhi. Contohnya saat terdapat razia mereka akan menyerahkan lebih dulu tas mereka yang terbilang aman dan pada saat pihak sekolah atau OSIS menggeledah tasnya dengan cepat mereka menukar senjata mereka dengan berupa mainan. Dan setelah tas mereka dikembalikan, senjata yang asli akan mereka masukkan kedalam tas saat periksaan badan dimulai. Atau jika mereka lupa membawa mainan, mereka hanya akan menyembunyikan senjata mereka tanpa menukarnya terlebih dahulu setelah tas mereka di kembalikan. Sangat pintar memang anggota anak band yang terlihat biasa-biasa saja itu tapi sebenarnya siapa yang tau dibalik wajah yang sangat biasa tersimpan rahasia yang cukup mematikan.


__ADS_2