The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 222


__ADS_3

Saat orang-orang tadi keluar dari kelas Edrea juga berbondong-bondong untuk menjauhi kelas tersebut, ternyata semua kejadian itu tak luput dari pandangan Kayla, Zea dan beberapa teman Azlan juga teman Erland yang tengah kepo dengan apa yang semua siswa-siswi itu lihat tadi. Dan karena rasa keponya yang tinggi akhirnya mereka mendekati salah satu siswi yang sudah duduk di samping lapangan dengan nafas yang memburu.


"Kalian tadi lihat apa di kelas itu?" tanya Hito to the point.


Dua perempuan tadi kini menengadahkan kepala mereka untuk menatap langsung orang yang tengah bertanya kepada mereka.


"Lah lo gak tau dan gak lihat tadi?" tanya salah satu dari dua orang itu.


"Kalau gue lihat sendiri mana mungkin gue tanya sama lo. Buruan kasih tau, dikelas itu ada apa sampai menyita perhatian semua orang di sekolah ini? Dan kenapa kalian tadi buru-buru buat keluar dari kelas itu?" tanya ulang Hito.


"Ck, itu lho si murid baru. Dia baru sehari disini tapi sudah bisa memikat hati Azlan sama Erland. Bahkan dia tadi juga di bopong sama Erland untuk ke kelasnya. Iya sih gue juga tau dia habis jatuh. Tapikan luka dia juga gak parah atau bahkan sampai patah tulang, dia juga masih bisa jalan sendiri. Dan bukan hanya itu aja, Azlan bahkan rela melepas baju seragamnya buat nutupin paha dia. Satu lagi, saat mereka udah didalam kelas itu tadi, Azlan nyuapin perempuan itu. Pokoknya perempuan itu tuh di perlakuan seperti ratu sama mereka berdua. Dan kalau lo tanya kenapa kita tadi buru-buru keluar, ya yang jelas kita takut sama Azlan dan Erland yang ngancam kita kalau kita gak bubar dari kelas itu," ujar siswi tersebut yang juga merasa iri dengan Edrea. Karena baru sehari saja dia bisa menaklukkan hati semua pria di sekolah tersebut terutama, Azlan, Erland dan Virza yang merupakan cowok paling populer di sekolah tersebut.


Dan setelah mengatakan hal tersebut, siswi tadi kini mengalihkan pandangannya kearah Kayla dan Zea.


"Kalian masih punya hubungan dengan Azlan sama Erland kan?" tanya siswi tersebut.


Zea tampak menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari siswi tersebut. Sedangkan Kayla kini ia angkat suara untuk menjawab pertanyaan tersebut.


"Gue gak punya hubungan apapun sama Erland," ujar Kayla yang membuat semua orang yang mendengar ucapan dari Kayla tadi kini menolehkan kepalanya menatap gadis tersebut yang hanya menampilkan ekspresi wajah datar.

__ADS_1


Zea yang juga mendengar perkataan dari Kayla tadi kini ia mengerutkan keningnya, sekaligus ia juga tak percaya dengan pengakuan dari Kayla tadi karena dia sendiri selalu menjadi saksi bisu kemesraan dua insan saat mereka sedang berduaan. Jadi tidak mungkin kan mereka berdua tidak memiliki hubungan khusus?


"Kay, gue tau lo lagi marah sama Erland, tapi lo gak seharusnya bilang begitu. Kalau Erland dengar omongan lo tadi, dia bisa sakit hati dan urusannya akan tambah panjang nanti," ujar Zea.


"Tapi apa yang gue katakan tadi emang kenyataannya, Ze. Gue sama dia selama ini tuh gak ada hubungan apa-apa, tidak ada kata lebih dari teman dari kita berdua," ucap Kayla.


"Jangan bercanda Kay. Kalau selama ini kalian cuma berteman, terus apa yang gue lihat setiap kali kalian berduaan. Sikap romantis, perhatian dan masih banyak lagi yang kalian berikan satu sama lain, itu bukti apa? bukti pertemanan kalian? gue yakin tidak. Sudah lah jangan menyangkal lagi Kay. Semua orang juga sudah lihat kedekatan kalian berdua bahkan semenjak ada Erland disamping lo, lo gak ada yang ganggu lagi karena dia benar-benar ngelindungin lo," tutur Zea yang masih saja tak percaya dengan pengakuan dari Kayla tadi.


"Terserah lo mau percaya atau tidak dengan ucapan gue tadi. Yang terpenting apa yang gue katakan tadi memang itu kenyataannya. Gue mau balik ke kelas dulu," ujar Kayla lalu setelahnya ia beranjak untuk menuju ke kelasnya.


"Kay! Kayla!" panggil Zea dengan teriakan namun hanya diabaikan begitu saja oleh Kayla.


"Udah lah Ze percuma juga lo teriak-teriak manggil dia. Biarin dia sendiri dulu buat nenangin hati dia yang gue yakin lagi kebakaran itu. Dan mending sekarang kita lihat apa yang lagi mereka bertiga lakuin di dalam kelas itu," usul Galuh yang membuat Zea menghela nafas kemudian menganggukkan kepalanya.


Dan baru saja Zea ingin melangkahkan kakinya menuju kelas Edrea, lengannya lebih dulu dicekal oleh Galuh.


"Kayaknya lebih baik lo disini aja deh, Ze. Kita-kita aja yang kesana. Gue takut saat lo ikut ke dalam, kelas itu bisa hancur berantakan nanti," ujar Galuh.


"Kalian tenang aja kok, gue masih bisa nahan emosi kalau lihat Azlan nanti mesra-mesraan sama perempuan itu," tutur Zea.

__ADS_1


"Lo yakin?" Zea menganggukkan kepalanya. Dan dengan terpaksa akhirnya teman Azlan dan teman Erland ditambah Zea bergerak menuju kelas Edrea. Dan saat mereka telah sampai di depan kelas, ternyata pintu kelas tersebut terkunci rapat.


"Ck, pintunya kekunci dari dalam," ujar Hito.


"Gila, mereka berdua niat banget mau mesra-mesraan sama gadis itu pakai pintunya dikunci segala. Tapi kok itu orang maruk banget harusnya kalau suka salah satu dari mereka berdua setidaknya jangan dua-duanya yang di embat tapi salah satu aja. Lagian apa dia juga gak tau kalau Azlan sama Erland udah punya pasangan? Kalau dia udah tau berarti dia perebut laki orang dong, Ck Ck Ck gak baik," ucap Odi.


Dan baru saja Odi mengatupkan bibirnya, kepalanya langsung menjadi samsak hidup dari teman-temannya.


"Aws, kalian kenapa mukul kepala gue? Sakit njir," geram Odi sembari mengelus kepala yang tadi terkena tinjuan teman-temannya itu.


"Lo bisa diem gak. Lihat tuh Zea udah kalang kabut begitu," ujar Hito sembari menunjuk Zea yang tengah mencoba melihat situasi didalam kelas tersebut dari jendela di kelas itu.


Zea yang berhasil mengintip dari jendela pun kini ia mengedarkan pandangannya dan saat matanya melihat kearah tiga manusia di dalam kelas tersebut seketika hatinya langsung panas saat melihat Azlan tengah bercanda tawa dengan Edrea.


Sedangkan teman-teman Azlan dan teman Erland yang sedari tadi hanya mengamati perubahan dari Zea pun kini ia mendekati pacar temannya itu. Lalu karena mereka tak tega melihat Zea yang mereka yakini tengah sakit hati, Odi langsung menarik Zea menjauh dari jendela tersebut.


"Lo apa-apaan sih, narik-narik gue kayak gini?" geram Zea.


"Tenang dulu Ze. Gue tau lo lagi sakit hati sama Azlan tapi ya marah-marahnya jangan sama gue kali. Dan kenapa gue narik lo buat menjauh dari sana karena gue kasihan lihat lo yang terus-menerus menyaksikan keromantisan mereka bertiga didalam. Dan untuk kebaikan bersama, mending lo sekarang ke kelas. Dan untuk permasalahan antara kalian berdua mending setelah pulang dari sekolah lo omongin baik-baik sama Azlan. Tanya baik-baik kalau bisa diselesaikan baik-baik juga. Biar setelahnya kalian berdua tidak ada kesalahpahaman lagi," tutur Odi mencoba memberikan solusi kepada Zea. Zea yang tadinya hampir kelepasan untuk mengamuk pun sekarang ia menghela nafas berulangkali sebelum akhirnya ia menimpali ucapan dari Odi tadi.

__ADS_1


"Sorry, gue tadi udah marah sama lo. Dan thanks buat sarannya, gue pikir-pikir lagi nanti. Gue sekarang balik ke kelas dulu. Bye," ucap Zea lalu setalahnya ia berlari kearah kelasnya berada. Meninggalkan semua laki-laki tadi yang sekarang tengah menatap kepergian dirinya dengan tatapan kasihan.


__ADS_2