The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 335


__ADS_3

Saat triplets tengah di sibukkan dengan berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan setelah lulus sekolah nanti juga tengah menyiapkan diri untuk ujian terakhir di masa putih abu-abu itu, berbeda dengan seseorang yang hampir satu tahun ini tengah menjalani pengobatan di negara orang dengan di bantu keluarga Abhivandya.


Dan kini orang itu tengah duduk di belakang rumah mewah yang selama ini ia tinggali saat di negara Rusia, menatap bunga-bunga yang di hinggapi para kupu-kupu cantik. Sungguh sangat menenangkan sekali.


Hingga penglihatannya teralih saat tepukan di bahunya ia rasakan.


Ia kini menoleh sembari tersenyum kearah seseorang yang menepuk pundaknya tadi.


"Boleh kah aku duduk di samping Kakak?" tanya orang itu.


"Tidak ada yang melarangmu untuk duduk di sampingku. Jadi tidak perlu izin dulu, duduk lah," jawab laki-laki tersebut dengan senyum yang mengembang.


"Ya kan aku cuma basa-basi saja Kak. Lagian aku juga takut kalau ganggu ketenangan Kakak," ucapnya dengan kerucutan dibibirnya, lalu ia mendudukkan tubuhnya di kursi samping laki-laki tersebut.


"Apakah Kakak pernah terganggu dengan kedatanganmu?" Orang tersebut tampak menggelengkan kepalanya.


"Jadi kenapa harus takut mengganggu segala?"


"Ya kan namanya basa-basi saja Kakak, ish," geram orang tersebut.


Laki-laki itu tampak terkekeh kecil kala melihat bibir orang tersebut yang semakin mengerucut.


"Baiklah-baiklah, Kakak minta maaf. Jadi apa yang membuat kamu nemuin Kakak? Ada masalah?" tanya laki-laki tersebut yang mendapat gelengan kepala oleh orang disampingnya.


"Aku tidak ada masalah sama sekali Kak. Hanya saja aku lagi sebal dengan Daddy," ucap orang tersebut.


"Sebal kenapa?" Orang di samping laki-laki itu kini menolehkan kepalanya kearah laki-laki tadi yang tengah menaikan satu alisnya. Dan hal tersebut juga membuatnya menghela nafas.


"Masak Daddy tidak izinin Chesea ikut Kakak," ucap orang tersebut yang memiliki nama Chesea.


"Ya kalau tidak di kasih izin, ya sudah kenapa harus sebal segala? Toh kamu juga kan harus sekolah."


"Ck, tapi Sea mau ikut Kak Jio. Urusan sekolah kan bisa izin," ucap Chesea.


Jio alias Zico kini menghela nafas, gadis yang hanya berjarak 3 tahun lebih muda darinya itu jika menginginkan sesuatu harus bisa ia dapatkan. Dan jika tidak bisa ia dapatkan pasti dirinya selalu menggerutu bahkan parahnya lagi gadis itu mengurung dirinya di kamar seharian penuh atau bahkan bisa lebih tanpa mau minum ataupun makan sedikitpun. Dan supaya gadis itu luluh, Zico harus ekstra memberikan pengertian kepada gadis tersebut. Hingga kini ia beranjak dari kursi yang telah ia duduki, lalu menjongkokan tubuhnya di depan gadis tersebut. Dan dengan menggenggam tangan Chesea, ia mulai angkat suara.


"Coba Sea lihat mata Kakak," ucap Zico yang membuat Chesea menuruti ucapannya tadi.

__ADS_1


"Dengerin Kakak baik-baik oke." Chesea tak menjawab dengan perkataan ataupun gerakan tubuhnya. Gadis itu tetap terdiam dengan menatap wajah Zico dengan lekat.


"Sea harus tetap disini, sekolah yang benar. Jangan hanya karena mau ikut Kakak, kamu jadi meninggalkan pendidikan kamu. Pendidikan itu penting lho, bisa menentukan masa depan kamu. Jadi Kakak mohon Sea ikuti apa yang di katakan sama Daddy Max, oke. Jangan pernah mengecewakan Daddy sama Mommy. Karena Kakak tidak suka melihat gadis kecil Kakak jadi durhaka. Jadi tetaplah disini, buat mereka bangga dengan Sea. Kakak perginya juga sebentar kok tidak akan lama-lama," ucap Zico memberi pengertian.


"Benarkah? Berapa hari?" tanya Chesea.


"Hmmmm mungkin satu bulan, atau kalau tidak ya satu tahun," jawab Zico yang membuat Chesea melebarkan matanya.


"Itu mah lama. Lama banget malah," ucap Chesea dengan memberengut kesal.


Dan hal tersebut membuat Zico terkekeh dibuatnya.


"Ya udah kalau gitu, gimana kalau Kakak disana selamanya," ucap Zico yang membuat Chesea memelototkan matanya.


"Kak! Ish menyebalkan," ujar Chesea sembari melepaskan genggaman tangan Zico dan saat dirinya ingin beranjak dari kursi tadi, lengannya di tarik oleh Zico hingga membuatnya terduduk kembali.


"Bercanda Sea. Kakak kesana paling cuma satu minggu kalau molor ya paling sampai dua mingguan. Gak lebih dari itu," ucap Zico.


"Bodoamat. Sea tidak peduli. Mau disana satu minggu kek, mau satu bulan kek, satu tahun atau selamanya, Sea tidak peduli."


"Yakin?" Tanpa ragu gadis itu menganggukkan kepalanya.


"Ish kok gitu." Zico mengerutkan keningnya saat mendengar nada suara tak suka dari Chesea.


"lho bukannya tadi terserah Kakak? Dan bukannya kamu juga tidak peduli dengan itu?"


"I---Iya sih tapi kan maksud Sea bukan itu lho," ucap Chesea.


"Terus?"


"Ck, udahlah. Capek ngomong sama Kakak, laki-laki yang tidak peka sama sekali," geram Chesea dan dengan menghentak-hentakkan kakinya ia beranjak dari tempat duduknya tadi meninggalkan Zico yang tengah menatapnya dengan gelengan di kepalanya.


Tapi beberapa saat setelahnya Zico berlari menyusul langkah Chesea hingga saat ia bisa menggapai lengan gadis tersebut, Zico langsung menariknya kedalam pelukannya.


"Kakak kesana hanya satu minggu saja Sea gak lebih dari itu. Percaya sama Kakak," ucap Zico.


"Beneran?"

__ADS_1


"Iya. Kakak kesana hanya ingin meluruskan sesuatu yang memang harus segera Kakak selesaikan. Dan jika urusan itu sudah selesai Kakak akan kembali kesini. Dan apa kamu tidak ingat jika Kakak masih harus melakukan pengobatan beberapakali lagi agar sembuh total dan nantinya Kakak kan akan kuliah disini juga. Jadi tidak mungkin jika Kakak akan disana lama-lama," ujar Zico.


"Jadi semuanya sudah jelas bukan. Kalau Kakak kesana hanya sebentar, tidak selamanya. Jadi jangan ngambek lagi. Kalau kamu ngambek semua orang yang ada di rumah ini akan pusing nantinya," sambung Zico yang membuat Chesea mengerucutkan bibirnya kembali.


"Sea ngambek kan juga gara-gara Kakak sama Daddy," ujarnya.


"Kan Kakak tadi hanya bercanda saja," ucap Zico dengan melepaskan pelukannya.


"Bercanda sih bercanda tapi ekspresi wajah Kakak tadi datar banget kayak orang yang lagi berbicara serius," ujar Chesea dengan menggembungkan pipinya. Dan hal tersebut membuat Zico gemas sendiri hingga akhirnya ia menangkup kedua pipi Chesea.


"Baiklah-baiklah Kakak minta maaf karena sudah bercanda dengan ekspresi wajah yang serius yang membuat kamu jadi ngambek seperti ini. Tapi Kakak tidak bercanda saat Kakak tadi mengatakan kamu harus tetap disini. Jangan jadi anak pembangkang, jika kamu masih mau lihat Kakak lagi. Mengerti," ucap Zico.


"Kakak mengancam ku?"


"Iya Kakak mengancammu. Makanya turuti apa yang sudah menjadi keputusan dari Daddy Max. Jika kamu tidak mau ancaman Kakak tadi menjadi kenyataan," ucap Zico yang membuat Chesea menghela nafas panjang.


"Baiklah. Sea akan menurut sama Daddy," ujar Chesea.


"Nah gini dong. Kan cantiknya jadi nambah," tutur Zico dengan mengacak rambut Chesea, gemas.


"Ish Kak Jio. Rambut Sea jadi berantakan!" geram Chesea dengan memukul tangan Zico yang masih digunakan untuk mengacaukan tatanan rambut gadis tersebut.


"Hehehe maaf-maaf. Sini biar Kakak benerin lagi," ucap Zico dengan mengulurkan kedua tangannya kearah rambut kecoklatan itu. Ia membenarkan sedikit rambut itu hingga...


"Kak Jio!" teriakan cetar membahana itu terdengar sangat nyaring bertepatan dengan itu Zico berlari sekencang-kencangnya menjauh dari amukan gadis tersebut setelah ia berhasil membuat rambut Chesea yang awalnya sudah kembali tertata kini semakin acak-acakan.


Dan dengan kekehannya, ia menoleh kearah Chesea yang tengah mengibarkan bendera perang kearahnya. Tapi Zico mana takut sama gadis tersebut yang tengah memperlihatkan wajah garangnya. Ia justru menjulurkan lidahnya kearah Chesea yang semakin membuat gadis tersebut kesal hingga ia mengejar Zico yang semakin menjauh darinya.


...****************...


Hayo kira-kira Zico mau kemana nih? Yang pastinya tidak ke hati author sih karena di hati author sudah ada babang Erland disana🤭


Oh ya, apakah kalian sudah siap cerita ini tamat? Semoga saja siap ya😂


Tapi tenang saja untuk babang Erland, babang Adam dan mungkin babang Zico akan author jadikan kisah selanjutnya di cerita baru, insyaallah ya, gak janji😂


Tapi kalian juga tenang saja, setelah cerita ini end, insyaallah author akan bikin cerita baru menyambung cerita yang YOUNG MOTHER. Yang udah baca cerita itu pasti ngerti. Yang belum kita buruan kesana sebelum author bom rumah kalian.

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote, komen, Hadian dan bagikan ke temen-temen kalian juga ya... terimakasih, salam dari author absurb... bye👋


__ADS_2