The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 217


__ADS_3

Saat dua pasangan muda-mudi tadi telah tiba disekolahan tersebut, bertepatan dengan itu pula Edrea telah keluar dari ruangan kepala sekolah dengan di temani salah satu siswa disana yang merupakan ketua OSIS yang nantinya akan mengantar Edrea ke ruang kelasnya.


Mereka yang baru kenal beberapa menit lalu sudah tampak akrab satu sama lain hingga canda tawa pun tercipta diantara mereka berdua. Bahkan ketua OSIS yang memiliki nama Virza itu tak canggung untuk bertanya mengenai masalah Edrea keluar dari sekolahan yang lama. Dan pertanyaan itu sama sekali tak mengganggu Edrea, alhasil ia menjawab setiap pertanyaan tersebut.


"Ah ya, Re, gue mau tanya. Lo asli orang Indonesia kan?" tanya Virza sembari terus berjalan menuju ke kelas baru Edrea. Tanpa menyadari jika Edrea sekarang tengah berhenti jauh darinya.


Ya, Edrea berhenti karena ia tak sengaja melihat kedua saudara kembarnya itu baru saja tiba disekolah tersebut sembari bergandengan tangan dengan pasangan mereka masing-masing.


"Itu beneran bang Az sama bang Er kan?" tanya Edrea pada dirinya sendiri sembari terus memfokuskan penglihatannya kearah dua laki-laki dan dua perempuan tersebut. Walaupun jarak diantara mereka lumayan jauh tapi tak perlu diragukan lagi dengan mata elang Edrea yang bisa melihat dari kejauhan.


"Eh bener dong itu mereka. Jaket yang di pakai dua laki-laki itu sama persis dengan jaket yang digunakan sama bang Az dan bang Er tadi. Jadi kalau itu mereka berdua, siapa dua perempuan di samping mereka? Atau jangan-jangan," ucap Edrea yang sengaja menggantung ucapannya tadi.


Saat Edrea masih menebak-nebak siapa dua perempuan tersebut dan ada hubungan apa mereka dengan kedua saudara kembarnya itu, Virza yang dari tadi bertanya dan tak kunjung mendapat jawaban pun kini menolehkan kepalanya kearah samping dimana Edrea tadi berada.


"Lho kok gak ada," bingungnya. Ia mencari-cari keberadaan Edrea hingga ia melihat Edrea yang ternyata tengah berdiri di balik pohon di halaman sekolah tersebut.


Virza yang melihatnya pun kini ia mendekati Edrea. Hingga saat ia sampai di belakang sang empu, Virza mengikuti arah pandang Edrea.


"Lo lihat siapa sih? Kok sampai harus ngumpet segala," ucap Virza secara tiba-tiba yang membuat Edrea terperanjat kaget. Tapi setalahnya ia menghela nafas berkali-kali untuk menetralkan detak jantungnya.


"Huh, Lo tuh ya lain kali jangan ngagetin orang. Untung aja gue gak punya riwayat penyakit jantung. Kalau gue punya udah end gara-gara lo tadi," omel Edrea.


"Hehehe ya maaf. Lagian lo ngapain pakai ngumpet segala kayak gini. Mau maling lo?" ujar Virza yang langsung mendapat tatapan tajam dari Edrea.


"Sembarangan kalau ngomong. Gue gak mau maling ya," ucap Edrea.


"Lah terus?"


"Ck, gue tadi gak sengaja lihat kadal lagi pacaran di pohon ini makanya gue kesini dan sengaja mengendap-endap buat nangkep mereka buat gue peliharaan," alasan Edrea.


"Ck, alasan lo gak masuk akal banget. Buruan jawab yang sejujurnya, lo ngapain disini?" ucap Virza yang sama sekali tak percaya dengan ucapan Edrea tersebut.


Edrea yang dicurigai pun mau tak mau ia harus menjawab dengan jujur, sekalian ia menggali informasi mengenai hubungan mereka berdua. Karena ia yakin pasti banyak gosip yang beredar mengenai kedua Abangnya itu.

__ADS_1


"Jadi gini gue tadi lagi lihat dua pasangan itu," ucap Edrea sembari menujuk kearah dua saudara kembarnya tersebut.


Virza kini mengikuti arah jari telunjuk Edrea hingga matanya ia sipitkan agar bisa melihat dengan jelas siapa manusia yang dimaksud Edrea tadi.


"Oh mereka. Memangnya kenapa? Apa lo kenal sama mereka berempat?" tanya Virza kepo.


"Gak kenal sih. Cuma heran aja kenapa mereka kelihatan mesra gitu. Apa mereka pacaran?" tanya Edrea.


"Gue sih gak tau pasti hubungan mereka tuh apa. Tapi beberapa bulan yang lalu menurut gosip yang beredar kalau Azlan dan Zea memang udah pacaran. Bahkan Azlan juga sempat mengumumkan langsung ke semua siswa-siswi disini, tapi karena gue waktu itu gak masuk, alhasil gue gak lihat secara langsung pengumuman itu. Kalau Erland sama Kayla sepertinya mereka belum pacaran, hanya sebatas teman tapi mesra gitu aja. Tapi menurut gosip yang beredar lagi nih, kalau Erland tuh sebenarnya udah pernah mengungkapkan perasaannya dan menyatakan cintanya ke Kayla, tapi Kayla sama sekali gak jawab ungkapan cinta itu. Jadi hubungan mereka berdua belum jelas lah," cerita Virza.


"Jadi laki-laki yang bernama Erland itu digantung sama gadis itu?" tanya Edrea.


"Hmmm bisa di bilang seperti itu," jawab Virza yang membuat Edrea kini menatap kearah Erland dengan tatapan iba.


"Ck, kasihan banget ya dia," celetuk Edrea.


"Ya emang kasihan sih. Tapi kan Erland yang jalanin, jadi kita yang sebagian penonton hanya bisa lihat saja perkembangan hubungan mereka. Sudah lah kita gak perlu mencampuri urusan mereka. Lanjut jalan aja, beberapa menit lagi, bel masuk bunyi," ujar Virza sembari mulai berjalan kembali.


Sedangkan Edrea yang masih tak tega melihat Erland pun ia kini menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia mengikuti langkah Virza tadi.


Singkat waktu, kini bel istirahat telah terdengar. Edrea yang berada di kelas 12 IPA 2 pun kini merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya itu. Ia tak menyangka jika dirinya memiliki kelas yang berbeda dengan kedua Abangnya atau pun dengan dua perempuan yang ia lihat tadi pagi. Jika saja ia satu kelas dengan salah satu dari mereka berempat, akan sangat memudahkan Edrea untuk mengamati dan menggangu hubungan kedua Abangnya itu dengan pasangan mereka. Namun sayangnya, dewa Fortuna masih berpihak ke dua pasang tersebut. Tapi tenang saja, Edrea masih memiliki beribu cara untuk menganggu hubungan mereka.


Saat Edrea masih asik membayangkan dirinya menganggu hubungan kedua abangnya itu. Tiba-tiba saja terdengar langkah kaki mendekatinya.


"Re, ke kantin yuk," ajak salah satu gadis yang sekarang tengah berdiri disampingnya berserta kedua temannya.


Edrea yang tadi sempat memejamkan matanya sesaat kini mata indahnya itu kembali terbuka dan setalahnya ia menatap satu persatu ketiga orang yang berada disampingnya itu.


"Kalian duluan aja. Gue nanti nyusul," ucap Edrea dengan senyum palsunya.


"Ya sudah kalau begitu kita kekantin dulu, bye," tutur salah satu dari mereka bertiga.


"Bye," balas Edrea tanpa melunturkan senyumannya itu. Dan setelah ia melihat bertiga perempuan itu keluar dari kelasnya, Edrea langsung mendatarkan kembali wajahnya.

__ADS_1


"Tipe-tipe penjilat," gumam Edrea yang sudah bisa membaca gerak-gerik dan niat terselubung dari ketiga orang tadi yang berlagak sok akrab dengan. Dan Edrea paling malas untuk berteman dengan manusia seperti mereka bertiga tadi. Alhasil lebih baik Edrea menjauhi mereka daripada aura negatif dari ketiganya menular ke dirinya.


Edrea kini berdiri dari duduknya untuk berniat pergi ke kantin seorang diri. Tapi saat ia mengedarkan pandangannya ke segala sisi ruangan tersebut, ia tak sengaja menatap salah satu anak perempuan yang duduk paling pojok di ruangan tersebut dengan menyandarkan kepalanya diatas meja.


Edrea melangkahkan kakinya untuk mendekati orang tersebut.


"Hay," sapa Edrea saat dirinya sudah berada di belakang punggung gadis tersebut.


Gadis yang tadinya membelakangi Edrea pun dengan cepat ia menegakkan tubuhnya kembali.


"Lo habis nangis? Kenapa? Lo lagi sakit?" tanya Edrea saat ia melihat ada bekas air mata di pipi gadis itu, ditambah wajah gadis tersebut tampak pucat sekali.


Gadis tersebut menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kearah Edrea.


"Aku gak kenapa-napa kok," ujar gadis tersebut.


Edrea yang tak percaya dengan ucapan dari gadis itu pun dengan cepat tangannya bergerak untuk memeriksa suhu tubuh gadis itu dengan menempelkan telapak tangannya tepat di kening gadis tersebut.


"Astaga, badan lo panas banget gini. Gue antar lo ke UKS sekarang," ucap Edrea sembari berdiri dari duduknya.


"Tidak perlu. Aku benar-benar tidak kenapa-napa. Suhu tubuhku ini normal kok, mungkin telapak tangan kamu saja yang tengah dingin, jadi saat kamu pegang keningku tadi, rasanya jadi panas," elak gadis tersebut.


"Gak, telapak tangan gue normal. Suhu tubuh lo yang gak normal. Sudah jangan banyak bicara lagi, sekarang ikut gue ke UKS, jangan nolak dan jangan banyak alasan!" tutur Edrea dengan tegas.


"Tapi---"


"Tidak ada tapi-tapian! Ikut sekarang sebelum gue panggil guru buat maksa lo ke UKS," ancam Edrea yang membuat gadis tersebut menghela nafas pasrah lalu setalahnya ia berdiri dari duduknya. Dan baru saja dirinya berdiri, Edrea langsung menggandeng tangannya.


"Katakan dimana letak UKS itu," ucap Edrea saat mereka berdua telah keluar dari kelas tersebut.


"Aku kira kamu tadi sudah tau dimana letak UKS disekolah ini. Tapi ternyata belum," ujar gadis tersebut yang membuat Edrea menampilkan cengiran di bibirnya.


"Ya maaf, gue lupa kalau gue anak baru disini. Hehehe," ucap Edrea.

__ADS_1


"Sudah tak apa. Kita langsung jalan aja nanti biar aku kasih tau jika harus berbelok atau lurus," tutur gadis tersebut yang diangguki Edrea. Mereka berdua terus berjalan beriringan bahkan Edrea sama sekali tak berniat untuk melepaskan lingkaran tangannya di lengan gadis tersebut. Takut-takut jika gadis itu nanti akan kabur darinya dan alhasil dia tak jadi ke UKS.


__ADS_2