The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 306


__ADS_3

"Abang, apaan sih? Ini semua bukan salah El sepenuhnya. El juga tidak tau jika akan terjadi seperti ini. Jangan terlalu melimpahkan semua kesalahan ke El. El tidak tau apa-apa bang!" geram Edrea yang tak terima jika saudara kembarnya itu selalu menuduh Leon yang menjadi penyebab kejadian ini terjadi.


"Oh jadi Lo belain orang ini daripada belain Abang lo sediri, iya? ingat Rea, dia dulu juga penyebab lo sampai amnesia!" timpal Azlan dengan menatap lekat mata Edrea.


Dan saat Edrea ingin membalas ucapan dari Azlan, pinggangnya lebih dulu di tarik oleh Leon untuk laki-laki itu peluk.


"Sudah ya. Jangan menambah emosi Azlan semakin tersulut. Biarkan saja dia menuduhku seperti apa yang ia pikirkan. Aku tidak masalah. Toh jika di pikir-pikir memang awal dari permasalahan ini dari diriku. Jika saja aku tidak kembali ke kehidupan kamu, mereka juga tidak akan pernah mengusik kehidupan kalian. Maaf," ucap Leon diakhiri ia menundukkan kepalanya.


"Tidak. Ini semua bukan salah kamu tapi salah orangtuamu yang selalu mempermasalahkan hubungan kita," timpal Edrea dengan suara lembutnya yang membuat Leon kini menatap dirinya.


Erland dan Daddy Aiden yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan yang menurut mereka tak ada gunanya itu pun salah satu dari mereka kini mulai angkat suara.


"Apa kalian akan terus bertengkar seperti ini? Jika menang begitu, lebih baik kalian pulang saja karena kita tidak membutuhkan seseorang yang akan semakin memperkeruh suasana. Dan kita hanya membutuhkan orang-orang yang siap untuk bergandengan tangan agar semua masalah ini segera berakhir," ujar Erland yang benar-benar sudah jengah dengan ketiga orang di depannya itu.


Dan setelah mengatakan hal tersebut Erland langsung mengalihkan pandangannya ke sesuatu yang membuatnya mengerutkan keningnya.


"Sepertinya kita tengah di awasi seseorang," ucap Erland sembari tangannya mengambil sebuah pistol dari balik jaketnya dan langsung mengarahkan ke seseorang yang berada di balik semak-semak tak jauh dari mereka. Dan perkataan dari Erland tadi membuat semua orang disana mengalihkan pandangannya ke arah pandang Erland.


Saat Erland sudah ingin menembakkan peluru tepat kearah orang tadi, tangan Leon tiba-tiba saja mencegahnya.


"Dia salah satu anak buah gue," ucap Leon yang berhasil membuat Erland menurunkan pistolnya tadi.


"Lo yakin?" tanya Erland memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh Leon.


Dan beberapa detik setelahnya dering ponsel milik Leon berbunyi yang lagi-lagi menyita perhatian mereka. Sedangkan Leon, ia langsung mengambil ponselnya kemudian melihat notifikasi yang terlihat di layar ponselnya.


"Gue tau persembunyian mereka dimana," ucap Leon setelah membaca sebuah pesan dari salah satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari tau markas yang digunakan untuk menyekap orang-orang di rumah keluarga Abhivandya.


"Dimana?" tanya Erland yang sudah tak sabar ingin menyelamatkan sang Mommy.


"Tak jauh dari sini. Mungkin 10 menit kalau kita pakai mobil," jawab Leon yang diangguki oleh semua orang disana kecuali Azlan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu tunggu apa lagi kita kesana sekarang," ujar Erland.


"Bentar bang, kalau kita kesana terus gimana sama Zea dan juga Callie. Gak mungkin kan kalau mereka kita bawa kesana," tutur Edrea.


"Biarkan mereka dijaga Adam," ujar Daddy Aiden.


"Tapi Dad ditempat ini belum tentu aman," ucap Azlan.


"Tenang saja ada anak buah gue yang akan jaga mereka," tutur Leon. Kemudian setelahnya tangannya ia lambaikan ke atas yang langsung membuat semua anak buahnya yang tadi mengikuti mereka secara diam-diam, satu-persatu kini mulai menampakan dirinya.


"Kalian jaga mereka. Jangan biarkan orang yang kalian tidak kenali mendekati mereka. Jika sampai mereka kenapa-napa kalian berhadapan langsung dengan saya. Paham?" ujar Leon dengan tegas yang diangguki oleh semua anak buahnya.


Lalu setelahnya tatapan matanya beralih ke arah Edrea.


"Apa aku boleh minta satu hal ke kamu, sayang?" tanya Leon.


"Minta apa?"


"Tidak. Aku akan tetap ikut dengan kalian," tolak Edrea.


"Tapi disana sangat bahaya," ujar Leon yang tak ingin kekasihnya itu terluka.


"Menurut aja sih Re, kita juga tidak bisa jagain lo disana," tutur Erland.


"Tapi Rea juga mau ikut menyelamatkan Mommy. Toh Rea juga bisa jaga diri sendiri. Rea hanya tidak mau menjadi anak durhaka," ujar Edrea.


"Kalaupun mereka memang menginginkan nyawa Rea, Rea akan kasih ke mereka asalkan Mommy tidak disakiti sama mereka," sambung Edrea dengan air mata yang menetes begitu saja.


"Tapi sayang---" belum sempat Leon menyelesaikan ucapannya, Edrea sudah lebih dulu memutusnya.


"El, aku mohon," ucapnya dengan kedua tangan yang ia katupkan di depan dada.

__ADS_1


Dan hal tersebut membuat Leon memejamkan matanya sesaat dengan helaan nafas berkali-kali.


"Sudah lah, biarkan dia ikut. Kalau kita tidak membiarkan dia untuk ikut, Dad yakin dia akan diam-diam mengikuti kita dan itu semakin membuat kemungkinan dia akan kenapa-napa semakin tinggi. Tapi Dad minta sama kamu, Rea. Jaga diri kamu sendiri jangan biarkan seseorang melukaimu. Dan untuk mengelabuhi mereka agar tak curiga, kamu ganti penampilan kamu," timpal Daddy Aiden yang tau betul sifat Edrea yang sama persis dengan Mommy Della. Sama-sama keras kepala.


"Ganti penampilan bagaimana?" tanya Edrea tak paham.


"Ganti pakaianmu ini menjadi pakaian laki-laki. Di dalam mobil ada baju dan Hoodieku juga di paper bag kecil disana ada topi dan masker. Pakai itu semua agar kamu tidak di curigai jika kamu adalah Edrea melainkan mereka melihatmu seperti orang lain," jelas Leon yang diangguki oleh Edrea. Lalu setelah itu tanpa banyak bicara lagi, Edrea bergegas menuju ke dalam mobil Erland dan segera mengganti pakaian serta penampilannya sesuai dengan apa yang Daddy Aiden dan Leon tadi ucapkan.


Tak berselang lama, Edrea kini sudah keluar dari dalam mobil Leon dengan penampilan yang jauh berbeda. Kemudian ia segera berjalan menuju ke mobil Azlan dengan menggendong Callie yang masih tertidur lelap, mengingat jika waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 4 pagi.


Dan setelah sampai ia mendudukkan Callie di kursi depan.


"Bang, Rea titip Callie ya," ucap Edrea yang hanya di acungi jempol oleh Adam karena laki-laki itu masih sibuk mengambil peluru di lengan Zea.


"Az, kamu bawa mobil punya Abang saja. Ini kuncinya," ucap Adam sembari menyerahkan kunci mobilnya kepada Azlan yang langsung di terima oleh sang empu.


Dan sebelum Azlan menuju ke mobil Adam seperti ketiga orang yang sudah menuju ke mobil mereka masing-masing, Azlan menyempatkan dirinya untuk menyematkan sebuah ciuman di kening kekasihnya itu.


"Segeralah sadar karena aku ingin disambut dengan tatapan mata indah dan senyum manismu saat aku sudah kembali nanti," ucap Azlan tepat di telinga Zea.


"Love you, sayang," sambungnya diakhiri dengan ia mengecup pipi Zea sebelum akhirnya dirinya bergerak menuju ke mobil Adam.


Dan tak berselang lama, ketiga mobil itu pergi dari tempat tersebut menuju ke lokasi yang telah Leon dapatkan tadi.


...****************...


***Are you ready guys. Yuk ah kencengin likenya kalau kalian mau author double up.


Jika Likenya mencapai 350 sebelum nanti siang, author akan kasih double up untuk kalian. Kalau kalian rajin kasih like author juga akan rajin kasih kalian double up.


Jangan lupa kasih Vote, hadiah dan komen juga. See you next eps bye 👋***

__ADS_1


__ADS_2