The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 226


__ADS_3

Edrea yang baru sampai di rumah keluarga Abhivandya itu pun dengan langkah lunglai ia menuju pintu masuk rumah tersebut. Tapi saat dirinya ingin mengucapkan salam, niatnya itu terhenti saat tepat di depan pintu tersebut ia melihat Zea berdiri di sana dengan wajah yang ia tutup dengan kedua tangannya.


Dengan rasa keponya, Edrea dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke depan Zea. Dan setelah sampai depan, Edrea menelisik untuk mencoba melihat apa yang tengah gadis itu lakukan hingga ia mendengar isakan dari Zea.


Edrea yang panik pun dengan seketika ia berteriak kencang.


"Abang! Kakak ipar gue, lo apain!" teriak Edrea menggelegar hingga membuat Zea yang sedari tadi tak menyadari kehadiran Edrea pun terperanjat kaget lalu dengan cepat ia menghapus air matanya.


"Abang! Sini lo!" teriak Edrea sekali lagi dan hal itu membuat Zea panik sendiri dan tak berselang lama, Azlan, Erland beserta Mommy Della mendekati dirinya.


"Ada apa sih, Rea? teriak-teriak mulu dari tadi," tanya Mommy Della heran.


"Ini lho Mom, masak calon Kakak ipar Rea dibuat nangis gini. Ngaku, bang Az apain calon Kakak ipar Rea?" ucap Edrea dengan berkacak pinggang.


Azlan yang tak merasa membuat sang kekasih menangis pun dengan cepat ia menghampiri Zea, dan setelah sampai di depan Zea, ia langsung menangkup kedua pipi gadis tersebut.


"Kenapa hmmm? Aku salah lagi?" tanya Azlan yang mendapat gelengan kepala dari Zea.


"Terus kenapa nangis?" tanyanya lagi.


"Gak papa. Cuma sedikit terharu aja," ujar Zea yang membuat Azlan menghela nafas.


Sedangkan Mommy Della yang baru melihat Zea untuk pertama kalinya pun kini ia melangkahkan kakinya dan berdiri tepat disamping Edrea disusul oleh Erland yang seperti perkataanya sebelumnya jika hari ini ia harus terus nempel dengan sang Mommy.


"Ck, bentar dulu Er. Jangan nempel gini dulu. Malu ada cewek cantik noh," ucap Mommy Della berusaha melepas pelukan dari Erland.

__ADS_1


"Ck, gak mau. Biarin aja mau ada cewek cantik spek bidadari turun dari surga juga Erland gak peduli. Yang penting Erland sekarang peluk Mommy. Gak ada penolakan sama sekali, titik," ujar Erland yang membuat Mommy Della memutar bola matanya malas.


"Mommy biar ngobrol dulu sama calon mantunya bentar sih bang. Abang sama Rea aja sini. Biar Rea yang gantiin Mommy. Nanti Rea puk-puk Abang deh sampai tidur, mau?" ucap Edrea.


"Ogah, di puk-puk lo itu gak enak. Enak di puk-puk Mommy," ujar Erland yang membuat Edrea mencebikkan bibirnya.


Zea yang lagi-lagi melihat kehangatan dalam keluarga Azlan pun hanya bisa tersenyum getir melihatnya dan alasan dirinya menangis tadi juga karena melihat kehangatan keluarga tersebut yang belum pernah ia rasakan sejak kecil.


Dan keterbengongannya itu buyar saat Azlan mulai angkat bicara dan menggenggam tangannya depan sangat erat.


"Mom, kenalin separuh hati Azlan," ujar Azlan yang membuat Edrea dan Erland langsung berlagak ingin muntah mendengarnya.


"Sore Tante. Kenalin saya Zea, temennya Azlan dan Erland," ucap Zea yang langsung mendapat tatapan tajam dari Azlan.


"Ah ralat Tante. Lebih tepatnya hanya temannya Erland saja dan separuh hatinya Azlan," tutur Zea dengan suara yang teramat lirih di belakang kalimat dan hal itu membuat Mommy Della terkekeh kecil. Lalu setelahnya, ia menepuk lengan Azlan dengan keras.


"Salam kenal Zea. Saya Mommynya tiga anak ini. Si kembar tapi tidak identik. Dan jangan panggil saya dengan panggilan Tante, panggil saja Mommy seperti mereka bertiga. Maaf ya Mommy gak bisa peluk kamu, maklum anak Mommy yang satu lagi mode manja," ujar Mommy Della dengan ramah.


"Ti---tidak apa-apa Mom," ucap Zea canggung.


"Tidak usah canggung-canggung kalau sama Mommy tuh. Anggap aja Mommy ini ibu kamu sendiri. Apapun yang ingin kamu tanyakan tentang Azlan atau hanya untuk sekedar curhat Mom akan dengerin. Tenang saja, kita akan menjadi teman mulai sekarang," ujar Mommy Della yang membuat Zea menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu, kita masuk dulu. Kamu belum makan kan Ze? Nanti makan disini bareng-bareng ya. Sekaligus nunggu Daddynya anak-anak pulang, biar sekalian kenalan dan biat cepat akrab," sambung Mommy Della sembari melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.


"Oh ya, kamu ganti baju dulu biar seragam kamu gak kotor nanti. Mau pinjam baju Rea atau mau minta di beliin yang baru? Tapi lebih baik minta beliin yang baru aja sama laki kamu, dia uangnya banyak. Plorotin aja Ze, Mom dukung. Kalau kamu nanti berhasil habisin uang Azlan, uangnya di bagi dua sama Mommy ya," tutur Mommy Della untuk memecahkan kecanggungan dari tubuh Zea. Zea yang mendengar perkataan dari Mommy Della pun terkekeh kecil.

__ADS_1


"Siap Mom. Nanti kalau Zea udah dapatin hartanya Azlan, kita shopping bareng, kuras habis uangnya," timpal Zea yang di acungi jempol oleh Mommy Della dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir Mommy


Della.


Sedangkan Azlan yang sedari tadi menjadi topik pembicaraan dari kedua orang tersebut pun hanya bisa pasrah saja dengan tangan yang dengan cepat mengotak-atik ponselnya untuk memesankan baju untuk Zea.


Saat kedua perempuan itu perlahan mulai akrab satu sama lain dan Erland yang masih nemplok di tubuh sang Mommy. Azlan yang baru selesai mengurus pembayaran untuk baju Zea pun kini pandangannya teralih kearah Edrea yang tengah memejamkan matanya dengan tubuh yang bersender di kepala sofa.


"Kemana aja tadi, kenapa baru sampai rumah?" tanya Azlan yang membuat semua orang kini terdiam lalu tatapan mata mereka tertuju kearah Edrea.


Edrea kini membuka matanya dan tanpa menegakkan tubuhnya kembali, ia menjawab pertanyaan dari Azlan tadi.


"Rea habis ke rumah gebetan bang Er," jawab Edrea yang membuat Azlan mengerutkan keningnya sedangkan Erland, ia berdecak sebal.


"Mantan gebetan," ralat Erland.


"Lo ngapain kesana? Kurang kerjaan lo?" sambung Erland.


"Ck, Rea kerumah perempuan itu juga demi Abang tau. Maaf-maaf nih ya sebelumnya. Jadi saat kalian tadi nyuruh Rea pulang duluan, sebenarnya Rea gak pulang tapi Rea mata-matain kalian berdua. Hingga Rea gak sengaja lihat pertengkaran kalian, sampai akhirnya Rea juga menjadi saksi di tolaknya cinta bang Er. Dan karena Rea menganggap semua itu gara-gara mereka cemburu karena ulah Rea tadi disekolah. Alhasil Rea mau berusaha buat bantu kalian untuk menjelaskan semuanya kepada pasangan kalian masing-masing. Tak terkecuali sama calon kakak ipar Rea yang satu ini. Tapi setelah Rea lihat, bang Az bisa kasih penjelasan ke pasangannya alhasil Rea gak ikut campur masalah kalian berdua. Nah tapi saat lihat bang Er gak berhasil jelasin ke pasangannya, alhasil saat pasangan bang Er pergi tadi, Rea ikuti deh," cerita Edrea.


"Percuma lo jelasin ke dia. Orang dianya keras kepala begitu. Mau mulut lo sampai berbusa pun dia tetap gak percaya," tutur Erland.


"Ck, dengarin dulu kali bang ah elah main motong cerita orang. Tapi apa yang bang Er tadi bilang juga ada benarnya sih. Karena Rea udah jelasin panjang kali lebar kali tinggi tetap aja dia tutup telinga dan malah ngusir Rea dari rumahnya. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, Rea tau satu fakta kenapa bang Er bisa di tolak sama cewek itu," ujar Edrea sembari menegakkan tubuhnya kembali.


"Fakta apa?" Bukan Azlan, Erland ataupun Zea yang bertanya melainkan Mommy Della yang ikut kepo dengan fakta yang Edrea dapatkan itu.

__ADS_1


"Ternyata cewek itu punya gebetan baru," ujar Edrea yang membuat Zea langsung melongo tak percaya, Azlan pun juga sama halnya dengan sang kekasih, Erland hanya bisa menghela nafas panjang sedangkan Mommy Della, wanita itu justru terkekeh, menertawakan nasib malang anaknya itu.


__ADS_2