The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 142


__ADS_3

Setelah mereka mendapatkan informasi mengenai dimana Zico sekarang berada, bukan pada saat itu juga mereka berangkat melainkan hari berikutnya dan sekarang 6 orang tadi kini telah berada dirumah keluarga Abhivandya. Awalnya Vivian menolak tawaran kedua orangtua triplets untuk ikut pulang bersama mereka tapi karena bujuk rayu dengan alasan supaya besok tak kelamaan saling tunggu-menunggu akhirnya dengan terpaksa Vivian mensetujui hal itu. Sedangkan triplets yang masih kecewa dengan Vivian pun hanya terdiam, tak ingin berucap sepatah katapun dengan perempuan itu dan mereka juga tak bisa mencegah orangtuanya untuk membawa Vivian karena keputusan mereka tak pernah bisa di ganggu gugat.


Dan setelah sampai mereka tak langsung istirahat melainkan tengah bersiap.


"Siapkan beberapa senjata!" perintah Daddy Aiden kepada anak buahnya saat ia memasuki salah satu ruangan yang berada di dalam rumahnya dan ruangan itu dikhususkan untuk berbagai senjata miliknya.


"Kalian ambil yang sekiranya bermanfaat jika ada lawan yang menyerang nanti. Buat jaga-jaga saja," ucap Daddy Aiden kepada empat pemuda, pemudi itu. Keempatnya yang sempat terbengong karena baru pertama kali melihat ruangan yang penuh senjata pun dengan patuh menganggukkan kepalanya setelah mereka tersadar dari pikiran mereka masing-masing.


Dan kini keempatnya tengah berpencar untuk mencari senjata andalan bagi mereka masing-masing.


"Aku gak kamu suruh ikut milih gitu?" tanya Mommy Della yang berada disamping Daddy Aiden.


"Emang kamu bisa gunain salah satu dari senjata di ruangan ini?" tanya Daddy Aiden pasalnya selama ia menikah dan mengenal Mommy Della, ia tak pernah melihat istrinya itu bermain-main dengan senjata kecuali pisau dapur.


"Wahhhhh sepertinya kamu meremehkan istrimu ini," ucap Mommy Della yang membuat Daddy Aiden gelagapan.


"Bukan, bukan gitu sayang. Aku kan gak pernah lihat kamu pegang senjata apapun. Tapi kalau kamu mau coba dan bawa salah satu senjata disini buat jaga-jaga besok ya silahkan ambil aja sesuka kamu," ujar Daddy Aiden. Padahal dari awal ia tak mengizinkan pujaan hatinya itu ikut bertempur jika ada serangan nanti tapi setelah melihat tatapan tajam dari Mommy Della membuat nyalinya menciut dan lebih baik ia mengizinkan saja daripada ia tak mendapatkan jatah selama berhari-hari nantinya kan bisa berabe.


Tanpa menimpali ucapan dari Daddy Aiden, Mommy Della kini melangkahkan kakinya menuju kesalah satu senjata yang menarik dirinya seakan-akan senjata itu memiliki magnet yang kuat agar Mommy Della menghampiri dan mengambil senjata itu.


Triplets dan Vivian yang telah selesai memilih senjata kini mereka kembali kearah Daddy Aiden.


"Mommy mau ambil senjata juga Dad?" tanya Edrea.


"Entahlah dia ngotot mau bawa senjata juga buat besok. Ya udah lah ya biarin aja. Kalian udah dapat senjata kan?" Keempat orang itu menganggukkan kepalanya sembari menunjukkan senjata yang mereka pegang. Azlan dan Erland, mereka berdua dengan kompak memilih senjata api untuk ia bawa, Edrea memilih untuk membawa belati sedangkan Vivian memilih busur panah dan beberapa anak panahnya.


"Kamu gak repot bawa panah?" tanya Daddy Aiden. Vivian menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu," ucap Daddy Aiden dan kini matanya tertuju kearah Mommy Della yang tengah berjalan mendekati mereka semua.


"Banyak banget," tutur Daddy Aiden sembari melihat ada 3 senjata yang dibawa oleh Mommy Della.


"Ya terus? gak boleh gitu?" tanya Mommy Della dengan suara ketus.

__ADS_1


"Boleh, boleh sayang boleh mau kamu bawa semua yang ada disini gak ada masalah." Mommy Della yang mendengar ucapan dari Daddy Aiden pun memutar bola matanya malas.


Sedangkan ketiga anaknya kini menatap kearah dirinya dengan penuh tanya.


"Pistol, belati, panah crossbow. Mom, yakin bisa gunain itu semua?" tanya Azlan.


"Mau beradu sama Mom?" tantang Mommy Della.


Azlan terdiam. Bukan karena takut Mommy Della akan mencelakai dirinya melainkan ia takut Mommy Della justru akan salah menggunakan senjata itu dan berakhir Mommy Della lah yang akan terkena senjatanya sendiri.


"Ck gak usahlah. Mom juga masih punya hati kalau melawan anak sendiri. Jadi lihat aja besok Mom bisa gunain semua senjata ini atau gak. Kalau sampai Mom bisa, jangan lupa belikan Mom mobil sport keluar terbaru," ucap Mommy Della yang membuat semua orang terdiam. Yang benar saja, uang mereka tak sebanyak uang Daddy Aiden. Sebenarnya bisa saja mereka membelikan mobil itu tapi setelahnya usaha yang mereka bangun akan gulung tikar.


Daddy Aiden yang penasaran akan kepercayaan diri dari Mommy Della, apakah istrinya itu memang benar-benar bisa menggunakan senjata itu, akhirnya angkat suara.


"Biar aku yang beliin kamu mobil yang kamu mau jika memang benar kamu bisa menggunakan tiga senjata itu besok," ucap Daddy Aiden yang membuat Mommy Della tersenyum dan kini tangan wanita itu terulur kearah sang suami.


"Deal?" Daddy Aiden membalas uluran tangan tersebut.


"Deal," ucapnya.


"Aduh emak gue ternyata bar-bar juga," gumam Edrea kemudian menyusul Mommy Della untuk keluar dari ruangan tadi diikuti yang lainnya.


...****************...


Kini tepat pukul setengah 5 pagi, triplets dan Vivian telah siap untuk berangkat ke lokasi dengan memakai pakaian serba hitam dan kini mereka tengah menunggu kedua orangtua yang tak kunjung keluar dari kamar mereka.


Hingga pukul 5 barulah mereka berdua tampak menuruni anak tangga.


"Sangat-sangat lama," gerutu Edrea yang sudah kembali merasa kantuk.


Mommy Della yang memang tak mendengar ucapan dari anaknya pun terdiam tapi matanya menatap Edrea dan Vivian dari atas sampai bawah.


"Kalian pakai begitu gak masuk angin?" tanya Mommy Della.

__ADS_1


Edrea dan Vivian kini saling pandang untuk sesaat setelahnya mereka menatap Mommy Della lalu menggelengkan kepala.


"Tenang aja sih Mom. Kita gak bakal masuk angin cuma gara-gara pakai beginian. Udah ah kelamaan kalau ngobrol mulu. Langsung berangkat aja," ucap Edrea yang sudah tak sabaran.


"Ya udah kalian ke mobil dulu," tutur Daddy Aiden yang membuat keempat orang itu beranjak keluar dari rumah tersebut menuju mobil mereka.


Saat Mommy Della dan Daddy Aiden juga ikut melangkahkan kaki mereka tiba-tiba saja langkah kaki Mommy Della terhenti yang membuat Daddy Aiden ikut berhenti dan menatap istrinya itu dari samping.


"Kenapa?" tanyanya.


"Gak tau nih. Tapi tiba-tiba perasaanku gak enak," jawab Mommy Della.


Daddy Aiden kini mengulurkan tangannya untuk memeluk sekilas tubuh Mommy Della dan mencium puncak kepala istrinya itu.


"Yakinlah sayang semuanya akan baik-baik saja. Atau kamu mau dirumah aja?" tanya Daddy Aiden. Mommy Della dengan segera menggelengkan kepalanya.


"Gak. Aku tetap ikut kalian. Mungkin perasaan ini datang karena baru pertama aku ikut beginian," ucap Mommy Della.


"Kamu yakin sayang?" Mommy Della kembali menganggukkan kepalanya.


"Udah ah jangan dibahas lagi. Kasihan anak-anak yang udah nunggu kita di luar," tutur Mommy Della.


Daddy Aiden hanya bisa menghela nafas dan berharap semoga yang diucapkan sang istri memang benar, jika perasaan itu datang karena gugup bukan karena hal lainnya yang tak pernah ia duga-duga sebelumnya.


...****************...


Style Mommy Della



Style Vivian


__ADS_1


Style Si bontot, Edrea



__ADS_2