The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 296


__ADS_3

Sesampainya mereka berdua di depan kamar kedua orangtuanya, Erland yang sudah tak sabaran pun ia segera mengetuk pintu tersebut hingga beberapa kali dan akhirnya pintu itu terbuka oleh Mommy Della. Tapi hal tersebut justru membuat keduanya terkejut.


"Astagfirullah setan," ucap Erland reflek.


"Setan? Mana? Jangan nakut-nakutin Mommy ya kamu Er," ujar Mommy Della dengan menoleh ke arah belakangnya.


"Jangan mendekat," teriak Erland dengan heboh saat Mommy Della mendekatinya bahkan matanya terus ia tutup mengunakan kedua tangannya.


Mommy Della yang tak mengerti dengan tingkah anaknya itu pun ia menatap kearah Azlan yang sekarang sudah tampak santai karena mengetahui jika didepannya saat ini bukanlah hantu melainkan Mommynya.


"Dia takut sama Mommy," tutur Azlan yang sepertinya tau tatapan dari Mommy Della tadi.


"Hah? Takut sama Mommy? Kenapa?" tanya Mommy Della yang semakin dibuat bingung.


"Karena Mommy sekarang pakai masker yang putihnya nauzubillah. Makanya dia nganggep Mommy setan karena masker Mommy itu," ujar Azlan yang membuat Mommy Della sadar jika dirinya sekarang tengah memakai masker wajah.


"Astaga Mommy lupa," ucap Mommy Della. Tapi setelahnya bukannya langsung mencuci mukanya agar Erland tidak takut, Mommy Della justru punya niatan untuk menjahili anaknya itu dengan ia terus berjalan mendekati Erland. Erland yang tadinya sudah menjauh dari depan kamar kedua orangtuanya, ia di buat gemetar saat ia melihat Mommy Della mendekatinya.


"Stop! Jangan dekat-dekat. Darah gue pait. Hus hus hus menjauh!" usir Erland dengan memundurkan tubuhnya hingga tak sadar ia sudah sampai di ujung tembok rumah tersebut. Sedangkan Mommy Della terus mendekatinya.


"Hihihi matilah bersamaku," ucap Mommy Della untuk menakut-nakuti Erland.


"Tidak. Jangan, gue masih mau hidup. Gue masih mau punya istri, anak sampai cucu," tutur Erland bahkan ia sekarang sudah berjongkok saat Mommy Della sudah berada di depannya.


"Saya tidak peduli, saya mau nyawa kamu sekarang, hihihi," ucap Mommy Della dengan tangan yang sudah berada di kepala Erland dan karena ia gemas dengan Erland yang menurutnya sangat cemen itu, Mommy Della menjambak rambut Erland.


"Arkhhhh sakit arkkhhhhhhh!" teriak Erland sembari tangannya terus memukul-mukul lengan Mommy Della.


"Buka mata kamu penakut! Ini Mommy bukan setan," geram Mommy Della.

__ADS_1


"Tidak. Mommy itu cantik bukan jelek begitu," ucap Erland yang masih saja tak percaya dengan ucapan dari Mommy Della.


Mommy Della yang sudah cukup geram pun ia semakin kencang menarik rambut Erland.


"Buka mata kamu!" geram Mommy Della.


"Tidak," tolak Erland.


"Erland!" geram Mommy Della.


"Jika kamu tidak segera membuka mata kamu, Mommy pastikan kulit kepala kamu ini lepas dari kepala kamu," sambung Mommy Della yang berhasil membuat Erland perlahan membuka matanya.


"Rasakan ini. Jika kamu masih merasakan sakit maka yang ada di hadapanmu saat ini bukan setan, bodoh," ucap Mommy Della.


"Arkhhhh iya sakit iya," tutur Erland yang sudah tak tahan lagi dengan jambakan Mommy Della.


Sedangkan Azlan yang sedari tadi hanya melihat adegan dari Mommynya dan adiknya itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum dirinya mendekati mereka berdua.


"Katakan kenapa kalian tadi ngetuk pintu Mommy?" tanya Mommy Della dengan kedua tangan ia lipat di depan dadanya. Sedangkan Erland yang masih merasakan sakit di kepalanya, perlahan ia berdiri dari jongkoknya dan dengan cepat ia berpindah tempat menjadi berada di belakang Azlan.


"Jadi niat kita ngetuk pintu tadi tuh hanya mau ketemu sama Daddy. Daddy ada di kamar kan?" ujar Azlan.


"Tidak. Daddy kalian belum pulang. Katanya sih dia mau lembur sampai jam 10 malam," jawab Mommy Della.


"Memangnya ada apa? Kenapa tumben-tumbenan kalian nyariin Daddy, biasanya juga nyariin Mommy," sambung Mommy Della yang sepertinya cemburu karena alasan mereka berdua mengetuk pintu tadi bukan karena ingin mencarinya melainkan mencari keberadaan Daddy mereka.


Dan saat Erland sudah membuka bibirnya, berniat untuk menjawab pertanyaan dari Mommy Della tadi, Azlan lebih dulu menginjak kakinya hingga Erland meringis kesakitan. Dan disela-sela itu, kesempatan Azlan untuk menjawab pertanyaan dari Mommy Della tadi.


"Sebenarnya tidak ada hal yang penting sih Mom. Hanya saja kita berdua mau membicarakan masalah tentang laki-laki," ucap Azlan.

__ADS_1


"Masalah laki-laki apa?" tanya Mommy Della yang masih saja kepo.


"Kalau masalah laki-laki tuh berarti Mommy gak boleh tau, pamali," timpal Erland.


"Apa kamu. Orang penakut aja mau ikut-ikutan bicara," ujar Mommy Della yang membuat Erland mencebikkan bibirnya.


"Kalau kalian mau membicarakan masalah laki-laki dan jika pembicaraan itu penting sekaligus kalian tidak sabar menunggu Daddy sampai pulang nanti. Kalian ke kantornya aja sana," ucap Mommy Della.


"Hmmmm kalau kita kesana memangnya tidak mengganggu Daddy?" tanya Azlan.


"Mommy rasa sih tidak. Coba aja dulu kesana. Toh kalau Daddy kalian benar-benar sibuk, kalian kan bisa sekalian bantuin Daddy biar cepat selesai kerjanya dan biar kalian paham pekerjaan Daddy sebelum nanti kekuasaan Daddy di alihkan ke kalian," tutur Mommy Della yang membuat kedua anak laki-lakinya itu saling pandang satu sama lain untuk berkomunikasi. Dan beberapa saat setelahnya mereka berdua tampak menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kita berdua coba ke kantor Daddy sekarang," ujar Daddy Aiden.


"Hmmmm hati-hati dijalan," ucap Mommy Della yang diangguki oleh kedua anak laki-lakinya tersebut. Dan sebelum keduanya benar-benar pergi, mereka tak lupa menyempatkan dirinya untuk mengecup punggung tangan Mommy Della. Dan setelahnya, barulah mereka berdua keluar dari rumah tersebut.


Awalnya perjalanan mereka mulus tak ada kendala apapun, hingga saat mereka melewati jalan yang lumayan sepi, tiba-tiba Erland yang tengah duduk santai menikmati pemandangan pun ia merasa ada yang aneh. Dan karena instingnya yang kuat, Erland langsung menelisik setiap sisi dari mobil tersebut hingga ia menemukan ada satu benda yang sangat amat mencurigakan baginya.


Ia terus menajamkan pengelihatannya karena benda yang ia temukan itu cukup tersembunyi. Dan saat ia sudah melihatnya dengan jelas Erland langsung membelalakkan matanya.


"Bang, minggir sekarang!" perintah Erland.


Azlan yang tak tau situasi saat ini pun ia hanya bisa menuruti keinginan Erland tersebut.


"Ada apa? Kenapa lo nyuruh gue buat berhenti? lo kebelet pipis kah?" tanya Azlan saat mobil itu berhenti. Dan pertanyaannya itu sama sekali tak mendapat jawaban dari Erland. Karena Erland justru bergegas keluar lalu setelahnya dengan cepat ia membuka pintu mobil Azlan yang masih tampak kebingungan itu kemudian ia menarik saudara kembarnya untuk keluar dari dalam mobil tersebut. Dan kemudian membawanya berlari menjauhi mobil tersebut. Dan saat mereka sudah tampak menjauh, beberapa saat setelahnya....


Boom!!!


Mobil itu meledak pada saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2