
"Apa kamu baik-baik saja? Ada yang terluka hmmm? katakan sama Mommy biar Mommy lihat," ucap Mommy Della setelah ia melepaskan pelukannya bahkan ia sekarang memutar tubuh Zea berulang kali dengan melihat kondisi kekasih anaknya itu.
"Mom, stop. Dia nanti bisa pusing," ujar Azlan sembari menarik tubuh Zea menjauh dari sang Mommy.
"Eh, maaf-maaf Mommy khilaf tadi, apa kamu pusing sekarang?" tanya Mommy Della yang dijawab gelengan dan senyuman dari Zea.
"Aku tidak apa-apa Mom. Aku baik-baik saja, tidak ada luka sedikitpun," ujar Zea yang membuat Mommy Della bisa menghela nafas lega.
"Syukurlah kalau begitu. Lagian tuh penjahat gak ada kerjaan banget sih mau nyelakain orang di malam hari. Kenapa gak pagi aja, kan enak tuh gak pakai acara ngantuk segala dan lebih banyak pencahayaannya di bandingkan malam hari yang minim pencahayaan," tutur Mommy Della.
"Ya mana ada sayang penjahat yang punya niatan bunuh orang bergerak di pagi hari. Yang ada sebelum mereka menyentuh tubuh targetnya, dia sudah di gebukin warga sekitar," timpal Daddy Aiden.
"Kamu ini ada-ada saja," sambungnya sembari menggelengkan kepalanya. Lalu setelahnya tatapan matanya beralih kearah Zea yang berada di samping Azlan.
"Ze," panggil Daddy Aiden.
"Iya Dad?"
"Kamu tinggal disini untuk sementara waktu tidak apa-apa kan? Di luar masih bahaya soalnya," ucap Daddy Aiden yang kini membuat Zea menatap wajah Azlan seakan-akan ia meminta solusi kepada kekasihnya itu. Dan tatapan dari Zea tadi dibalas anggukan kepala oleh Azlan. Lalu setelah mendapat solusi, Zea mengalihkan pandangannya kearah Daddy Aiden.
__ADS_1
"Baiklah Dad. Zea akan tinggal disini untuk sementara waktu hingga situasi di luar sudah aman. Tapi sebelumnya Zea minta maaf karena sudah banyak menyusahkan Daddy, Mommy dan orang-orang di keluarga ini. Dan Zea juga mau mengucapkan terimakasih banyak atas perlindungan yang Zea dapatkan dari keluarga ini, terimakasih banyak Dad, Mom," tutur Zea dengan sangat tulus. Mommy Della yang mendengar perkataan dari Zea tadi pun ia kini bergerak untuk mendekati gadis tersebut lalu setelahnya ia memeluk tubuh Zea.
"Kamu tidak perlu sungkan lagi Zea. Karena tanpa kamu minta, kita akan tetap melakukan tugas kita. Mom, Dad dan semua orang di sini telah menganggap kamu sebagai bagian dari keluarga ini sejak Azlan membawamu kesini dan mengenalkan kamu ke kita semua. Kamu keluarga kita Zea yang berhak mendapatkan perlindungan, sama dengan anggota keluarga lainnya. Kamu tidak pernah merepotkan kita sama sekali, karena perlu Mommy ulang lagi jika kamu adalah bagian dari keluarga Abhivandya. Tidak peduli dengan siapa kamu sebelumnya, dengan masa lalumu dan dengan sikapmu dulu bagaimana karena kita percaya kamu adalah anak baik yang selalu melindungi nama baik dirimu sendiri dan keluargamu," tutur Mommy Della sembari melepaskan pelukannya tersebut, kemudian ia menangkup kedua pipi Zea dan menatap lekat manik mata gadis tersebut.
"Dan perlu kamu ingat, Ze. Dimanapun kamu berada kita semua akan terus ada untukmu, mendorong kamu untuk melakukan kebaikan dan selalu memeluk kamu jika kamu sudah lelah melewati setiap rintangan dalam hidupmu. Dan yakinlah sayang, mulai detik ini kita akan berdiri dan mengikuti setiap langkahmu dari belakang. Kita akan terus berdekatan satu sama lain tanpa ada yang bisa memisahkan ikatan keluarga ini," sambung Mommy Della yang berhasil membuat air mata Zea meleleh seketika.
"Hiks Zea tidak tau harus membalas kebaikan keluarga ini dengan apa, banyak sekali hal baik yang Zea dapatkan. Sedangkan Zea hanya bisa mengucapkan terimakasih saja tanpa bisa membalas budi keluarga ini. Hiks Zea benar-benar bersyukur bisa mengenal keluarga ini dan di terima dengan baik disini. Mom, Dad, terimakasih. Er, El terimakasih," ujar Zea sembari melihat satu-persatu orang-orang disana yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh mereka. Dan tatapan matanya kini beralih kearah Azlan yang sedari tadi mengelus punggungnya.
"Terimakasih. Karena tanpa kamu, aku pasti sudah sangat hancur sekarang," ucap Zea.
Azlan yang melihat tatapan berbeda dari sang kekasih pun dengan cepat ia memeluk tubuh Zea dengan sangat erat.
Dan saat orang-orang itu tengah dilanda haru, berbeda dengan Leon yang justru dari tadi tengah mencari seseorang yang tak ia lihat sedari ia menginjakkan kaki kembali ke rumah mewah itu.
"Dad," panggil Leon dengan suara lirih.
"Rea di kamar Callie," ucap Daddy Aiden yang seakan-akan tau jika Leon ingin menanyakan keberadaan Edrea saat ini.
"Terimakasih infonya Dad, El ke kamar Callie dulu," ujar Leon. Dan tanpa menunggu jawaban atau persetujuan dari Daddy Aiden, Leon kini bergegas menuju ke kamar Callie yang berada di lantai dua rumah tersebut.
__ADS_1
Dan saat dirinya sudah berada di depan pintu kamar itu, perlahan ia membuka pintu tersebut hingga ia bisa melihat kedalam kamar itu dengan pencahayaan yang sangat minim. Tapi hal tersebut tak bisa mengalahkan mata elang Leon yang sekarang bisa menatap jelas tubuh Edrea yang tengah terbaring sembari memeluk tubuh Callie yang tengah tertidur lelap.
Leon yang sudah menutup kembali pintu kamar tersebut kini ia berjalan mengendap-endap kearah Edrea dan Callie berada.
Saat Leon sudah berada di dekat ranjang, ia menatap dua perempuan yang sangat ia sayangi itu dengan senyum yang mengembang.
"Good night my little princess and my queen," ucap Leon dengan suara lirihnya dan dengan perlahan ia mengecup kening kedua perempuan tersebut dengan sangat hati-hati karena ia tak ingin membangunkan salah satu dari dua orang tersebut.
Dan baru saja Leon ingin berbalik arah untuk meninggalkan kamar tersebut, ia mendengar suara gumaman seseorang yang mengusik telinganya.
"Jangan pergi," gumam Edrea yang berhasil membuat Leon berputar arah kembali.
"Aku mohon jangan pergi hiks," racau Edrea dalam tidurnya.
"Tidak, El tidak boleh pergi!" racauan itu semakin membuat Leon khawatir saja.
"Stttt tenang sayang. Aku tidak akan kemana-mana. Aku disini, disamping kamu. Kita akan terus bersama dan tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita lagi. Aku disini sayang dan akan selalu di sini," ucap Leon yang sudah duduk di samping tubuh Edrea dengan tangan yang aktif mengelus dan sesekali ia mengecup kening Edrea. Sedangkan tangan yang satunya lagi ia gunakan untuk menggenggam tangan Edrea. Dan genggaman tangan tersebut di balas oleh Edrea.
"Sudah ya hilangkan mimpi buruk kamu itu. Buang jauh-jauh mimpi yang tidak akan pernah terjadi itu. Dan sekarang beralih ke mimpi indahmu, karena aku sudah menunggumu di mimpi indahmu itu," ucap Leon dengan sedikit memberikan sugesti kepada Edrea. Dan sepertinya apa yang ia lakukan tadi membuahkan hasil pasalnya genggaman erat dari Edrea tadi perlahan mulai terlepas, hembusan nafas yang tadinya memburu kini normal kembali dan gumaman Edrea tadi sudah tak ia dengar kembali. Dan hal tersebut membuat Leon bisa menghela nafas lega walaupun di otaknya terus bertanya-tanya apa yang ada di mimpi Edrea tadi. Apa mimpi itu bersangkutan dengan masa lalu mereka atau justru di masa depan mereka? Tapi Leon tetap menganggap mimpi Edrea tadi hanyalah bunga tidur saja dan bukan mempengaruhi hidup mereka di masa sekarang ataupun masa depan.
__ADS_1