The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 266


__ADS_3

Sesuai dengan permintaan Daddy Aiden tadi pagi, jika triplets ditambah dengan Leon harus pergi ke kantor sang Daddy untuk membahas sesuatu yang sama sekali belum mereka ketahui.


Dan saat ini keempat orang itu sudah memasuki kantor tersebut yang langsung menyita perhatian semua karyawan di kantor itu. Tapi mereka mana peduli dengan semua yang ada di sekitarnya sekarang, karena tujuan mereka bukanlah untuk tebar pesona kepada karyawan di kantor Daddy Aiden melainkan tujuannya saat ini adalah segera bertemu dengan bapak negara.


Dan setelah mereka memasuki lift dan melewati beberapa lantai, akhirnya mereka sampai di lantai yang terdapat ruang kerja Daddy Aiden disana.


Lalu tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada sekertaris Daddy Aiden karena saat mereka sampai di kantor tersebut sudah memasuki makan siang, alhasil keempat orang tadi langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Masuk!" perintah Daddy Aiden dari dalam ruangannya.


Dan setelah mendapat perintah, Erland yang kebetulan berada di samping knop pintu pun segera membuka pintu tersebut dengan lebar.


"Kalian duduk dulu, Daddy mau menyelesaikan ini sebentar," ujar Daddy Aiden saat keempat orang tadi sudah benar-benar masuk kedalam ruangan itu.


Dan ucapan dari Daddy Aiden langsung di turuti oleh triplets dan juga Leon.


"Pantesan Mommy sering ngomel kalau beliau lagi ke sini. Orang waktu istirahat bukannya dibuat untuk mengistirahatkan tubuh sejenak, eh si bapak masih aja tetap bekerja," gerutu Edrea yang sepertinya tak suka jika melihat Daddynya itu terlalu banyak bekerja tanpa istirahat sedikitpun.


"Rea, Daddy dengar," ucap Daddy Aiden sembari berdiri dari duduknya.


"Dad kerja begini juga buat kalian, toh kalau Dad kerjanya terlalu santai dan berakhir perusahaan ini bangkrut. Dan saat perusahaan ini bangkrut, kalian mau Dad kasih makan apa hah?" omel Daddy Aiden sembari duduk di sofa di depan keempat pemuda-pemudi itu.


"Kasih makan nasi lah. Kalau Dad bangkrut kita juga gak akan kelaparan. Masih ada usaha kita bertiga ditambah Opa dan Oma kan masih kaya, jadi tinggal minta uang sama mereka saja. Gampang kan," ujar Edrea.


"Iya juga sih. Tapi haishhhhh sudahlah jangan bahas itu lagi. Karena ada hal yang lebih penting dari itu yang perlu Dad tanyakan ke kalian semua, terutama kamu, Rea," ucap Daddy Aiden sembari menatap keempat orang tadi secara bergantian.


"Apa benar kamu kemarin mendapat masalah disekolah barumu itu?" tanya Daddy Aiden yang di tunjukan kepada Edrea. Sedangkan Edrea yang mendapat pertanyaan pun ia menganggukkan kepalanya.


"Masalahnya apa? Kenapa kemarin Daddy tidak di kasih tau sama sekali oleh kalian dan justru Dad taunya dari pengacara keluarga karena kalian bertiga sudah melaporkan permasalahan yang sedang Edrea alami ke meja hijau. Mommy pun sampai sekarang dia gak tau masalah ini, jika sampai dia tau, Daddy yakin kalian pasti habis kena omel dia," ujar Daddy Aiden.


"Dan sekarang cepat katakan masalahnya apa!" perintah Daddy Aiden.


"Hanya sepele sebenarnya Dad. Perempuan itu awalnya dekat dengan Erland hanya untuk mengorek informasi mengenai kondisi teman-teman tongkrongan kita terutama kondisi kita berdua dengan niatan saat kita berdua atau teman-teman kita lengah, si perempuan itu akan memberikan informasi ke kekasih hatinya tentang situasi kita dan berakhir kita akan diserang oleh komplotan dari kekasih perempuan itu. Tapi sayangnya kita dulu sama sekali tidak mencurigai dia hingga akhirnya saat Erland di tolak cintanya kemarin, kita baru mengetahui fakta tersebut. Alhasil untuk memberi dia pelajaran, kita berniat untuk menghancurkan perempuan itu mulai dari pisikisnya dulu sebelum nanti fisiknya kita lukai," jelas Azlan.

__ADS_1


"Oke, Daddy paham dengan apa yang kamu ucapkan tadi. Dan niatan kalian untuk menghancurkan mental perempuan itu dengan menyebar luaskan foto dan video yang berbau 18+ ke akun media sosial, right?" tanya Daddy Aiden yang membuat triplets dan Leon kini melebarkan mata mereka.


"Darimana Daddy tau?" tanya Erland.


"Kalian mau tau Daddy taunya dari mana?" ujar Daddy Aiden yang langsung mendapat anggukan dari keempat orang tersebut.


"Kepo!" ucap Daddy Aiden yang membuat keempat orang tadi mencebikkan bibir mereka.


"Oh ya jika masalah ini sudah kalian ajukan ke meja hijau, bagaimana kalian mau melukai fisik perempuan itu? Dan apa kalian yakin jika yang kalian lakukan ini tidak akan menimbulkan masalah lain? seperti kekasih dari perempuan itu nantinya akan marah saat tau semuanya dan berakhir dia akan menyerang kalian untuk balas dendam?" tanya Daddy Aiden.


"Kita sudah melukai fisik dia Dad, lebih tepatnya hanya Rea saja yang melakukannya, karena sebenci-bencinya kita bertiga dengan perempuan itu, kita juga tak tega untuk memukulnya. Dia seorang perempuan yang tenaganya tak sebanding dengan kita bertiga. Jika kita masih melukai fisiknya, kita bisa di panggil banci nantinya," ujar Erland.


Daddy Aiden yang mendengar penuturan dari Erland pun ia tampak terdiam sesaat dengan otak yang membayangkan masa lalunya itu.


"Secara tidak langsung nih anak ngatain bapaknya sendiri banci karena saat aku dulu pernah melukai seorang perempuan yang sama sekali tak membahayakan nyawaku hanya karena membela cinta yang salah. Haishhhhh," batin Daddy Aiden.


Dan keterbengongan Daddy Aiden tadi membuat keempat orang di depannya mengerutkan keningnya.


"Dad, Daddy," ucap Edrea sembari melambaikan tangannya di depan wajah sang Daddy.


"Ck, Daddy itu yang kenapa, bengong mulu dari tadi," ujar Edrea.


"Maaf-maaf kelepasan. Oke kita lanjutkan saja pembahasan kita tadi," ucap Daddy Aiden.


"Kalian bertiga memang tidak seharusnya melawan seorang perempuan karena mereka bukan tandingan kalian. Tapi sebenarnya tidak masalah kalian melukai fisik seorang perempuan jika perempuan itu telah melakukan sesuatu yang sangat-sangat membahayakan nyawa kalian," ujar Daddy Aiden yang diangguki oleh ketiga laki-laki di ruangan tersebut.


"Dan apa kalian perlu bantuan dari Daddy untuk menangani masalah kalian selanjutnya?" tanya Daddy Aiden sekaligus memberi tawaran kepada mereka.


"Kita rasa tidak perlu Dad. Karena kita yakin, kita bisa menangani masalah yang akan segera kita terima itu sendiri," tutur Azlan.


"Kalian yakin?" tanya Daddy Aiden memastikan. Dan hal tersebut langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh semua orang disana.


"Tapi jika boleh, kita mau pinjam senjata Daddy hanya sekedar untuk jaga-jaga saja. Karena takutnya mereka akan menyerang dengan senjata tajam," ujar Erland.

__ADS_1


"Baiklah, Daddy akan kasih pinjam kalian senjata Daddy. Tapi ingat jika mereka tidak menggunakan senjata untuk menyerang kalian, kalian jangan membalas serangan itu dengan sebuah senjata, karena jika itu terjadi maka kalian semua pengecut," tutur Daddy Aiden.


"Dan saat hari itu tiba, Dad berharap kalian pulang dengan selamat jangan ada yang terluka sedikitpun. Karena jika Dad tau ada satu goresan di tubuh kalian, maka jangan salahkan Dad yang akan ikut campur masalah kalian. Kalian paham?" tutur Daddy Aiden.


"Iya, kita paham Dad," ucap keempat orang tadi dengan serempak.


"Jika kalian sudah paham. Boleh dong salah satu dari kalian pergi buat beliin makanan buat Daddy. Soalnya Daddy lapar nih," ujar Daddy Aiden yang membuat keempat orang tadi memutar bola matanya malas.


"Biar aku saja. Dad tinggal sebutin menu makanannya, El akan belikan," ucap Leon.


"Uhhhh calon mantu yang pengertian. Belikan apa saja yang sekiranya enak dan bisa di makan sekaligus mengenyangkan. Dan ini uangnya," ujar Daddy Aiden sembari memberikan beberapa lembar uang kearah Leon tapi segera Leon tolak.


"Tidak usah Dad, biar pakai uang El saja," ucap Leon yang langsung membuat senyum Daddy Aiden mengembangkan.


"Duhhhh baik sekali sih calon mantunya Daddy. Makasih ya El," ujar Daddy Aiden yang diangguki oleh Leon.


"Ya sudah kalau gitu El berangkat dulu," pamit Leon.


"Hati-hati dijalan El!" teriak Daddy Aiden saat Leon sudah beranjak dari duduknya.


"Iya Dad," ujar Leon. Dan saat Leon sudah keluar dari ruangan tersebut, tatapan mata Daddy Aiden beralih menatap kearah Edrea berada.


"Kamu gak mau ikut Leon?" tanya Daddy Aiden.


"Gak, Rea malas," ujar Edrea.


"Ck, kamu tuh jangan jadi orang pemalas gini dong. Cepat susul dia sebelum dia nanti di culik sama tante-tante. Belum lagi nanti dia juga bisa di goda sama perempuan lain yang lebih cantik, seksi dan hot. Dan jika semua itu terjadi, nyesek kamu nanti,," tutur Daddy Aiden sekaligus untuk memanas-manasi anak perempuannya tersebut.


"Gak akan terjadi Dad. Toh kalau dia digoda sama perempuan lain, dia juga gak akan tertarik sama mereka," ucap Edrea.


"Tampaknya kamu sangat percaya sama dia. Tapi perlu kamu ingat Rea, sepercayanya kamu sama Leon, jangan sampai kamu sendiri yang terlena dan berakhir kamu akan kehilangan dia. Karena pada kenyataannya jika laki-laki itu terlalu di bebaskan, dia bisa saja ngelunjak. Apalagi Leon kan tampan, buat cari cewek cadangan mah gampang tinggal tunjuk saja sudah jadi," tutur Daddy Aiden yang masih berusaha buat Edrea cemburu.


"Iya juga sih. Ahhhh ya sudahlah, Rea pergi nyamperin El dulu. Bye," ujar Edrea lalu setelahnya ia berlari meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Dan hal tersebut membuat Daddy Aiden terkekeh kecil. Sedangkan Azlan dan Erland yang melihat kelakuan sang Daddy pun mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya yang tak habis pikir dengan kelakuan Daddy Aiden itu.


...~Selamat berpuasa~...


__ADS_2