The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 267


__ADS_3

Pagi harinya saat triplets, Leon dan beberapa teman dari Azlan, Erland dan juga Leon yang kebetulan di hari itu juga mereka telah pindah sekolah mengikuti Leon, sedang menuju ke sekolah tersebut, tiba-tiba saja di dalam perjalanan ada segerombolan orang yang tengah menghadang laju mereka. Hingga membuat mereka semua dengan terpaksa menghentikan kendaraan yang mereka tumpangi.


"Tetap di dalam," ucap Leon saat dirinya ingin keluar dari mobilnya.


Edrea yang sebenarnya ingin ikut adu jotos dengan mereka, kini ia mengerucutkan bibirnya saat Leon melarangnya untuk keluar dari mobil tersebut.


Dan saat semua orang sudah keluar dan berhadapan langsung dengan gerombolan orang tadi, mereka bisa melihat satu-persatu wajah yang tak asing lagi bagi kawanan Azlan dan Erland, terlebih dengan satu orang yang sekarang tengah mendekat kearah kedua laki-laki tersebut.


Saat orang tersebut sudah berdiri di depan Erland, tanpa permisi tangannya itu melayang bebas di udara, berniat untuk memukul wajah Erland. Tapi sayangnya Erland bisa mencekal tangan orang tersebut dengan mengeluarkan smriknya.


"Lo cari gara-gara sama gue gak akan bisa dan gak akan pernah mampu ngalahin gue, Virgon. Kekuatan dan ilmu bela diri lo jauh di bawah gue. Nyatanya jika lo benar-benar kuat, tangan lo harusnya lebih dulu mendarat di rahang gue bukan tangan gue yang lebih dulu menghadang tangan lo ini," ujar Erland dengan melepas kasar lengan Virgon tadi.


"Dan sebelum diri lo hancur di tangan gue, perintahkan semua cecunguk lo ini buat minggir dan menjauh dari sini," sambung Erland.


"Cih, kesombongan lo masih terus melekat ternyata. Tapi sayangnya gue gak akan pernah menyuruh mereka minggir ataupun menjauh dari hadapan kalian sebelum diantara kalian berdua ada yang bisa menggantikan nyawa Kayla," ujar Virgon dengan menunjuk ke arah Azlan dan Erland.


Dan ucapan dari Virgon tadi mampu membuat semua orang disana kecuali dengan teman Leon dan teman Virgon serempak saling pandang satu sama lain dengan bisikan manja mereka.


"Menggantikan nyawa Kayla? Maksud lo, Kayla udah mati?" tanya Azlan yang langsung membuat Virgon menatapnya dengan tajam.


"Jaga mulut lo. Dia gak akan bisa mati sampai kapanpun. Dia sekarang hanya sedang istirahat," ucap Virgon.


"Oh cuma istirahat ternyata. Gue kira udah mati, kalau dia udah mati kan kita nanti malam bisa party besar-besaran. Iya kan guys!" teriak Erland.


"Yuhuuuuuu benar dong. Kita party sampai pagi!" jawab semua orang yang berpihak kepada triplets dan Leon secara serempak.

__ADS_1


Dan teriakan itu membuat Virgon kini semakin mengepalkan tangannya karena saking geramnya dengan semua orang yang ada di hadapannya itu.


"Sialan!" ucap Virgon dengan mengayunkan tangannya kearah Erland kembali. Tapi lagi-lagi ayunan tangan itu di tangkis oleh Erland. Bahkan yang awalnya Virgon lah yang mempunyai niatan untuk memukul Erland, justru sekarang yang tengah mengamuk habis-habisan adalah Erland. Ia bahkan sampai tak peduli dengan keadaan disekitarnya yang juga sudah mulai adu kekuatan satu sama lain. Karena yang harus ia fokuskan sekarang adalah menghancurkan Virgon, sehancur-hancurnya. Ia sudah tak peduli lagi jika nyawa Virgon dihari itu juga melayang karena ulahnya. Dan dengan adanya adu jotos ini, ia juga bisa menyalurkan dendamnya yang sudah lama terpendam itu. Dendam akan penghianatan, dendam akan luka yang diterima Erland dulu dan terakhir dendam karena dia sudah dipermainkan oleh Virgon juga Kayla.


Edrea yang sedari tadi hanya menatap kegiatan diluar mobil itu pun ia hanya bisa menghela nafas panjang. Hingga tiba-tiba saja, pintu mobil tepat disampingnya terbuka lalu setelahnya ada seseorang yang menyeret keluar Edrea secara paksa.


"Jika kalian masih mau perempuan ini hidup, kalian semua mudur!" teriak salah satu teman Virgon yang berhasil mengunci pergerakan Edrea. Bahkan pistol yang berada di tangan kini sudah bergerak kearah kepala Edrea.


Dan karena teriakan sekaligus ancaman tadi membuat semua orang kini menghentikan aksinya.


"Edne!" ucap Leon saat melihat pujaan hatinya itu tengah kesusahan untuk melepaskan tangan besar laki-laki tadi dari lehernya.


Sedangkan Virgon yang tadinya hampir saja tumbang, kini ia tersenyum puas dan dengan tenaga yang masih tersisa, ia menghempaskan tangan Erland yang sedari tadi bertengger di kerah bajunya itu.


"Sepertinya, dia lebih pantas untuk menggantikan nyawa Kayla di bandingkan dengan nyawa kalian," ucap Virgon yang membuat Erland langsung memutar tubuhnya dan berniat untuk membogem Virgon. Tapi sayangnya ayunan tangannya kali ini mampu dibaca oleh laki-laki tersebut sehingga Virgon bisa mengelak bogeman tadi.


"Jika sekali lagi tangan lo itu bergerak mendekati tubuh gue, gue pastikan saat tangan itu mendarat di tubuh gue, suara tembakan juga akan terdengar di telinga lo," ujar Virgon.


"Dan jika lo mau dia selamat, gampang saja. Lo ataupun Azlan harus mengaku jika foto dan video yang tersebar di seluruh media sosial itu sebenarnya adalah foto kalian dengan perempuan yang sekarang tengah bersama dengan Eko itu. Tapi jika kalian tidak mau melakukan pembohong publik yang gue saranin tadi, jangan salahkan gue kalau nyawa perempuan itu benar-benar akan hilang saat ini juga," sambung Virgon.


Erland yang mendengar ide bodoh itu pun kini ia mengepalkan tangannya bahkan tatapan matanya yang ia berikan jauh lebih tajam dan dalam dari sebelumnya.


"Dan satu lagi, lo harus cabut identitas lo sebagai ketua Ragaza dan serahkan Ragaza ke tangan gue," ujar Virgon yang justru membuat Erland kini kembali mengeluarkan smriknya.


"Heh, sudah bisa ketebak. Tujuan lo hadang kita bukan untuk meminta pertanggungjawaban atas aib yang telah tersebar di media sosial dan juga bukan untuk membela Kayla, karena sebenarnya lo gak peduli dengan berita itu, juga lo gak akan pernah peduli dengan keadaan wanita itu. Melainkan tujuan utama lo adalah untuk merebut Ragaza dari tangan gue dan menjadikan Ragaza sebagai tameng lo dari para musuh lo itu. Tapi sayangnya tidak semudah itu gue mau melepaskan Ragaza buat lo. Karena Ragaza lebih penting dari nyawa gue sendiri," ujar Erland.

__ADS_1


"Lebih pentingan mana, Ragaza, nyawa lo atau nyawa perempuan itu?" tanya Virgon yang seakan-akan tengah memberikan pilihan kepada Erland.


"Ambil nyawa gue jangan ambil Ragaza ataupun nyawa dia. Karena jika gue mati, Ragaza akan langsung di pegang oleh seseorang yang jauh lebih hebat dari gue dan orang itu tidak akan pernah mudah di taklukan oleh siapapun, terutama lo," ujar Erland.


"Ucapan lo tadi benar-benar buat gue gak sabar untuk ketemu dengan calon ketua Ragaza, seberapa kuat sih dia sampai lo bangga-banggakan dia di hadapan gue. Tapi sebelum gue ketemu sama dia, gue harus bunuh lo sesuai dengan apa yang lo katakan tadi," ucap Virgon.


"Eko, lo bisa kan tembak dia dari situ?" tanya Virgon yang diangguki oleh Eko.


"Oke kalau begitu untuk hadiah lo kali ini, lo gue perbolehkan untuk membunuh Erland sekarang. Tapi ingat jangan lepaskan perempuan itu dari kuncian tangan lo," ujar Virgon.


"Siap bos," tutur Eko.


"Oke kalau begitu lakukan sekarang!" perintah Virgon yang membuat Eko kini mengalihkan bidikannya ke arah Erland berada.


Sedangkan Erland yang akan mendapat tembakan, ia tampak sangat tenang bahkan ia sekarang mengangkat kedua tangannya, siap untuk menerima tembakan yang akan dilakukan oleh Eko itu. Karena jika ia mau melawan, ia tak akan bisa karena dia ataupun teman-temannya termasuk Azlan dan Leon tidak ada yang memegang senjata tajam apapun karena senjata itu mereka taruh di dalam bagasi mobil dan mereka tadi tak sempat kepikiran jika akan mendapatkan serangan mendadak seperti ini sehingga mereka tak ada persiapan apapun.


"Tembak sekarang!" ucap Virgon yang kembali memberi arahan kepada anak buahnya itu.


Dan setelah perintah Virgon tersebut terdengar, Eko langsung menarik pelatuk pistol tersebut dan tak berselang lama suara tembakan terdengar nyaring di telinga semua orang di sana.


...****************...


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE dan KASIH HADIAH.... terimakasih 💜


...~Selamat berpuasa~...

__ADS_1


__ADS_2