The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 232


__ADS_3

Lama Edrea menunggu Leon menenangkan anak perempuan itu yang tak kunjung meredakan tangisnya.


Edrea yang merasa kasihan melihat anak perempuan itu sesegukan akhirnya ia kini mendekati Leon.


"Biar gue aja," ujar Edrea sembari mengulurkan tangan kearah anak perempuan tersebut. Dan anehnya anak perempuan yang tadinya takut dengan Edrea, kini ia justru menerima gendongan Edrea.


Saat anak perempuan tersebut baru saja berada di gendongan Edrea, Edrea di kejutkan dengan suara bisikan anak perempuan tersebut.


"I Miss You, Mom." Bisikan itu terdengar nyaring hingga menyentuh hati Edrea. Lalu setelah mengucapkan hal tadi, anak perempuan tersebut mengalungkan tangannya di leher Edrea. Sedangkan Edrea yang merasa pelukan hangat itu pun dengan reflek tangannya membalas pelukan dari anak perempuan tersebut.


Leon yang melihat tatapan kosong dari Edrea pun, ia kini mendekati Edrea lalu ia mengelus kepala Edrea dengan lembut.


Edrea kini mengerjabkan matanya berkali-kali lalu setelahnya ia menolehkan kepalanya kearah Leon.


"El?" ucap Edrea.


"Nanti gue jelasin kalau lo mau tau semuanya. Tapi gue mohon setelah gue cerita nanti tetap ingat siapa diri lo, siapa keluarga lo dan ingat semuanya seperti sebelumnya," ujar Leon yang membuat Edrea bingung sendiri tapi tak urung ia kini menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kita ke ruangan gue aja. Biar gak ganggu pengunjung di sini," tutur Leon. Lalu setelahnya ia menggiring Edrea menuju ke ruangannya. Meninggalkan kedua sahabat Edrea yang tengah menatap kepergian mereka bertiga.


"Lho lho lho, Rea mau di bawa kemana tuh?" tanya Yesi.


"Gue juga gak tau, mending kita ikutin aja mereka. Gue takut Rea diapa-apain sama Leon," timpal Resti. Dan idenya itu diangguki setuju oleh Yesi. Tapi saat mereka berdua ingin mengikuti langkah kedua orang tadi, lengan mereka tiba-tiba di cekal oleh seseorang dari belakang.


Dan hal itu langsung membuat dua gadis itu menolehkan kepalanya ke belakang.


"Tetap disini. Jangan ikuti mereka. Biar mereka menyelesaikan masalah mereka, kalian jangan ikut campur," ucap Jojo yang diangguki oleh Frans. Lalu setelahnya tanpa persetujuan dari kedua gadis tadi, kedua laki-laki itu menarik tangan mereka menuju ke salah satu meja makan disana.


Resti dan Yesi yang tak bisa berkutik pun ia hanya pasrah saja saat keduanya di giring oleh Jojo dan Frans tadi. Kalau pun ia tetap nekat ingin mengikuti mereka, pasti ketiga orang itu sudah menjauh dan tak bisa keduanya gapai lagi. Jadi dari pada semuanya sia-sia mending mereka mengikuti keinginan dari kedua sahabat dari Leon itu. Dan untuk kekepon mereka, biarkan nanti mereka tanya langsung ke Edrea.


...****************...


Kini Edrea, Leon beserta anak perempuan tersebut telah sampai di ruangan Leon yang berada di restoran tersebut.


"Apa dia tidur?" tanya Edrea saat ia sudah tak mendengar isak tangis dari anak perempuan yang berada di gendongannya itu.

__ADS_1


Leon yang baru menutup pintu ruangan tersebut pun kini ia mengalihkan pandangannya kearah anak perempuan tersebut.


"Iya dia tidur. Sini, biar gue taruh dia di kasur dulu," ujar Leon dan perlahan ia kini mengambil anak perempuan tersebut dari gendongan Edrea dan segera menaruhnya di atas ranjang di ruangan tersebut. Tapi baru saja anak perempuan tersebut menyentuh kasur itu, anak perempuan tersebut membuka matanya lalu mulai menangis lagi.


"Hiks, Callie mau iku Mommy, Dad," ucap anak perempuan tersebut yang bernama Callie dengan suara bergetar.


Edrea yang mendengar panggilan Daddy untuk Leon pun sesaat ia terbengong lagi tapi setelahnya ia menggelengkan kepalanya.


"Ayo berpikir positif, jangan negatif mulu," batin Edrea sembari memukul kepalanya yang sedikit pusing itu.


"Callie tenang dulu, oke. Mommy disini kok. Mommy tidak akan kemana-mana. Sekarang Callie tidur lagi ya," ucap Leon mencoba menenangkan Cellie.


"Tidak mau. Callie mau Mommy," tutur Cellie dan dengan susah payah, anak perempuan itu kini mendudukkan tubuhnya di atas ranjang tersebut. Lalu saat matanya menatap kearah Edrea, ia merentangkan kedua tangannya.


Edrea yang melihat hal itu pun dengan cepat ia menghampiri Callie dan Leon lalu setelahnya ia memukul tubuh anak perempuan tersebut.


"Cup cup cup. Jangan nangis lagi ya, kalau nangis nanti cantiknya hilang," ujar Edrea.


"Hiks, Callie tidak menangis lagi kalau Mommy tidak meninggalkan Callie lagi," tutur Callie.


"No Kakak tapi Mommy. You Mommy Callie," ucap Callie dengan menujuk Edrea.


"Tapi---"


"No, no Kakak. Hiks Mommy," tangis Callie meraung-raung.


"Oke baiklah. Mommy ada disini, jadi jangan nangis lagi oke," ujar Edrea yang terpaksa mensetujui panggilan yang di berikan oleh anak perempuan tersebut untuknya.


Callie kini menatap lekat manik mata Edrea. Edrea yang di tatap intens pun kini ia mengangkat kedua alisnya.


"Mommy jangan tinggalin Callie lagi ya," pinta Callie diakhiri dengan memeluk tubuh Edrea lagi.


Edrea yang tadi sempat melihat mata berbinar Callie pun ia hanya bisa menganggukkan kepalanya, mensetujui ucapan anak perempuan tersebut.


"Mommy tidak akan ninggalin Callie lagi. Tapi sekarang Callie harus tidur dulu. Ini udah malam soalnya. Dan malam hari itu tidak baik untuk anak-anak seusia Callie," ujar Edrea.

__ADS_1


Callie melepaskan pelukannya tadi.


"Tapi Callie mau tidur di pelukan Mommy," tutur Callie.


Edrea pun tersenyum lalu tangannya kini bergerak untuk menghapus sisa air mata Callie lalu dengan gemas ia menangkup kedua pipi Callie kemudian ia mencium kening anak perempuan tersebut.


"Oke, Mommy setuju. Malam ini Calle tidur di pelukan Mommy," ujar Edrea dan setelahnya ia merebahkan tubuhnya di ranjang tersebut tanpa memperdulikan keberadaan Leon disana.


Dan setelah tubuhnya terbaring di atas ranjang, Callie juga merebahkan tubuhnya disamping Edrea. Bahkan anak itu kini memeluk tubuh Edrea dengan sangat erat.


Edrea yang sudah melihat Callie di posisi nyaman, tangannya kini bergerak untuk menepuk-nepuk punggung Callie dan sesekali ia mengelus rambut anak perempuan tersebut.


Dan semua yang dilakukan oleh Edrea tersebut tak luput dari pengamatan Leon yang sekarang tengah melebarkan senyumnya. Tapi senyuman itu perlahan kini menghilang saat ia mengingat akan janjinya kepada Edrea untuk memberitahu masalah Callie kepada gadis itu.


Tak perlu menunggu waktu lama, Callie kini telah tertidur. Dan hal itu membuat Edrea kini secara perlahan melepaskan pelukan dari Callie kemudian ia segera menghampiri Leon yang tengah duduk dikursi kerjanya.


"El," panggil Edrea yang membuat Leon mengalihkan pandangannya dari laptop didepannya ke arah Edrea sekarang berada.


Leon yang tau jika Edrea akan menuntut penjelasannya itu pun ia menghela nafas berat kemudian ia kini berdiri dari duduknya.


"Kita bicara di sofa itu saja," ujar Leon yang diangguki oleh Edrea.


Kini keduanya tengah duduk berdampingan di satu sofa yang sama. Dan untuk beberapa saat tak ada yang membuka suaranya hingga Edrea memutar tubuhnya menghadap kearah Leon sekarang berada.


"Hmmm abaikan masalah Callie, kita bahas masalah itu diakhir saja. Karena ini ada hal yang lebih penting yang akan gue tanyakan ke lo," ujar Edrea. Lalu setelahnya ia kini merogoh tas kecilnya itu yang sedari tadi ia bawa untuk mencari sesuatu didalam tas tersebut. Dan saat dia sudah menemukan sesuatu yang ia maksud tadi, ia langsung menarik tangan Leon dan menaruh sesuatu tersebut di telapak tangan laki-laki itu.


"Lo pasti tau kan cerita di balik sepasang gelang itu?" tanya Edrea yang membuat Leon yang awalnya terkejut dengan benda di tangannya itu, kini ia memejamkan matanya sesaat sebelum akhirnya ia memeluk tubuh Edrea dengan sangat erat, erat bahkan sangat erat sekali hingga membuat Edrea hampir tidak bisa bernafas.


"Maaf dan jangan pergi lagi," ucap Leon dengan suara paraunya.


...****************...


Hey hey hey santai dulu jangan marah-marah. Jangan protes alurnya lambat banget, dan lain sebagainya. Kalian alurnya aku percepat gak mau katanya kalau cepat, tamatnya cepat juga tapi kalau lambat, akunya kena protes kalian. Hiks mengsedih. Jadi kalian tuh maunya gimana? Mau alur cepat apa lambat? Ini wajib dijawab di komentar, gak mau tau pokoknya harus dijawab 😂


Dah lah ngomong mulu aku, See you next eps bye 👋

__ADS_1


__ADS_2