The Triplets STORY

The Triplets STORY
Eps 208


__ADS_3

Saat Edrea baru saja keluar dari UKS terdengar teriakan nyaring dari dua sahabatnya bahkan keduanya kini telah memeluk tubuh Edrea dengan sangat erat.


"Uhhhh kangen," ucap Yesi.


"Astaga, lepasin, pengap nih," ujar Edrea sembari berusaha untuk meloloskan dirinya dari pelukan kedua sahabatnya itu.


"Ish bentar dulu lah. Masih mau peluk ini. Lagian lo sekarang jarang banget masuk sekolah dan saat kita ajak main ada aja alasannya yang mulai dari Abang lo gak kasih izin, Orangtua lo gak ngasih izin sampai alasan kalau di luar belum aman buat lo. Maksudnya apaan coba?" cerocos Resti yang masih saja nemplok di tubuh Edrea.


"Apa yang gue katakan ke kalian itu bukan hanya sekedar alasan doang karena gue gak mau ketemu sama kalian, tapi semua itu benar adanya. Lo tau sendiri emak, bapak gue gimana kan. Over protektif banget sama gue terlebih lagi setelah kejadian kemarin. Alhasil gue harus dikurung dulu dirumah," tutur Edrea.


Kini kedua sahabatnya melepaskan pelukan tadi dan hal itu membuat Edrea bisa menghirup udara segar kembali.


"Nanti dulu ya ngobrolnya. Gue masih ada urusan yang harus gue selesaikan sekarang juga," ujar Edrea sembari mulai melangkahkan kakinya tapi baru beberapa langkah saja dirinya kembali mundur lagi sehingga tubuhnya kini sudah berada di depan kedua sahabatnya yang tengah menatapnya bingung.


"Btw kalian ada yang tau gak Leon sekarang dimana?" Tanya Edrea yang membuat kedua sahabatnya kini malah senyum-senyum sendiri.


"Ada hubungan apa sih lo sama Leon tuh? Kepo tau kita tuh," ucap Resti yang diangguki oleh Yesi.


"Iya ih penasaran banget gue sama hubungan kalian berdua. Kalau kalian sekarang udah pacaran, gimana dengan nasib Zico. Bukannya lo dulu dekat sama dia sebelum tuh manusia hilang," kepo Yesi.


Edrea kini menghela nafas lalu dengan cepat tangannya bergerak untuk menyentil kening kedua sahabatnya itu.


"Aws sakit woy," geram Yesi.


"Bodoamat mau sakit atau gak. Makanya kalau punya pikiran tuh jangan terlalu kepo. Dan emang kalian kira, orang yang udah dekat harus pacaran dan punya hubungan spesial gitu? Gak harus. Dan gue tegasin ke kalian ya kalau gue sama Zico maupun Leon tuh gak ada hubungan apapun hanya sebatas sahabat kayak kalian ini," tutur Edrea.


"Sekarang buruan kasih tau gue, Leon dimana?" sambung Edrea.


Resti tak langsung menjawab pertanyaan dari Edrea tadi, melainkan ia malah menarik tangan gadis itu ketengah lapangan.

__ADS_1


"Lihat baik-baik. Tuh orang yang dari tadi lo cari, dia mau bunuh diri noh," ucap Resti sembari menunjuk kearah rooftop yang terdapat Leon yang tengah berdiri di pembatas rooftop tersebut. Bahkan tepat di bawah rooftop itu sudah banyak siswa-siswi yang meneriaki namanya.


Edrea yang melihat hal itu pun langsung membelalakkan matanya dan tanpa berucap sepatah katapun, Edrea langsung berlari menuju tangga yang menghubungkan ke rooftop tersebut.


Sedangkan Resti dan Yesi yang melihat hal itu, mereka juga bergegas bergabung dengan para siswa-siswi di sekolah tersebut yang tengah mempersiapkan beberapa matras untuk melindungi tubuh Leon jika laki-laki itu benar-benar ingin menjatuhkan dirinya dari atas rooftop tersebut.


Disisi lain Edrea dengan nafas memburu membuka pintu rooftop tersebut dengan kasar.


"Leon! Turun sekarang! Kalau lo punya masalah cerita sama gue. Jangan begini!" terika Edrea yang berhasil membuat Leon kini menolehkan kepalanya kearah Edrea.


"Lo ngapain kesini?" Tanya Leon dan dengan santainya dia memutar tubuhnya.


"Jangan banyak tanya dulu. Turun sekarang!" ujar Edrea yang sudah panas dingin melihat pijakan kaki Leon sekarang.


"Gue gak tau masalah yang lo hadapi sekarang seburuk apa. Tapi setidaknya jangan memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalah itu. Jangan bunuh diri, please. Masih banyak orang yang butuh lo didunia ini," sambung Edrea yang membuat Leon mengerutkan keningnya. Tapi setalahnya Leon kini merubah posisi tubuhnya tadi yang awalnya berdiri kini terduduk. Dan setelah ia duduk, dengan cepat tangannya bergerak untuk mematikan rokoknya dengan tatapan mata yang terus tertuju kearah Edrea.


"Sini," ucap Leon yang membuat Edrea memincingkan alisnya.


"Biarin gue meluk lo bentar," ujar Leon tepat di samping telinga Edrea. Edrea yang hanya bisa pasrah pun menganggukkan kepalanya bahkan tangannya kini membalas pelukan dari Leon.


Untuk beberapa saat mereka berdua saling berpelukan tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan Edrea yang tak tau kenapa Leon terlihat seperti tengah mendapat masalah yang sangat berat pun tak berani bertanya kepada sang empu. Hingga akhirnya setelah sekitar 15 menit hingga membuat kaki Edrea kesemutan, Leon kini melepaskan pelukannya dengan senyuman yang terbit di bibirnya.


"Thanks," ujar Leon yang diangguki oleh Edrea.


"Udah ya, sekarang turun dulu dari sini. Lain kali kalau ada masalah cerita aja sama gue, jangan mencoba buat bunuh diri seperti ini," tutur Edrea yang justru membuat tawa Leon kini pecah seketika.


"Kok malah ketawa sih. Gak ada yang lucu Leon. Stop ketawa. Ini lagi serius," geram Edrea.


Leon kini dengan semaksimal mungkin menghentikan tawanya lalu setalahnya ia turun dari atas pembatas rooftop tersebut.

__ADS_1


"Gue gak sebodoh itu kali Re. Seberat apapun masalah gue, gue juga masih mau hidup kali," tutur Leon.


"Kalau lo masih mau hidup, kenapa tadi pakai naik disana segala?" Leon kini menatap lekat wajah Edrea.


"Gak kenapa-napa. Gue gabut aja," ucapnya diakhiri dengan mencubit hidung Edrea dengan gemas.


"Ish jangan cubit-cubit. Sakit tau," ujar Edrea sembari mengusap hidungnya.


Leon terkekeh saat melihat hidung Edrea yang memerah karena ulahnya.


"Maaf-maaf. Lagian punya hidung mancung gitu, jadi bikin tangan gue gregetan pingin cubit," ujar Leon.


"Ck, kalau alasan lo kayak gitu mending lo cubit hidung lo sendiri noh. Hidung lo juga mancung kali bahkan lebih mancung dari hidung gue," ucap Edrea.


"Oh ya, masak sih. Kok gue ngerasa hidung gue pesek ya," tutur Leon yang membuat Edrea berdecak sebal.


"Iya-iya deh maafin gue ya. Jangan manyun gitu, nanti cantiknya hilang. Dan masalah gue berdiri di sana tadi, gue sama sekali gak ada niatan buat bunuh diri. Gue udah sering berdiri disitu buat naikin mood gue doang," ucap Leon yang tak semua dari ucapannya itu benar karena masih ada beberapa hal yang membuat otaknya hampir pecah jika memikirkannya.


"Ck, naikin mood sih naikin. Tapi ya jangan cari tempat yang ekstrim seperti tadi dong. Lihat tuh dibawah anak-anak udah panik semua," ujar Edrea sembari menunjuk ke lantai bawah.


Leon kini menolehkan kepalanya dan benar saja di bawah sana masih banyak siswa-siswi yang tengah menatap kearahnya.


"Hey kalian semua mending cari kesibukan lain deh daripada nungguin gue buat terjun dari sini. Karena gue gak jadi bunuh diri, soalnya udah ada pawang gue disini!" teriak Leon yang membuat semua orang-orang disana tampak menghela nafas lega.


"Btw thanks atas perhatian kalian! Eh sebentar, kalian semua sekarang kumpul di lapangan upacara karena ada sesuatu yang harus kalian dengar dan itu sangat penting!" sambung Leon yang membuat semua siswa-siswi itu saling pandang dengan pertanyaan di otak mereka. Tapi setelahnya mereka semua bergerak menuju tempat yang Leon tadi katakan. Dan setalah memastikan semua orang tadi telah bergerak, Leon kini mengalihkan pandangannya kearah Edrea yang sepertinya juga tengah bingung dengan apa yang akan dilakukan Leon nanti.


"Turun yuk," ajak Leon dan tanpa menunggu jawaban dari Edrea, ia kini menggenggam tangan Edrea dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan rooftop tersebut.


Sedangkan disisi lain, para teman-teman Leon yang tadi juga sempat mendengar teriakan Leon itu pun dengan serempak menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Tuh si singa mau ngapain lagi deh? Bikin heboh mulu kerjanya," tutur Galuh.


"Mana gue tau. Dah lah daripada kita terus bertanya-tanya, mending kita ikut kumpul aja biar nanti gak kepo lagi," ujar Jojo sembari berdiri dari duduknya. Dan ucapannya tadi diangguki setuju oleh semua orang disana. Dan kini orang-orang itu mulai mengikuti langkah Jojo yang lebih dulu berjalan menuju lapangan upacara yang sudah terdapat banyak murid berkumpul di sana.


__ADS_2