
Dengan jalan yang penuh dengan kehati-hatian, kedua saudara kembar Edrea semakin memasuki sekolah yang sudah luluh lantah dengan pecahan kaca dimana-mana.
"Gue ke kelas Rea dulu," ucap Erland.
"Gue ikut. Kalau lo sendiri gue gak jamin keamanan lo. Dan kalau lo terluka, gue yang kena omel sama paduka raja dan ratu nanti," tutur Azlan yang sebenarnya tak tega jika melepas Erland pergi sendirian. Terlebih rasa khawatirnya saat ini menguasai dirinya.
"Ya sudah kalau gitu. Lo di belakang gue. Tapi ingat lo juga jangan sampai terluka," ujar Erland yang hanya mendapat respon anggukan kepala saja oleh saudara kembarnya itu.
Dan saat keduanya menuju ke arah kelas Edrea, Leon yang tak sengaja melihat kedua orang tersebut pun kini ia bisa menghela nafas lega. Setidaknya saat dia nanti mulai bergerak melawan penjahat itu, pikirannya tak terbagi karena ia yakin Edrea akan aman bersama Azlan dan Erland. Dan setelah ia memastikan jika kedua orang tadi sudah masuk kedalam kelas Edrea, Leon kembali melanjutkan langkahnya dengan tangan yang bergerak untuk melepas baju seragamnya. Lalu setelah baju itu terlepas, Leon langsung membuangnya begitu saja dan tinggal menyisakan kaos putih yang sekarang tengah ia pakai.
Dan dengan langkah yang mantap ditambah dengan tatapan mata yang tajam, Leon membuka pintu rooftop tersebut dengan kencang.
"Yang kalian cari ada disini!" ucap Leon yang berhasil membuat semua orang yang berada di rooftop tersebut mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara. Bahkan mereka sempat terkejut karena salah satu target mereka tiba-tiba berada di hadapannya.
"Shitt, kecolongan," gumam seseorang yang berada di suatu tempat di atas rooftop yang ia jadikan sebagian persembunyiannya. Dan orang itu sepertinya komandan dari pasukan penembakan tadi.
Dan kini orang tersebut langsung keluar dari persembunyiannya, lalu dengan senyum manis ia melangkahkan kakinya mendekati Leon.
__ADS_1
"Salam hormat tuan Elsworth," ucap orang tersebut dengan membungkukkan tubuhnya 90° di depan Leon.
Leon yang mendapat salam penghormatan itu pun sama sekali tak membalasnya bahkan dia saat ini berdiri tegap dengan kedua tangan ia lipat di depan dadanya.
"Saya tidak butuh basa-basi kalian. Saya juga tidak peduli tujuan kalian kesini untuk apa. Yang jelas tujuan utama kalian kesini hanya untuk memusnahkan saya, bukan? Jika memang benar, lakukan sekarang karena saya juga sudah berada di depan kalian sekarang, jadi tunggu apa lagi, musnahkan sekarang," ujar Leon yang sekarang merentangkan kedua tangannya bertanda siap untuk mendapatkan tembakan dari orang-orang di sekelilingnya itu.
Tapi perintah dari Leon tadi sama sekali tak membuat salah satu dari orang-orang tersebut langsung menuruti ucapan dan Leon tadi. Bahkan mereka sekarang justru menunduk takut kepada Leon.
"Kenapa kalian diam saja? Cepat lakukan, kalau kalian tidak ada yang tau cara menggunakan senapan, tanya seseorang yang menjadi atasan kalian atau kalau tidak tanya seseorang yang pelurunya hampir menebus jantung saya tadi," ujar Leon dengan melirik kearah laki-laki dihadapannya.
"Tapi jika dua orang itu masih saja tidak paham maka tanya bos besar kalian. Saya jamin jika kalian bertanya dengan dia, jawabannya tak akan pernah mengecewakan," sambung Leon.
"Wow wow wow tenang tuan. Tujuan kita kesini bukan untuk melukai siapapun, melainkan hanya untuk membawa tuan pulang. Dan kekacauan yang kita lakukan semata-mata untuk memancing tuan keluar, karena jika kita tidak melakukan hal itu, saya yakin tuan tidak akan pernah datang menemui kita," ujar orang tersebut yang berhasil membuat tangan Leon yang berada di senapan kini tangan itu terlihat menggenggam erat senapan tersebut hingga otot-otot di tangannya terlihat semua.
"Apakah kalian yakin hanya itu saja tujuan kalian kesini? Saya rasa bukan hanya itu saja. Melainkan kalian mengincar nyawa seseorang, right?" tutur Leon yang terus curiga dengan orang-orang di sekitarnya. Terutama dengan pemimpin pasukan itu yang baru ia sadari jika orang itu adalah orang yang sama dalam masa lalunya.
"Tidak tuan, anda salah. Tujuan kita benar-benar ingin membawa tuan kembali," ucap laki-laki tadi.
__ADS_1
"Apakah saya akan percaya dengan ucapan anda? Dan apa anda lupa, ucapan anda ini tuh dulu sudah sempat anda katakan. Dan saat saya mengikuti ucapan anda, anda dengan lancangnya membuat seseorang yang saya cintai terluka. Apakah anda juga ingin mengulangi hal itu lagi?" ujar Leon dengan tatapan yang semakin menajam ditambah aura yang sangat menakutkan.
"Tapi sayangnya, Elsworth yang sekarang jauh berbeda dengan Elsworth yang dulu. Elsworth yang penuh kepolosan, lemah dan selalu percaya dengan ucapan orang-orang yang dia kenal padahal orang itu menikamnya dari belakang. Dia sekarang sudah mati dan tergantikan Elsworth yang hanya percaya dengan dirinya sendiri dan orang yang dia cintai. Jadi sebelum kalian yang akan saya musnahkan, lebih baik kalian mengurungkan niat kalian untuk melukai orang-orang disini. Dan sebelum saya berubah pikiran, kalian pulanglah. Katakan kepada dia jika sampai kapanpun saya tidak akan pernah kembali ke sana lagi. Dan ingatkan kepada dia, jika saya sudah melanggar aturan dirumahnya dan area kekuasaan dia. Dan ini adalah sebagai contoh kecilnya saja," tutur Leon dengan menunjuk sesuatu di area tubuhnya.
"Kalian yang menjadi antek-anteknya sedari dulu pasti paham kan konsekuensi seseorang yang telah melanggar aturan dia. Dan salah satu konsekuensinya adalah keluar dari area kekuasaan dia tanpa membawa sedikitpun barang dari sana. Jadi disini sudah sangat jelas jika saya sekarang tengah menikmati konsekuensi yang saya dapatkan dan perlu saya tekankan lagi jika saya dari beberapa tahun yang lalu sampai detik ini juga sudah bukan anggota keluarga ataupun anggota dari kekuasaan dia. Saya sekarang hanya manusia biasa yang tak ingin di perbudak oleh siapapun lagi. Cukup dulu saya merasakan pahitnya diperbudak dan tidak untuk sekarang," ucap Leon dengan menatap satu-persatu orang-orang disekelilingnya saat ini.
"Jadi sekarang pergilah. Dan katakan kepada dia jangan pernah mengusik kehidupan saya lagi sampai kapanpun. Tapi jika dia masih kekeuh melakukan hal tersebut dan menekan saya sampai membahayakan seseorang disekitar saya, saya tidak akan pernah tinggal diam. Nyawa saya akan saya petaruhkan untuk melindungi mereka semua," sambung Leon.
Dan karena perkataan dari Leon tadi pemimpin pasukan tadi tampak mengepalkan tangannya. Ia merasa tersinggung dengan sebutan antek-antek dari Leon tadi. Bahkan ia sempat menyesali kenapa peluru yang terus ia arahkan ke tubuh Leon tadi sama sekali tak ada yang mengenai tubuh laki-laki yang menurutnya sangat memuakkan itu. Walaupun memang tak ada perintah untuk membunuh Leon dari bos besar mereka, tapi jika Leon mati di tangannya ia bisa beralasan jika Leon tak sengaja tertembak saat laki-laki itu menjaga seseorang yang menjadi target utama mereka semua.
"Apakah kalian masih mau disini? Jika iya, saya ucapkan selamat datang di negara ini dan jangan harap kalian bisa lepas dari sini karena suara sirene mobil polisi semakin mendekat," ucap Leon yang berhasil memecahkan lamunan dari pemimpin pasukan tersebut.
Mereka semua kini menajamkan pendengarannya untuk memastikan jika ucapan Leon tadi benar adanya. Dan saat mereka sudah mendengar sendiri hal yang sama seperti yang di ucapkan Leon tadi, pemimpin pasukan tersebut tampak berdecak sebal namun setelahnya ia memberikan sinyal untuk seseorang agar datang menjemput mereka. Dan tak berselang lama dua buah helikopter datang yang langsung membuat semua orang bergegas untuk naik ke atas helikopter tersebut menggunakan tali yang terulur dari atas helikopter karena tidak memungkinkan jika dua alat transportasi itu mendarat saat ini.
Tapi saat orang-orang tersebut mengantri untuk menuju ke atas, terdengar suara tembakan yang membuat semua orang menghentikan aktivitas mereka tadi dan langsung mengalihkan tatapan mata mereka kearah sumber suara berada.
...****************...
__ADS_1
Kalian mah gak ada semangatnya ish buat kasih like, huh author ngambek nih. Kalau bisa hari ini 500 like sebelum jam 12 siang. Kalau sampai target, author akan kasih double up. Kalian semangat buat kasih LIKE, VOTE, HADIAH. Author juga semangat buat nulisnya. Siapa tau kan author bisa up lebih dari kemarin jika Likenya melonjak... Jadi ayo ayo kita semangat bersama-sama. Kasih Like juga hanya beberapa detik saja lho, jangan ada yang malas oke. Nanti author marah😤
See you next eps bye 👋