
Setelah beberapa saat aku berlari di dalam hutan, tak lama kemudian. akhirnya aku bisa menyusul si Brid.
dimana ia saat ini sedang berhenti, Sambil masih menggendong Target di belakang punggungnya.
"Brid, kenapa kau berhenti??"
saat aku bertanya. Brid lansung melihat ke arah belakang.
"ketua!"
saat aku sudah berada di dekat Brid, aku melihat kedepan, dan mengetaui alasan Brid berhenti berjalan.
"seperti yang lihat??"
ucap Brid, sambil melihat ke arah depan, dimana terdapat sebuah sungai yang menghalangi jalan kami.
saat aku melihat sekitar, tidak jauh di sebelah kananku aku menemukan sebuah jembatan.
namun jembatan itu hanya terbuat dari bambu, di tambah lagi, saat aku perhatikan, jembatan itu seperti sudah mau runtuh,...jadi.
(tidak mungkin kita gunakan itu.)
selain itu, jauh di sebelah kanan kami, aku dari tadi terus saja mendengar suara helicopter.
bukan hanya itu saja, aku juga merasakan kehadiran seseorang yang sedang menuju kearah kami. dan jumlahnya ada banyak.
(sepertinya, bantuan musuh sudah datang.)
saat aku memikirkan itu, aku melihat ke arah Brid, yang sepertinya tau juga kalau ada beberapa orang yang sedang menuju ke arah kami.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan?"
"jujur kita tidak mungkin kembali ke sana, dan kemungkinan besar bantuan musuh sudah ada di pulau ini, jadi mau tidak mau kita harus lewati sungai ini?"
"aku juga pikir begitu, tapi ketua, bukankah agak berbahaya jika kita melewati jembatan itu??"
saat Brid menunjuk ke arah Jembatan yang ku lihat tadi. aku dengan tenang menjawab...
"kau benar, tidak mungkin kita lewat di situ. jadi satu - satunya jalan yang kita punya hanya mengikuti aliran sungai ini??"
ucapku sambil melihat ke arah kiri.
"yah." jawab Brid secara singkat
setelah itu, kami pun mulai berlari sambil mengikuti aliran sungai tersebut.
setelah beberapa saat kami berlari tak lama kemudian, tiba - tiba kami berhenti. sebab tepat di depan kami aku melihat sebuah jurang.
di tambah lagi, aliran sungai yang kami ikuti tadi saat ini terus jatuh ke jurang tersebut, hingga membentuk sebuah Air terjung.
"ketua, apa yang harus kita lakukan? tidak mungkin kita diam saja disini terus!!"
"ternyata benar!"
"benar? apa maksudmu??"
"......"
tanpa menjawab, aku mulai memperhatikan area sekitar. Brid yang melihat itu merasa bingun dan bertanya.
"ketua...apa yang kau lakukan?"
"akhirnya datang juga!!"
"apanya??"
saat Brid bertanya, ia mengikuti pandanganku, dimana tepat di sebelah Air terjun, di sana Brid melihat sebuah DRONE sedang terbang dan menuju ke arah kami.
"Ketua, DRONE itu..jangan bilang??"
"benar, itu milik Dux."
"t- tapi sejak kapan ketua menghubungi Dux??"
saat Brid bertanya, aku lansung jawab.
"saat kita mengikuti aliran sungai. saat itu aku melihat kalau aliran sungai tiba - tiba menjadi cepat, sehingga aku mengirah, mungkin saja di depan kita ada sebuah Jurang, itulah kenapa aku menghubungi Dux untuk minta bantuanya!!"
"jadi begitu!!"
sambil mengucapkan itu, Brid melihat kearah DRONE itu lagi.
di mana DRONE tersebut saat ini sedang membawa sebuah tali, yang satu sisinya sudah terikat agak jauh di bawah jurang. sedangkan satu sisinya lagi, di bawah ke arah kami.
setelah DRONE itu sampai, aku lansung mengikat satu sisinya lagi di pohon besar, yang aku lihat tadi.
setelah aku ikat, sekarang tali itu sudah terhubung di bawah dan di atas tempat kami berada. sekarang tinggal kami menggunakan kain yang kuat untuk meluncur kebawah sana.
"kalo begitu, Brid kau saja yang dulu!"
"aku tidak masalah, tapi bagaimana dengan target??"
sambil bertanya, Brid melihat gadis itu, dimana ia sedang bersembunyi di belakang Punggungnya.
"tentu saja dia ikut bersamaku. lagi pula kita juga tidak tau, apa tali ini sudah kuat apa belum."
meskipun aku mengatakan itu namun Brid bisa melihat kalau gadis itu terus saja mengelankan kepalanya. seolah - olah ia menolak bersamaku.
tapi demi keamanan gadis itu, sehingga Brid menerima saranku.
__ADS_1
"betul juga, bahaya jika kita membiarkanya duluan, apa lagi jika talinya tiba - tiba putus."
"yah!" jawabku namun,.......
(apa dia tidak sadar, kalo aku membuat dia juga dalam bahaya??)
sambil memikirkan itu, Brid mulai mengaitkan kainnya di tali, setelah itu ia melihat ke arahku.
"kalau begitu, aku pergi dulu."
"yah, hati - hati."
"Umm,...hah, dan ketua, jangan buat gadis itu menangis yah."
"SIAPA JUGA YANG BUAT DIA NANGIS!!"
saat aku teriak Brid mulai berlari dan langsung meluncur kebawah.
"sepertinya, ikatanya tidak ada masalah?!"
ketika aku membisikkan itu, aku perhatikan kalau Brid sudah meluncur dengan selamat di bawah.
setelah itu, ia lansung menghubungiku.
{Ketua, sepertinya talinya cukup kuat, ini pasti bisa menampung dua orang sekaligus,....dan semua anggota kita sudah ada disini berkumpul?}
"begitu, aku mengerti!!"
sambil ku akhiri panggilannya, aku lansung mengendong target di belakang punggungku.
awalnya ia melakukan perlawanan, namun, ketika aku memaksannya ia lansung terdiam.
setelah itu, aku melakukan hal yang sama seperti Brid, dimana aku mengaitkan kainku di tali itu.
"baiklah, pegangan lah dengan erat, dan jangan sampai kau lepaskan, MENGERTI??"
sambil mengucapkan itu, aku melihat ke arahnya. namun, tanpa aku ketaui tiba - tiba target menjerit ketakutan...
"~HIII!!"
..sambil terus menganggukkan kepalanya dengan kuat.
"UM..UM..UM!!"
"bagus!!"
meskipun aku tidak tau kenapa ia sangat takut padaku. namun, untuk saat ini kita lupakan saja soal itu.
Sambil memikirkan itu, aku lansung berlari dan mulai meluncur ke bawah.
namun, sesaat kami meluncur dan berada di dekat air terjun, tiba - tiba aku mendengar sih target sedang membisikkan sesuatu.
"hmm? Oi apa yang kau bicarakan?"
karena suara air terjun, yang tepat di samping kami, sehingga aku hampir tidak bisa dengar, apa yang ingin ia katakan.
"Oi, bisa kau ulangi sekali lagi, aku tidak dengar barusan??"
"dari pada aku mati disiksa oleh kalian, lebih baik aku bunuh diri saja disini!."
saat aku sudah dengar suaranya,
aku langsung kaget. sebab aku tidak menyangkah kalau ia mengatakan itu.
namun, tanpa membiarkan hal itu terjadi, aku ingin membantah apa yang baru saja ia katakan.
"WOY, TUNGGU DULU KAMI TIDAK PERNAH BERNIAT MEMBUNUHMU??"
"tidak ingin membunuhku,...jadi begitu, kalian tak hanya ingin membunuhku, tapi kalian ingin menyiksaku juga kan...HAHAHA!!..DASAR PENJAHAT!!"
aku langsung panik, karna dia sepertinya sudah hilang kendali.
"tu- tunggu dulu, sepertinya kau salah pa-!!"
sebelum aku menyelesaikan kata - kataku, tiba - tiba ia mulai berteriak dengan isteris.
"HAHAHA!!..DARI PADA AKU DISIKSA OLEH KALIAN UNTUK MENDAPATKAN RAHASIA ITU, LEBIH BAIK AKU MATI SAJA DISINI!!"
"rahasia? apa yang kau katakan?"
saat aku tidak mengerti, apa yang ia katakan. ia lansung mengambil belati yang ada di pinggangku.
setelah itu, ia mulai memotong tali yang kami pakai untuk meluncur.
"WOY, APA YANG KAU LAKUKAN!..HENTIKAN ITU SEKARANG!?"
"DARI PADA AKU DISIKSA, LEBIH BAIK AKU MATI DI SINI DAN MEMBAWAMU BERSAMAKU!!..HEHEHE!!"
"HEHEHE PALAMU, HENTIKAN ITU SEKARANG JUGA, KALO TIDAK KITA BERDUA BISA - BISA MA-!!"
sebelum aku selesai bicara, talinya sudah terputus sehingga membuat kamu berdua lansung terjatuh ke bawah. tepat di depan Air terjun.
"KYAAAAAA!"
"DASAR GADIS SIALAAAAAAAAAN!!"
saat kami berdua terus terjun kebawah, aku mencoba meraih gadis itu dan langsung memeluknya.
setelah itu, aku memutar badanku ke bawah agar ia berada di atas.
__ADS_1
mengetaui hal itu, ia lansung terkejut, sebab ia tidak pernah menyangkah kalau aku akan menolongnya.
"ka-kau.....kenapa kau menolongku??"
"DASAR GADIS BODOH, TUGAS KAMI ITU CUMA MENANGKAPMU HIDUP - HIDUP BUKANYA MEMBUNUHMU ATAU MENYIKSAMU!!..APA KAU TIDAK MENGERTI?"
"HAH, BAGAIMANA AKU BISA MENGERTI, KALAU KAU MENUNJUKKAN SENYUM MENGERIKAN ITU. TENTU SAJA AKU AKAN TAKUT DASAR OM - OM PLAYBOY!!"
"AH, SIAPA YANG TERSENYUM BEGITU, LAGI PULA DARI MANA KAU DENGAR AKU INI PLAYBOY??"
"DARI MANA? TENTU SAJA DARI TEMANMU!!"
(teman? kalo tidak salah, yang berintraksi dengan dia kan cuma aku dan....)
saat aku memikirkan itu, aku langsung tau siapa teman yang di maksud gadis ini....yaitu..
"BRID BRENGSEET KAU, LIHAT SAJA, KAU PASTI AKAN MEMBAYARNYA??"
aku berteriak sekuat tenaga, supaya Brid Bodoh itu bisa mendengarnya.
setelah itu, meski kematian sudah berada di depan kami, sampai akhir pun aku akan terus berusaha menyelesaikan tugas ini.
sebab meskipun aku mati di sini selama gadis ini bisa selamat, dan menyerahkannya ke Klain, aku tidak masalah sama sekali.
sambil berpikir seperti itu, aku melihat ke arah bawah, dimana aku bisa melihat beberapa batu besar yang ada di dekat air terjun.
melihatnya saja aku tahu, kalau tidak lama lagi kami berdua akan menabrak bebatuan tersebut.
namun, ketika aku perhatikan batu - batu tersebut, dari atas aku mendengar suara tangisan gadis itu.
"hikss..maafkan aku, jika aku tahu kalau Om ternyata orang baik, aku tidak akan membiarkan om ikut mati bersamaku..hikss?!"
sambil mengucapkan itu, gadis itu terus menangis di dadaku hingga megenggam bajuku dengan erat.
"hiksss...hikss...maafkan aku....maafkan aku...hikss!"
aku terus mendengar suara tangisannya sambil meminta maaf.
melihatnya saja aku jadi ingat kalau pernah, ada seorang gadis yang aku selamatkan saat menjalankan misi.
dia juga terus menangis di dadaku sambil berterima kasih padaku karena aku telah menyelamatkannya.
meskipun aku tidak tau. apa aku pantas mendapatkan itu atau tidak. namun, untuk saat ini aku akan mencoba menenangkan Gadis ini terlebih dahulu.
setelah memikirkan itu. perlahan aku mengelus kepala gadis itu. setelah itu aku mulai membisikkan sesuatu di dekat telinganya
"tenang saja, aku tidak akan pernah membiarkan mu mati apapun yang terjadi (karena ini sudah tugasku untuk membawamu hidup - hidup!) MENGERTI?"
sesaat mendengar bisikanku. gadis itu terlihat terkejut dan lansung melihat ke arahku.
di sisi lain, untuk pertama kalinya aku melihat gadis ini tidak ketakutan saat melihat wajahku.
meskipun aku sangat senang, namun ketika aku mengintip ke arah belakang. aku melihat kalau kami sudah sangat dekat, menabrak bebatuan itu..
sehingga, tanpa sadar aku memeluk gadis itu dengan erat.
(betul, apapun yang terjadi, aku akan membawamu hidup - hidup)
sambil memikirkan itu, perlahan aku menutup kedua mataku begitupun dengan gadis itu.
setelah itu, tak lama kemudian, di dalam kegelapan aku mendengar suara Cipratan Air dan retakan tulang yang hancur.
PUSSSHH!!
KRIKKKKK!!
________________________
_____________________
_________________
_____________
________
______
___
__
_
.
"UWAAAAA!"
sambil teriak, aku membuka mataku, dan lansung terbangun, duduk di kasur.
"~~haa!!..haa!!..haa!!.."
setelah aku bangun, aku meremas kepalaku, sambil mengingat apa saja yang ku lihat barusan.
"~haa,..a~apa - apaan itu tadi? apa ini ingatanku?"
Saat bertanya - tanya, aku mencoba menenangkan pikiranku. "fuuu.." setelah pikiranku sudah merasa tenang, aku mulai melihat keadaan sekitar.
dimana aku sudah tidak berada lagi di sebuah pulau ataupun di sungai, tempat aku terjatuh.
__ADS_1
melainkan aku seperti ada di sebuah ruangan.....RUMAH SAKIT.