BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
DIA MENGETAUI IDENTITASKU


__ADS_3

Setelah mereka semua Pulang, tepat di tengah malam Aku dan Ibu tidur bersama di atas Kasur.


Namun Tiba - tiba aku terbangun sesaat merasakan Hawa keadiran seseorang yang sedang memasuki ruanganku.


Karena penasaran aku pun melihat ke arah sana, dimana tepat di dekat Pintu terlihat sesosok bayangan yang sedang mendekatiku dan bayangan itu tidak lain adalah Ayah.


"Aku pikir kau sudah pulang? Apa yang kau lakukan di sini Ayah?" tanyaku.


"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu?"


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


Ketika aku menanyakan itu, Ayah lansung melempar sebuah tas ke arahku, dimana Tas itu tidak lain adalah milik ku.


Tapi ketika aku tangkap tas Itu aku merasakan bahwa tas ini sedikit berat.


(Um! Ini berat, jangan bilang!)


Aku penasaran dan lansung membuka tas tersebut, dimana aku menemukan beberapa Barang dan juga Senjataku berada di dalam sana.


Terlebih lagi Senjata - Senjata ini seharusnya sudah ku buang di dalam Laut, yang artinya alasan Ia(Ayah) datang ke sini kemungkinan itu karena ia ingin menanyakan soal Senjata ini kepadaku.


Seolah tau apa yang aku pikirkan Ayah lansung menjawab...


"Benar, aku datang ke sini karena ingin menanyakan Soal Senjata ini padamu.-


-Leon, Semua Senjata yang ada di dalam tas itu, kamu yang punyakan?"


Ketika Ayah menanyakan itu, aku ingin jawab TIDAK, tetapi aku rasa itu percuma saja lagi pula Di Senjata ini terdapat Sidik Jariku jadi tidak ada gunanya juga Jika Aku berbohong sekarang.


"Yah itu benar, semua Senjata di dalam Tas ini memang aku yang punya."


Jawabku, namun tak berhenti sampai di situ Ayah bertanya lagi...


"Dari mana Kau mendapatkan itu?"


Dari mana? Tentu saja aku mendapatkannya dari pasar Gelap.


Aku ingin mengatakan itu tetapi aku lansung hentikan karena selama mereka belum bisa mengetaui dari mana asal senjata ini, maka aku rasa lebih baik untuk tetap diam saja dan tidak menjawab apa - apa.


"......"


"Sepertinya kau tidak berniat menjawabnya yah, Kalau begitu aku ubah pertanyaanku.-


-Leon, kau gunakan Senjata ini untuk apa? Apa ada orang yang ingin kau lawan, Atau mungkin....KAU INGIN BUNUH?"


"......"


"Jika itu Benar maka Luka - Luka yang kau alami sekarang, apa Mungkin berhubungan juga dengan Hal ini?"


Setiap Pertanyaan demi pertanyaan terus Di tanyakan oleh ayah. Tetapi aku tetap diam dan tidak menjawab apa - apa.


Hingga akhirnya Ayah pun menyerah dan memilih untuk membiarkan Masalah Ini berlalu.


"Haaa sudahlah jika kau memang tidak ingin menjawabnya tidak usah, yang jelas aku harap mulai sekarang kau lebih berhati - hati lagi. Aku tidak ingin mereka semua khawatir denganmu, mengerti?"


"......."


"Astaga kau tetap diam, yaa sudah Kalau begitu aku pergi dulu lagi pula urusanku di sini juga sudah selesai."


Di saat Ayah Baru saja Ingin berjalan keluar dari Ruangan tiba - tiba ia berhenti sesaat ia merasakan Aura membunuh tepat di belakangnya.


Karena penasaran Ia pun melihat ke belakang dari balik Pundaknya. Dimana tepat di atas kasur terlihat Leon sedang Mengarahkan Pistolnya Ke arah Ayah dengan Tatapannya yang terlihat tajam.


Ayah kebingungan dan bertanya - tanya...


"Le-Leon, apa yang kau lakukan?"


"Apa? Bukankah sudah jelas, aku ingin menembakmu Ayah."


Sentak saja Ayah lansung kaget dan Shock mendengar itu, sebab ia tidak pernah menyangka aku akan mengatakan itu dengan wajah yang benar - benar serius.


"KA~KAU....APA KAU BERCANDA? SIMPAN ITU KEMBALI, ITU BUKAN MAINAN?"


"Tentu saja aku tau itu, hanya saja entah kenapa aku sangat kesal denganmu Ayah. Sejak dari tadi kau terus saja menanyakan hal Konyol.-


-Terlebih lagi kau ingin lansung pulang padahal di Otakmu itu masih ada Hal penting yang ingin kau tanyakan padaku?"

__ADS_1


"Ti-Tidak, kau salah aku tidak punya apa - apa lagi untuk di tanyakan padamu?"


"Tidak, kau masih punya. Benar contohnya saja....LEON, KAU INI BUKAN ANAK KU KAN?"


Mendengar hal itu sentak saja mata Ayah lansung melebar karena terkejut.


Sebab kata - kata itu adalah kata - kata yang paling tidak ingin ia tanyakan kepadaku tetapi aku malah mengatakannya.


"Le~Leon, bagaimana kau bisa tau itu?"


Ayah berbalik dan melihatku dengan Serius. Meski begitu aku tetap tenang dan menjawab...


"Alasannya Gampang, itu karena sejak aku keluar dari rumah sakit beberapa Bulan Yang lalu. Selain dirimu semua orang terlihat senang, baik Ibu, Kak Rangga, Kak Siska, Kak Rani dan Juga para Pelayan.-


-Awalnya aku pikir kau bersikap seperti itu karena mungkin itu memang sifat aslimu tapi aku salah.-


-Karena sejak awal kau ini memang sudah curiga padaku kalau aku ini bukanlah anakmu, terlebih lagi setelah melihat Ini semua(Senjata yang ada didalam Tas.) kau menjadi yakin kalau aku ini benar - benar bukan anakmu. Benarkan?"


Tanyaku, dimana Ayah secara singkat lansung menjawab..


"Yah."


"Hmm, jadi kenapa kau tidak menanyakan soal itu padaku(kalau aku ini bukanlah anakmu) dan malah ingin lansung Pulang?"


"Itu karena..."


Ayah tiba - tiba berhenti bicara dan mengalihkan pandangannya Ke Arah Ibu, dimana ia menatap Ibu yang sedang tidur nyenyak di sampingku.


Melihat itu saja aku seolah lansung tau alasannya...


"Begitu, kau tidak ingin melihat Loli ini sedih kan?"


"Yah. Jika ia sampai tau kalau kau ini bukanlah Anaknya, aku yakin ia pasti akan sangat sedih. Bukan hanya dia saja, anak itu pun sama(Siska.)"


Balas Ayah. Namun tak berhenti sampai di situ aku mencoba bertanya lagi.


"Tapi, apa tidak apa - apa kau merahasiakan hal ini pada mereka?"


"Yah itu tidak apa - apa, lagi pula sebuah Rahasia juga kadang di perlukan untuk Melindungi kebahagiaan keluarga ini-.


Ucap Ayah Dengan nada Lembut di iringi dengat tatapan hangat. Lalu kemudian ia melihatku dan berkata...


"Itulah kenapa aku sangat berterima kasih padamu, Meski aku tidak tau kau ini siapa dan kenapa juga kau sampai mengambil ahli Tubuh anakku, Namun berkat dirimu yang pura - pura menjadi dia(Leon), Istri serta anak ku yang lainnya masih bisa Ceria."


Jujur saja aku tidak tau ekspresi apa yang harus ku tunjukan pada dia. Namun seperti yang ia katakan, rahasia memang juga kadang di perlukan untuk melindungi kebahagiaan suatu keluarga.


Di kehidupanku sebelumnya pernah ada salah satu kenalanku dari dunia Bawah yang sering kali menceritakan soal kebahagiaan ia bersama istrinya.


Namun suatu Hari tiba - tiba ia datang menemuiku dan bilang Bahwa Istrinya akan Keluar kota.


Awalnya Ia Tidak khawatir sama sekali karena ia pikir Istrinya keluar kota hanya untuk menjalankan Sebuah Bisnis.


Namun beberapa hari kemudian ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan Istrinya saat telponan, karena penasaran akhirnya ia pun meminta bantuanku untuk mencari tau apa yang istrinya lakukan di luar sana.


Dan akhirnya aku pun menemukan Beberapa bukti bahwa Istrinya sedang selingkuh dengan salah satu Direktur terkenal di Kota itu.


Tentu saja aku lansung Memberitaukan semuanya ke Orang itu, karena itu sudah Tugasku.


namun aku salah, karena beberapa hari setelah aku beritaukan Orang itu aku mendapatkan kabar bahwa orang itu telah membunuh istrinya dengan sadis, terlebih lagi ia juga membunuh kedua anaknya yang di duga bukan anak kandungnya dan mengakhiri Hidupnya sendiri dengan melakukan Bunuh diri.


Jika saja waktu itu aku tidak memberitaukan dia yang sesunggunya dan merahasiakannya saja. aku yakin kejadian Tragis itu tidak akan pernah terjadi.


(Benar, Secara tidak lansung aku sudah menghancurkan kebahagiaan Keluarga itu.) Pikirku.


"on....Leon apa kau baik - baik saja?"


Ketika aku tengah melamun, Ayah terus memanggil namaku hingga membuat aku kembali sadar dan menatap ia.


"O-oh Ayah, aku baik - baik saja."


"Begitu Syukurlah."


Ucap Ayah yang merasa lega. Lalu setelah itu aku mencoba menenangkan diriku sebentar "~Fuuu.." setelah aku tenang aku memasukkan Pistolku kembali ke dalam Tas kemudian aku melihat ke arah Ayah..


"Meski Begitu, aku tidak pernah mengirah kau bisa tau kalau aku telah mengambil ahli tubuh anak mu, padahal jika di pikirkan baik - baik, ini adalah sesuatu yang seharusnya sangat sulit untuk bisa di percaya."


"Yaa itu memang benar tapi di dunia kita yang sekarang ini sudah banyak orang yang bisa melakukan hal itu(Sesuatu yang sangat sulit untuk bisa dipercaya), Salah satunya adalah Para Pengguna Senjata S Gear."

__ADS_1


"Para Pengguna Senjata S Gear? Apa itu?"


"Oh sepertinya kau belum tau yah? kalau begitu kau tidak usah tau. lagi pula ini adalah Sesuatu yang hanya orang tertentu saja yang bisa mengetauinya."


Jawab ayah Dengan Tegas. Tentu saja aku tidak terima begitu saja aku mencoba untuk bertanya Sekali lagi sayangnya Ia buru - buru mengganti Topik pembicaraan dan berkata...


"Yang Lebih penting Leon, Tadi kalau tidak salah kau sebut Ibumu dengan Lolikan? Apa maksudmu bilang begitu?"


Ayah terlihat marah dan membuat sekujur tubuh merasa menggigil.


"Eh! Hah Ti~Tidak kau salah, Ta~Tadi itu aku hanya bercanda."


"Bercanda?"


"Y~Yah, kau tau sendirikan, karena fisik Ibu seperti anak kecil jadi-!!"


Sebelum aku selesai Bicara Ayah lansung mengetok kepalaku dengan Keras Hingga membuat aku kesakitan..


"~~Aduh!!"


_____________________________________


_________________________________


Setelah beberapa saat aku bicara santai dengan Ayah Tak lama Kemudian akhirnya ia Pun memutuskan untuk kembali ke Rumah..


"Baiklah, kalau begitu Leon aku pulang dulu, tolong jaga Ibumu baik - baik?"


"Um, Serahkan loli i-!..maksudku Ibu padaku."


Ayah seolah tidak senang mendengar perkataanku. Meski begitu ia tidak marah seperti tadi dan hanya mengabaikan saja.


"Haaa sudahlah, kalau begitu aku pergi dulu."


Di saat Ayah Baru saja mau berjalan tiba - tiba ia ingat ada satu hal lagi yang ingin ia tanyakan padaku, sehingga ia berhenti dan berbalik ke arahku.


"Oh iya Leon, tadi siang Kami mendapatkan Telepon dari pihak Sekolahmu, mereka Bilang kau Diskors selama 2 Minggu gara - gara kau melukai Kakak Kelasmu, apa itu benar?"


"Eh! Yah itu benar, kenapa kau menanyakan itu?"


"Yaa Sebetulnya ini hanya Perkiraanku saja. Leon apa mungkin kau sengaja membuat dirimu Diskors Karena kau sudah tau, kau akan mengalami hal Seperti ini(Terluka Parah)?"


Memang benar alasan kenapa aku sengaja membuat diriku Diskors itu karena aku sudah tau Akan mendapatkan Luka saat melawan Orang itu yang tidak lain Adalah Selena.


Namun aku tidak pernah mengirah akan mendapatkan Luka separah ini.


(Semua ini Gara - gara kekuatan aneh yang ia miliki, jika saja ia tidak memiliki itu, sudah pasti aku tidak akan mengalami hal seperti ini.) pikirku.


Lalu setelah itu, aku melihat ayah dan Menjawab pertanyaan ia tadi.


"Yah, memang benar aku sudah memperkirahkannya.,"


"Begitu, makasih sudah memberitauku."


Ucap Ayah sambil tersenyum, dimana senyumannya itu untuk pertama kalinya aku merasa di penuhi oleh Kehangatan dan kasih sayang. Lalu kemudian ia berbalik dan berkata..


"Kalau begitu sudah saatnya aku pergi, dah Leon."


Setelah meninggalkan kata - kata itu ia lansung berjalan keluar dari ruangan Dan pergi meninggalkan tempat ini.


TAP!!....Tap!!....tap!!.....


Di saat suara langkah kaki Ayah sudah tak terdengar lagi, PIX lansung melirik ke arahku dan bertanya..


[Master, apa anda tidak apa - apa membiarkan ia lolos begitu saja? Bukankah sangat berbahaya karena ia sudah mengetaui Identitas anda?]


"Yah, itu tidak apa - apa, lagi pula ia cuma tau kalau aku ini bukanlah anaknya dan belum mengetaui identitasku yang sesungguhnya.-


-Selain itu aku sudah pernah bilangkan kalau dia itu adalah salah satu orang yang bisa ku gunakan sebagai Pion selain Bulan. Dan di lihat dari pembicaraan kami barusan aku menjadi yakin kalau dia itu benar - benar berada di pihak kita."


[Hmmm...Aku harap begitu.]


Balas PIX.


Setelah itu aku mencoba menyimpan tasku di bawah kasur dan kembali berbaring.


Kemudian aku melirik ke arah Luar Jendela, dimana Meski keadirannya sangat tipis dan hampir tidak bisa ku rasakan tetapi aku bisa tau Kalau di luar sana ada seseorang yang sedang berjaga dan ingin melindungi Ruanganku. Dimana Orang itu tidak lain adalah....BRID.

__ADS_1


__ADS_2