BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
APA INI KEBETULAN ATAU SUDAH TAKDIR


__ADS_3

Beberapa hari Setelah Aku bicara dengan Bulan(di Kafe), aku menjalani kehidupanku seperti biasannya.


Mulai dari Latihan Pagi, Pergi ke Sekolah sampai bermain Game Mobile bersama Rusli, Lia dan Sara.


Namun, di antara itu semua ada satu hal yang berbeda, dimana beberapa hari terakhir ini Kak Siska tidak pernah sarapan lagi bersama kami.


Bukan hanya itu saja, bahkan saat ia pulang Sekolah ia lansung masuk ke dalam kamarnya dan tidak akan keluar, seolah ia sedang menghindari kami.


Meskipun aku tau alasannya, tetapi untuk sekarang aku biarkan saja. Sebab saat ini aku Sedang fokus ke para Polisi yang sampai sekarang masih menyelidiki Kasus Hilangnya Luis.


Aku juga dengar para Polisi itu sepertinya sudah menemukan Mobil Luis yang ku buang di Jurang dan juga titik terakhir aktifnya Lokasi Hp Luis, tetapi mereka sepertinya masih belum bisa menemukan Luis dan yang lainnya.


Sampai Akhirnya 5 hari kemudian di malam Hari, ketika aku lagi bersantai di dalam kamar, tiba - tiba aku mendapatkan Sebuah pesan dari Bulan.


Dimana Pesan itu berisikan 2 Foto Seseorang, Satu Wanita dan satunya lagi Pria, mereka berdua adalah Orang yang pernah menyelidiki kejadian di Bangunan itu(waktu menghajar para berandalan).


Awalnya aku biasa - biasa saja melihat Foto Si Wanita, namun ketika aku melihat Foto Si Pria, Sentak mataku lansung melebar karena terkejut..


"I~Inikan.."


Sebab apa yang aku lihat adalah, Wajah pria ini sangat Mirip dengan Seseorang yang ku kenal. Yang tidak lain adalah....


"Firdaus."


Benar, dia adalah Firdaus, Kakak dari Sara. Meskipun wibawanya terlihat tegas di Foto ini di bandingkan saat ia menjemput adiknya di sekolah, tetapi aku yakin kalau ini adalah dia.


"Kukuku,..Kebetulan macam apa ini, Kau pasti bercandakan."


Ucapku sambil Seringai, PIX yang lihat Foto pria itu juga merasa terkejut dan membalas.....


[Anda benar,...Tidak ku sangkah orang yang menyelidiki kejadian itu adalah dia.]


"Yah."


Balasku secara singkat, kemudian PIX melihat ke arahku dan bertanya...


[Jadi, apa yang akan anda Lakukan? Apa Master ingin mengubah Rencana dan tidak akan Menyelidiki dia?]


"Tidak, Aku akan tetap menyelidikinya. Meskipun ia adalah Kakaknya Sara, Tetapi jika ia tetap ingin mencari Pelaku dari Kejadian itu yang tidak lain adalah aku, maka-


-AKU TIDAK AKAN BIARKAN DIA LOLOS BEGITU SAJA."


Ucapku dengan nada tenang namun tajam. Dimana membuat PIX yang mendengarnya lansung meneteskan keringat dingin.


[Y~Yah, anda benar.]


Setelah PIX mengatakan itu, aku lansung mendapatkan Pesan baru lagi dari Bulan, dimana Pesan itu berisikan sebuah Kata, yang mengatakan....



"Ooh, itu bagus juga."


Ucapku, sambil terkesan dengan Informasi yang di beritaukan Bulan.


Namun tidak berhenti sampai di situ, Bulan mengirimkan aku pesan lagi, dimana pesan itu mengatakan...

__ADS_1


-itulah sebabnya, aku ingin memberitaumu terlebih dahulu, Supaya jika ini membuatmu masalah, maka aku akan menolaknya.>


Ucap Bulan di akhir Pesan. Untuk sementara aku tidak menjawab dan hanya menatap Pesan itu dengan tenang.


Namun beberapa detik kemudian, Tiba - tiba bibirku melengkun seperti Bulan sabit dan Sorot mataku melirik ke arah PIX, dimana aku bertanya.....


"PIX, bagaimana Menurutmu Gadis ini?"


[Apanya?]


"Maksudku Cara dia bertindak, Bukankah dia sangat Berguna?"


[Yaa jika di lihat, ia memang sangat berguna, tapi, aku sarangkan sebaiknya Master membatasi dia bertanya terus ke Polwan itu, karena jika tidak, Bisa - bisa Polwan itu mungkin akan Curiga padanya dan dia bisa saja ketauan.]


Ucap PIX sambil menatapku dengan sangat Serius. Meski begitu aku tetap terlihat tenang - tenang saja dan membalas...


"PIX, soal itu kau tidak usah khawatir, lagi pula meskipun Bulan bertanya Ke Si Polwan, Polwan itu tidak akan pernah Curiga padanya."


[Kenapa anda bisa berpikir seperti itu?] tanya PIX yang terlihat kesal.


"Yaa itu karena, dari pandangan Sih Polwan, ia pasti Berpikir alasan kenapa Bulan bertanya padanya itu karena Bulan sangat khawatir dengan keberadaan teman - temannya yang hilang, Sehingga ia ingin tau setiap Detail Penyelidikan yang di lakukan para Polisi.-


-itulah sebabnya, Polwan itu tidak akan pernah Curiga padanya."


[Hmm,..jika itu memang benar, itu berarti, Polwan itu sangat Bodoh dong?]


"Bodoh yah?....kau salah PIX yang bodoh itu bukanlah dia, tapi Sifatnya yang Bodoh, Karena terlalu baik pada Bulan." Ucapku dengan Serius.


Sering membantu Orang. Namun, tanpa ia sadari biasanya kebaikannya itu malah di gunakan Oleh orang yang ia bantu, sehingga membuat ia terlihat seperti orang Bodoh.


Itulah sebabnya PIX mengatakan Bahwa Polwan itu adalah orang Bodoh, karena dari pandangannya memang seperti itu.


Namun sebetulnya tidak, karena yang bodoh itu bukanlah dia melainkan sifatnya saja yang Bodoh.


beberapa Orang pernah mengatakan bahwa manusia adalah makluk yang paling Cerdas dan juga pintar.


Namun apa itu benar? Jawabannya tentu saja tidak.


Karena kadang manusia juga adalah makluk yang paling Bodoh, yang mudah di tipu, di bohongi dan juga di adu Domba.


Sehingga membuat dunia ini sering kali terjadinya perang.


Itulah kenapa aku bisa mengatakan ini karena,....AKU SUDAH MENGALAMI DAN MELIHAT HAL ITU SEMUA DI KEHIDUPANKU SEBELUMNYA.


Di saat aku memikirkan itu. PIX melihat aku seperti sedang melamun sehingga ia memanggilku.


[Master, ada apa? Dari tadi, aku lihat anda melamun terus?]


"Hah,..ti-tidak, bukan apa - apa."


Balasku.


[Benarkah?....yah sudah, kalau gitu kita akan kembali ke topik sebelumnya.-


-Master, apa yang akan anda lakukan? apa anda ingin biarkan gadis itu pergi ke sana atau tidak?]

__ADS_1


Ketika PIX menanyakan itu, aku kembali melihat Pesan Bulan, dimana Tatapanku terlihat tajam dan menjawab...


"Tentu saja aku ijinkan, lagi pula sejak awal aku memang berniat ia pergi ke sana untuk melihat apa yang para Polisi itu temukan."


Setelah aku mengatakan itu, aku mulai Menuliskan pesan kepada Bulan untuk menerima ajakan Polwan itu dan pergi ke sana.


Setelah pesanku berhasil terkirim, aku lansung membuang tubuhku ke kasur dan berbaring disana.


Dimana aku melihat langit - langit di atas dan berguman...


"Aku tidak sabar menunggu, apa yang akan terjadi besok."


_________________________________


______________________________


Keesokan paginya, setelah Bulan pulang sekolah, ia lansung pergi ke kantor polisi, tempat ia dulu di interogasi.


Setelah ia sampai, Di luar Kantor Polisi Bulan melihat Si Polwan bernama Isty dan juga Pria bernama Firdaus yang dulu mengintrogasinya sedang ngobrol di dekat salah satu Mobil Polisi.


Dimana mereka seperti sedang Ngobrol sesuatu yang sangat Serius.


Namun tanpa pedulikan itu, Bulan lansung pergi mendekati mereka dan menyapanya...


"Maaf membuat anda menunggu."


Isty yang dengar itu lansung berbalik melihat Bulan dan membalas..


"Oh Akhirnya kamu datang juga,...Itu tidak apa - apa, kami juga baru saja mau pergi."


"Eh benarkah?"


"Yah,...kalau gitu ayo kita berangkat."


Di saat Isty mengatakan itu, Di sampingnya Terlihat Firdaus tidak bergerak sama sekali, dimana ia terus menatap Bulan yang terlihat sedikit Cemas.


Isty, yang menyadari itu lansung bertanya....


"Ada apa Pak, kamu diam saja di situ?"


"Hah tidak, bukan apa - apa."


Jawab lansung Firdaus sambil berahli ke arah Bulan, dimana ia berkata...


"Maaf sudah menatapmu terus, aku hanya tidak menyangkah bahwa kita akan bertemu lagi di situasi seperti ini."


"Ti-Tidak, itu tidak apa - apa. Aku juga sedikit terkejut."


"Benarkah? Syukurlah kamu bilang begitu,...kalau gitu ayo kita pergi."


Setelah Firdaus mengatakan itu, mereka semua lansung masuk ke dalam Mobil Polisi.


Setelah mereka masuk, Firdaus lansung tancap Gas dan pergi ke Lokasi tempat Hilangnya Luis dan yang lainnya.


Dimana Tempat itu. Tidak lain berada di pedalaman Hutan.

__ADS_1


__ADS_2