
Setelah beberapa saat kami melakukan perjalanan tak lama kemudian akhirnya kami sampai di salah satu Mall yang ada di kota ini.
Dimana Mall Tersebut sangatlah Besar dan Luas. Dimana ada banyak sekali orang dan Tokoh - tokoh yang buka di dalam sana.
Bahkan Kak Siska yang melihat itu pun terlihat sangat senang, sampai - sampai matanya bersinar.
"Owaah!"
"Hmm, ada apa Kak Siska?"
Tanyaku sambil melirik Ke Arahnya, dimana ia berdiri tepat di sampingku. Kemudian tanpa melihat ke Arahku, Kak Siska menjawab...
"Bukan apa - apa hanya saja, aku kaget melihat banyak sekali orang yang datang hari ini."
"Um? apa Kak Siska sudah sering datang ke sini?"
"Yah, aku sering ke sini bersama dengan Putri."
Jawab Kak Siska sambil melihat ke arahku, kemudian aku bertanya sekali lagi...
"Apa yang Biasa Kak Siska lakukan di sini?"
"Apa? Tentu saja beli Beberapa barang. mulai dari Baju, perlengkapan Kosmetik, makan, sampai-!!"
Sebelum ia selesai Bicara, aku buru - buru menghentikannya dan berkata...
"Kak Siska, itu sudah cukup, aku mengerti."
Ucapku sambil mengalihkan pandanganku ke arah Lain.
Di sisi lain, tepat di samping Kak Siska, terlihat Kak Rangga yang sedang menggendong Fira mencoba mengalihkan pandangannya ke arah kami berdua sambil berkata...
"Kalian berdua hentikan obrolan itu, ayo kita naik ke lantai 3."
"Lantai 3?"
Tanyaku sambil memiringkan kepalaku ke samping. Namun tanpa pedulikan itu Kak Rangga dengan tenang menjawab..
"Yah, di sanalah Tokoh- tokoh penjual Hp berada."
"Hmm, begitu,...yah sudah, kalau gitu ayo kita pergi."
Sambil mengucapkan itu, aku lansung berbisik...
"Tidak ku sangkah, aku pergi ke tempat ini lagi."
Setelah membisikkan itu, kami pun mulai berjalan masuk ke dalam Lift dan naik ke lantai 3.
____________________________________
_________________________________
Setelah kami Sampai Ke Lantai 3, Kami pun berjalan - jalan di beberapa Tokoh penjual Hp yang ada di Koridor. dimana membuat aku terlihat sangat senang,
"Owaah,..Kak Rangga, Kak Siska lihat ada banyak sekali Hp di sini."
Ucapku sambil menunjuk tokoh - tokoh tersebut, dimana membuat Kak Rangga dan Kak Siska melihat tingkahku yang seperti itu lansung tersenyum tipis.
Tentu saja aku bertingkah seperti ini hanya untuk pura - pura saja, karena bagaimanapun juga, ketika Anak Kecil di belikan sesuatu, sudah pasti ia akan terlihat Senang.
Selain itu, melihat mereka berdua(Kak Siska dan Kak Rangga.) dengan mudahnya ku bodohi seperti ini, entah kenapa membuatku bersenang - senang.
"Hehehe."
Di saat aku tertawa seperti itu, Baik Kak Rangga dan Kak Siska terlihat kebingungan, sehingga Kak Rangga mencoba bertanya...
"Leon ada apa, kau tertawa seperti itu?"
"Eh ti-tidak bukan Apa - apa."
Jawabku dengan panik, kemudian aku mencoba mengganti topik.
"Yang lebih penting Kak Rangga, kemana kita akan pergi?"
__ADS_1
Di saat aku menanyakan itu, Kak Rangga lansung melihat ke arah depan, dimana Tidak jauh di depan kami, terlihat sebuah Tokoh Hp yang sangat Luas di bandingkan dengan Tokoh - tokoh yang lainnya.
Dimana tokoh tersebut tidak lain adalah Tokoh yang pernah aku kunjungi saat membeli Hp, untuk menggantikan Dua Hp yang ku Ambil dari anak Berandalan itu.
(Gawat,..Kenapa dari semua Tokoh Hp, harus pergi ke Tokoh itu?)
Ucapku di dalam pikiran sambil wajahku di penuhi keringat dingin. Kemudian aku melirik ke arah Kak Rangga dan Kak Siska, dan melanjutkan lagi.
(Sial, jika Pemilik tokoh itu melihatku dan memberitau Kak Rangga, kalau aku sudah pernah beli Hp di sana,...SUDAH PASTI AKU AKAN KENA MASALAH.)
Setelah aku memikirkan itu, aku menarik - narik lengan Baju Kak Rangga dan memanggilnya.
"Anu Kak Rangga."
"Umm, ada apa Leon?"
Tanya Kak Rangga sambil melihat ke arahku, kemudian aku bertanya...
"Kak Rangga, bagaimana Kalau kita pergi ke tokoh lain Saja?"
"Tokoh lain? Memang kenapa?"
"Yaa, aku lihat tokoh itu, sepertinya menjual Hp yang Bermerek Mahal, jadi..."
Seolah - olah sok mengerti apa yang aku katakan, Kak Rangga lansung mendengus dan berkata...
"Leon, kalau soal uang, kau tidak perlu khawatir, lagi pula kakakmu ini punya banyak kok."
(**TIDAK, INI BUKAN SOAL UANG ATAU APA, INI SOAL INDENTITASKU-.
-LAGI PULA, JIKA SOAL UANG, AKU PUNYA BANYAK PENYIMPANAN DI BANDINGKAN DARIMU**.)
Aku ingin mengucapkan itu, tapi aku hentikan saja, karena bisa - bisa aku hanya menambah masalah.
Di saat aku memikirkan itu, tanpa aku sadari ternyata kami sudah berada tepat di depan tokoh tersebut. Yang dimana membuat aku terlihat Gugup dan melihat ke arah Kak Rangga.
"Anu Kak Rangga, bisa tidak Aku tunggu di luar saja?"
"Eh, memang kenapa? Bukankah lebih baik jika kamu masuk saja dan memilih desing yang kamu mau?"
Ucapku sambil mencoba untuk tetap tenang, sedangkan di sisi lain, ketika Kak Rangga mendengar itu untuk sementara ia tidak mengatakan apapun dan hanya menatap mataku saja.
"......."
Namun setelah beberapa detik kemudian ia mendesah "haaa..." dan menjawab..
"Baiklah, aku mengerti,...kalau gitu, bisa tidak kamu jaga Fira sebentar, aku akan masuk ke dalam."
"Umm, aku tidak masalah."
Jawabku sambil mengangguk, kemudian Kak Rangga berahli ke arah Kak Siska dan bertanya...
"Siska bagaimana denganmu, apa kau mau tunggu di sini bersama Leon, atau masuk ke dalam?"
Di saat Kak Siska di tanya. Untuk sesaat ia melihat ke arahku, dimana aku sedang menggendong Fira dan memberinya sebuah jari Jempol.
Yang Seolah - olah aku beri kode, untuk tidak apa - apa meninggalkan ku sendirian di sini.
Mengetaui itu bibir Kak Siska lansung melengkun seperti bulan sabit, dan mengalihkan pandangannya lagi ke arah Kak Rangga.
"Kak Rangga, sepertinya aku ikut saja, lagi pula aku juga ingin melihat - lihat Hp pengeluaran terbaru."
"Begitu,....yah sudah, ayo kita masuk."
Sambil mengucapkan itu, Kak Rangga mulai berjalan masuk ke dalam sambil diikuti Kak Siska di belakang.
__________________________________
_______________________________
Ketika Kak Rangga Dan Kak Siska sedang melihat - lihat Hp di dalam tokoh, Tepat di samping di depan Tokoh, terlihat aku sedang duduk di salah satu Kursi yang ada di sana, dimana aku tengah memangku Fira di pangkuanku.
"Fuuu, syukurlah aku berhasil tidak masuk ke dalam sana, jika tidak bisa - bisa,...aku......"
__ADS_1
Di saat aku membisikkan itu, Fira yang lagi ku pangku tiba - tiba menengok ke atas dan melihat ke arahku.
"Eon."
"Um!"
Di saat aku di panggil, aku lansung melihat ke arahnya dan berkata...
"Fira namaku bukan Eon tapi Leon, mengerti?"
"Eon?"
Ucap Fira sambil memiringkan kepalanya kesamping, melihat itu aku lansung mendesah "haaa.." dan berkata..
"Sudahlah, yang lebih penting ada apa?"
Di saat aku menanyakan itu, Fira lansung menurunkan kepalanya dan menunjuk ke sebuah tempat permainan anak - anak berada.
Melihat itu, aku lansung berahli ke arah Fira lagi dan bertanya...
"Apa kau ingin ke sana?"
Seolah - olah mengerti apa yang aku tanyakan, Fira lansung membalasnya dengan senyuman ceria.
Melihat itu, aku lansung terlihat kesusahan. Sebab bagaimanapun juga aku harus menunggu Kak Rangga Dan Kak Siska di sini.
Namun, karena mereka masih lama di dalam sana, jadi....
"Baiklah, ayo kita ke sana sebentar."
Ucapku sambil berdiri dan menggendong Fira, kemudian aku mulai berjalan dan menuju ke tempat itu.
_____________________________________
__________________________________
Di saat aku sudah sampai, aku lansung pergi membeli beberapa Koin dan membawa Fira pergi bermain.
Mulai dari permainan kolam Bola, mobil - mobilan, Seluncuran sampai permainan memukul boneka tikus yang keluar dari Lubang. Dimana aku membantu Fira memegang palunya dan memukul tikus - tikus itu.
Setelah beberapa saat kita bermain, tak lama kemudian akhirnya kita masuk ke permainan yang terakhir, yaitu naik kuda - kudaan. dimana aku duduk di belakang Fira dan menahannya agar ia tidak terjatuh.
Sayangnya, meskipun Fira terlihat bersenang - senang, bukan berarti aku senang juga. Kerena tepat di belakangnya terlihat aku sangat lesu dan berbisik.
"Sial. Aku orang yang di takuti di dunia ini, kenapa malah melakukan sesuatu yang seperti ini."
Ucapku sambil wajahku terlihat suram, PIX yang dengar bisikkanku lansung membalas.
[Kau benar,...jujur saja saat ini anda benar - benar terlihat seperti Anak kecil, Master.]
(Diamlah.)
Di saat aku membentak PIX, aku merasa Fira sedang menengok ke arahku, sehingga aku melihat ke arahnya juga.
"Fira bagaimana, apa kau bersenang - senang?"
Ketika aku menanyakan itu, Fira lansung membalasnya dengan ekspresi ceria yang membuat aku kembali bersemangat dan berkata...
"Begitu syukurlah."
Namun di saat aku mengucapkan itu dengan senyuman, tiba - tiba aku dan PIX merasakan ada beberapa orang yang sedang mengawasiku dari luar tempat permainan.
Meskipun aku tidak melihat ke arahnya, namun aku tau bahwa mereka semua adalah anak - anak yang berada di Grup itu.
[Ma-Master ini...]
(Yah aku tau, tidak usah pedulikan.)
[Apa anda yakin?]
(Yah, lagi pula tidak mungkin mereka berani menyerangku di tempat seperti ini. Selain itu apa kau lupa, muridku juga ada di sini.)
Seolah - olah mengerti apa yang aku katakan, PIX lansung berkata..
__ADS_1
[Anda benar juga,...Jadi apa anda ingin membiarkanya begitu saja?]
Di saat PIX menanyakan itu, aku tidak menjawab apapun dan hanya terus melihat ke arah depan. Dimana Tatapanku terlihat sangat tajam. Bagaikan silauan Silet yang bersinar di dalam kegelapan.