
ketika aku terus menatap mereka seperti itu, aku perlahan menutup kedua mataku, sambil menghela nafas sedikit.
"haaaa...ini pasti sangat merepotkan!?"
kataku dengan tenang, sambil perlahan membuka kedua mataku dan melihat ke arah mereka lagi.
"um,..apa kalian membutuhkan sesuatu dariku??"
"yah, kau benar Bocah, kami memang menginginkan sesuatu darimu!?"
setelah ia mengatakan itu, ia perlahan menggerakkan jari telunjuknya, untuk menyuruh kedua temannya mengelilingiku.
setelah aku di kelilingi, aku melirik ke arah kiri dan kanan dimana kedua temannya itu berada.
"apa yang kalian inginkan??"
kataku, sambil perlahan melirik ke arah depan, dimana sosok seperti, ketuanya itu berada.
meskipun aku sudah mengira, apa yang mereka inginkan. namun, untuk saat ini aku tetap bertanya.
"tenang saja, kami tidak lama kok."
ketika ia mengatakan itu, ia melihat ke arah temannya, yang berada di samping kiriku.
"oi kau, cepat lakukan!!"
"ba- baik!?"
setelah ia mengatakan itu, temannya lansung mendekatiku dan mencoba untuk megenggam satu tanganku, sambil ingin memutarnya ke arah belakang.
namun, sebelum ia memutar tanganku, aku dengan cepat, lansung pegang balik tangannya, dan dengan kuat menariknya ke arah bawah.
ketika ia sudah berada di dekat wajahku. aku dengan kuat lansung memukul dagunya ke arah atas,menggunakan telapat tanganku. hingga membuat kepalanya terpental, melihat ke atas langit.
"ughh!!"
Tampa memberi ia waktu untuk mengatur posisinya, aku dengan cepat menendang ia dengan kuat, ke arah samping perutnya, hingga membuat ia terbentuk seperti *C*.
dengan kuat, ia lansung terpental menabrak dinding di samping, dan tak lama kemudian, ia mulai terjatuh ketanah sambil merintih kesakitan.
"~~~Arghhh..."
sentak, dua temannya yang menonton itu lansung tercengan, dan tak bisa mengatakan apapun ketika melihat situasi di depannya.
mereka tidak pernah menyangka, bahwa aku bisa mengalahkan temannya, bahkan secepat ini.
"ka- kau pasti bercandakan,..bagaimana bisa ia kalah secepat ini??"
".....!!"
ketuanya tidak menangkapi kata - kata temanya dan hanya menatapku terus, dengan tatapan yang sangat marah, yang terlihat pada wajahnya.
setelah itu, ia lansung melihat ke arah temannya, yang masih tercengan dengan situasi di depannya.
"OI KAU, APA YANG KAU LAKUKAN, CEPAT HABISI BOCAH ITU!?"
ketika orang itu mendengar teriakan ketuanya. ia lansung sadar, dan lansung berlari ke arahku dengan tatapan marah.
"BOCAH, BERANINYA KAU BRENGSEEET!!"
ketika ia sudah berada di dekatku, ia lansung menargetkan untuk menendang ke arah samping kiri kepalaku.
namun, dengan cepat aku menurunkan punggungku ke arah belakang dan menghindari tendangan orang itu.
"hampir saja!?"
saat aku menghindari tendangan itu, tubuhku hampir terbentuk seperti * r *, sehingga aku bisa melihat, tendangan orang itu tepat berada di atasku.
setelah tendangan itu melewatiku, aku lansung memutar tubuhku ke arah samping, dan mencoba menargetkan, untuk menendang ke arah samping leher kanan orang itu, dengan kaki kiriku.
SHUUU!!
PAT!!
namun, ketika tendanganku sudah hampir berada di dekat lehernya,orang itu dengan cepat, lansung berhasil menahan tendanganku dengan tangan kirinya, dan mulai mengenggamnya dengan sangat erat.
"hehe, ketangkap juga kau Bocah!!"
ketika ia mengatakan itu sambil menyeringai, aku menatap orang itu dengan tatapan yang masih Tenang namun tajam.
setelah itu, aku mencoba untuk melompak menggunakan kaki kananku yang ia tidak tahan, dan lansung membuang diriku sambil menendang ia ke arah samping leher kirinya. hingga membuatnya sampai mengeluarkan air liurnya dari mulut.
BUK!!
"COURGHH!!"
ketika ia dengan cepat melepaskan kaki kiriku dan memegangi lehernya yang sakit, ia lansung terjatuh sambil bersujud di tanah.
"Cough...Cough, da~sar Bocah Sialan!!"
saat ia mengatakan itu, ia terbatuk - batuk dan suaranya terlihat sangat kesakitan.
"Hey!?"
__ADS_1
ketika aku memanggilnya dengan suara tenang, perlahan ia mengerakkan kepalanya untuk melihatku ke arah atas dengan tatapan marah.
namun, sebelum ia melihatku dengan baik, aku tampa ampun lansung menendang kepala dia dengan sangat kuat, seperti layaknya menendang sebuah Bola.
BURHKKK!!
sentak, Lehernya hampir terlihat sedang patah, hingga membuat matanya menjadi putih dan lansung terjatuh, terpapar di tanah.
saat aku mencoba berjongkok di dekatnya, aku perlahan meletakkan jariku di lehernya, dan merasakan, kalo dia hanya sekedar pingsan saja.
"fuuu...!!"
setelah aku mengetaui, kalo orang itu belum mati, aku perlahan melirik ke arah sampingku, dimana ketuanya itu berada.
ketika aku perhatikan, ia terlihat sedang merinding dan sangat ketakutan ketika melihat tatapan mataku.
"oi, apa yang sedang kau lakukan di situ sialan, jangan bilang, sekarang kau takut sama seorang Bocah!?"
ketika aku mengatakan itu, sambil menyeringai, orang itu terlihat sangat kesal sambil menatapku dengan sangat marah.
"~~Beraninya kau, Bocah sialan!!!"
katanya, sambil gemetar karena kemarahan.
setelah itu, ia melihat - lihat di sekitanya, dan tak lama ia menemukan, ada sebuah pipa besi yang berada tidak jauh darinya.
dengan cepat ia lansung berlari mengambil pipa besi itu, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arahku.
"DASAR KAU BOCAH BRENGSEET!!"
ia meneriaki itu dengan sangat marah, dan mulai berlari ke arahku.
tak lama setelah ia sampai di dekatku, ia lansung menargetkan untuk mengayunkan sebuah pukulan dari atas kepalaku.
"MATILAH KAU!!"
ketika aku melihat ke atas, pipa itu sebentar lagi mulai mendekati wajahku yang tenang. dengan cepat aku lansung menarik rambut temannya yang pingsan di dekatku. dan tampa ragu, membuat kepala temannya menjadi perisai untuk menahan pipa itu.
"APA!!"
Sentak, orang itu terkejut melihat apa yang aku lakukan. namun, sayangnya ia sudah terlambat untuk menghentikan ayunannya dan lansung memukul kepala temannya sendiri.
BUNKKK!!
wajahnya lansung pucat, ketika melihat wajah temannya yang di penuhi oleh darah, akibat pukulannya sendiri.
namun, tampa memberi ia jeda, yang masih terkejut dengan situasi itu.
aku lansung melepaskan rambut temannya dan berlari, menuju ke arah perut orang itu.
BUUUK!!
"COUGRH!!"
sentak ia lansung terbatuk, sambil mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
namun, aku tidak berhenti sampai di situ saja, aku dengan cepat, lansung menarik kerah bajunya yang ada di leher, ke arah bawah.
ketika matanya melebar karena terkejut, aku melebarkan jari telunjukku dan jempol.
sambil di bibirku terbentuk bulan sabit yang sedang menyeringai, ketika melihatnya.
"YANG MATI ITU, KAU SIALAN!!"
Setelah aku mengatakan itu, tampa segan aku lansung menusuk ke dua mata orang itu dengan jari Telunjuk dan jempolku.
"ARGHH, MATAKUUUUUUUUUU!!!"
sentak, orang itu lansung berteriak isteris dan dengan cepat melepaskan pipa yang ia pegang untuk menyentuh kedua matanya yang kesakitan.
"ARGHH,...MATAKU, MATAKU...!!"
ketika ia merintih kesakitan. aku terus menatap orang itu dengan ekspresi tenang, sambil melihat ia menutup matanya dengan kedua tangannya.
"UGH,...BOCAAAH, DASAR KAU PENGECUT SIALAAN!!"
"pengecut, yah!?"
saat aku mengatakan itu dengan nada tenang, aku perlahan mengambil pipa yang ia jatuhkan.
"kira - kira,..siapa yang lebih pengecut di sini, aku atau kau brengseet!?"
setelah aku mengatakan itu, dengan kuat, aku lansung memukul ia, ke arah kaki kanannya.
BUNKKK!!!
"ARGHHHHHHHHHH!!"
Ia teriak isteris, merintih kesakitan. meski begitu, ia mencoba untuk tetap berdiri, meski kakinya kesakitan dan sangat gemetar.
"KURANG HAJAR, DIMANA KAU BOCAH, SINI KAU SIALAN, Ugh!?"
ketika ia mengatakan itu sambil menahan rasa sakitnya, ia masih menutup kedua matanya dengan kelopak mata, hingga terus memukul - mukul udara kosong yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
saat aku meperhatikan itu dengan ekspresi tenang, aku perlahan berjalan ke arahnya, tampa membuat suara sedikitpun.
setelah aku sampai di dekatnya, aku dengan erat meganggam pipa itu dengan kuat.
"oi, apa yang sedang kau pukul - pukul itu brengseet"
"umm!!!"
ketika ia mendengar suaraku, ia lansung berbalik ke arah suarah itu dan mencoba untuk memukulku.
"DISANA KAU TERNYATA BOCAH SIALAAAAN!!"
Namun, sebelum pukul itu sampai ke arahku, aku lansung memukul kaki kiri dia dengan sangat Kuat, hingga membuatnya teriak isteris, kesakitan.
BUNKKKKK!!
"ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!"
karena tidak bisa menahan rasa sakit yang ia terima di kedua kakinya, ia akhirnya lansung jatuh terduduk di tanah, sambil terus merintih kesakitan.
"~~Ughh, KA~KAKI KU,..KAKI KU..!!"
"bagaimana rasanya,..enak kan??"
"~~BO-BOCAH, LIHAT SAJA, AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU!?"
"hmm, jadi kau masih ingin membunuhku??"
kataku dengan nada tenang, sambil mencoba untuk memukul - mukul pipa yang ada di tanganku, ke tanah.
CLINK!!...CLINKK!!...CLINKK!!...
sentak orang itu lansung merinding ketakutan ketika mendengar suara pipa itu, dan di penuhi oleh keringat dingin di wajahnya.
"bo~bocah apa yang ingin ka~kau lakukan?"
"menurutmu, apa?"
ketika ia mendengar suaraku, wajahnya lansung terlihat sangat pucat dan keringat dingin terus bercucuran di wajahnya.
"bo~bocah,..jangan bilang...kau...."
ketika ia mengatakan itu sambil ketakutan, ia perlahan mencoba untuk membuka kedua matanya.
namun, karena pandanganya masih kabur - kabur, ia tidak bisa melihatku dengan jelas, apa yang sedang aku lakukan.
dan tak lama, setelah beberapa detik, perlahan pandangannya mulai membaik dan lansung melihat ke arahku.
namun, ketika melihat wajahku, ia lansung terlihat sangat pucat dan terus gemetar karena ketakutan melihatku.
karena, apa yang ia lihat saat ini di depannya, bukanlah seperti seorang bocah biasa pada umumnya.
bocah itu memiliki mata yang sangat tenang namun tatapannya terlihat tajam, yang bisa menembus tubuh seseorang saat melihatnya.
dan dia tidak memiliki rasa takut sedikitpun di wajahnya, dan yang lebih penting lagi, wajah bocah itu, seperti tidak ragu untuk membunuh seseorang.
"ka~kau ini,...siapa sebe-!!"
sebelum ia selesai bicara, aku lansung menyeringai dan dengan cepat, lansung mengayunkan sebuah pukulan dari samping, ke arah kepala orang itu. seperti layaknya baseball.
BUNKKK!!
"Ugh,..da,.sar..kau......!!"
Setelah aku memukulnya, ia lansung kehilangan kesadaran dan lansung terjatuh di tanah.
PUSSS!!
setelah itu, aku lansung melempar pipa di tanganku ke tempat lain, dan nafasku tetlihat sangat kelelahan.
"haaa..haaa...haaa...!!"
ketika aku terus menghela nafas, tiba - tiba suara PIX terdengar di dalam pikiranku.
[kerja bagus master!?]
"yah,..me- meski begitu, sepertinya aku harus berusaha lebih keras lagi,untuk melatih tubuh ini?"
[itu benar sekali, master!?]
setelah PIX mengatakan itu, aku perlahan membuang diriku untuk duduk di tanah, sambil melihat ke atas langit.
(jujur saja, aku sangat ingin membunuh semua anak - anak yang sedang menargetkanku,....tapi!!)
ketika aku memikirkan itu, tiba - tiba bayangan Kak Siska dan kedua Orang tua Leon, terlihat di atas langit sambil melihatku dengan senyuman yang hangat.
ketika aku melihat itu, tampa sadar bibirku lansung melengkun dan mulai tersenyum.
"haa,..ini benar - benar sangat merepotkan, benarkan PIX!?"
PIX yang tidak tau apapun, apa yang aku maksud, terlihat terkejut dan kebingungan melihatku.
[eh,..aku tidak tau, apa yang master maksud,..tapi, aku pikir itu memang benar!?]
__ADS_1
setelah itu, untuk sementara, aku terus duduk disitu, sambil menikmati pemandangan di atas langit.