BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
REKAMAN CCTV


__ADS_3

Setelah mereka keluar dari Ruang introgasi, saat ini Bulan dan Firdaus sedang berada di Luar Kantor polisi, sambil bicara satu sama lain.


"maaf sudah memanggilmu kemari."


Ucap Firdaus.


"Tidak, itu tidak masalah sama sekali. Selain itu aku ingin tanya sesuatu."


Saat Bulan bertanya, Sesaat Firdaus terlihat bingun. Namun setelah itu ia menjawab.


"Apa itu?"


"Aku ingin tanya, Jika kalian bisa mendapatkan Videoku di CCTV, itu berarti bukankah kalian juga Bisa dapat Video sang Pelaku?"


Tanya Bulan dengan serius. Di sisi lain untuk sementara Firdaus tidak mengatakan apapun. Namun setelah beberapa detik kemudian ia jawab...


"Soal itu, kau tidak perlu tau, ini Rahasia dari kepolisian."


"Rahasia? Bukankah itu tidak adil, kau tau kalau aku juga terlibat. Jadi setidaknya aku ingin tau, siapa sebenarnya pelaku ini."


Ucap Bulan sambil menatap Firdaus dengan marah. namun..


"Maaf, kami benar - benar tidak bisa memberitaumu soal itu."


..Tetap saja Firdaus tidak mau memberitau Bulan. Hingga akhirnya Bulan Menyerah.


"Hmm yah sudah,..Kalau gitu aku permisi dulu."


Sambil meninggalkan kata - kata itu, Bulan lansung berjalan dan meninggalkan tempat itu.


Di sisi lain, ketika Bulan sudah pergi, dari belakang Terlihat Isty sedang berjalan ke Arah Firdaus sambil berdiri di sampingnya.


"Firdaus Kenapa kau tidak memberitau Gadis itu."


"Soal apa?"


tanya Firdaus


"Soal Rekaman itu."


"Rekaman? Seharusnya kau tau sendiri, kalau kita belum mendapatkan Rekaman Pelaku."


"Kita memang belum mendapatkan Rekaman pelaku. Tapi bukankah kau dapat Rekaman para Korban?"


Mendengar itu, sesaat Firdaus melirik ke arah Isty. Setelah itu ia melihat ke arah depan lagi.


"Aku memang dapat, tapi..."


Firdaus menyalahkan Tapnya dan memberikannya ke Isty.


Isty yang melihat Tap Tersebut memperhatikan Kalau Tap itu memperlihatkan sebuah Rekaman CCTV.


dimana Rekaman itu, waktu ketika Para Korban sedang Nongkrong di depan super matket. Sebelum mereka pergi Ke tempat kejadian.


Namun, saat Isty terus perhatikan Rekaman itu, tiba - tiba Rekaman itu mengalami gangguan. Hingga membuat Isty sedikit terkejut.


" i-ini, apa yang sedang terjadi."


Isty bingun dengan rekaman yang tiba - tiba gangguan. Tetapi hanya Beberapa menit kemudian Rekaman itu kembali Normal.


Namun, Para Korban sudah tak terlihat lagi di Rekaman itu.


"Me-Mereka,...Kemana mereka pergi? Jangan bilang..."


Saat Isty bertanya - tanya, Firdaus lansung menjawab.


"Kau benar. Saat Rekaman mengalami kerusakan Di situlah para Korban dan Pelaku bertemu. Selain itu..."


Sesaat Berhenti, Firdaus mulai menggeser Tap itu. Di mana memperlihatkan beberapa rekaman CCTV.


Namun, semua Rekaman itu, entah kenapa Mengalami Kerusakan Seperti Rekaman yang pertama. Sehingga Isty yang melihat itu merasa bingun, dan bertanya - tanya.


(Kenapa semua rekaman Bisa mengalami kerusakan. Di tambah lagi waktu kerusakannya Terlihat kayak bergiliran,...jangan bilang.)


"Firdaus, semua Rekaman ini-"


Sebelum Isty selesai Bicara. Firdaus lansung menjawab...


"Yah, semua Rekaman ini adalah jalur dimana Para Korban lalu saat menuju ke tempat kejadiaan."


Mendengar hal itu. Membuat Isty terlihat kaget, sebab jika ini memang benar itu berarti...


"Perkelaian ini sudah di rencanakan."


Bisik Isty, Firdaus yang dengar bisikan tersebut dengan tenang menjawab..


"Benar, tapi bukan hanya itu saja, sebab di lihat dari gangguan Rekaman ini, kemungkinan besar Pelaku menggunakan alat ANTI CAMERA CCTV untuk mengganggu rekaman Tersebut, sehingga pelaku bisa menghilankan jejaknya."


"Hilangkan Jejak? Tapi siapa?"

__ADS_1


Tanya Isty dengan Bingun.


"Yah. dari yang aku tau kebanyakan orang yang memakai alat ini. Biasanya Orang - Orang dari organisasi dunia bawah Contohnya PENCURI PRO, TENTARA BAYARAN, PEMBUNUH BAYARAN DAN SEBAGAINYA."


Ucap Firdaus dengan serius. Setelah itu ia lanjutkan lagi.


"Mereka sering menggunakan alat ini untuk menghilankan jejaknya."


Mendengar hal itu, membuat Isty terlihat kaget dan menyadari sesuatu.


"Hmm, itulah kenapa atasan menyuruh kita menyelidiki ini dengan serius. Sebab ini bukan hanya sekedar perkelaian anak SMA saja, melainkan ada seseorang yang sedang terlibat di belakangnya?"


"Yah."


Jawab Firdaus dengan tegas.


*************


Author: omong" di sini Firdaus dan Isty masih mengirah, kalau Pelakunya bukan hanya 1 melainkan masih ada lagi.


Namun, seperti yang kalian tau pelakunya di sini tuh cuma Si Leon doang๐Ÿ˜


*************


___________________________________


_______________________________


Setelah beberapa saat Bulan meninggalkan Kantor kepolisian, saat ini ia berjalan di dekat perumahan. Dimana terlihat beberapa anak kecil sedang bermain kejar - kejaran.


Melihat anak kecil itu bersenang - senang membuat Bulan mengingatkan 2 adiknya yang ada di rumah.


Namun, sesaat Bulan mengingat 2 adiknya tersebut. Tiba - tiba ia berhenti berjalan.


Sebab tepat di depan matanya, di sana ia melihat Leon sedang bersandar di Tiang Listrik sambil melirik ke arah Bulan.


"Sepertinya, Urusanmu dah selesai."


"Leon. Apa yang kau lakukan disitu?"


Sambil bertanya, Bulan melihat Leon dengan marah. Namun bukannya takut Leon malah dengan tenang menjawab..


"Apa? Tentu saja menunggumu."


"Menungguku? Bukankah aku sudah lakukan apa yang kau suruh. Apa yang kau inginkan lagi?"


"Aku tidak menginginkan apapun, aku hanya ingin tau, percakapanmu saat di sana (kantor Polisi)."


Meskipun ia tidak tau apa ia benar - benar di permainkan Oleh Leon atau tidak. Tetapi ia sangat marah Saat di tatap seperti itu.


"Leon, berhentilah bercanda, aku sangat capek hari ini, aku ingin cepat pulang?"


"Tidak usah banyak Bicara, cepat ikuti aku."


Sambil mengucapkan itu, Leon berjalan ke arah Bulan dan melewatinya.


Di sisi lain, ketika Bulan di lewati, ia lansung mengertakkan giginya sambil terlihat kesal.


Dimana ia sampai Meremas tangannya, dengan sangat Erat.


(SIAL.)


__________________________________


______________________________


Setelah beberapa saat mereka berdua berjalan Saat ini mereka tengah berdiri di depan sebuah Warung.


Dimana warung tersebut tidak lain adalah Warung yang sering aku (Leon) kunjungi yaitu, Warung Gado - Gado.


"kenapa kita kesini? bukankah lebih baik kita bicara di Kafe saja?"


"di kafe ada pengawas."


*************


Author: Maksudnya CCTV.


*************


"pengawas? apa maksudmu?"


"tidak usah banyak tanya, ayo kita masuk."


sambil mengucapkan itu, aku lansung masuk kedalam, dengan di ikuti Bulan di belakangku.


setelah kami berdua masuk, Aku lansung mendekati seorang Pria dimana ia memiliki tubuh yang sangat kekar, di tambah lagi wajahnya terlihat sangar. Meski begitu ia melihat orang dengan tatapan yang ramah.


Ia bernama Fadli sekaligus pemilik Warung ini.

__ADS_1


"Paman, aku pesan 2 gado - Gadonya."


Mendengar suaraku, Fadli lansung berbalik. Namun sesaat melihatku, wajahnya yang terlihat sangar tiba - tiba terlihat senang.


"Ohh Leon, kau da-...um?"


Saat Fadli memperhatikan keadiran Bulan Ia lansung melihatku.


"Leon, tidak biasanya kau bawah perempuan, apa jangan - jangan ia pacarmu?"


Ucap Fadli dengan Bisikan, setelah itu aku jawab sambil mengedipkan satu mataku.


"Umm, Mungkin.๐Ÿ˜‰"


Bulan yang dengar Bisikan tersebut lansung terlihat marah.


"MUNGKIN APANYA, KAMI TIDAK PACARAN."


bentak lansung Bulan, Fadli yang dengar itu lansung melihat ke arahku lagi.


"Leon, dia bilang dia bukan pacarmu?"


"Tenang saja paman, Pacarku memang agak pemalu, jadi-!!"


"PEMALU APANYA. BERHENTILAH BICARA OMONG KOSONG."


Teriak Bulan yang terlihat jengkel.


~~Haaa....haaa....haaa...


Melihat Bulan yang terlihat kecapean, membuat kami berdua lansung berhenti mempermainkan ia. Setelah itu, Fadli melihat ke arahku.


"Oh iya Leon, tadi kamu bilang mau pesan 2 gado - gado kan? Apa kau ingin Bungkus atau makan di sini?"


"Aku makan di sini saja Paman."


Jawabku dengan datar.


Mendengar hal itu, Fadli lansung berbalik ke arah Istrinya dimana ia sedang membuat Gado - Gado di sana.


"Fitri, tolong 2 piring gado - gado buat Leon."


"Leon? Baik aku mengerti, nanti aku antarkan."


jawab Istrinya yang tengah buat gado - Gado. Setelah itu Fadli melihat ke arahku.


"Kalau begitu Leon, duduklah disana nanti Kami akan bawakan pesananmu."


"Baik."


ucapku dengan datar dan lansung menuju ke meja yang di tunjuk Fadli. Dimana Kursinya hanya ada dua yang sedang berhadapan satu sama lain.


Tanpa menunggu lama Kami berdua Lansung duduk di situ.


Setelah kami berdua duduk. Untuk sementara Bulan melihat - Lihat sekeliling.


Namun, Setelah beberapa detik kemudian, ia melihat kearahku, sambil menatapku dengan marah.


"Jadi, kenapa kau tadi mengatakan itu."


"maksudmu, soal kau itu pacarku?"


"Yah."


jawab Bulan sambil menatapku dengan tatapan Dingin. Namun bukannya aku takut, aku dengan santai menjawab.


"Tidak usah melihatku seperti itu, aku cuma bercanda tadi."


"Candamu tidak lucu sama sekali."


"Benarkah?."


Jawabku yang pura - pura bodoh.


Mengetau kalau tidak ada gunanya membicarakan hal ini. Bulan Lansung menghela nafasnya sambil melihat ke arahku.


"Haaa sudahlah, yang lebih penting, apa yang ingin kau dengar?"


Saat Bulan bertanya, aku menuankan Air di gelas dan memberikannya ke ia. Setelah itu aku menuankan air di gelasku dan melihat ke arahnya.


"Aku ingin dengar, semua yang kau bicarakan di sana. (kantor Polisi)."


Jawabku.


Sambil meminum Air yang kuberikan. Bulan mulai memberitauku semua yang ia bicarakan saat Di kantor Kepolisian.


Dimana ia mengatakan......


*************

__ADS_1


Author: di sini aku tidak tulis saja, yang jelas kalian dah tau pembicaraan Bulan Dan Firdaus.


*************


__ADS_2