
"bagus,...kalo begitu, SEMUANYA MUNDUR SEKARANG!?"
Setelah Rangga meneriakkan itu, dengan cepat seluruh pasukan dan dua Tank di samping kami perlahan berjalan mundur. sambil terus menembaki penghalan yang ada di depan, maupun Para Monster yang sedang terbang di atas sana.
BUK!!.......................PASSSSSSSS!!!
BUK!!.......................PASSSSSSSS!!!
DORRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ketika kami Terus menembak penghalan di depan dan juga para Monster di atas sana, perlahan Rangga mengerakkan Jari telunjuknya, ke arah benda seperti Headset yang ada di telinga kanannya.
setelah itu, ia lansung menekan sebuah tombol, untuk melakukan panggilan kepada Grup ke 1 yang di pimping oleh Ardi.
"Ardi apa kau dengar?"
{ya, aku dengar dengan baik Kapten.}
"baiklah, pertama - tama, bagaimana situasi di sana sekarang?"
{ummm, Kapten tenang saja, saat ini, kami mengatasinya dengan baik, hanya saja... }
merasa bingun dengan kata - kata Ardi yang tiba - tiba berhenti, Rangga mulai bertanya padanya.
"hmm? ada apa Ardi?"
{...sebetulnya, aku ingin memberitau Kapten, bahwa ada sesuatu yang aneh, dengan gerakan Para Monster di sini!?}
"aneh?"
{ya, entah kenapa, para Monster yang keluar dari dalam hutan, mulai tambah sedikit, dan itu membuat kami, sangat gampang mengatasinya,...hanya saja, kami masih merasa khawatir dengan hal itu?}
setelah mendengar apa yang dikatakan Ardi, perlahan Bibir Rangga mulai melengkun seperti bulan sabit.
"jadi begitu,....tapi Ardi, kau tidak perlu memikirkan hal itu, lagi pula itu sudah sesuai dengan rencanaku!?"
{a-apa maksudmu Kapten??}
"saat ini aku tidak bisa memberitaumu,..yang lebih penting, cepat mundur dari sana sekarang, kita akan mulai ke Rencana selanjutnya. mengerti!?"
{....ba-baik, aku mengerti Kapten.}
setelah penggilan mereka berakhir, dengan cepat Rangga lansung menekan pelatuk senjatanya. dan mulai membunuh setiap monster yang ada di depan.
namun, ketika ia baru saja membunuh beberapa Monster, tiba - tiba ia lansung di panggil oleh Batara dari samping.
"Kapten, Tanda itu sudah terlihat di belakang."
mendengar apa yang di katakan Batara, perlahan Rangga mengarahkan pandangannya ke arah belakang, dan melihat ada sebuah tanda X berwarna merah, yang berada tepat di tengah - tengah dataran ini, sambil tergeletak di tanah, secara terpisah.
"itu ya,....SEMUANYA DENGARKAN INI, KALIAN LIHAT TANDA MERAH DI BELAKANG SANA..."
Ketika Rangga mengatakan itu, beberapa pasukan perlahan mengarahkan pandangannya ke arah belakang. dan lansung melihat tanda itu.
setelah itu, Rangga mulai melanjukkan bicaranya lagi.
"..INGAT, SEBISA MUNGKIN, AKU INGIN KALIAN JANGAN MENGINJAK TANDA ITU, MENGERTI!?"
""""""""" MENGERTI KAPTEN.""""""""""
jawab setiap Pasukan secara serentak dan juga tegas.
setelah itu, kami terus berjalan Mundur, sambil mulai menghindari setiap tanda Merah yang ada di tanah.
begitupun dengan Dua Tank yang mencoba menghindari tanda itu, dengan di pandu oleh Batara.
setelah beberapa saat Kami melewati tanda itu, di mana tanda itu sudah berada tepat, di depan kami sekarang.
tak lama kemudian, ketika kami sudah agak jauh dari tanda itu, tiba - tiba Rangga berhenti berjalan, sambil mengangkat tangan kirinya ke arah atas, dan lansung mengepalkan tangannya untuk memberikan kode, ke setiap pasukan untuk berhenti.
setelah mereka semua berhenti, mereka hanya diam saja di situ sambil terus mengarahkan senjatanya ke arah depan.
kecuali untuk Grup ke 2, yang tetap menembak, setiap Monster kelelawar yang ada di atas sana.
disatu sisi, melihat para pasukan di depannya tidak bergerak sama sekali dan hanya diam saja di tempat itu. membuat Bibir Ogre King lansung tersenyum menyeringai.
(bagus, kau pasti merasa kalo kami sudah putus asah kan.)
setelah Rangga mengatakan itu di dalam pikirannya, perlahan Bibir Rangga mulai tersenyum menyeringai, sambil menatap Ogre King dengan tatapan tajam.
(kalo begitu....CEPAT, DATANGLAH KESINI, MONSTER SIALAN!?}
ucap Rangga di dalam pikirannya.
setelah itu, perlahan Ogre King mulai berjalan maju kedepan, bersama dengan puluhan ribu Monster yang ada di depan, maupun di belakangnya.
"Kapten, mereka mulai mendekat?"
ucap Batara di samping Rangga.
__ADS_1
"ya, aku tau,......SEKARANG, AKU PERINTAHKAN KALIAN SEMUA UNTUK TERUS TEMBAK PENGHALAN ITU, DAN KELUARKAN TERIAKAN KALIAN SEKERAS MUNGKIN, PAHAM!?"
merasa bingun dengan Perintah yang di berikan oleh Rangga, membuat Batara mencoba Bertanya.
"ta-tapi Kapten, untuk apa kita melakukan hal itu,....lagi pula bukankah pengha-?"
sebelum Batara selesai bicara, Rangga lansung memontongnya dengan suara tenang namun tajam.
"-aku tau apa yang ingin kau katakan, tapi, lakukan saja apa yang aku suruh, Mengerti?"
"""""""Me- Mengerti kapten!?"""""""
setelah mereka Menjawabnya secara serentak sambil menganggukkan kepalannya.
tak lama kemudian, dengan Cepat, suara dari setiap senjata dan teriakan para Pasukan mulai terdengar di tempat itu.
"UMAAAAAAAA, MATI KAU!!"
DORRRRRRRRRRRRRR!!
"MONSTER SIALAAAN, JANGAN MENDEKAT KESINIII!!"
DOR!!,..DOR!!,...DOR!!
"PENGHALAN, KAU SANGAT MENGGANGGU BRENGSEET!!"
DORRRRRRRRRRRR!!
bukan hanya Para pasukan saja yang menembaki Penghalan itu, bahkan unit Tank yang berada di samping kami, ikut juga menembakkan Rudalnya ke arah penghalan itu.
BUK!!.......................PASSSSSSSS!!!
BUK!!.......................PASSSSSSSS!!!
ketika Rangga melihat Ribuan peluru dan Rudal dari Tank terus menghujani penghalan itu.
tak lama kemudian, ia memperhatikan bahwa penghalan itu tidak mendapatkan kerusakan sedikitpun.
meskipun pasukannya terlihat panik saat mengetaui hal itu, namun, Rangga tetap tenang, dan terus menatap Ogre King di depan. dengan tatapan tajam, sambil menembakinya.
DORRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
setelah beberapa saat, terus menembaki para monster di depan, tak lama kemudian....
(umm, sepertinya ini sudah cukup.)
ketika Rangga mengatakan itu di dalam Pikirannya, perlahan ia mengangkat tangan kirinya ke atas, sambil memberikan Kode ke setiap pasukan untuk menahan tembakan.
Setelah Rangga mengatakan itu, para pasukan lansung berhenti menembak, sambil terus mengarahkan senjata mereka ke arah depan.
namun, melihat hal itu, membuat Ogre King dan beberapa para Monster di depan lansung tertawa, sambil memperlihatkan senyum menyeringai mereka. ketika merasa bahwa kami kelihatan sudah menyerah.
(bagus, teruslah berpikir seperti itu dan mendekatlah kesini!?)
ucap Rangga di dalam pikirannya.
setelah itu, para Monster terus bergerak maju, tampa ada yang bisa menghentikannya.
namun, setelah beberapa saat kemudian, ketika para Monster yang berada di garis depan, sudah melewati Tanda merah yang terletak di tanah.
dengan cepat Batara lansung melihat ke arah Rangga.
"Kapten, mereka sudah melewati Tanda itu. sekaranglah waktunya kita ledakkan"
"tidak, kalian terus tembak saja mereka dulu."
"ta- tapi, mereka terus mendekat?"
"aku tau, tapi percayalah padaku?"
ucap Rangga sambil melirik ke arah Batara dengan tatapan serius.
saat melihat tatapan itu, membuat Batara lansung menyerah, dan mulai melihat ke arah depan.
begitupun dengan Rangga, yang lansung melihat ke arah depan juga, sambil menatap para Monster di depan dengan tatapan tajam.
seusai itu, Para monster terus bergerak maju ke arah kami, hingga Mereka sudah mendekat ke arah sini.
merasakan bahwa mereka berada dalam bahaya, karena Rangga belum memberi perintah pada Batara, untuk meledakkan Bom di tanda X, membuat setiap pasukan menjadi cemas.
"Ka~kapten kapan kita mulai?"
"y~ya Kapten, mereka sudah hampir sampai di sini!?"
"ji~jika kita tidak meledakkannya sekarang, kita akan dalam bahaya Kapten!?"
mendengar suara Gemetar dan ketakutan para pasukan. tampa membalikkan badan Rangga mulai menjawabnya.
"aku tau itu, tapi,...tunggulah sebentar lagi"
__ADS_1
setelah Rangga mengatakan itu. beberapa detik kemudian, suara dari langkah kaki dan tertawa para Monster terus mendekat, hingga membuat setiap pasukan tambah cemas dan ketakutan.
melihat hal itu, membuat Ogre King tambah melebarkan Senyum, menyeramkan di bibirnya.
"KA~KAPTEN, MEREKA SUDAH HAMPIR SAMPAI KESINI, KITA HARUS ME-!!"
Sebelum Batara selesai bicara. tampa membalikan badannya Rangga lansung memotongnya dengan nada tenang.
"tunggulah sebentar lagi"
"TA-TAPI KAPTEN, MEREKA SU-!!"
"AKU BILANG, TUNGGULAH SEBENTAR LAGI, MENGERTI!?"
ketika Rangga mengatakan itu, sambil melihat ke arah Batara dengan tatapan Tajam. sentak membuat Batara lansung berhenti bicara, dan tidak bisa mengatakan apapun.
setelah itu, perlahan Batara menundukkan kepalannya, sambil melihat sebuah benda yang ia pegang berbentuk kotak Hitam. yang di tengahnya terdapat sebuah Tombol berwarna merah.
sesaat Batara terus menatap Tombol itu, dan tak lama kemudian, perlahan Batara mengarakan jari jempolnya di atas tombol itu, dan mencoba menekannya.
namun, tiba - tiba ia lansung di hentikan dengan, tangan Rangga yang sedang megenggam pergelagan tangannya.
setelah itu, perlahan Batara mengalihkan pandangannya ke arah Rangga, yang masih tetap melihat ke arah depan dengan ekspresi serius.
"Ka- kapten, apa yang anda-!!"
sebelum Batara selesai bicara, tampa membalikan badannya Rangga lansung menjawabnya.
"Batara, aku tau kalo kau dan juga yang lainnya merasa takut, Karena para Monster terus mendekat ke arah sini. tapi, aku mohon, percayalah padaku, aku tidak akan membiarkan Pasukanku mengalami hal yang sama, seperti yang di alami unit 14. jadi sekali ini saja, kumohon percayalah padaku!?"
mendengar permohonan tulus Rangga, membuat Setiap pasukan dan juga Batara lansung Kehilangan Rasa takutnya.
setelah itu, mereka semua beberapa kali mulai menampar pipi mereka masing - masing dan lansung melihat ke arah depan, dengan tatapan tajam.
(bagus, setidaknya mereka sudah tenang sedikit. sekarang, kita cuma perlu menunggu sebentar lagi.)
ucap Rangga di dalam pikirannya
setelah itu, Rangga terus menatap ke arah depan. dan memperhatikan bahwa jauh para Monster dari tempat ini sekitar 65m lagi, hingga mereka semua sampai ke tempat ini.
meskipun para pasukan masih merasakan ketakutan dari suara langkah kaki dan juga tertawa mengerikan para Monster. namun, mereka semua tetap menatap para Monster di depan dengan tatapan tajam, diikuti dengan niat Membunuh mereka.
tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!,tap!
ketika jarak para Monster sekitar 40m lagi....membuat Rangga maupun para pasukan menjadi tegang.
"Tahan dulu!?"
ucap Rangga dengan wajah serius.
Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!,Tap!
jarak para Monster sekitar 25m lagi....
"sedikit lagi!?"
ucap Rangga, sambil meneteskan keringat dingin di pipinya.
TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!,TAP!
ketika Suara langkah kaki Para Monster tambah keras, dan sudah memasuki jarak sekitar 15m dari tempat ini.
sesaat Rangga memperhatikan bahwa tanda itu, sudah berada tepat dibawah kaki Ogre King dan Goblin Shaman.
seusai itu, perlahan bibir Rangga mulai melengkun seperti bulan sabit. sambil menatap Ogre King, ketika matanya seperti memancarkan sebuah cahaya.
(memang, penghalan itu, bisa melindungi setiap sisi para Monster. namun, ada satu hal yang tidak bisa ia lindungi,....yaitu...)
setelah Rangga mengatakan itu di dalam pikirannya, tampa menunggu lama, Rangga lansung perintahkan Batara untuk menekan Tombol merah di tangannya.
"BATARA SAKARAAAANG!!"
Setelah mendengar suara Rangga yang keras, dengan cepat Batara lansung menekan Tombol merah itu.
dan tak lama Kemudian, sebuah ledakan Besar terjadi tepat di bawah kaki Ogre King dan juga Goblin Shaman, yang berada di tengah - tengah Rombongan itu.
BOMMMMMMMMMMMMMMM!!
mendengar suara ledakan, sentak membuat Para Monster yang hampir mendekati kami, lansung berhenti bergerak dan melihat ke arah belakang, dimana ledakan itu terjadi.
saat para Monster dan juga para pasukan, melihat ke arah ledakan. dari dalam asap, keluar beberapa Potongan tubuh dari para Monster yang terkena ledakan itu dan lansung jatuh ketanah.
begitupun dengan penghalan yang melindungi para Monster didepan, secara perlahan mulai menghilang.
melihat hal itu, perlahan membuat bibir Rangga mulai menyeringai, dan lansung memberi perintah ke para pasukan, yang masih tercengan dengan ledakan itu. untuk menembaki para Monster yang sudah tidak di lindung oleh penghalan.
"SEMUANYA DENGARKAN BAIK - BAIK, SEKARANGLAH SAATNYA, KITA BUNUH PARA MONSTER ITU!?"
__ADS_1
ucap Rangga dengan nada Keras, sambil memperlihatkan senyum menyeramkan di bibirnya.
(SAATNYA KAMI YANG MENYERANG KALIAN, DASAR MONSTER SIALAN!?)