
setelah aku mengatakan itu, dia sepertinya terlihat sangat gerang. namun dia masih tidak bisa bergerak, karena aura intimidasiku yang sangat kuat, sehingga membuat ia sangat ketakutan dan Gemetar, hingga ia tidak bisa bergerak dan maju menyerangku.
"ada apa! kenapa kau diam saja disitu sialan, bukankah kau yang paling Sok kuat tadi!"
"DA~ DASAR KAU BOCAH BRENGSEET!!"
saat dia mengatakan itu dengan suara yang gemetar, aku perlahan menghilangkan sedikit aura intimidasiku, sehingga ia bisa maju untuk menyerangku.
"heh??"
dan ketika ia merasakan kalo dia sekarang sudah bisa bergerak, dia dengan cepat lansung menerjan ke arahku dan ingin menargetkan, memukul kepalaku.
"BOCAH SIALAN, AKU AKAN MEMBUNUHMU!!"
saat pukulan itu sudah hampir mendekati wajahku. dengan cepat aku lansung menggerakkan tanganku ke arah bawah pukulannya, dan dengan kuat aku lansung menampar pukulan itu ke atas.
PAT!!
"a- apa!!"
setelah itu, tampa memberikan dia waktu untuk jeda, aku dengan cepat lansung maju kedepannya dan tampa ampun lansung menendang selangkangnya dengan sangat kuat.
BUK!!
"ARGH!!!"
karena kesakitan yang ia terima dari tendanganku, sehingga membuat dia lansung terjatuh, bersujud di tanah. seperti yang di lakukan temannya tadi.
saat dia terlihat sangat kesakitan, sambil sedang memegang selangkangnya.
aku dengan cepat lansung memegang rambutnya. dan ketika ia sadar kalau aku akan melakukan hal yang sama, yang tadi aku lakukan pada temannya. dia lansung gemetar dan sangat ketakutan.
"tu~ tunggu dulu,..aku, aku minta maaf, ja~ jadi kumohon lepaskan aku!?"
"Hah, jangan bercanda, tidak mungkin aku mau melepaskanmu bodoh!!"
setelah aku mengatakan itu sambil tertawa, aku dengan cepat lansung menghantam kan lututku ke arah wajahnya dengan sangat kuat.
BUK!!..
"Argh~~ tu~tunggu aku tau aku salah jadi-!!"
"WOY, KAU INI BANYAK BICARA SIALAN!!"
BUK!!....
Setelah itu, aku tidak membiarkan dia mengatakan apapun lagi dan aku terus manghatamkan lututku ke arah wajahnya. secara terus - menerus, seperti yang kulakukan pada temannya tadi.
BUK!!...BUK!!....BUK!!..BUK!!...BUK!!...
setelah beberapa saat aku menghajar wajahnya, aku perlahan melepaskan rambut dia yang sedang aku pegang, dan dia perlahan jatuh lansung terbaring di bawah tanah.
saat aku perhatikan, luka dia sepertinya lebih parah daripada, teman dia yang tadi.
dimana, matanya itu sangat bengkak hingga hampir menutup seluruh bagian matanya. dan giginya sudah banyak yang copot, bahkan yang lebih parah lagi, hidungnya terlihat sepertinya sudah hancur, karena hantaman yang aku fokuskan secara terus - menerus.
dan saat aku terus perhatikan orang itu, yang sudah tidak sadarkan diri. tiba - tiba aku merasakan niat membunuh yang datang dari arah belakangku, meskipun tidak terlalu kuat.
namun, ketika aku baru saja berbalik untuk melihat ke arah belakang. aku memperhatikan kalo orang yang mempunyai niat membunuh terhadapku ternyata.
orang yang tadi terus - menerus merusak sepedaku sambil memukulnya dengan balok.
ketika dia melihatku sedang memperhatikannya, dia dengan cepat lansung melemparkan balok yang ada di tangannya itu ke arahku.
"KURANG AJAR KAU BOCAH SIALAAAN!!"
ketika aku mengetaui, kalau balok itu sedang mengarah ke arahku. sentak aku lansung menghindarinya ke arah samping.
namun, ketika balok itu sedang melewatiku, kantong yang sedang aku pegang sayangnya terkena, sehingga membuat kantongku terlepas dari gengamanku, dan lansung terlempar di udara, hingga akhirnya semua isi kantong itu lansung berantakan dimana - mana.
__ADS_1
"HAHAHA RASAKAN ITU SIALAN, BIAR TAU RASA KAU BOCAH BRENGSEET!!"
saat aku mendengar suara tertawa mereka, aku sama sekali tidak melihat ke arah mereka. melainkan, aku sedang menatap terus Cemilanku yang sudah berantakan di bawah tanah.
namun, karena cemilanku semuanya sedang terbungkus, jadi aku baik - baik saja. hanya saja...ada satu hal yang tidak bisa aku maafkan pada mereka.
itu karena, berbeda dengan cemilanku yang masih baik - baik saja karena sedang terbungkus, Eskrim sendotan Kak Siska saat ini sudah kotor.
karena penutupnya sudah terlepas sehingga membuat Eskrimnya keluar dan lansung tumpah ke bawah tanah.
dan ketika aku terus melihat ke arah eskrim Kak Siska yang sudah tumpah. aku tidak memiliki ekspresi apapun, karena di wajahku sedang di tutupi oleh bayangan.
setelah itu, tak lama kemudian aku mulai membisikkan sesuatu.
"hahaha..kalian semua masih anak muda, tapi otak kalian setolol ini yah."
ketika aku membisikkan itu sambil tertawa, aku perlahan mulai berjalan untuk mengambil balok yang tadi ia lemparkan ke arahku.
sambil mengatakan sesuatu saat aku masih terus berjalan.
"sebetulnya, aku ingin memberi kalian keringanan. tapi, karena sudah begini aku tidak punya pilihan lain, selain-!!"
setelah aku mengambil balok itu, aku perlahan berbalik ke arah belakang untuk melihat ke arah mereka semua.
sambil mengeluarkan niat membunuhku. aku menatap mereka semua dengan tatapan yang sangat dingin namun terlihat tenang.
"-SELAIN, AKU AKAN MENGHANCURKAN TUBUH KALIAN SEMUA, SAAT INI JUGA SIALAN,..HEH!!"
setelah aku mengatakan itu, sambil memperlihatkan balok yang yang ada di tanganku. sentak mereka semua lansung terlihat sangat merinding dan sangat ketakutan, ketika melihatku sedang menertawai mereka dengan sangat menyeramkan.
""""HIII..!!""""
"MAKAN BALOK INI BRENGSEET!!"
saat aku mengatakan itu, aku lansung berlari ke arah mereka, dan tak lama setelah aku sampai ke arah mereka, aku lansung melompat sambil memukul kepala meraka dengan balok yang aku pegang.
"a~ aku minta maaf, a~ aku,...ARGHHH!!"
"ja~ jangan pergi ke sini...tidaaaak..UGHH!!"
"am~ ampuni, kami..ARGHH!!!"
Setelah itu, aku, tampa berhenti terus memukul mereka dan suara siksaan mereka secara terus - menerus terdengar dari arah belakang restorang. tampa ada satupun orang yang bisa melihat atau menolong mereka karena tempat ini sangat sepi.
"MATILAH KALIAN SEMUA BRENGSEET!!"
BUUUUUT!!
""""" ARGHHHHHH!!! """""
_______________
________
tak lama kemudian setelah aku memukul mereka, di belakang lestorang. suara anak - anak itu sudah tidak terdengar lagi.
dan saat ini aku sedang istirahat sambil duduk di bawah tanah, karena sangat kelelahan.
"haaa...haaa...haaa..."
ketika aku masih kelelahan, aku perlahan memperhatikan area di sekitarku. dimana, semua anak - anak itu saat ini sudah tidak sadarkan diri.
mereka sedang terbaring di bawah tanah sambil di penuhi beberapa luka dan darah di seluruh bagian tubuh mereka.
"...."
ketika aku terus memperhatikan mereka, tiba - tiba suara PIX terdengar dari dalam kepalaku.
[apa master tidak membunuh mereka??]
__ADS_1
saat aku mendengar suaranya, aku lansung mengalihkan pandanganku ke arah kaos tangan yang sedang aku pakai.
dimana design bentuk kotak putih di kaos tangan itu, sedang memperlihatkan sebuah wajah seperti emoji didalamnya.
"tidak,..aku tidak membunuh mereka!?"
[kenapa??]
ketika PIX mengatakan itu, sebuah tanda tanya terbentuk di atas kepala emoji yang ada di kaos tanganku.
"kenapa kah,..kau seharusnya juga sudah tau, apa yang akan terjadi jika aku membunuh mereka semua, kan!?"
[tentu saja aku tau, jika seandainya master membunuh mereka semua, sudah pasti keluarga master yang sekarang ini akan mendapatkan banyak masalah. terutama Kakak master, besar kemungkinan dia akan di jauhi atau bahkan dia bisa di buli oleh beberapa temannya yang ada sekolah. hanya karena adek dia seorang pembunuh berantai.]
tidak kusangka, PIX bisa mengetaui sebanyak itu, dengan apa yang saat ini aku pikirkan.
"jika kau sudah tau sebanyak itu, kanapa malah bertanya lagi!?"
[apa salah, jika aku bertanya??]
"....tidak."
aku terlihat kesal, ketika memperhatikan bentuk emoji itu seperti tidak mempunyai rasa bersalah apapun.
setelah itu, aku perlahan mulai berdiri, dan lansung berjalan ke arah, dimana cemilan dan eskrim Kak Siska yang sudah tumpah berada.
"meskipun begitu, tidak ku sangka aku sangat kelelahan begini, hanya karena menghadapi beberapa anak muda!?"
[itu tidak bisa di pungkiri, lagi pula, kekuatan Reinkarnasi ini hanya bisa memindahkan jiwa dan ingatan master kedalam tubuh bocah ini, bukan kekuatan fisik master.]
"hmm, dengan kata lain, kekuatan fisik ku yang sekarang ini, kekuatan dari fisik bocah ini, kan?"
[yah, jadi jika master ingin kekuatan fisik master seperti dulu. maka master tidak punya pilihan selain berlatih dengan keras.]
"...."
saat aku mendengar kata - kata terakhir PIX, aku tidak mengatakan apapun dan terus berjalan sambil wajahku terlihat tambah kesal.
ketika PIX merasakan kalo aku saat ini sangat kesal. dia mulai membisikkan sesuatu di dalam kepalaku, meskipun suaranya kecil namun itu bergema di dalam otatku dengan suara tenang.
[APA MASTER MEMBENCI GADIS ITU??]
"...."
ketika aku mendengar PIX mengatakan itu, untuk sementara, aku tidak mengatakan apapun dan hanya terus berjalan.
namun, setelah beberapa saat, aku perlahan mulai bicara sambil menahan emosiku.
"yah, aku rasa aku memang membenci gadis itu. meskipun aku tau kalo dia berniat baik, tapi jika kekuatanku hanya seperti ini, aku lebih baik mati dari pada mengulang dari awal!?"
saat aku mengatakan itu, aku sudah sampai dimana Cemilanku berada, dan mulai berjonkok sambil mengambil satu - persatu cemilanku untuk menyimpannya lagi di dalam kantong.
ketika aku terus mengumpulkan cemilanku, tampa sadar aku mengeluarkan niat membunuhku, dan mulai berbicara lagi.
"jujur, ini sama saja seperti, saat kita sudah berusaha mengumpulkan item - item langkah di dalam game dengan susah payah dan sangat lama.
namun akun kita malah tiba - tiba terhapus dan lansung mengulang dari awal lagi. tidak mungkin aku tidak kesal, meskipun kita bisa main dari awal, tapi kalo item kita yang sudah di kumpulkan dengan susah payah malah tidak ada. lebih baik aku berhenti memainkan game itu dari pada mengulan dari awal, kan??"
[apa yang di katakan master memang benar. tapi, master, kau sepertinya telah salah paham tentang sesuatu!]
ketika aku mendengarkan PIX, aku tiba - tiba berhenti mengumpulkan Cemilanku dan mengalihkan pandanganku ke arah kaos tangan.
"salah paham? apa maksudmu? ...bukankah yang membawa kalian kedunia ini gadis itu, jadi sudah pasti dia yang memberikan kekuatan ini ke aku kan?
[tidak,..memang benar gadis itu yang membawa kami kedunia ini tapi, yang memberikan kekuatan Reinkarnasi ke master, bukanlah gadis itu.]
"APA!!"
sentak aku lansung terkejut saat mendengarkan apa yang di katakan PIX barusan.
__ADS_1