
setelah beberapa menit aku beristirahat, aku perlahan berdiri, sambil meninggalkan tasku di situ, dan mulai berjalan, mengambil, masing - masing, setiap hp di dalam kantong celana bocah itu.
setelah aku mengambilnya, aku lansung memeriksa satu - persatu hp bocah itu.
"..bukan,...hp ini tidak ada informasi sama sekali,..."
kataku, sambil melempar hp itu ke arah belakang. dan memeriksa hp yang lainnya lagi.
"...sialan, ini juga sama saja..."
aku lansung melempar hp itu juga ke arah belakang, dan melihat ke hp terakhir, yang belum aku periksa.
"haaa,..aku harap, aku dapat sesuatu di hp ini??"
ketika aku mengatakan itu, aku mulai memeriksa hp terakhir ini. namun, setelah beberapa menit aku mencari.
aku akhirnya menemukan, ada sebuah pesan Grub. yang dimana, itu mirip dengan pesan yang aku lihat, dari hp, anak - anak berandalan di malam hari itu.
"ternyata benar, mereka juga salah satu kelompok yang sedang ingin menargetkaku, karena permintaan orang ini,....tapi..."
ketika aku memperhatikan tanggal dan waktu pesan itu di buat, disana terlihat, kalo pesan ini baru saja di tulis di pagi hari, sekitar jam 9 pagi tadi.
dengan kata lain, ini bukanlah pesan yang sama, yang aku lihat di malam itu, melainkan, ini pesan baru yang ia buat lagi.
"tapi,..buat apa ia melakukan itu,...jangan bilang!?"
ketika aku mengumankan itu, aku lansung berjalan dan mengambil tasku yang aku letakkan, di tempat aku tadi duduk.
setelah itu, aku lansung membuka tasku, dan mengambil hp yang aku ambil dari, anak - anak berandalan di malam hari itu.
ketika aku menyalakan hp itu dan mulai masuk ke dalam pesan Grub, aku menemukan, bahwa pesan yang aku lihat di malam hari itu, sudah tidak ada lagi, atau sudah di hapus oleh pemiliknya sendiri.
"ternyata benar,...dia sudah menghapus pesan itu, seolah - olah, ia tidak ingin di ketaui bahwa ia juga terlibat dari, anak - anak yang sedang menargetkatku...hanya saja...."
untuk sementara aku berhenti bicara, dan sedang memikirkan sesuatu.
(hanya saja, kenapa ia harus melakukan sejauh ini hanya untuk memberiku pelajaran? bukankah jika ia mau, ia bisa melakukan itu dengan tangannya sendiri,....ini hampir seperti, seolah - olah, ia tidak bisa berurusan denganku secara lansung!?)
ketika aku memikirkan itu, sambil terus menatap tajam hp di depanku. perlahan bibirku lansung melengkung dan terlihat sangat senang.
"aku ingin tau, apa alasan dia tidak bisa berurusan denganku secara lansung,...apa karena ia mulai takut denganku setelah kejadian itu, atau ada sesuatu yang lain,...,hehe ini sangat menarik!?"
setelah aku mengatakan itu, aku perlahan memasukkan dua hp di tanganku kedalam tas, dan lansung memakai tasku di belakang punggungku.
ketika aku sudah memakai tasku, aku melihat ke arah jalan keluar dari lorong ini, dan perlahan mulai berjalan,..namun..
[um,..master, apa tidak apa - apa jika kau pulang seperti ini??]
tiba - tiba suara PIX terdengar di dalam pikiranku, hingga membuat aku berhenti berjalan, dan melihat ke arah kaos tanganku.
"apa maksudmu??"
[yah, kau tau,..pasti keluarga master sekarang sangat khawatir di rumah, karena master pulang sangat telat,..jadi, aku pikir, sebaiknya master cari alasan yang jelas, supaya mereka tidak banyak bertanya, ketika master pulang nanti...]
"soal itu yah,...tenang saja, aku sudah tau itu?!"
[tau?...apa master sudah punya alasan yang jelas, untuk mereka??]
"tentu saja."
jawabku sambil tersenyun. setelah itu, aku perlahan mulai berjalan dan meninggalkan tempat itu.
___________________________
_________________
setelah beberapa saat aku berjalan, aku sekarang saat ini sedang berdiri di depan sebuah warung.
yang dimana, ada banyak sekali orang yang keluar masuk disana.
"PIX, apa ini tempatnya??"
aku membisikkan itu, ketika bicara dengan PIX. agar orang - orang di sekitarku, tidak melihatku dengan tatapan aneh.
[yah, menurut data yang aku dapatkan dari ingatan Leon,..tidak salah lagi, ini tempat yang sering ia kunjungi, ketika ia membeli gado - gado buat Kakaknya!?]
"..begitu!?"
ketika aku mengatakan itu, untuk sesaat aku memperhatikan warung itu.
namun, setelah beberapa detik aku memperhatikannya, aku perlahan mulai berjalan masuk, ke dalam warung itu.
"Permisi."
ketika aku masuk dan sudah berada di dalam, aku melihat, ada sekitar 10 meja makan, yang berbentuk persegi panjang, berjejeran di sana.
meja makan itu, terbagi menjadi dua arah, lima meja makan dari arah kiri, dan limanya lagi dari arah kanan.
bukan hanya itu saja, ketika aku memperhatikan, ada banyak sekali orang yang sedang makan di tempat ini, sampai - sampai, meja makan di sinipun hampir penuh.
(hmm,..ternyata apa yang dikatakan PIX itu, benar,..makanan ini sangat populer di negara ini,..aku tidak sabar ingin mencobanya!?)
ketika aku memikirkan itu, sambil melihat beberapa orang yang sedang makan.
aku perlahan mengarahkan pandanganku ke arah depan. dan melihat, dimana tempat gado - gado itu sedang di buat.
ketika aku mulai berjalan ke tampat itu. yang dimana, aku sedang berjalan ke tengah, di antara meja makan di sebelah kiri dan kananku.
TAP....TAP....TAP....
tak lama setelah aku berjalan, aku akhirnya sampai ke tempat itu, dan melihat, ada beberapa orang yang sedang antri di depanku.
"sepertinya, ini akan memakan banyak waktu!?"
__ADS_1
[sepertinya begitu!?]
Jawab PIX secara cepat di dalam pikiranku.
setelah itu, aku lansung berdiri, di bagian belakang orang - orang yang sedang mengantri itu.
namun, tak lama kemudian, tiba - tiba aku merasakan. ada seseorang yang sedang mendekatiku dari samping, dan mulai memanggilku.
"eeh, bukankah itu kamu Leon??"
"ummm!!
aku lansung mengarahkan pandanganku ke arah suara itu. dan melihat, ada seorang pria yang berumur sekitar 30 tahun lebih.
ia mempunyai bentuk tubuh yang sangat kekar, dan juga, meskipun wajahnya terlihat sangar, ia melihat seseorang dengan tatapan yang sangat ramah.
namun, ketika aku memperhatikannya, ia sedang melihatku dengan wajah yang terherang - herang, dan juga terlihat senang sedikit.
"...."
saat aku terus menatap Pria di depanku, aku terus bertanya - tanya, siapa Pria ini.
seolah - olah mengetaui apa yang aku inginkan, PIX mulai bicara di dalam pikiranku.
[master,..Pria ini bernama Fadli, dia pemilik tempat ini sekaligus suami dari pembuat gado - gado di sana!?]
ketika PIX mengatakan itu, aku mengarahkan pandanganku ke arah tempat pembuat Gado - gado dan melihat, ada seorang wanita yang berumur sekitar 30 tahun.
ia memiliki sifat yang sangat ceria dan juga bersemangat. meskipun ia memiliki rambut pendek, yang hanya sampai di lehernya saja.
namun, ia tetap terlihat sangat cantik, ketika rambutnya ia ikat, dengan karet, ke arah bawah.
"....."
ketika PIX mengetaui kalo aku terus menatap wanita itu, ekspresi PIX, di emoji kaos tanganku, tiba - tiba berubah dengan ekspresi jijik.
[master, aku tau kalo kau itu seorang Playboy, tapi, berhentilah mengincar istri orang!?]
(SIAPA JUGA YANG MAU MENGINCAR ISTRI ORANG, BEGO!?)
[eh, apa master, tidak ingin mengincar wanita itu??]
(tentu sajalah,..lagi pula, tidak mungkin ia melihatku seperti seorang pria, jika tubuhku sekecil ini,. kan?)
[.....]
untuk sesaat PIX berhenti bicara, dan memperhatikan seluruh bagian tubuhku, yang sudah jadi bocah. setelah beberapa detik, ia mulai melanjutkan bicara lagi.
[...apa yang di katakan mester, memang benar juga,..tidak mungkin, barang sekecil itu, bisa membuat wanita itu senang,.malahan master hanya mempermalukan diri sendiri!?]
(WOY, BERHENTILAH BILANGI BARANGKU SEKECIL ITU, SIALAAN!!)
kataku, sambil teriak di dalam Pikiranku.
"Leon, apa kau tidak apa - apa??"
ketika namaku di panggil, sentak aku lansung sadar kembali dan melihat ke arah Pria itu.
"yah, aku baik - baik saja!?"
"begitu,..ngomon - ngomon, dari tadi kau melihat ke arah istriku terus,..apa kau sudah tidak sabar, makan gado - gado buatannya?"
kata pria itu, sambil tersenyum.
"eh, ya- yah, itu benar,..aku sudah tidak sabar, ingin makan gado gado buatan istri om!?"
setelah aku mengatakan itu, tiba - tiba, wajah pria itu, terlihat sangat ceria dan juga senang, ketika mendengar, apa yang barusan aku katakan.
"benarkah??"
"ya- yah."
ketika aku menjawabnya dengan suara gugup, tiba - tiba PIX ikutan, di dalam pikiranku.
[tidak om, jangan percaya dia, bocah ini dari tadi ingin mengincar istrimu!?]
(diamlah sialan!?)
kataku secara cepat di dalam pikiranku, dengan wajah terlihat sangat jengkel.
"...??"
ketika pria itu merasa, ada sesuatu yang salah dengan ekspresi di wajahku.
untuk sementara ia menatap wajahku terus, dan tak lama kemudian, ia mulai bicara denganku lagi.
"Leon, berapa bungkus, gado - gado yang kamu mau??"
"eh,..mu- mungkin 4 bungkus saja om!?"
"begitu,..kalo begitu, ikuti om!?"
setelah ia mengatakan itu, ia perlahan mulai berjalan ke arah istrinya, sambil aku mengikuti ia dari belakang.
ketika kami sudah mendekati istrinya, pria itu lansung memanggil istrinya.
"Fitri, lihat siapa yang datang!?"
(hmm, jadi namanya Fitri, yah!?)
ketika aku memikirkan itu, wanita itu perlahan mengalihkan pandangannya ke arah kami.
"sayang, akhirnya kau datang juga, cepat bantu aku di si-!!"
__ADS_1
ketika wanita itu sedang bicara, tiba - tiba ia berhenti, ketika melihat ke arahku, dengan wajahnya yang terlihat sangat terkejut.
"eh,..Le- Leon!?"
"salam tante!?"
kataku, sambil menundukkan kepalaku sedikit. setelahnya, wanita itu mulai bicara denganku lagi, sambil tersenyum.
"..aku dengar, beberapa bulan ini kau sedang di rawat di rumah sakit, tapi sepertinya kau sudah baikan,..kapan kamu keluar Leon!?"
"sudah beberapa minggu aku keluar, tapi, karena masih ada beberapa bagian badangku yang sakit, jadi aku tidak sempat datang ke sini!?"
"begitu, tapi aku senang kau sudah baikan leon!?"
setelah ia mengatakan itu, suaminya perlahan megenggam bahuku. sehingga aku lansung mengarahkan pandanganku ke arahnya.
"Kalo begitu Leon, kau bisa duduk disitu dulu, biar aku yang akan membungkuskanmu 4 gado - gado!?"
sambil menunjuk sebuah kursi yang tergeletak, di dekat tempat pembuat Gado - gado.
wajahku lansung terlihat terkejut dan juga bermasalah, ketika melihat Pria itu.
"eh, apa tidak masalah jika aku tidak antri??"
"tenang saja, aku yakin, mereka semua tidak masalah kok!?"
"tapi..."
perlahan aku mengarahkan pandanganku ke arah orang - orang yang sedang mengantri.
dan ketika aku sedang memperhatikan mereka. mereka semua lansung tersenyum, ketika melihat ke arahku, seolah - olah mereka tidak masalah sama sekali, jika aku tidak mengantri.
"haa,..baiklah, jika om mengatakan itu!?'
setelah itu aku mulai berjalan, dan lansung duduk di dekat. tempat pembuat gado - gado itu di lakukan.
_________________
_________
setelah beberapa saat aku menunggu, perlahan pria itu mulai berjalan mendekatiku, sambil membawa sebuah kantong hitam yang isinya 4 bungkus gado - gadoku.
"Nih leon, gado - gadomu!?"
katanya, sambil perlahan mengulurkan kantong itu ke arahku, dan aku lansung mengambilnya.
"makasih om,..ngomon - ngomon berapa yang harus aku bayar??"
"tidak usah di bayar!?"
ketika ia mengatakan itu, sentak aku lansung terkejut mendengarnya.
"eh, tapi,..aku tidak merasa enak jika tidak membayarnya??"
"tenang saja, anggap saja ini hadiah dari kami, atas kepulanganmu dari rumah sakit!??"
"tapi,...apa tidak masalah, jika aku tidak membayarnya??"
"tentu saja!?"
jawabnya sambil tersenyum.
jujur, aku masih tidak enak jika tidak membayar gado - gado ini.
tapi, karena tidak baik jika aku terus menolak pemberiannya...jadi.
"baiklah, jika om bilang begitu!?"
setelah aku mengatakan itu, aku melihat ke arah wajah pria itu.
"kalo begitu,..aku pergi dulu om??"
"yah, hati - hati di jalan?!"
setelah itu, aku mengarahkan pandanganku ke arah istrinya, yang masih sedang membungkuskan gado - gado, untuk beberapa orang yang sedang antri.
"tante, aku pergi dulu!?"
"yah,...hati - hati di jalan yaah??"
"baik!?"
jawabku secara singkat, setelah itu aku mulai berjalan keluar dan lansung meninggalkan Warung itu.
_____________________
____________
Ketika aku sedang berjalan, PIX tiba - tiba bicara dengan ku di dalam pikiranku.
[master, pria itu sangat baik, ya??]
(yah,..meskipun wajahnya sangar, dia Pria yang baik!?)
[um,..meskipun ia sangat baik pada master, tapi master malah ingin mencoba menargetkan istrinya, kan?]
"SUDAH KU BILANG, AKU TIDAK PERNAH MENCOBA MENARGETKAN ISTRINYA, SIALAAN!!"
Tampa sadar aku lansung teriak di depan umun ketika sedang marah Kepada PIX.
sentak, saat itu juga, beberapa orang yang sedang berada di dekatku lansung kaget, dan melihat ke arahku dengan tatapan aneh.
"......"
__ADS_1
tampa mengatakan apapun, aku lansung berlari dan dengan cepat, meninggalkan tempat itu.