BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MEMBUNUH AYAH LUIS


__ADS_3

Dimalam Harinya, Tepat dini hari pukul 01 : 10, Aku duduk di atas Jendela di dalam Ruanganku sambil melihat Bintang - Bintang yang Bersinar di atas langit malam.


Lalu tak lama kemudian Tiba - tiba terdengar suara Seseorang yang lagi mengetok Pintu kamarku.


Tok!!...Tok!!...Tok!!...


"Ini aku."


Tanpa melihat ke arah sana aku lansung mempersilahkan ia untuk masuk.


"Masuk saja, pintunya tidak terkunci."


Perlahan Pintu itu pun terbuka dan Terlihat Brid berjalan masuk ke dalam.


Dimana Ia mengenakan Pakaian serba Hitam. Mulai dari Celana Panjang, Baju hingga jaketnya. Lalu kemudian ia mendekati ku.


"Jadi, ada apa memanggilku malam - malam begini?" tanya Brid.


Aku turung dari atas Jendela lalu pergi membuka laciku yang berada di samping tempat tidur. Kemudian aku mengambil Sebuah foto dari dalam sana dan memberikannya ke Brid.


"Coba kamu lihat ini."


Brid mengambil foto tersebut dan mencoba melihatnya. Dimana ia lansung kaget saat mengetaui Foto yang ku berikan, itu tidak lain adalah Foto Ayah Luis yang bernama Ganesh.


"Le-Leon inikan..."


"Oh sepertinya kamu sudah tau dia yah?"


"Tentu sajalah, Bukankah dia ini orang yang akun nya pernah kamu pakai untuk memanggil kami ke sini?-


-Selain itu dia ini....bukankah dia Adalah Ayah dari anak yang pernah membulimu dulu? Kalau tidak salah nama dia Luis kan?"


"Yah itu benar."


Balasku. Lalu kemudian Brid menatapku dengan serius dan bertanya..


"Jadi, Untuk apa anda memperlihatkan Foto ini padaku?"


"Sebetulnya aku ingin minta bantuanmu sebentar."


"Bantuan?"


"Yah...aku ingin kau Pergi Ke tempat orang itu dan Bunuh dia."


Mendengar hal itu sontak membuat Brid lansung melebarkan mata karena terkejut..


"Eh bu-bunuh! Tapi Ketu-!!..maksudku Leon, kamu tau sendirikan orang ini...."


"Yah aku tau dia ini adalah orang yang mempunyai kedudukan cukup tinggi di kota ini.-


-Bahkan aku sudah mencari tau semua Informasi tentang dia. Mulai dari usaha yang ia kelola, Keuangan yang ia punya sampai seberapa banyak orang dalam yang ia kenal."


"Kalau anda sudah tau sebanyak itu. Kenapa?"


"Bukankah sudah jelas itu karena ia Mengganggu kehidupanku. Selain itu...."


Aku mengeluarkan Hpku, lalu aku operasikan sebentar kemudian aku berikan pada Brid.


Dimana Brid kaget saat melihat beberapa data kekorupsian Ganesh di Hp itu, mulai dari pengelapan uang, pemerasan hingga sampai menyuap, salah satunya adalah menyuap seorang hakim dan masih banyak lagi.


Melihat hal itu membuat Brid benar - benar terkejut sekaligus bertanya - tanya...


"Le-Leon Bagaimana bisa kamu mendapatkan ini semua?"


"Aku membelinya di salah satu kenalan Informanku di Dunia Bawah. Tentu saja pakai akun samaran.."


Jawabku. Kemudian aku tambahkan lagi..


"Yaa Meskipun harganya sangat mahal namun itu tidak masalah, selama itu bisa memicu diriku untuk membunuhnya(Ganesh)."


(Memang benar, bagi Ketua hal yang paling ia benci di dunia ini adalah Seorang Korupsi.-


-Bahkan meskipun orang itu Punya banyak dukungan di belakang nya ia tetap tidak peduli dan akan membunuhnya.-


-Karena bagi dia.....SEORANG KORUPSI LEBIH BAIK MATI SAJA DARI PADA DI BIARKAN HIDUP.-


-Jujur saja, aku juga tidak terlalu tau. Kenapa ia sangat benci sekali orang yang korupsi, namun aku merasa itu kemungkinan ada kaitannya dengan kehidupan dia di masa lalu.)


Setelah Brid memikirkan itu, ia mengembalikkan Hpku dan berkata...


"Baiklah, aku mengerti...aku akan membantu anda membunuh Orang ini."

__ADS_1


"Baguslah. kalau begitu sekarang pergilah."


"Baik."


Balas Brid. Lalu Setelah itu ia pun naik ke atas jendela dan mencoba lompat turung ke bawah. Namun Sebelum ia lompat aku lansung memanggilnya.


"Oh iya Brid, tunggu dulu sebentar."


"Hmm? Apa masih ada lagi?"


"Yah. Aku ingin kau....."


_____________________________________


___________________________________


>Di mansion Luis.


Di salah satu kamar, di sana seorang Pria paruh baya Gemuk dengan Perawakan seperti Babi sedang tidur di atas Kasur yang luas dan juga mewah.


Dimana Pria itu tidak lain adalah Ayah Luis bernama Ganesh.


Di saat Ganesh sedang asiknya tidur, tiba - tiba ia merasa Ada sesuatu yang menaiki tubuhnya.


Perlahan ia pun membukan mata dan mencoba melihat ke arah sana.


"Hmm? Siapa yang menaikiku?"


Namun ia lansung kaget saat melihat ada Seorang Pria yang sedang Berdiri di atas kasurnya.


Dimana Pria itu mengenakan Pakaian serba Hitam serta juga Sebuah Topeng Serigala yang menutupi wajahnya.


Pria itu tidak lain adalah Brid.


"UWAAAAAA-!!"


Saking kagetnya Ganesh mencoba bangkit dari kasur dan minta bantuan dari luar, namun ia lansung di hentikan oleh Brid dengan menahan ia di kasur.


Tidak lupa Brid juga menutup mulutnya agar ia tidak bisa bersuara.


"......"


Setelah Brid merasa Ganesh sudah tidak bisa bergerak, ia pun mengeluarkan Belatinya dari balik jaket kemudian ia arahkan Ke leher Ganesh, dimana Membuat Ganesh terdiam sekaligus ketakutan.


Suara Brid sangat pelang namun tajam sampai membuat Ganesh merinding ketakutan.


"......"


Merasa Ganesh sudah tidak melawan, Brid pun mulai Bicara...


"Baiklah, mulai sekarang aku akan menanyakan mu beberapa Pertanyaan, kau harus jawab dengan jujur.-


-Tentu saja caramu menjawab tidak menggunakan mulut melainkan Mata.-


-Jika Kau ingin jawab YA maka Kedipkan Matamu satu kali, sedangkan jika kau ingin jawab TIDAK maka kedipkan matamu Dua Kali. Apa kamu mengerti?"


Tanya Brid, dimana Ganesh lansung membalas dengan anggukkan.


"Bagus, kalau begitu mari kita mulai.-


-Pertama - tama apa aku ingin bertanya, apa kamu kenal anak bernama Leon?"


Ganesh mengedipkan matanya sekali.


(Yah)


"Hmm itu berarti seharusnya kamu juga taukan apa yang sudah Anakmu lakukan pada Anak itu(Leon)?"


Untuk sesaat Ganesh berpikir. Namun tak lama kemudian ia mengedipkan matanya sebanyak dua kali.


Yang artinya ia menyangkal hal tersebut.


Tentu saja itu membuat Brid tidak senang dan lansung mematakan salah satu jarinya yang dimana itu membuat Ganesh menjerit kesakitan.


Namun karena mulutnya sudah di tutup jadi jeritannya tidak bisa keluar.


"Kau...kenapa kau berbohong? Bukankah aku sudah bilang jawab dengan jujur.-


-Mulai sekarang jika kau tidak menjawab dengan Jujur maka aku akan terus mematakan Jarimu sampai jarimu itu habis. Setelah itu ....GILARAN LEHERMU YANG AKU PATAHKAN. MENGERTI?"


Tanya Brid, dimana Ganesh beberapa kali menganggukkan Kepalanya dengan wajah yang benar - benar terlihat sangat takut..

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu sekarang aku akan ulangi lagi pertanyaan ku. Kamu taukan apa yang sudah Anakmu lakukan pada Anak itu(Leon)?"


Tidak seperti tadi, Ganesh buru - buru mengedipkan matanya satu kali seolah ia benar - benar takut dengan ancaman Brid.


"Kau jawab jujur kali ini, segitunya kah kamu takut mati?"


Tanya Brid, tetapi Ganesh tidak menjawab apa - apa dan hanya diam saja. Melihat hal itu Brid Mencoba melupakannya dan lanjut ke pertanyaan selanjutnya.


"Haaa sudahlah. Mari kita lanjut ke pertanyaan terakhir.-


-Menurut apa yang aku dengar, setelah anakmu menyiksa anak itu(Leon), Anakmu hanya kena Hukuman Ringan, di tambah lagi aku dengar juga Ayah anak itu(Bagas) sepertinya telah membuat Perjanjian denganmu yang dimana itu membuat Hukuman Anak mu lebih di ringankan, apa aku salah?"


Tanya Brid, dimana Ganesh mengedipkan matanya dua kali.


(Tidak.)


"Hmm Jadi, dimana Surat perjanjian itu sekarang?"


Ketika Brid menanyakan itu, Sorot mata Ganesh lansung melirik ke suatu tempat.


Brid mencoba mengikutinya dan di situ ia melihat sebuah Foto yang cukup besar terpajang di dinding.


Dimana Foto itu tidak lain adalah Foto keluarga milik Ganesh beserta Istri dan anaknya yang bernama Luis.


"Begitu, di balik foto itu ya."


Guman Brid.


Setelah itu ia melihat Tangan Ganesh dan mengambil jam Tangan Emasnya secara Paksa.


Kemudian ia lempar Jam tangan itu ke Foto yang Barusan mereka Lihat, dimana membuat Foto itu lansung jatuh dan memperlihatkan Sebuah Berangkas yang terpajang di sana.


Dimana Berangkas itu menyatu dengan dinding.


"Ooh Jadi Surat Pernjanjian itu ada di dalam situ ya."


Guman Brid dimana Ganesh membalas dengan anggukkan. Kemudian Brid melihat Ganesh dan berkata..


"Baiklah, untuk sekarang aku akan melepaskanmu dan kau pergilah buka Berangkas itu. Jika kau mencoba melakukan sesuatu yang tidak - tidak maka saat itulah...KEPALAMU AKAN LANSUNG MELAYANG."


Setelah Brid mengatakan itu, ia pun melepaskan Ganesh. Dimana Ganesh lansung turung dari kasurnya kemudian ia pergi ke tempat Berangkas itu berada.


Tentu saja Brid mengikutinya dari belakang sambil mengarahkan Belatinya Ke leher Ganesh agar ia tidak melawan.


Lalu di saat Ganesh sudah sampai ia pun mulai membuka Berangkas itu.


Dan tak lama kemudian berangkas itu pun berhasil di buka dan di dalamnya memperlihatkan sebuah surat serta beberapa Dokumen penting dan juga batangan Emas.


Namun tanpa pedulikan itu Brid lansung menyuruh Ganesh untuk minggir....


"Minggir sana."


....Lalu ia pun mulai Mencoba mencari surat perjanjian itu.


Namun tanpa Brid sadari Ganesh mencoba menggunakan Kesempatan itu untuk kabur.


"SEMUA PENJAGA CEPAT KE SINI SELAMATKAN A-!!"


Sayangnya sebelum Ganesh berhasil keluar dari kamarnya. Ia merasa tubuhnya tiba - tiba tidak bisa ia gerakkan dan pandangannya pun melayan - layan di udara.


(Eh! Apa yang terjadi?)


Dan saat Pandangan Ganesh sudah jatuh ke lantai ia baru sadar bahwa Kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.


Perlahan pandangan ia mulai terutup dan tak beselang lama ia pun meninggal.


Sementara itu Brid yang berdiri di dekat Kepala Ganesh yang udah terpengal terlihat cukup tenang, seolah ia tidak merasakan apapun.


"Dasar Bodoh, kau pikir bisa lari dariku."


Ucapnya.


Lalu setelah itu ia mencoba memasukkan kembali Belatinya ke dalam jaket dan saat itulah tiba - tiba ia merasakan ada lebih dari Sepuluh keadiran orang yang sedang Mencoba menuju ke Kamar ini.


Kemungkinan besar mereka semua adalah para Penjaga yang dengar teriakan Ganesh tadi.


"Baiklah, karena aku sudah mendapatkan surat yang di inginkan leon, kalau begitu waktunya aku pergi."


Brid mengeluarkan sebuah Pipa Rokok. Dimana Pipa Rokok itu tidak lain adalah Senjata S Gear miliknya.


Tanpa menunggu lama ia lansung menggunakan nya.

__ADS_1


Lalu tak lama setelah itu, Pintu kamar itu pun terbuka dengan cukup keras dan terlihat beberapa Orang berpakaian setelan jas Hitam masuk ke dalam.


Dimana mereka semua Kaget dan shock saat melihat Ganesh sudah terbaring tak bernyawa di lantai dengan kepalamya yang sudah terpisah dari tubuh.


__ADS_2