BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BULAN MEMBERITAUKU RENCANA LUIS.


__ADS_3

Pada saat aku sudah sampai di kafe tempat Bulan kerja, aku lansung berjalan masuk ke dalam dan melihat Bulan sedang duduk di salah satu meja di dekat jendela sambil bermain Hp.


Tanpa menunggu lama aku lansung mendekatinya.


"Yo Bulan."


Ketika aku menyapanya, sesaat itu juga Bulan berhenti bermain Hp dan lansung melihat ke arahku.


"Oh kau sudah datang, duduklah dulu."


Di saat aku di suruh duduk, aku lansung duduk di kursi yang saling berhadapan dengannya. Kemudian aku melihat ke arahnya dan bertanya...


"Jadi, ada apa memanggilku kemari?"


Ketika aku menanyakan itu, Bulan tidak menjawab apapun dan hanya menatapku saja.


"...."


Merasa ada yang aneh, aku mencoba bertanya sekali lagi..


"Oi, apa kau tidak dengar, aku tanya ada apa memanggilku kemari?"


Ucapku sambil menyipitkan mataku dengan tajam ke arahnya, melihat itu Bulan lansung mengerutkan dahinya dan berkata..


"Tidak usah melihatku seperti itu, lagi pula aku hanya bertanya - tanya, apa kau tidak pesan minuman terlebih dahulu?"


"Itu tidak perlu, beritau saja aku, apa tujuanmu memanggilku kemari?"


Ketika aku menanyakan itu sekali lagi, Bulan lansung mendesah "haa.." dan menatapku dengan serius.


"Baiklah, aku akan memberitaumu,...alasan aku memanggilmu kemari, itu karena aku ingin memberitaumu, kalau aku sudah memasang semua alat yang kau suruh pasang di masion Luis kemarin."


Mendengar jawaban Bulan membuat aku lansung melebarkan mata karena terkejut, "Eh." sebab aku tidak pernah menyangkah ia memasang alat itu secepat ini.


"Oi kau tidak bercandakan?"


Tanyaku.


"Tentu sajalah, buat apa aku bercanda, lagi pula, kamu sendiri yang menyuruhku memasang alat itu secepat mungkin kan?"


"Itu memang benar,...tapi...."


Sesaat aku berhenti, aku mencoba memikirkan sesuatu "....." setelah aku berpikir aku kembali melihat Bulan dan bertanya...


"Omong - omong saat kau pasang alat itu, kau tidak ketauan kan?"


"Tenang saja, aku tidak ketauan kok. Lagi pula aku pasang alat - alat itu, saat mereka semua sedang asik ngobrol di kamar."


"Hmm begitu."


Ucapku. Kemudian Bulan menambahkan lagi..


"Hanya saja, ada satu Ruangan yang belum aku pasankan alat itu."


"Satu ruangan? Ruangan yang mana."


Di saat aku menanyakan itu, Bulan lansung mengeluarkan sebuah Kertas di dalam kantong jaketnya.


Dimana kertas tersebut, tidak lain adalah kertas yang kuberikan Bulan pada malam itu. Yang isinya gambar dari struktur masion Luis dan halamannya, yang ku ambil dari Google Map.


Kemudian Bulan melebarkan kertas itu di atas meja dan menunjuk salah satu Ruangan di bagian Struktur masion Luis.


"Ruangan ini yang belum aku pasang."


Ucapnya


"Ruangan ini?...bukankah ruangan kerja ayahnya Luis?"


Ketika aku menanyakan itu, Bulan lansung menjawab..


"Yah, karena ruangan itu terus saja di kunci, jadi aku tidak bisa masuk kedalam sana."


"Hmmm,.....yaa sudah kalau begitu, lagi pula ruangan itu tidak terlalu penting dengan rencanaku. Jadi tidak usah di pikirkan."

__ADS_1


"........."


Di saat Bulan tidak membalas apapun, untuk sementara suasan di antara kami berdua menjadi sunyi.


"......"


"....."


Namun setelah beberapa detik kemudian, Bulan meminum minumannya dan melihat ke arahku.


"Baiklah, jika kau bilang begitu."


Balasnya, kemudian ia berdiri dan berkata..


"Yosh, karena aku sudah memberitaumu, kalau begitu aku permisi dulu."


Di saat Bulan baru saja mau berjalan, ia ingat ada sesuatu yang ingin ia beritaukan padaku, sehingga ia lansung berhenti dan melihat ke arahku.


"Oh iya....Leon, ada satu hal lagi yang ingin ku beritaukan padamu."


"A-apa?"


"Aku harap sebaiknya kau menjalankan rencanamu itu secepat mungkin. Sebab jika tidak,..BISA - BISA KAU DALAM BAHAYA."


Di saat Bulan mengucapkan itu dengan serius, aku lansung menyipitkan mataku yang tajam ke arahnya sambil mencoba bertanya..


"Apa maksudmu?"


"Jujur Aku belum bisa pastikan apa Luis benar - benar akan melakukannya atau tidak.-


-Yang jelas, sepertinya ia mau menyewah TENTARA BAYARAN UNTUK MEMBUNUHMU."


Mendengar apa yang di ucapkan Bulan membuat mataku lansung melebar karena terkejut, "Eh!" namun setelah aku kembali tenang, aku melihat Bulan dengan Serius dan bertanya...


"Bulan, kau serius?"


"Tentu saja."


"Lagi pula, satu minggu yang lalu, aku dengar itu sendiri dari mulutnya, jadi buat apa aku bohong."


Ketika Bulan mengucapkan itu, aku mencoba menatap matanya terus, dimana tatapannya terlihat tidak ada kebohongan sama sekali.


mengetaui hal itu, aku lansung mendesah "haa." dan berkata..


"Baiklah, aku percaya denganmu."


"Eh!"


"Ada apa?"


Tanyaku, dimana Bulan terlihat sedikit terkejut. Kemudian Bulan Menjawab..


"Ti-Tidak, bukan apa - apa hanya saja,...aku tidak menyangkah kau percaya dengan ucapanku semudah itu."


"Benarkah?...yaa lagi pula, aku bisa tau ketika Orang berbohong hanya dari tatapannya, itulah kenapa aku percaya dengan ucapanmu tadi."


Di saat aku mengucapkan itu, Bulan tidak membalas apapun dan hanya menatapku saja. Dimana ia seperti Seolah - olah sedang waspada dengan tatapanku.


Melihat tingkahnya yang seperti itu, membuat aku lansung mendengus dan tersenyum.


Bulan yang lihat itu, lansung menyipitkan matanya dengan tajam sambil bertanya..


"Kenapa, kau senyum - senyum begitu?"


"Bukan apa - apa."


Jawabku dengan santai, kemudian aku menambahkan lagi..


"dari pada itu, bagaimana kalau kau duduk dulu sebentar?"


Di saat aku menanyakan itu, Bulan lansung terlihat waspada denganku dan mencoba bertanya.


"Buat apa?"

__ADS_1


"Yaa, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal, soal yang kau beritaukan tadi."


"Maksudmu Soal Luis yang akan menyewah tentara bayaran?"


"Yah."


Jawabku dengan Tenang. Mendengar itu untuk sementara Bulan hanya menatapku saja. Namun beberapa detik kemudian ia mendesah "haaa.." dan lansung duduk kembali di kursinya.


"Baiklah, aku akan duduk."


Ucapnya, kemudian ia melihat ke arahku dan bertanya..


"jadi apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Pertama - tama aku ingin bertanya, kenapa kau memberitauku soal ini? Bukankah lebih baik jika kau diam saja?"


Di saat aku menanyakan itu. Terlihat Bulan lansung menundukkan kepalanya sambil menjawab...


"Sebetulnya, awalnya aku memang berpikir seperti itu. Tapi setelah aku pikir - baik - baik, aku rasa ini waktu yang pas untuk menghilangkan rasa bersalahku, jadi..."


Karena bingun dan tidak mengerti apa yang di ucapkan Bulan, sehingga aku mencoba bertanya.


"Menghilangkan rasa bersalah? Memang kau salah apa?"


"Soal itu..."


Sesaat Bulan ingin mengatakan sesuatu, tiba - tiba ia berhenti bicara dan mengangkat kepalanya untuk melihat ke arahku.


"Leon, apa kau benar - benar tidak ingat apapun? Atau kau hanya pura - pura saja?"


"Hah, tentu saja aku tidak ingatlah. Kenapa kau tiba - tiba berkata seperti?"


"Tidak, bukan apa - apa. Aku hanya ingin tau saja."


Ucap Bulan sambil terlihat sedih. Melihat itu aku tidak bisa membalas apapun dan hanya bisa menatap ia dengan diam.


"....."


Namun setelah beberapa detik kemudian, Aku mendesah "haaa.." dan berkata..


"Sudahlah kalau kau tidak ingin menjawab, aku tidak akan memaksamu."


Ucapku, kemudian aku mencoba mengganti topik.


"Kalau begitu, aku akan tanya sesuatu yang lain,..APA LUIS SUDAH MENYEWAH TENTARA BAYARAN, DI TEMPAT(FORUM) ITU?"


Ketika aku menanyakan itu, sesaat itu juga Bulan terlihat sangat terkejut "Eh!" namun setelah ia kembali tenang, ia menjawab..


"Ti-Tidak, Luis belum melakukannya. Ia bilang ia ingin melihat situasinya terlebih dahulu."


"Hmm Begitu."


Ucapku sambil tersenyum seringai. Melihat Itu Bulan memiliki firasat Buruk dan mencoba bertanya...


"Le-Leon ada apa, kau tiba - tiba senyum begitu?"


"Um! Yaa bukan apa - apa,..hanya saja aku pikir, sepertinya aku butuh bantuanmu sedikit."


"Bantuan? A-apa yang ingin kamu, aku lakukan?"


Ketika Bulan menanyakan itu, tiba - tiba mataku seperti memancarkan cahaya di balik banyangan sambil menjawab..


"Soal itu, aku ingin kau......."


tanpa di dengar oleh orang sekitar, aku mulai memberitau Bulan apa yang harus ia lakukan.


***********


Author: yosh sampai di sini saja dulu. Karena di chapter selanjutnya sudah mulai masuk ke adegan seru😎


Jadi nantikan saja yah🙋


***********

__ADS_1


__ADS_2