BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SAATNYA MENGEJAR SIH TARGET Bagian 2


__ADS_3

di Lorong bawah tanah, di sana terdapat orang yang sedang berlari sambil memakai sebuah Kerudung yang hampir menutupi seluruh bagian Tubuhnya.


ia Adalah si Target. orang yang saat ini di kejar - kejar oleh kelompok Serigala Pemburu.


saat ini ia berusaha Kabur dari Kelompok tersebut. dimana ia sedang megenggam sebuah Tablet yang memperlihatkan setiap Jalur yang ada di Lorong ini.


namun, setiap kali ia mengikuti jalur tersebut, Jalannya selalu saja di Blokir oleh Reruntuhan Dari Ledakan Di Atas.


meskipun ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. tetapi ia tidak menyerah untuk kabur dari kejaran kelompok itu,.....sayangnya.


"~haa,...haa, baiklah, seharusnya jalur belokan sana, belum terblokir."


ketika ia baru saja mau berbelok, sesaat itu juga Sebuah Ledakan terjadi lagi, tidak jauh di depannya.


BOOOM!!!


"ledakan? jangan bilang...."


tanpa menunggu lama, si Target lansung berlari ke arah Ledakan tersebut.


sesampainya di sana, ia melihat kalau Jalur tersebut, sudah terblokir juga oleh reruntuhan dari ledakan di atas.


"Bagaimana?...BAGAIMANA INI BISA TERJADI??"


sambil Bertanya - tanya, si target terus memperhatikan Reruntuan tersebut. namun setelah beberapa detik kemudian ia menggertakkan giginya dan mulai berlari lagi mencari jalur baru.


sayangnya, berapa kalipun jalur yang ia ambil, semuanya terus saja di Blokir oleh Ledakan dari atas.


meskipun ia merasa kesal, namun ia belum menyerah untuk mencari Jalur baru, agar bisa kabur Dari kelompok itu. sayangnya....


BOOOOM!!


jalur baru sudah terblokir


"kenapa..!!"


BOOOOM!!


sudah terblokir juga.


"bagaimana...!"


BOOOOM!!


terblokir juga.


"KENAPA INI BISA TERJADI?"


meskipun ia berusaha sekuat tenaga, namun tetap saja jalurnya terus di blokir.


hingga tak lama kemudian, ketika ia tau kalau Semua jalur di Lorong ini sudah terblokir, ia lansung menyerah dan membuang dirinya di lantai.


saat ia berbaring di lantai. nafasnya terlihat tidak karuang. mungkin karena ia sangat lelah habis berlari kesana Kemari. makanya ia seperti itu.


"haaa...haaa...haaa!!"


sambil mencoba menenangkan Nafasnya. tiba - tiba sebuah ledakan terjadi lagi tidak jauh dari lokasinya.


BOOOM!!


setelah Ledakan itu terjadi, sih Target melihat ke arah sana dan memperhatikan kalau Ledakan ini sangat berbeda dengan Ledakan Sebelumnya.


dimana Ledakan ini memperlihatkan Sebuah Lubang besar yang terbentuk di atas sekaligus jalan keluar dari tempat ini.


di tambah lagi ia melihat kalau Reruntuhan di depannya berbentuk seperti gunung. dimana ia bisa menggunakan itu untuk memanjak ke atas sana.


namun, ketika ia baru saja mau bangun, Tiba - tiba ia lansung berhenti sebab tepat di atas sana, terdapat sebuah cahaya senter sedang menyinari Lorong ini.


meskipun ia tidak tau Cahaya apa itu. namun ia melihat kalau ada Dua orang yang sedang mencoba Turung menggunakan Reruntuhan tersebut.


dimana Salah Satu dari mereka sedang megenggam Senter sambil menyinari Lorong ini.


"apa ketua yakin target ada di bawah sini??"


"tenang saja, jika Carla mengatakan target ada di bawah sini, maka 100% pasti ada!"


"ketua, kau terlalu sangat percaya sama wanita??"


"apa salah jika aku percaya??"


"....tidak!!"


pada saat Kedua orang itu sedang Ngobrol. si Target sadar kalau orang - orang itu sedang mencari Dirinya. sehingga ia mencoba kabur dari sana.


namun, sesaat ia baru saja mau kabur, dengan Cepat senter orang itu lansung mengarah ke arahnya, sehingga memperlihatkan sosoknya.


"ketua, apa dia orangnya??"


"yah, tidak salah lagi, dia tikus yang di bicarakan Carla!!"


_______________________________


______________________


beberapa saat yang lalu.


tepat di dalam Hutan, di sana terdapat dua orang sedang bersantai sambil menyandarkan punggungnya di pepohonan sekitar.


mereka adalah orang - orang dari Kelompok Serigala Pemburu. yaitu aku sang Ketua dan teman dekatku Brid.


"ketua, apa kita tidak mengejar target??"


saat Brid bertanya. sambil memainkan Belatiku di jari - jari, aku jawab..


"apa yang kau bilang?..tentu saja kita akan mengejarnya!"


"kalau begitu, kenapa kita diam saja di sini?"


"yaa, kita tunggu dulu panggilan dari Carla, setelah itu baru kita bergerak!!"


"hmm."


meskipun Brid tidak tau, apa yang aku pikirkan, namun ia tetap menunggu.


setelah beberapa saat kami menunggu, tak lama kemudian, Carla akhirnya menghubungiku.


{Ketua, ini Carla, kami sudah buat sih target menyerah, saat ini, ia berada di lokasi D1!!}

__ADS_1


"begitu, kerja bagus Carla!"


{tidak, ini semua berkat Hadia yang ketua berikan. jika tidak, kami tidak mungkin bisa menangkapnya semudah ini.}


{benarkah?....yaa, apapun itu, yang penting aku akan segera kesana.}


{baik,..dan ketua, tolong jangan terlalu kasar ke Tikus kecil itu ya.}


{tikus kecil???}


saat aku bertanya - tanya apa maksud Carla. tanpa menunggu lama kami lansung menuju Ke Lokasi itu.


setelah kami sampai, aku dan Brid melihat ke arah Bawah, dimana hanya tanah bebatuan saja yang terlihat.


"Ketua, apa benar target ada di sekitar bawah sini??"


"menurut Carla, seharusnya begitu?"


""......""


untuk sementara kami berdua hanya terdiam, namun setelah beberapa detik kemudian, aku mulai menghubungi salah satu anggotaku.


"Dux, berapa lama lagi DRONEmu sampai di sini??"


{sebentar lagi akan sampai ketua!!}


jawab Dux.


setelah beberapa saat kami menunggu, tak lama kemudian DRONE itu akhirnya datang dan berhenti di dekat kami.


Setelah ia berhenti, DRONE tersebut perlahan mendarat ke tanah.


sedangkan aku dan Brid lansung menjauh dari tempat itu dan berlindung di balik bebatuan.


sesaat kami berlindung, beberapa detik kemudian DRONE tersebut lansung meledak dengan sangat keras.


BOOOOOOM!!


Akibat ledakan itu banyak debu yang berhemburan di tempat itu.


namun, karena kami berdua sudah berlindung jadi kami tidak kena dampak apapun.


setelah beberapa saat debu itu menghilang, kami berdua langsung pergi ke sana dan perhatikan ada sebuah lubang besar yang terbentuk di bawah tanah.


Lubang tersebut. terhubung lansung dengan Lorong bawah tanah, yang di lalui Target untuk kabur.


"Ketua, apa target ada di bawah sana??"


"mungkin??"


sambil mengucapkan itu, aku perhatikan kalau Lorong di bawah sangat gelap.


mungkin karena ledakan barusan. sehingga aku menyuruh Brid untuk menggunakan senter agar menerangi Lorong itu.


setelah Brid menerangi Lorong tersebut, kami berdua lansung turung ke bawah sambil terus Waspada dari serang Musuh.


"ketua, apa anda yakin target ada di bawah sini??"


"tenang saja, jika Carla mengatakan target ada di bawah sini, maka 100% pasti ada!"


"ketua, kau terlalu percaya dengan wanita??"


"apa salah jika aku percaya??"


"....tidak!!"


dengan cepat Brid lansung mengarahkan senternya ke arah sana dan memperlihatkan sesosok orang.


ia sedang mengenakan kerudung panjang untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya. di tambah lagi, dari postur tubuhnya, aku bisa tau kalau ia mencoba untuk kabur lagi.


"ketua, apa ia orangnya??"


"yah, tidak salah lagi, dia tikus yang di bicarakan Carla."


sambil berkata seperti itu, perlahan aku berjalan ke arahnya.


TAP!!....TAP!!....TAP!!


namun, setiap kali aku berjalan, suara Langkah kakiku terus bergema di Lorong ini, sehingga membuat ia makin gemetar dan ketakutan.


"HIII!!"


pada saat ia menjerit, kakinya yang gemetar sudah tidak bisa lagi menahan beban tubuhnya, hingga akhirnya ia jatuh berlutuk di Lantai.


di sisi lain, ketika aku dah sampai di dekatnya, aku lansung menatapnya dengan tajam, sambil mengeluarkan niat membunuhku.


"Kau ikutlah dengan tenang, jika tidak!....AKU AKAN MEMBUNUHMU!!"


"ketua, apa kau sudah lupa misi kita??"


"tentu saja tidak,..aku cuma mau mengancam nya saja!"


"ohh,"


setelah bercanda sedikit dengan Brid, aku mulai menarik tangan si target untuk membantunya berdiri,


namun, ketika aku menariknya ia lansung memberontak.


"LEPASKAN AKU DASAR PENJAHAT!!"


(perempuan?)


aku lansung kaget sesaat mendengar suaranya. sebab aku tidak pernah menyangkah kalau target kami adalah seorang Gadis.


sehingga tanpa sadar aku melepas tangannya dan membuat ia terjatuh kembali.


"Kyaaa!!"


pada saat ia terjatuh, ia tidak sadar kalau Kerudung yang ada di kepalanya sedang terlepas, sehingga memperlihatkan wajahnya yang sangat cantik.


"ketua, ini??"


"yah, aku tahu!!"


namun, bukannya kami terpesona oleh kecantikannya. melainkan kami tidak percaya kalo target kami tuh ternyata seorang gadis yang masih berumur 17/18 tahun.


ia memiliki mata berwarna silver, begitupun dengan rambutnya yang lurus kebawah hingga sampai ke pinggangnya.

__ADS_1


di tambah lagi, ia memakai sebuah hiasan seperti kalung di atas kepalanya.


"ketua apa betul, gadis ini target kita??"


saat Brid bertanya, aku terus memperhatikan gadis itu. dimana ia terlihat mau menangis. setelah itu aku jawab..


"aku tidak tau,..tapi untuk sekarang aku tanya Carla terlebih dahulu?"


"yah. itu lebih baik!!"


sambil mengerakkan tanganku ketelinga, aku lansung menghubungi Carla.


"Carla, apa benar gadis ini target kita?}"


{yah, menurut titik merah di MAP ini,


ia berada di dekat ketua sekarang, dan satu - satunya orang yang ada di dekat ketua hanya dia kan??}


{......}


tanpa menjawab aku mencoba untuk memperhatikan area sekitar lorong.


setelah beberapa saat aku perhatikan. aku merasakan kalau ternyata masih ada orang di lorong ini.


"...tidak, di sini masih ada satu orang??"


jawabku dengan serius, Carla yang mendengar itu lansung terlihat terkejut.


{ehh, apa benar?? aku sama sekali tidak melihatnya di CCTV? dimana ia ketua??}


"ia berada..."


{ia berada...}


"IA BERADA TEPAT DI BELAKANGKU!!"


Saat aku menunjukkan jempolku ke arah belakang, di sana terlihat Brid sedang berdiri sambil megenggam sebuah senter.


semua orang yang tau itu lansung membatu dan tidak mengatakan apapun.


"Carla, apa kau baik - baik saja??"


{...ketua}


"apa??"


{INI BUKAN WAKTUNYA UNTUK MAIN - MAIN!!!!!!}


karena teriakan Carla yang sangat keras, Sehingga aku melepaskan Benda yang ada di telingaku.


sebab jika tidak bisa - bisa gendang telingaku akan Hancur.


"Ca-Carla, bisa kamu tenang dulu?"


{TENANG APANYA, SAAT AKU BERPIKIR DENGAN SERIUS, KAU MALAH ****** - SEMPAKNYA BERCANDA DI SITUASI SEPERTI INI!!!}


"y-yah. aku tau aku salah, makanya, bisa tenang dulu??"


aku mencoba untuk terus menenangkan Carla yang sedang marah - marah, meski aku tau aku salah sih.


_________________________________


___________________________


setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Carla mulai tenang, sehingga kami bisa kembali ke topik sebelumnya.


"baiklah, seperti yang Carla bilang tadi, gadis ini satu - satunya yang ada di lorong ini, jadi kemungkinan besar ia adalah target kita."


saat aku mengucapkan itu, Brid lansung menjawab.


"kau benar,...tapi, apa betul gadis ini orang terpenting di dalam *******??"


"meski kau bertanya sama aku, tidak mungkin aku tahu?" jawabku


"...betul juga, ketua kan hanya pandai menggoda wanita, tidak mungkin ketua bisa mengetaui sesuatu seperti ini??"


"WOY!!"


setelah beberapa saat kami berpikir. akhirnya kami memutuskan untuk bawah ni Gadis.


meskipun aku tidak tau apa Gadis ini benar - benar target kita tau bukan. namun,....yah sudahlah.


setelah memikirkan itu, perlahan aku menarik tangan Gadis itu, untuk membuatnya berdiri.


namun, ketika ia masih saja memberontak dan tidak mau di bawah. sehingga aku tidak punya pilihan lain selain memaksanya berdiri.


"OI CEPAT BERDIRI!"


"KYAAAA!!"


"ketua, apa yang kau lakukan?"


saat Brid bertanya, tanpa melihat ke arahnya aku jawab.


"apa lagi kalau bukan membawahnya ke Klain. saat ini kita tidak punya waktu untuk memikirkan Identitas gadis ini. kamu mengertikan Brid?"


saat aku bertanya dengan serius, Brid langsung tau apa yang ku maksud.


"yah, aku mengerti!!"


setelah itu aku meminta Brid untuk mengendong gadis itu di belakang punggungnya. dan menyuruhnya untuk pergi duluan.


sedangkan aku,...aku lansung menghubungi semua angotaku untuk memberitaukan, kalau misi kita dah selesai.


"SEMUANYA TARGET SUDAH KITA TANGKAP, TUGAS KITA SUDAH SELESAI, WAKTUNYA KITA MUNDUR SEKARANG!!"


{{{{{{{BAIK KETUA!!!}}}}}}}


jawab setiap Anggota secara serentak


Setelah itu, aku memutuskan komunikasiku dan lansung berlari menyusul Brid.


****************


Author: omong - omong Karya ini dalam perbaikan yah. jadi jika kedepannya kalian menemukan kata - kata yang berantakan. itu berarti Chapter itu belum aku perbaiki.


dan satu hal lagi, perbaikan hanya sampai Chapter 70, selebihnya itu sudah lebih baik.

__ADS_1


****************


__ADS_2