BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AKU ADALAH DIRMAN


__ADS_3

Aku perlahan berdiri dan menatap punggung besar Boktis dari jauh.


"Boktis, tunggu dulu."


Aku memanggilnya, namun kali ini Boktis tidak mendengarkan ku, ia benar - benar mengabaikan ku seolah ia tidak peduli sama sekali dengan keberadaan ku.


"Cih ini sungguh menyebalkan."


Aku tak berhenti, aku mencoba memanggilnya sekali lagi, namun kali ini dengan nada suara yang cukup berbeda.


"Woy Boktis-!!...tidak maksudku Gorila, bagaimana rasanya saat kau ku kubur hidup - hidup? Apa rasanya enak saat atap reruntuhan itu jatuh menimpamu?"


Boktis yang dengar itu merasa sangat terkejut. Begitupun dengan istri dan anaknya. Dimana anaknya langsung berbalik melihat ke arahku.


"Hey beraninya kamu bicara seperti itu ke papaku. aku kira kamu itu anak baik tapi kamu malah-!!"


Adna mencoba memarahiku tetapi Ayahnya(Boktis) langsung menghentikannya.


"Adna sudah cukup, hentikan itu."


"Eh tapi papa-!!"


Adna ingin mengatakan sesuatu tetapi ia langsung kaget saat melihat ekspresi ayahnya kelihatan pucat. Tidak hanya itu saja bahkan wajahnya sampai berkeringat dingin seolah - olah ayahnya sedang melihat hantu.


"Pa-Papa ada apa? apa kamu tidak apa - apa?"


"Sayang?"


Baik Adna maupun Elisya merasa sedikit khawatir dengan keadaan Boktis dan memanggilnya. Namun Boktis tidak merespon sama sekali, matanya terus menatapku(Leon) sambil membisikkan sesuatu yang tidak bisa di dengar oleh orang di sekitarnya termaksud Istri dan anaknya sekalipun.


"Ba~Bagaimana bisa anak ini tau kejadian itu? Apa ia dengar dari seseorang?....tidak, itu tidak mungkin lagi pula semua orang yang menyelamatkan ku saat itu sudah di bunuh oleh wanita itu(Carla), jadi bagaimana bisa?"


Dari yang Boktis ingat setidaknya kurang lebih dari sepuluh orang yang mengetahui kejadian itu(saat ia terkubur hidup - hidup). Dan sebagian dari mereka ada juga yang sudah di bunuh oleh Carla saat mencoba menculik Boktis.


(Tapi bagaimana bisa anak ini mengetahuinya?)


Selain itu ada satu hal lagi yang membuat Boktis penasaran yaitu caraku memanggilnya. Dimana aku memanggil ia dengan sebutan Gorila.


Dari dulu sampai sekarang tidak ada orang yang pernah memanggil Boktis seperti itu kecuali satu orang yaitu...KETUA DARI KELOMPOK SERIGALA PEMBURU.


"Elisya, Adna kalian tunggulah dulu di sini, aku mau bicara dengan anak itu sebentar."


""Eh!""


Baik Elisya maupun Adna merasa terkejut, Meski begitu Boktis mengabaikannya dan langsung berjalan mendekatiku. Dimana ia berhenti tepat di depanku.

__ADS_1


"Ooh apa kau sudah memutuskan untuk bicara denganku?"


Ketika aku menanyakan itu, Boktis langsung mengerutkan keningnya dan terlihat kesal.


"Diamlah Bocah. Tidak usah banyak bicara, cepat beritahu saja aku Bagaimana kau bisa tau kejadian itu?"


"Oh Maksudmu kejadian saat aku mengubur mu hidup - hidup?"


"Menguburku? Apa maksudmu?"


"Apa kau belum mengerti, saat itu yang menguburmu hidup - hidup adalah aku. Dan yang melawannya saat itu juga adalah aku.-


-Dengan kata lain aku adalah Dirman, Ketua dari kelompok serigala pemburu, sekaligus orang yang pernah mengalahkan mu dulu."


"eh...Eh.....EEEEEEEEEEEEEEEEEEEH!!"


Saking terkejut nya Boktis sampai teriak di tempat itu hingga membuat Elisya dan Adna yang melihatnya merasa kebingungan dan bertanya - tanya...


"Kenapa papa tiba - tiba teriak begitu? Apa yang papa bicarakan dengan anak itu?"


"Saa Mama juga tidak tau."


Sementara itu, Boktis seolah masih belum bisa menerima apa yang ku katakan barusan dan berkata....


"Tidak, aku tidak percaya ini kau pasti bercanda? bagaimana bisa orang itu(Dirman) adalah dirimu. Lagi pula aku dengar orang itu sudah mati."


"Oh benarkah? Kalau begitu cepat buktikan sekarang juga kalau orang itu memang kamu."


"Baiklah, pertama - tama sebelum aku membuktikan nya padamu, tolong keluarkan dulu Roh TUPXION mu."


"Eh Roh TUPXION? Apa maksudmu?"


"Tidak usah pura - pura begitu, aku tau kau itu salah satu dari tujuh pengguna TUPXION yang ada di dunia ini."


Wajah Boktis yang tadinya santai - santai saja langsung berubah menjadi serius.


"Ka~Kau Bagaimana bisa kau tau itu?"


"Kau ini banyak sekali bertanya, cepat keluarkan saja Roh TUPXION mu."


Awalnya Boktis diam saja dan tidak mau mengatakan apa - apa. Namun tak lama kemudian akhirnya ia memutuskan untuk mengeluarkan Roh TUPXION nya.


"Baiklah akan ku keluarkan....GOR apa kau dengar, keluarlah"


Sebuah serpihan cahaya muncul dan berkumpul di atas pundak Boktis. Dimana Cahaya itu menyatu dan membentuk sesosok makhluk kecil di atas pundak Boktis. Dimana makhluk itu tidak lain adalah Roh TUPXION Boktis bernama GOR.

__ADS_1


"Nih aku sudah memanggilnya, sekarang giliran mu untuk membuktikan bahwa kau ini memang dia(Dirman)."


"Tenang saja aku tau kok, kalau begitu...Oi nama mu GOR kan, kau pastinya kenal dia kan?"


Aku menunjukkan kaos tanganku dimana wajah PIX langsung terpampang di sana dalam bentuk sebuah emoji. Awalnya GOR tidak tau sama sekali apa itu namun tak lama kemudian akhirnya ia mulai menyadari sosok PIX di kaos tanganku.


[Tunggu! Aura ini jangan bilang.....]


"GOR ada apa? Apa ada sesuatu di kaos tangan anak itu?" Tanya Boktis yang penasaran.


[Yah, Meskipun auranya hampir tidak bisa ku rasakan tapi samar - samar aku bisa tau bahwa emoji di kaos tangan anak ini adalah aura dari Roh TUPXION.]


Boktis yang dengar itu sontak langsung melebarkan matanya karena terkejut.


"Apa!! emoji itu adalah Roh TUPXION? Tunggu itu berarti anak ini...."


Seolah tau apa yang ingin Boktis katakan, GOR langsung menjawab....


"Benar, selain anda anak ini juga adalah salah satu dari tujuh pengguna TUPXION yang ada di dunia ini."


Setelah GOR mengatakan itu, aku langsung tersenyum dan memberinya tepuk tangan sambil berkata...


"Bagus, itu benar sekali, aku adalah pengguna TUPXION dari 04, bercode name...PIX."


[Apa PIX!!....Hmm jadi begitu, sepertinya aku sudah mulai mengerti alasan kenapa kau bisa jadi seperti ini.]


"Eh GOR apa yang kau bicarakan?"


Boktis sepertinya masih belum paham jadi GOR mencoba menjelaskannya agar ia mengerti.


[Master, apa anda tau kemampuan TUPXION anak ini apa?]


"Tidak, mana mungkin aku tau."


[Yaa udah kalau begitu biar ku beritahu. Kemampuan TUPXION anak ini berhubungan dengan Roh atau bisa di bilang ia bisa mengendalikan segala Roh yang ada di alam semesta ini, tanpa kecuali meng-copy pengetahuan dari roh tersebut.-


-Namun, di antara itu semua ada satu kemampuan khusus yang dimilikinya yaitu.... REINKARNASI.]


"Apa! Re~Reinkarnasi!" Boktis.


[Benar, dia bisa memindahkan Roh masternya ke tubuh orang lain saat Masternya mengalami kematian. Itulah Reinkarnasi.]


Setelah GOR menjelaskannya Boktis beberapa kali menganggukkan kepalanya seolah - olah ia sudah mulai mengerti semuanya.


"Hmm jadi begitu, itulah kenapa dia bisa jadi seperti ini(anak kecil)"

__ADS_1


Dengan singkat GOR menjawab.


[Benar.]


__ADS_2