BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEMBALINYA MAEL


__ADS_3

"Sepertinya sudah selesai"


Alexei mengumamkan itu saat melihat pedang besar Valdo telah menghilang. Itu berarti pertarungan di sana telah berakhir.


(Sekarang...)


Alexei mengalihkan pandangannya ke arah depan dan melihat Carla yang sedang menatap lurus ke depan.


"Carla, sepertinya orang terkuatmu sudah kalah, apa yang akan kau lakukan sekarang? apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini?"


Carla tidak mengatakan apa - apa dan diam saja sambil memperhatikan Alexei dan yang lainnya dengan tenang tapi tajam.


Melihat sikapnya itu membuat Vincent merasa tidak senang dan lansung mengerutkan keningnya.


"Kenapa kau diam saja? apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini?"


"Yah itu benar, memang kenapa?"


"Apa kau tidak lihat situasimu sekarang?"


"Tentu saja aku tau itu. jangankan Gregori bahkan meskipun seluruh anggota ku di kalahkan sekalipun aku tidak akan pernah berhenti sebelum bisa membunuh kalian terutama kau."


Lirikan Carla membuat Sherlie merasa ketakutan.


Dari ucapan nya, mereka tau bahwa Carla sudah siap bertarung hingga mati.


Bagi Alexei itu hal yang tidak boleh di biarkan karena bagaimanapun juga Carla sangat di butuhkan oleh mereka dan dunia ini apa lagi ketika menghadapi lubang Abnormal.


Tanpa dirinya pasti akan banyak korban jiwa yang berjatuhan dan gelombang tsunami monster juga tidak akan bisa di hentikan.


karena itulah ia tidak boleh mati


(Yaa meskipun kekuatan TUPXION nya bisa di pindahkan sekalipun ke orang lain tapi itu membutuhkan waktu yang lama sekali untuk bisa meningkatkan kekuatannya seperti Carla. Apa lagi persediaan dari kristal bos monster juga saat ini sangat terbatas, Karena itulah cara ini tidak di gunakan sama sekali.-


-Selain itu jika kita gunakan cara ini maka kita juga harus siap menghadapi Dia(Dirman). yang dimana itu pastinya akan sangat merepotkan, bahkan lebih merepotkan saat mengurusi para Monster.) pikir Alexei.


Alexei merasa lelah karena terlalu banyak pikirkan.


"~Fuuuu.."


Setelah menjernihkan pikirannya, Alexei melangkah ke depan dan mencoba bicara dengan Carla.


"Carla-!!"


Baru saja mau bicara tiba - tiba Alexei dan yang lainnya merasakan ada sebuah serangan yang datang dari arah samping.


Sebelum Alexei bergerak Vincent lebih dulu pergi ke samping dan mengeluarkan sebuah perisai perak dari gelangnya(item boxnya).


Perisai itu berbentuk Diamond(Wajik) dan tingginya hampir setinggi dengan Alexei serta terdapat sebuah kristal Biru di tengah nya. Dimana kristal itu langsung menyerap 5 laser yang mencoba menyerang mereka.

__ADS_1


(Laser! begitu, sepertinya ia sudah mulai bergerak juga.)


Alexei lansung tau, serangan barusan berasal dari siapa?


Itu berasal dari Senjata S Gear milik Mael. orang yang sejak tadi keberadaannya tidak bisa di temukan.


Jauh di samping mereka, Alexei melihat sosok Mael yang sedang berseluncur di sebuah tanjakan di atas pegunungan.


Mael berseluncur menggunakan kopernya yang sudah di modifikasi. sambil terus melepaskan tembakan ke arah mereka.


Meskipun ada banyak laser yang menuju ke arah mereka tetapi semua laser itu berhasil di tahan dan di serap oleh perisai Vincent.


"Cih tidak berguna ya." Guman Mael.


(Meski begitu apa - apaan perisai itu? jika ia punya sesuatu seperti itu, kenapa ia tidak gunakan sejak tadi?)


Sementara Mael memikirkan itu. Beberapa menit kemudian ia akhirnya sampai di tempat Carla.


Mael langsung mengembalikan kopernya ke bentuk semula dan mendekati Carla.


"Maaf aku lama, aku tadi ambil jalan memutar agar tidak ketauan oleh mereka."


"Tidak apa, yang lebih penting apa kau sudah membantu Brid?"


"Sudah, sebentar lagi ia akan menghubungimu."


"Begitu baguslah."Balas Carla.


"Omong - omong apa kau tidak apa - apa? apa mereka menyerangmu saat aku pergi?"


"Tidak, mereka cuma bicara denganku. Sepertinya mereka mengira kalau kau sedang bersembunyi di suatu tempat makanya mereka jadi waspada untuk menyerangku."


"Hmm Begitu." Gumam Mael.


Lalu setelah itu Carla mengeluarkan hp nya dan melihat jam di hpnya sudah menunjukkan pukul 16 : 47 sore.


(Sepertinya sebentar lagi pertunjukkan yang sebenaranya akan di mulai, kalau begitu..)


Carla menyimpan hp nya kembali ke dalam saku dan melihat ke arah Mael.


"Mael, apa kau masih bisa bertarung?"


"Bisa, hanya saja energi Senjata S Gearku sudah tinggal sedikit lagi di tambah lagi persediaan kristal monster kita juga sudah hampir habis.-


-Aku tidak ingin mengatakan ini tapi aku rasa sangat sulit mengalahkan mereka dengan situasi kita saat ini."


"Hmm aku mengerti."


Meskipun Carla sudah tau itu tapi tetap saja ia masih ingin sebisa mungkin menahan mereka dan mengulur waktu agar Roh TUPXION nya yaitu Noel bisa mengambil ahli Sistem Control room di tempat ini.

__ADS_1


(Jika kita diam saja, aku yakin Alexei pasti akan menyadari tujuanku yang sebenarnya.-


-Sebelum itu terjadi aku harus secepatnya mencari cara agar bisa mengalihkan mereka.)


Pada saat Carla memikirkan itu, Tiba - tiba ia merasakan ada sesuatu yang sedang mendekati mereka. Dan saat Carla melihat ke arah sana ia melihat sebuah duri es besar meluncur ke arah mereka.


Di atas duri es itu terdapat dua orang. Satu Amaliya yang sedang mengendalikan duri esnya sedangkan yang satunya lagi adalah Selena yang tidak sadarkan diri di belakang.


"Ca~Carla, itukan..." Mael.


"Yah, sepertinya Selena sudah di kalahkan." Sambung langsung Carla.


Carla pikir Selena bisa mengatasi Amaliya tapi ternyata tidak.


Ketika Amaliya sudah hampir sampai, Amaliya langsung menjentikkan jarinya saat itu juga duri es yang di kendarainya pecah dan menghilang di udara.


Sedangkan Amaliya berhasil mendarat di tempat Alexei sambil membawa Selena yang di angkat oleh rantai esnya di belakang.


"Jendral Alexei, aku kembali."


"Oh Amaliya, Syukurlah kau baik - baik saja. sepertinya kau berhasil mengalahkannya. "


"Ya entah bagaimana."


Balas Amaliya dengan santai. Lalu kemudian Amaliya melihat sekitar dan mencoba mencari keberadaan Valdo, namun ia tidak menemukannya dimana pun.


"Bukankah pertarungan paman Valdo sudah selesai, kemana dia?"


"Aku rasa ia masih dalam perjalanan, sebentar lagi ia akan sampai kok."


Tiba - tiba Alexei merasakan ada seseorang yang sedang mendekati mereka..


"Oh baru saja di bicarakan, sepertinya ia sudah datang."


Saat Alexei dan yang lainnya melihat ke arah sana, mereka menemukan Valdo sedang terbang di atas langit dengan menaiki pedangnya sambil membawa Gregori yang sudah tidak sadarkan diri dan di angkut menggunakan pedang yang satunya lagi.


Setelah mereka sampai di tempat Alexei, Valdo lansung turung dari pedangnya dan menghampiri mereka.


"Tuan Alexei, aku kembali."


"Um"


Alexei menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


Sedangkan di sisi lain Mael menjadi waspada saat melihat mereka semua sudah berkumpul kembali, apa lagi mereka juga membawa Selena dan Gregori yang telah di kalahkan.


"Carla, apa yang harus kita lakukan?"


Mael mencoba bertanya ke Carla namun Carla tidak mengatakan apa - apa dan diam saja.

__ADS_1


Awalnya Mael sedikit cemas tapi kecemasannya itu lansung hilang setelah memperhatikan wajah Carla yang terlihat tenang - tenang saja seolah tidak ada rasa takut atau kepanikan sedikitpun pada dirinya.


(Ooh Sepertinya ia sudah memiliki cara untuk mengatasi ini.) pikir Mael.


__ADS_2