BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTARUNGAN BELUM BERAKHIR


__ADS_3

Niat membunuh terus di pancarkan oleh Carla dan juga Mael, yang dimana membuat Sherlie merasa sedikit ketakutan.


"Vincent, bukankah mereka terlihat lebih marah dari sebelumnya?"


Vincent setuju juga dan mengangguk.


"Kau benar. aku pikir dengan memberitahu mereka soal orang itu(Dirman) mereka akan tenang tapi yang terjadi malah sebaliknya. mereka malah tambah ingin membunuh kita."


Ucap Vincent dengan serius, kemudian ia melirik ke arah Sherlie dan berbisik..


"Omong - omong Sherlie berapa lama lagi unit udara mu akan tiba?"


"Seharusnya sebentar lagi mereka datang, mungkin beberapa menit lagi."


"Begitu,...Baiklah, untuk sekarang kamu pergilah kebelakang karena mulai sekarang mungkin akan lebih berbahaya dari sebelumnya."


Vincent mengatakan itu saat menatap Carla. dimana Carla yang sejak tadi tidak bergerak sekarang sudah mulai bergerak.


Sherlie dengan patuh mengikuti apa yang Vincent katakan dan mulai mundur kebelakang.


"Maaf, aku tidak banyak membantu."


Sherlie menundukkan kepalanya dan terlihat sedih. Vincent tersenyum dan mengelus kepalanya untuk membuatnya tenang.


"Kau ini bicara apa, kau itu sangat membantu tau. Selain itu saat ini kau berusaha mengendalikan semua mahkluk itu jadi tak bisa di pungkiri jika kamu tidak bisa ikut bertarung.-


-Kau fokus saja mengendalikan mereka semua, sesuai yang Jendral Alexei perintahkan, sisanya biar kami yang urus mengerti?"


"Um aku mengerti."


"Bagus, kalau begitu..."


Vincent kembali melihat ke arah depan dan menatap Carla yang sedang bersiap untuk memberi perintah kepada anggotanya untuk menyerang.


Namun tiba - tiba ketegangan di tempat itu terhenti saat Carla mendapatkan panggilan dari seseorang.


{Carla, ini aku,..Brid.}


"Oh akhirnya kamu menelpon juga, kenapa lama sekali??"


{Maaf, ada hal tak terduga yang ku temukan di tempat ini, makanya lama menghubungimu.}


Carla penasaran hal apa itu dan bertanya


"Apa yang kau temukan?"


{Kamu ingat gadis yang memberimu TUPXION dan yang kita culik di pulau waktu itukan? Aku menemukannya di sini.}


"Apa! serius?"


{Yah, awalnya ia ingin terus tinggal di tempat ini tapi setelah aku membujuknya akhirnya ia mau ikut denganku.}


"Hmm begitu, omong - omong bagaimana dengan tugas mu di sana, apa sudah selesai?"


{Yah sudah selesai, Kami telah berhasil mengambil ahli Sistem Control room mereka. Saat ini Noel mulai mencoba mengendalikan semua sistem pertahanan di tempat ini.}


"Bagus, kalau begitu kamu kembali lah ke sini."


{Bagaimana dengan gadis ini?}

__ADS_1


"Kamu bawa saja dia, ikut bersamamu."


{Aku mengerti.}


Karena pembicaraan mereka telah selesai jadi Carla mencoba menutupnya..


"Baiklah, Kalau begitu aku tutup dulu."


..Namun tiba - tiba Brid menghentikannya.


{Tunggu dulu, sebelum kau tutup ada satu hal yang ingin ku tanyakan padamu terlebih dahulu.}


"Apa?"


{Carla, untuk apa kau mengambil ahli sistem Control room mereka? Aku tau pertarungan di atas sana hanya pengalian saja sedangkan tujuanmu yang sebenarnya adalah Control room ini, tapi meski begitu aku belum tau kau gunakan ini untuk apa?-


-Apa mungkin kau mencoba menggunakan ini untuk mengendalikan semua sistem pertahanan di tempat ini dan menyerang mereka? ataukah-!!}


Carla sadar apa yang ingin Brid tanyakan dan buru - buru menghentikan nya.


"Baiklah, sudah cukup, kita tidak punya banyak waktu untuk bicara, sekarang aku tutup."


{Apa! Oi tunggu Carla, aku belum selesai bica-!!}


Carla secara paksa lansung menutup panggilan nya.


"~Haaa..!"


Sementara Carla sedang menghela nafasnya, dari samping Selena mendekat.


"Carla, panggilan barusan apa itu dari Brid?"


-Sekarang kalian semua istirahat lah, mulai dari sini biar aku yang mengurus mereka semua."


Bukan hanya Selena yang terkejut mendengar pernyataan Carla tapi Mael dan Gregori pun sama.


Dimana mereka tidak menyangka Carla mencoba melawan mereka semua seorang diri.


"Oi apa kamu gila, mana mungkin kamu bisa mengatasi mereka semua." Bentak Selena.


"Benar, itu sangat berbahaya."


Ucap juga Mael.


Sedangkan Gregori ia tidak mengatakan apa - apa namun ia juga setuju dengan apa yang Mael dan Selena katakan, dan mengangguk.


"Um."


Melihat ketiga anggotanya yang mencemaskannya membuat Carla merasa senang.


Namun Carla tidak berniat untuk berhenti, ia tetap melanjutkan keinginannya untuk melawan mereka semua seorang diri.


"Kalian tidak usah khawatir, karena aku tidak akan kalah oleh mereka."


"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" Tanya Selena.


"Yaa itu karena Noel telah mengambil ahli Sistem Control room mereka. selama Noel mengambil ahli itu maka 100% kita sudah di pastikan akan menang."


"Eh a-apa maksudmu?"

__ADS_1


Selena menanyakan itu tetapi Carla tidak mengatakan apa - apa dan hanya membalas dengan senyuman percaya diri di wajahnya.


Lalu kemudian Carla melihat ke arah depan dan menatap Alexei dan yang lainnya dengan tenang tapi tajam.


Melihat hal itu Alexei seolah mendapatkan firasat buruk dan lansung menjadi waspada.


"Semuanya hati - hatilah, entah kenapa sikap dia tiba - tiba berubah."


Bukan hanya Alexei saja yang merasakannya, Valdo pun sama. dimana ia lansung mengaktifkan kekuatan TUPXION nya untuk berjaga - jaga jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi.


Seolah tak mau ketinggalan Amaliya juga melakukan hal yang sama.


"...."


"...."


Pada saat mereka saling mengamati tiba - tiba Carla dengar suara Helikopter dari arah jam 4.


Saat Carla dan yang lainnya melihat ke arah sana mereka melihat ada lebih dari lima Helikopter sedang menuju ke arah mereka.


3 di antara mereka mulai menembakkan rudal ke arah kelompok Carla.


Dengan cepat Mael mengeker rudal - rudal itu dan menguncinya, setelah itu Mael melepaskan tembakan.


SUUHT


Awalnya tembakannya itu hanya mengeluarkan satu laser saja tapi tak lama kemudian laser itu menyebar menjadi beberapa bagian hingga mengenai semua rudal yang telah di kunci.


Ledakan pun tak terhindarkan, angin kencang mengempaskan udara sekitar. Dari sela - sela pandangannya, Alexei melihat dua anggota Carla telah menghilang.


"Eh kemana Selena dan Gregori."


Alexei mencoba mencari keberadaan dua orang itu dan saat itu juga Alexei melihat ada sebuah cahaya yang tiba - tiba muncul tepat di depan kelima helikopter yang sedang terbang di atas sana.


Dari dalam cahaya itu dua sosok bayangan keluar, satu adalah Selena yang terjung bebas ke bawah sedangkan yang satunya lagi adalah Gregori yang dengan kuat melompat ke arah salah satu Helikopter dan menghancurkan bagian depannya.


Mesin helikopter itu lansung mati dan perlahan mulai jatuh.


Sebelum helikopter itu jatuh Gregori menggunakan bagian depannya sebagai pijakan agar bisa loncat ke helikopter yang lainnya lagi untuk di hancurkan.


Melihat hal itu ketiga helikopter yang lainnya lansung berhenti menembak Carla dan berbalik ke arah Gregori. Mereka mencoba menyerangnya.


Gregori berhasil mendarat di salah satu helikopter yang menyerang nya dan membunuh sang pilot.


Gregori mencoba lanjut lagi tapi sayangnya kedua Helikopter itu terus melepaskan tembakan yang dimana membuat Gregori tidak bisa loncat ke arah sana, pada akhirnya Gregori hanya bisa berlindung di dalam helikopter yang telah ia kuasai.


Tapi karena Gregori telah membunuh sang pilotnya sehingga helikopter itu berputar -putar di udar dan mulai jatuh juga.


"Cih!"


Gregori buru - buru melompat keluar tapi di luar sana ia telah di tunggu oleh kedua helikopter itu yang sudah bersiap menembaknya.


Gregori sadar ia tidak akan bisa menghidari tembakan itu. meski begitu Gregori tidak panik dan tetap bersikap tenang sebab ia mempunyai rekan yang sangat ia percayai.


"Heh."


Pada saat Gregori menunjukkan senyum seringai, kedua helikopter itu lansung di hantam oleh laser Mael dan meledak di atas sana.


BOMMM!!

__ADS_1


__ADS_2