
Setelah beberapa saat kami berjalan, tak lama kemudian akhirnya kami sampai di tempat tujuan, dimana tepat di seberang jalan, terlihat ada sebuah Masion yang sangat megah, terlebih halamannya pun sangat luas dan indah.
Namun, ketika Bulan melihat Masion tersebut. Aku bisa perhatikan kalau ia terlihat sangat terkejut..
"Bulan ada apa?"
Saat aku tanya, Bulan lansung berbalik ke arahku, dimana wajahnya terlihat suram.
"Le~Leon, inikan Masion Luis, bagaimana kau bisa tau?..tidak, yang yang lebih penting, apa yang kita lakukan di sini? Jangan bilang kau..."
Seolah - olah tau apa yang ingin Bulan katakan, aku lansung menjawab..
"Tidak, kau tenang saja, lagi pula aku belum berniat menghadapi ketua kalian."
"Kalau begitu, apa yang kita lakukan di sini?"
Ketika Bulan bertanya lagi, tanpa menjawab aku mengeluarkan 2 lembar kertas di dalam kantong jaketku. Dan menyerahkannya ke Bulan.
Setelah Bulan menerima 2 Kertas tersebut ia lansung melihatnya dan memperhatikan kalau 2 kertas itu memperlihatkan sebuah Gambar yang udah di Print.
Terlebih lagi gambar itu, di ambil dari Google Map yang mengarah lansung ke tempat Masion Luis.
Dimana di setiap Halaman Masion tersebut terdapat beberapa tanda X merah yang membuat Bulan bertanya - tanya tanda apa itu.
"Leon, boleh aku tanya, tanda apa ini?"
Ketika Bulan Bertanya, ia menunjuk tanda X yang ada di Gambar sambil melihat ke arahku.
Di sisi lain, tanpa melihat Gambar tersebut aku dengan tenang menjawab...
"Tanda X itu, menunjukkan letat dimana CCTV Masion ini berada."
"CCTV?"
Ucap Bulan dimana ia terlihat terkejut. Setelah itu ia mengambil Kertas yang satunya lagi dan bertanya...
"Ka- kalau begitu bagaimana dengan Gambar ini? jangan bilang Gambar ini juga?"
Saat Bulan bertanya, aku perhatikan Gambar tersebut. Dimana Gambar itu sama dengan yang tadi.
Namun ada satu hal yang berbeda dengan gambar yang tadi dengan gambar yang ini. Dimana Gambar ini tidak menunjukkan Tanda Xnya di Halaman melainkan Berada di dalam Masion.
__ADS_1
Terlebih lagi Gambar ini tidak memperlihatkan Bentuk Masionnya melainkan hanya Strukturnya saja yang ada didalam.
Seperti Ruang tamu, ruang makan, Ruang Kerja, Kamar dan sebagainya.
Sehingga, bisa memperlihatkan setiap tata letak CCTV yang ada di dalam masion tersebut.
"Bulan, seperti yang kau kira, semua Tanda X yang ada di dalam Masion, Letak dimana CCTV itu berada."
Jawabku dengan santai, Bulan yang dengar itu, lansung terlihat kaget. Sebab jika itu memang benar, itu berarti....
"Leon, apa kau sudah masuk Kedalam?"
"Bukan Masuk, lebih tepatnya MENYUSUP KEDALAM."
Ucapku dengan nada tenang namun Tajam. Di sisi lain Bulan yang dengar itu lansung menundukkan kepalanya ke arah bawah, dimana ia terlihat meneteskan keringat dingin di wajahnya.
Alasanya, itu karena jika ia pikir baik - baik, mana mungkin Leon bisa menyusup ke dalam sana, dengan CCTV sebanyak itu.
Terlebih lagi, ia tidak memberi pelajaran pada Luis, yang udah membulinya, melainkan membiarkannya begitu saja, itu berarti..
(LEON, SEDANG MERENCANAKAN SESUATU.)
Mengingat apa yang udah Leon lakukan pada Bulan, dimana ia tidak Bisa memberontak dan hanya bisa menuruti semua Perintahnya.
Pada Saat Bulan memikirkan itu. Di sisi Lain. Aku melirik ia dengan Tajam, dimana aku seperti bisa mendengar apa yang ia pikirkan.
Namun, untuk saat ini aku lupakan saja Soal itu, sebab ada sesuatu yang lebih penting dari pada itu.
"Oi, kenapa kau diam saja dari tadi."
Saat aku memanggilnya, Sentak membuat Bulan lansung kaget dan melihat ke arahku..
"Ma-Maaf, aku tadi sedang memikirkan sesuatu."
"Hmm.."
Untuk sememtara aku menatap ia terus. Namun setelah beberapa detik kemudian aku mendesah "haaa..." dan berkata..
"yaa lupakan saja soal itu, yang lebih penting, ada sesuatu yang ingin aku Kau kerjakan."
"A-Apa?"
__ADS_1
Ketika Bulan bertanya, Mataku lansung memancarkan cahaya di balik bayangan sambil bibirku melengkun seperti bulan Sabit dan berkata...
"HEH, AKU INGIN,...KAU......."
"......."
"...."
".."
_________________________________
_____________________________
Tepat di dini hari jam 2 malam, terlihat aku sedang memasuki rumahku yang udah gelap dengan Suara pelang.
Terlebih aku berjalan dengan mengendap - ngendap Menuju ke arah tangga agar tidak membangunkan semua orang yang udah tidur.
Namun, ketika aku udah dekat dari tangga, tiba - tiba aku merasakan hawa keadiran Seseorang dari Ruang tamu, sehingga aku lansung bersembunyi di balik tembok dan mengintip ke arah sana.
Dimana tepat di Ruang tamu, terlihat Kak Rangga sedang duduk di Sofa, sambil melakukan sebuah panggilan Video dengan seseorang di Laptopnya.
"Jadi bagaimana Kak, apa kau sudah tau kapan Lubang kedua, akan terbuka di negara ini?"
ucap Kak Rangga, dimana membuat aku kebingungan dan bertanya - tanya apa yang ia katakan.
(Kakak? Bukannya ia anak tertua yah?)
Saat aku memikirkan itu, dari Ruang tamu, Terlihat lawan Bicara Kak Rangga mencoba membalas.
{Maaf, aku belum tau kapan Lubang ke 2 di negaramu akan Terbuka.}
Namun, pada saat aku dengar suaranya, sentak membuat aku lansung melebarkan mata karena terkejut.
Sebab bagaimanapun juga, aku Sangat kenal dengan nada suara ini, dimana nada suaranya sangat Nostalgia sekali bagiku, terlebih aku sudah mendengarnya selama bertahun - tahun di kehidupanku sebelumnya yang tidak lain adalah...
(CARLA.)
*********
Author: Yosh, sampai di sini dulu. maaf kalau chapter kali ini sangat sedikit. Entah kenapa akhir - akhir ini aku malas tulis, jadi,....ya begitu deh...😅😷
__ADS_1
*********