
beberapa saat kemudian, setelah aku sudah selesai, mengatur semua persiapan dan juga setiap posisi pasukan yang aku intruksikan.
tak lama Kemudian, di atas Pegunungan, tiba - tiba terdengar suara teriakan dari monster Ogre King yang sangat keras.
GUARRRRRRRRRRRRRRRRR!!!
Setelah mendengar Teriakan itu, beberapa saat kemudian, para monster di atas gunung mulai berlari turung dari atas gunung, sambil diiringi dengan suara mengerikan mereka.
melihat hal itu, dengan cepat aku Lansung perintahkan pasukanku dari Grup ke 4 dan Grup 2, untuk membom bardir musuh yang mencoba berlari turung dari atas Pegunungan, dengan senjata Mortir.
"SEMUANYA SEKARANG!?"
""""""""" BAIK KAPTEN!?""""""""
setelah mereka menjawabnya dengan tegas, tampa menunggu lama mereka lansung menembakkan, senjata Mortir mereka ke arah atas pegunungan, dimana para Monster itu berada.
BUK!!.........................PASSSSSSSS!!!
GRAAAA!!
BUK!!........................PASSSSSSSSSSS!
ARGHHHHHH
ketika Pasukanku terus membom bardir mereka, tak lama kemudian,beberapa monster yang sudah berhasil turung dari atas pegunungan, mulai berlari masuk ke dalam hutan, dan lansung pergi ke lokasiku.
mengetaui hal itu, aku lansung memberi perintah baru kepada pasukanku dari Grup ke 2.
"GRUP 2, UNTUK SEMENTARA KALIAN, TETAPLAH MEMBOM BARDIR PARA MONSTER DI ATAS SANA.."
"""""""" BAIK KAPTEN!?"""""""
jawab setiap pasukan dari Grup ke 2 dengan nada tegas, setelah itu, aku lansung mengarahkan pandanganku ke arah pasukan dari Grub 3 dan juga Grup 4.
"SEDANGKAN UNTUK KALIAN GRUP 3 DAN 4, AKU INGIN KALIAN TETAP FOKUS DAN SERANG SAJA PARA MONSTER YANG KELUAR DARI DALAM HUTAN, MENGERTI!?"
""""""""MENGERTI KAPTEN!?""""""""
Seusai mereka semua menjawabnya dengan nada tegas, setelah itu. Grup ke 3 dan 4 lansung pergi ke posisi mereka masing - masing, sambil berlindung di balik benteng, yang mereka buat menggunakan pasir, yang diisi dengan karung sambil menempuknya beberapa bagian, hingga menjadi benteng.
setelah mereka bersembunyi di balik benteng, dengan cepat para pasukan lansung mengarahkan senjata mereka ke arah hutan. mulai dari senjata Rifles, Sniper Rifles, Grenade Launcher hingga senjata Mesin Guns.
setelah mereka mengarahkan senjatanya ke dalam hutan, tak lama kemudian. tiba - tiba tanah yang mereka injak mulai bergetar.
namun, bukannya takut, para pasukan tetap terus mengarahkan senjata mereka ke dalam hutan. tampa menunjukkan ekspresi ketakutan sedikitpun di wajah mereka, dan terus menatap ke dalam hutan, dengan tatapan tajam.
melihat hal itu, membuatku lansung tambah semangat dan juga senang, sambil mulai menyuruh mereka semua untuk bersiap, dengan suara yang sangat keras.
"SEMUANYA BERSIAPLAH, MEREKA SUDAH DATANG!?"
Ketika aku meneriakkan itu, geteran itu, terus bertambah kuat seiring berjalannya waktu.
dan ketika aku merasakan, bahwa getaran itu mulai mendekati kami, tak lama kemudian, gerombolan Monster yang terus berlari di dalam hutan, mulai keluar dari dalam hutan dan lansung menuju ke arah kami.
mulai dari Monster Goblin, Orc,sampai monster Lizardman sekalipun.
meski begitu, tampa menunggu lama, dengan cepat aku lansung perintahkan pasukanku untuk menembak.
"SEMUANYA, TEMBAK! SEKARANG!!"
__ADS_1
"""""""""BAIK KAPTEN!?""""""""
jawab setiap pasukan dengan nada tegas, setelah itu mereka semua lansung menembaki para Monster di depan, begitupun denganku. yang memakai senjata Rifles SS2 V4.
DORRRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,..DORRRRRRRRRRRRR!!
GRAAAAAA!!
BOMMMMM!!
UWAGRRRRRRRR
BOMMMMMMM!!
ARGHHHHHHHH
suara dari tembakan dan juga ledakan dari Grenade Launcher, secara terus menerus membunuh para Monster yang ada di depan.
namun, ketika aku dan juga pasukanku terus membunuh para Monster di depan, beberapa saat kemudian, tiba - tiba aku melihat ada beberapa Monster Baru yang Mirip seperti kelelawar mendekat ke arah kami.
mereka sedang terbang di atas langit, sambil mengibaskan sayapnya yang dipenuhi dengan beberapa duri beracun.
dan menurut laporan yang aku dengar dari Unit 14, monster itu, bisa menembakkan duri - Duri mereka secara terus menerus, seperti layaknya senjata Mesin Guns.
meski begitu, aku sudah memprediksi hal ini, jadi....
tampa menunggu lama, dengan cepat aku lansung memberi perintah baru ke setiap pasukan.
"GRUP 3 dan 4, KALIAN TETAPLAH FOKUS DAN SERANG PARA MONSTER YANG BERADA DI DEPAN, SEDANGKAN UNTUK GRUP 2..."
Kataku, sambil mengalihkan pandanganku ke arah Grup ke 2.
ucapku, sambil menunjuk beberapa Monster Kelelawar, yang terbang di atas langit, dan mencoba mendekat ke arah kami.
"""""""" MENGERTI KAPTEN!? """"""""
setelah Grup ke 2 mengatakan itu dengan nada tegas, dengan cepat mereka lansung pergi berlindung di balik benteng juga, dan lansung menembaki para Monster Kelelawar, yang terbang di atas langit.
DORRRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,..DORRRRRRRRRRRRR!!
setiap kali Monster kelelawar itu mencoba menembakkan duri beracunnya ke arah para pasukan.
dengan cepat, mereka lansung di bunuh oleh Grup ke 2, sebelum mereka berhasil menembakkan durinya.
melihat hal itu, Aku perlahan berhenti menembak, dan mencoba melihat situasi di depanku.
(dengan begini kami masih bisa menahan mereka, sebelum unit lain menyelesaikan Intruksi yang aku berikan,....hanya saja-!!)
Sesaat aku berhenti mengatakan itu, di dalam pikiranku, dan perlahan mengarahkan pandanganku ke arah atas pegunungan, dimana Monster Ogre King sedang duduk di atas bebatuan, seperti layaknya seorang raja, dan belum bergerak sama sekali.
(-Selama Monster itu tidak ikut campur, kami masih punya peluang untuk menang,...selain itu-!)
sekali lagi, sesaat aku berhenti mengatakan itu di dalam pikiranku,dan perlahan mengalihkan pandanganku ke arah Goblin Shaman, yang berada di samping Ogre King.
ia saat ini sedang berdiri di atas bebatuan, sambil mengarahkan tongkatnya ke arah depan.
dimana, dibagian atas tongkat itu, terdapat sebuah bola Kristal berwarna Hijau menyala, saat terus menghisap aura di sekitarnya.
(-di bandingkan Ogre King, yang lebih merepotkan di bandingkan semuanya,adalah penghalan Monster itu. meskipun Senjata ku bisa Membunuhnya. namun, itu tetap tidak bisa menghacurkan penghalannya.)
__ADS_1
kataku di dalam pikiran, sambil terus menatap Monster itu dengan tatapan tajam.
setelah beberapa detik kemudian, aku menatap Monster Goblin Shaman. sesaat aku melebarkan mataku karena mengingat, kalo saat ini, ia sedang menyerap aura di sekitarnya, yang berarti....
(jika Monster itu sedang fokus Menyerap aura di sekitarnya, itu berarti, ia saat ini tidak bisa menggunakan kekuatan sihirnya,....kalo begitu!?)
saat aku memikirkan itu, dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah salah satu pasukanku, yang sedang memakai senjata Sniper Rifles, untuk membunuh beberapa Monster di depan.
ia bernama Batara, salah satu anggota dari Grup ke 4.
"BATARA, PINJAM SENJATAMU SEBENTAR??"
"Eh,..yah baik, nih Kapten!?"
masih merasa bingun dengan apa yang aku katakan, Batara tetap melemparkan senjata Snipernya ke arahku.
saat aku menangkap senjata Snipernya, dengan cepat aku lansung mengarakan senjatanya ke arah Goblin Shaman, sambil mengekernya tepat di atas kepala.
"Bam!!"
ketika aku membisikkan itu, tampa menunggu lama aku lansung Menekan pelatuknya.
setelah itu, suara tembakan keras lansung terdengar di senjata itu.
DOR!!!
dengan cepat Peluru itu lansung mengarah ke arah atas pegunungan, dimana Goblin Shaman berada, sambil terus menembus setiap udara yang ada di depannya.
setelah peluru itu secara bertahap mulai mendekati Kepala Goblin Shaman.
tak lama kemudian, tiba - tiba Muncul sebuah pedang besar, tepat di depan wajah Goblin Shaman dan lansung menghalangi peluru itu. di ikuti dengan percikan api ketika bertabrakan.
setelah itu, perlahan pelurunya mulai jatuh ke tanah, dan saat itu juga Ogre King lansung Menarik Pedang besarnya kembali, sambil menancapkannya ke dalam bebatuan, dan memperlihatkan senyum menyeringai ketika Melihatku.
"yaa, itu sudah kuduga. tidak mungkin ia membiarkan aku membunuh pasukan andalnya!?"
ketika aku membisikkan itu, perlahan aku mengalihkan pandanganku lagi ke arah Batara.
"BATARA, NIH AMBIL!?"
Ucapku, sambil melemparkan Senjata Snipernya kembali, ke arahnya.
setelah Batara Menangkap Senjatanya, tampa menunggu lama, ia lansung kembali menembaki para Monster di depan, yang secara terus menerus keluar dari dalam hutan.
DORRRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,..DORRRRRRRRRRRRR!!
Sambil terus mendengarkan suara Tembakan dari setiap pasukan, perlahan aku melihat ke atas pegunungan.
namun, bukan berarti aku melihat ke arah monster Ogre King ataupun Goblin Shaman, melainkan aku melihat jauh di belakang pegunungan itu, dimana aku perintahkan Kapten Respati untuk pergi ke sana.
(sekarang, kita cuma perlu menunggu Kapten Respati datang, setelah itu...)
saat aku memikirkan itu, tiba - tiba aku menghentikan kata - kataku, sambil terus menatap jauh di belakang pegunungan itu.
setelah beberapa detik kemudian, perlahan aku mengalihkan pandanganku ke arah depan lagi, sambil mengarahkan moncon senjataku ke arah para monster yang terus keluar dari dalam hutan.
"baiklah, aku hanya bisa mengandalkanmu, Kapten Respati!?"
setelah aku membisikkan itu, tampa menunggu lama, aku mulai menembaki para Monster di depan.
__ADS_1